[NCTFFI Freelance] This Is Love “Mianhe” (Chapter 2)

poster-this-is-love

Judul              : THIS IS LOVE “MIANHE”

Author                        : OR

Cast                : Na Jaemin x OC

Genre             : AU, ROMANCE, SAD

Length           : MINI CHAPTER

Rating                        : PG+15

Disclaimer     : Cerita ini fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan peran karakter maupun jalan cerita saya minta maaf., karena saya tidak tahu menahu.

Poster by NJXAEM@POSTERCHANNEL

SORRY FOR TYPO

ENJOY READING GUYS ^^

““““““““““““““““““““““`

Mianhe. Hanya itu yang dapat ku katakan saat ini

suatu saat aku akan menjelaskannya

Ya suatu saat nanti

““““““““““““““““““““““`

Saekyung POV

Flashback

“Jaemin-ah lihat ini bukankah mereka terlihat sangat tampan? Wahhh aku benar-benar menyukai mereka” ucapku memperlihatkan sebuah video salah satu boy band ternama kepada jaemin

Kulihat jaemin hanya melirik lalu kembali memejamkan mata seakan tak perduli dengan video yang ku pelihatkan

Kesal

Aku paling kesal ketika seseorang tak memperhatikanku, dengan gerakan cepat aku berdiri dan berjalan menjauhi jaemin, aku tak tau apa jaemin menyadarinya atau tidak karna aku benar benar sangat kesal kepadanya sampai tak ingin melihatnya sekarang

Mungkin ini terlalu lebay, tapi percayalah aku benar-benar benci diabaikan  

Sepertinya jaemin menyadari kalau aku menjauh darinya karna sekarang tangan besarnya memegang pergelangan tanganku sehingga otomatis membuat tubuhku berhenti berjalan

Kurasakan jaemin menarik tubuhku agar menghadapnya, kulihat wajahnya datar aku tak tau apa yang sedang ia pikirkan dan aku tak perduli karna sekarang aku sedang memasang wajah cemberutku yang menandakan kalau aku marah kepadanya

“kenapa tiba-tiba kau pergi?” Tanya jaemin

“kenapa kau tak mendengarkan apa yang kukatakan tadi?” jawabku dengan pertanyaan baru. Kulihat ia menghembuskan nafas memejamkan mata sejenak

“arraso, mian” ucapnya mengalah. Aku lantas tersenyum mendengar ucapannya aku tak menyangka kalau ia akan menyerah begitu cepat, biasanya kami akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berdebat dan menentukan siapa yang salah dan akan berhenti sampai ada yang berkata maaf, dan sekarang dia meminta maaf duluan, ini merupakan keajaiban dunia

Dia menarikku kembali menuju tempat yang tadi kami duduki, taman yang selalu kami datangi usai jaemin pulang sekolah

Taman yang menjadi saksi pertemanan kami, taman yang menjadi saksi pertengakaran kami, kebersamaan kami dan segala hal yang menyangkut kami berdua dan masih dibawah pohon yang cukup lebat untuk menaungi kita berdua dari panas disitulah kami selalu bersama

“baiklah sekarang mana video yang tadi ingin kau perlihatkan?” ucapnya setelah kami berdua mendaratkan bokong kami ditanah

“ini lihatlah mereka sangat keren bukan?” ucapku dengan menjulurkan ponsel kepada jaemin. Jaemin hanya terdiam melihat video itu bahkan wajahnya sangat datar

“apa hebatnya mereka? Mereka hanya sekumpulan pria bodoh yang menari diatas panggung” aku tak terima dengan perkataannya bagaimana bisa ia menyebut EXO hanya sekumpulan pria bodoh yang menar diatas panggung

“mworago? YAK! Kau bahkan belum tentu bisa seperti mereka” balasku tak terima akan kalimat yang ia ucapkan

“belum tentu bisa katamu? Itu bahkan sangat mudah bagiku” ucapnya dengan nada yang sangat menjengkelkan yang membuatku sangat muak mendengarnya

“kau benar benar sangat percaya diri jaemin-ssi” ucapku dengan nada yang merendakannya.

“liat saja suatu saat nanti kau akan melihatku diatas panggung itu, dan kau akan meneriakkan namaku lalu menjadi fans ku HAHAHAHA” ucapnya dan ku rasa ia benar benar tak tau malu

Bagaimana tidak? Ia berkata tadi bahwa mereka hanya sekumpulan pria bodoh yang menari diatas panggung dan sekarang ia berkata bahwa suatu saat nanti ia akan berada diatas panggung itu? Wah dia sangat cepat mejilat ucapannya sendiri

Setidaknya itu menurutku.

