[NCTFFI Freelance] This Is Love “Remaining Memory” (Chapter 1)

poster-this-is-love

Judul              : THIS IS LOVE “REMAINING MEMORY”

Author                        : OR

Cast                : Na Jaemin x OC

Genre             : AU, ROMANCE, SAD

Length           : MINI CHAPTER

Rating                        : PG+15

Disclaimer     : Cerita ini fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan peran karakter maupun jalan cerita saya minta maaf., karena saya tidak tahu menahu. Ini FF pertama saya jadi mohon saran dan kritiknya.

Keterangan lain : Poster by NJXAEM@POSTERCHANNEL

ENJOY READING GUYS ^^

““““““““““““““““““““““““““““““`

 “Bagiku cinta hanyalah tumbuh dari perasaan suka yang

perlahan semakin membesar, ingin sekali mengungkapkannya namun apadaya aku

yang hanya dapat menyimpannya” -Jaemin

“““““““““““““““““““““““““““““““`

Jaemin POV

Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan ini, ramai. Bahkan sangat ramai oleh teriakan fans sampai memenuhi gendang telingaku. “Jaemin-ah”. Teriak seorang fans

“jisung-ah

“mark oppa

“HUAAAA renjun-nie neomu gweopta

Kami bertujuh membalas teriakan itu dengan tersenyum dan melambaikan tangan, kami baru saja debut sebagai sub-unit salah satu grup rookies dikorea. Karna kami telah selesai kami bergegas turun dari panggung. Teriakan mengiringi kami ketika turun dari panggung

Rasa lelah langsung menghampiriku, terbayar sudah semua kerja keras kami bertujuh untuk menyiapkan debut kami. Aku dan yang lainnya membungkuk kepada semua orang yang berada dibackstage mengucapkan kalimat terima kasih

kamsahamnida” ucap salah satu dari kami

kamsahamnida” kami membungkuk kepada orang yang kami lewati

“kalian sudah bekerja keras” ucap salah satu PD

nde kamsahamnida” ucap kami bersamaan

Setelah selesai, kami bergegas memasuki ruangan kami membersihkan semua peluh yang memenuhi wajah kami dan kesempatan ini aku gunakan untuk mengecek kembali handphone-ku lagi lagi tak ada pesan apapun

“Jaemin hyung” panggil jisung

hyung kau melamun lagi!” ucapnya dengan nada yang cukup tinggi dan mampu mebuatku cukup tersentak dengan cepat aku miringkan tubuhku menghadap jisung

waeyo Jisung-ah?” Tanyaku setelah tersadar

“kau melamun lagi hyung” ucapnya dengan nada yang kembali normal

Aku hanya tensenyum kepadanya

jinja?” Tanyaku

Dia hanya mengganguk sebagai balasan lalu kembali bertanya

gwencanayo hyung?” tanyanya dengan nada yang sangat menggemaskan menurutku

Jisung cukup pendiam namun dia selalu perhatian terhadap member lainnya, aku hanya mengangguk sebagai jawaban dan tidak lupa sebuah senyuman terukir diwajahku

~~~~~~~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku merasa sangat-sangat lelah bahkan aku tak sadar kalau kami sudah sampai di-drom kami aku merasa seseorang mengguncangkan tubuhku pelan aku mengedarkan pandanganku “ah sudah sampai rupanya” ucapku dalam hati

Aku hanya tersenyum kepada mark hyung dan dibalas senyuman juga olehnya

“cepat masuklah lalu sambung tidurmu dikamar” aku hanya mengangguk sebagai jawaban dan mengikuti instruksi yang telah diberikan oleh sang leader akupun bergegas masuk dalam dorm dan tidur dikamar sesuai perkataannya

Aku mengganti bajuku dengan baju yang lebih santai dan nyaman untuk dipakai keketika tidur aku juga melihat mark hyung sudah memasuki kamar juga lantas aku memposisikan tubuhku secara nyaman diatas tempat tidurku aku pun tak lupa mengecek handphone-ku kembali.Masih.tak ada jawaban

Mark hyung yang melihatku hanya menghela nafas

“masih memikirkannya?” Tanyanya

Aku menjawab dengan anggukan kepala melihat itu mark hyung hanya tersenyum memberikan aku semangat aku-pun melakukan hal yang sama tersenyum sebagai rasa terima kasih-ku mataku terasa sudah berat dengan perlahan aku menutup kelopak mataku membiarkannya istirahat begitu pula seluruh anggota tubuhku, pikiranku dan juga hatiku.

“apa kau baik-baik saja? Aku sangat merindukanmu sae-yya” ucapku dalam hati dan membiarkan dunia mimpi sekarang menguasaiku

Flashback

Dibawah pohon yang cukup besar aku duduk bersandar dibawahnya tak memerdulikan cuaca panas yang menerpa kulitku ini hanya duduk bersandar menutup mata dan menunggu

YA MENUNGGU

“aish sudah berapa lama aku disini? Kenapa lama sekali?” ucapku mulai resah

“tidak mungkin terjadi apa-apakan dijalan?” Tanya ku lagi pada diri sendiri

“eyy mana mungkin dia sudah besar memamngnya apa yang akan tejadi pada seorang pejalan kaki tersandung? Jatuh? Terserempet kendaraan? Tertab.. eyy mana mungkin” aku mulai resah kemungkinan terakhir mengganggu pikiranku

“Jaemin-ah!!” teriak seseorang

mendengar panggilannya aku lantas berbalik melihat tubuh mungil yang menghampiriku rasa lega seketika langsung menghampiriku “kenapa kau berpikir yang aneh aneh Na Jemin dia bukan anak kecil” ucapku dalam hati

Aku terus memandang tubuh orang yang sedari tadi aku tunggu mendekat dengan berlari-lari kecil tubuhnya terlihat sanagt rapuh seakan akan terbang apabila tertiup angin

Dia terlihat sangat lelah, apa dia berlari dari panti sampai kesini? Sekarang tubuh yeoja itu sudah sepenuhnya berada didepanku

Membungkuk dan menopang tubuh dengan lenagnnya dilutut terlihat sangat kelelahan

“mian aku telambat hosh.. hosh.. hosh..” ucapnya

Aku tersenyum lembut segitu lelahnyakah dia? Lantas aku mengacak-acak rambutnya gemas sang pemilik hanya memperlihatkan wajah tak suka dan memajukan bibirnya dan membuatku gemas

“aish Jaemin-ah rambutku jadi berantakan” ucapnya dengan nada yang tak suka

“bukankah seharusnya aku yang marah padamu?” ucapku dengan nada yang ku buat sedater datarnya

Dengan cepat ia kembali tersenyum manis.sangat manis memerlihatkan wajah memelas sambil berkata

“mianheyo jaemin-ah” ucapnya malu malu. Aku hanya terkekeh melihatnya wajahnya sangat lucu dan jangan lupa puppy eyesnya. Mungkin aku akan diabetes apabila meihatnya terus menerus

Tersenyum. hanya itu yang bisa aku berikan sebagai jawaban, tak tau harus berbuat apalagi senyumnya masih menghipnotisku seakan akan senyumnya itu hal yang sangat penting dlam hidupku.

Oke kali ini mungkin aku belebihan tapi percayalah senyumnya benar benar dapat membuat kalian para lekaki terpanah hanya dengan sekali melihatnya

Aku mempersilahkan dia duduk dengan menepuk-nepuk tempat disampingku dia menyambutnya dengan senang hati, tersenyum lalu dudk disampingku

“apa yang membuatmu terlambat sae-ya?” tanyaku padanya

Ia terlihat memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan kepadaku

“ehmm tadi para donator datang kepanti, mereka melakukan sebuah acara kecil dengan kami jadi aku harus mengikuti acara itu” jawabnya tak lupa dengan senyumnya itu. Ah rasanya sangat damai hanya dengan menatap wajah serta senyumnya

Aku hanya ber-oh ria mendengar jawabannya

“ah matta, ini dia untukmu” ucapnya sambil mengulurkan sebuah gelang

Gelang yang cukup indah apakah ia membuatnya sendiri?

“kau yang membuatnya?”tanyaku dan hanya dijawab dengan anggukan darinya, ia memamakaikan gelang itu dilenganku

“ bagaimana? Bagus tidak?”

“bagus.sangat.bagus” jawabku

Dia tersenyum lembut kepadaku menyandarkan kepalanya kebahuku. Aku pun menaruh kepalaku diatas kepalanya menikmati udara musim panas kali ini. Beberapa menit pun hanya kami habiskan dengan berdiam diri

“min-ah apa yang akan kita lakukan hari ini? Apa kita hanya akan berdiam seperti ini saja?” tanyanya memecahkan keheningan diantara kami

Aku sedikit menimang-nimang apa yang harus aku katakan. Aku sendiri pun sebenarnya tak tau ingin berbuat apa hari ini karna sehabis pulang sekolah aku langsung kesini untuk menemuinya tanpa tau harus berbuat apa

Saekyung tidak bersekolah, da tinggal disebuah panti asuhan yang cukup kecil dan ia pun menjadi yang tertua disana. Ia memutuskan untuk berhenti sekolah karna merasa hanya membebani ibu panti, jadi ia lebih memilih tidak melanjutkan dan membiarkan adik-adik dipantinya bersekolah

Sangat baik bukan? Itu salah satu yang membuatkku menyukainya

ANI, tapi Mencintainya

Bebicara tentang cinta aku sebenarnya tak tau apa itu cinta. Aku hanya seorang siswa sekolah menengah atas dan menduduki tingkat 2. Bagiku cinta hanyalah tumbuh dari perasaan suka yang perlahanse makin membesar, ingin sekali mengungkapkannya namun apadaya aku yang hanya dapat menyimpannya

“YA Jaemin-ah! Kenapa kau malah berdiam diri seperti itu?!” Tanya sedikit dongkol akibat aku tak mencawab pertanyaannya

“YA! Bisakah kau tak berteriak seperti itu?! Bisa bisa kupingku akan mengkerut lalu menghilang akibat teriakanmu!” balasku tak kalah dengan nada yang sedikit tinggi. Hanya sedikit ingat.

“yausudah kalau begitu jawab pertanyaanku apa yang kan kita lakukan hari ini?”

“hmmm aku ingin makan ice krim kau mau?”jawabku sekaligus menanyakan pendapatnya

“mwo ice krim? Tentu saja aku mau, kajja aku ingin ice krim strawberry” jawabnya dengan semangat lalu mengulurkan tangannya untuk membangunkan ku

Dengan senang hati aku menyambut tangannya, berdiri lalu berjalan meninggalkan tempat kami dan bergegas menuju mini market untuk membili ice krim yang kami mau

~~~~~~~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~~~~~~~~~~

“bagaimana enak?” tanyaku. Ia mengangguk sebagai jawaban wajahnya sangat lucu mulutnya tak berhenti memakan ice krim strawberry yang baru beberapa menit tadi ku beli

Aku pun ikut melahap ice krim yang sedang ku pegang memikirkan hala apalagi yang akan aku lakukan dnegan saekyung. Setelah dipikir-pikir aku tidak pernah membawa saekyung kerumahku, sepertinya setelah ini kerumahku bukan ide yang buruk. Batinku

“sae-yya bagaimana kalau kerumahku setelah ini mau?” tanyaku

“hmm apa orang tua mu tak ada dirumah?” jawabnya. “sepertinya tak ada dan juga aku lupa kapan mereka pulang” jawabku

Ia hanya ber-oh ria sebagai jawaban, kami berdua segera menghabiskan ice krim dan berjalan menuju rumahku. Rumah ku tak terlalu jauh dari mini market tadi jadi aku memutuskan untuk berjalan kaki untuk sampai kerumah ku

Butuh sekitar 10 menit utuk sampai kerumah ku, dari luar terlihat sepi aku segera membuka gerbang rumahku dan bergegas masuk kedalam rumah, saekyung mengekoriku dari belakang

Aku berjalan menuju pintu depan rumah ku dan memasukan password rumah kubeberapa digit telah aku masukan dan terdengar suara ‘klik’ aku pun medorong pintu itu agar terbuka

Bau masakan memenuhi indra penciumanku ketika masuk kedlam rumah, sangat jarang bau masakan sudah tercium dirumah ini karna bibi hanya akan memasak ketika aku memintanya saja, hanya eomma yang akan memasak ketika jam segini. Eomma? Apa jangan jangan beliau sudah pulang? Ucapku dalam hati

Aku segera bergegas tak lupa saekyung membututi ku dibelakang, dan benar saja eomma sedang memasak disana

“eomma” ucapku mebuat eomma lekas membalik badanya ia tersenyum lebar melihat kedatangaku begitu juga aku. Sudah lama sekali aku tidak melihat wajah eomma aku menghampirinya lalu memeluknya eomma juga membalas pelukanku

Rasanya sangat menenangkan dildalam pelukan eomma, walaupun ia selalu bekerja dan jarang berada dirumah seperti layaknya eomma yang lainnya aku tak pernah sekali pun berpikir eomma ku jahat karna terlalu sibuk bekerja

Eomma melepasakan pelukanku dan mengintip dari bahu ku, ia tersenyum kepadaku ketika melihat saekyung apa eomma akan menyukai seakyung? Pikirku

Eomma menghampiri saekyung dan tersenyum lalu bertanya kepadaku. “siapa dia?” Tanya eomma

Saekhyung membungkukkan badan lalu memperkenalkan diri

“ choi saekyung immnida” ucapnya kepada eomma ku mereka berdua tersenyum dari sudut pandang yang aku lihat dari samping. Eomma menolehkan wajahnya menghadapku dengan tatapan yang mengartikan “apa dia pacarmu?”

Lekas aku menjawabnya dengan sebuah gelengan, dan iya ahanya mengangguk dengan mulut berbentuk-oh

“dia teman ku eomma” ucapku dengan menghampirinnya

“ahh teman? Kalau begitu kalian sudah makan? Makan malam disni ne?” ucap eomma kepadaku dan saekhyung

Aku dan saekyung hanya menganggukan kepala sebagai jawaban

“baiklah kalau begitu jaemin lebih baik kau ganti baju dulu” suruh eomma dan aku mengikuti perkataan eomma

Aku segera melangkahkan kaki ku kelantai dua menuju kamar ku . dari kejauhan aku liat eomma dan saekhyung berbincang sepertinya eomma mengajaknya memasak. Batin ku

“apa yang harus kulakukan ahjumma?”. Suara saekyung terdengar sedikit dari kejauhan

“kau hanya perlu memotong sayuran itu saja saekyung-ssi” itu suara eomma dan itu percakapan terakhir yang aku dengar karna selanjutnya aku sudah berada jauh dari dapur

@~~~~~~~~~~~~~@

Beberapa menit aku habiskan untuk mengganti pakaian, aku mengganti pakaianku dengan sebuah celana jeans selutut dan kaos putih polos bauju sehari hari yang biasa aku gunakan dirumah

Aku berjalan menuju ruang makan dan dari jauh aku mendengar suara tawa diruangan itu apa eomma dan saekyung sudah dekat? Taka da rasa canggung lagi? ucapku dalam hati

Dan sekarang aku sudah sampai ruang makan terlihat eomma dan saekyung menata meja makan senyuman tak kunjung lepas dari wajah mereka

“eomma, sae-yya apa yang kalian bicarakan sampai tersenyum seperti itu?” Tanya ku

Bukannya menjawab merka malah saling bertatapan dan tertawa, aku bingung kenapa mereka tertawa begitu  apa ada yang lucu diwajahku? Batinku. Aku menatap mereka dengan tatapan heran seakan mengerti dengan tatapanku mereka berhenti tertawa

“kami hanya membicarakan masalah wanita, bukan begitu eommonim?” ucap saekyung dan dibalas anggukan dari eomma ku. “tentu saja sae-yya”.  Aku pun ikut menganggukkan kepala ku ah jadi mereka hanya membicarakan perihal wanita

Tapi tunggu “kami hanya membicarakan malasalah wanita, buka begitu eommonim?” eommonim? Saekyung memanggil eomma dengan kata itu? Dan “tentu saja sae-yaa” eomma pun memanggil saekyung sama sepertiku .Tapi kapan merka jadi sedekat itu? Aku meninggalkan mereka hanya beberapa menit dan mereka sudah sedekat itu?

Tak ingin memusingkan hal itu, aku memutuskan duduk didepan meja makan toh bukankah itu hal yang bagus kalau eomma dan saekyung dekat?

Selama makan tak ada pembicaraan serius hanya sekedar pertanyaan pertanyaan kecil yang lagi lagi membuat eomma dan saekyung tertawa tetapi aku tak tau apa yang mereka bicarakan, dan aku merasa terasingi.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Setelah makan aku mengantar saekyung pulang sampai kedepan pantinya, selama perjalanan kami hanya diam dan berbicara mengenai hal hal kecil tak lupa diselingi oleh senyumnya yang sangat manis

Sampai didepan panti kami berpisah, pamit dan berkata “sampai jumpa besok”. Ia tersenyum manis. Sangat manis

Aku tak sabar menanti hari esok menghabiskan waktu bersamanya, melihat wajahnya, dan menikmati senyum indahnya

Dan aku tak sadar itu pertemuan terakhir kami, pertemuan yang tak pernah aku lupakan karna itu terakhir kalinya aku berbincang dengannya, melihat wajahnya, dan juga senyumnya

Flashback end

Aku terbangun, kulihat mark hyung tertidur disampingku dengan wajah yang kelihatan sangat lelah, aku bersukur tak membuatnya terbangun tapi

Lagi lagi mimpi itu kembali terputar

Ani, itu bukan mimpi

Tapi memoriku, memori tentang dia

“kau dimana sae-yya?” ucapku lirih. Sangat lirih

“aku… merindukanmu”

~~~~~~~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~~~~~~~~~~

TBC

Waaaaaa gimana ceritanya? Aneh ya? Hehe ini ff kedua yang aku bikin maaf ya kalo ceritanya ga jelas, dia atas itu jaemin POV semua, untuk chap petama ini hampir flashback semua dan kemungkinan chap selanjutnya bakalan flashback juga tapi saekyung POV nya . Kritik dan saran sangat dibutuhkan, karna aku masih baru banget. Makasih buat yang udah baca sampai ketemu next chap yaaaa ^^

Advertisements

5 thoughts on “[NCTFFI Freelance] This Is Love “Remaining Memory” (Chapter 1)

  1. jd di sini jaemin jd anak baik2 dan berbakti pada kedua orang tua wkwk
    tp emang yah wajah jaemin paling cocok dapet karakter cowo kalem nan penyayang secara senyumnya angel bgt:)))
    apalagi ada dedek jisung bias noona di sini ceritanya care sama hyungnya cie haha

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s