“baiklah kita lihat apa kau mampu atau tidak” ucapku menantang

“kita lihat saja nanti” ucapnya diselingi dengan senyuman yang errr agak sedikit menakutkan untukku

Flashback end

sekyung-ah”

saekyung-ahh”

“YA LEE SAEKYUNG”

Aku tersentak medengar suara teriakan ibuku

wae eomma?” jawabku dengan sedikit dongkol karna ia mengagetkanku tadi

“kenapa kau melamun? Bukankah kau bilang ingin pergi dengan teman temanmu? Lihatlah sekarang sudah jam berapa? Kau tak bersiap-siap?” Tanya eomm-ku bertubi tubi dan membuat telingaku cukup panas

arraso arraso eomma tak usah bawel seperti itu” ucapku dan diselingi oleh pukulan eomma-ku di kepala

“aishh appo eomma” ucapku sambil memegang kepala belakangku yang dipukul oleh eomma dan kulangkahkan kakiku menuju kamar yang terletak di lantai dua

`Didalam kamar aku mengambil ponselku dan memberi kabar pada temanku bahwa aku tak bisa ikut hari ini, aku merasa tak enak badan

Entahlah mungkin karna aku tak dapat berhenti berpikir tentang jaemin, kenangan itu muncul tiba-tiba tanpa aku inginkan entah kenapa aku merasa seperti penjahat disini, meninggalkannya tanpa penjelasan apapun

Namun satu hal yang aku tau, kau benar jae

Kau menepati janjimu

Perkataanmu

Tapi tidak denganku  

Mianhe Na Jaemin

Flashback

“saekyung-ah hari ini ada yang ingin bertemu denganmu, bersiap-siaplah” ucap kim ahjumma lembut. Kim ahjumma merupakan ibu panti yang merawatku dari kecil, ia merupakan eomma bagiku, ia tak pernah lelah merawatku, ia bahkan selalu ada disaat aku membutuhkannya seperti sosok seorang eomma,dan ia salah satu orang yang paling berharga bagiku

“ne eomma” jawabku tak lupa kuberikan senyum padanya.

Kira kira siapa yang ingin bertemu denganku? Apakah ada yang ingin mengadopsiku? Batinku. Aku mengganti bajuku dengan dress berwarna pastel dengan motif renda dibagian pinggang, akupun tak lupa menguncir sengah rambutku agar terlihat lebih rapih

Setelah sekiranya siap aku keluar dan menuju ruang tamu kulihat disana sudah ada seorang wanita cantik dan seorang pria yang tampan duduk dikursi bersama kim ahjuma

Sepertinya mereka pasangan yang baru menikah terlihat dari wajah mereka yang masih terlihat seperti seorang yang baru melepas masa remaja mereka, ku langkahkan kakiku menuju ruang tamu kulihat mereka menatapku ketika aku sudah berada didalam ruangan itu

Aku tersenyum kepada mereka dan merekapun membalas dengan tersenyum, aku-pun mendudukkan tubuh disamping kim ahjumma sekilas aku mendengarkan pembicaraan mereka

Mulai dari umur pernikahan mereka yang baru seumur jangung benar bukan perkataanku bahwa mereka baru saja menenikah? dan umur pernikahan meraka baru menginjak umur 11 bulan, itu berarti hampir satu tahun

Dan sekilas yang kudengar mereka ingin mengadopsi anak karna sang wanita yang mempunyai paras cantik nan manis itu ternyata tak dapat mempunya anak dari rahimnya

Dan mereka akihrnya memutuskan untuk mengadopsi seorang anak, sejujurnya aku tak terlalu menangkap apa yang mereka bicarakan karna pikiranku sekarang melayang kepada sosok teman sekaligus sahabat satu-satunya yang aku miliki

Na Jaemin

Ia pasti sudah menungguku ditempat biasa, kulihat sekarang adalah waktu jaemin untuk pulang sekolah, dan aku yakin pasti tak lama lagi ia akan sampai ditaman

Aku benar benar tak fokus dengan apa yang mereka bicarakan dan ada satu kata yang membuatku akhirnya menyimak pembicaraan meraka

“apa kami boleh mengadopsi saekyung sebagai anak kami?” ucap sang wanita yang berperawakan cantik itu

Aku merasakan duniaku terhenti sesaat dan aku merasa sangat terkejut aku tak menyangka kenapa ia memutuskan untuk mengadopsiku, mengapa mereka tak mengadopsi adik-adik yang lebih kecil dariku? seorang anak kecil yang menggemaskan, bukankah biasanya pasangan baru akan lebih memilih seorang anak kecil dibandingkan dengan anak rejama seusiaku?

Aku merasakan kim ahjumma menyentuh tanganku dan kembali memutarkan duniaku yang tadi terhenti sesaat,pandanganku bertemu dengan pasanagn suami-istri didepanku

Ah mereka malah akan menjadi calon orang tua baruku, tatapan mereka sekakan berkata “kau maukan menjadi anak kami?”

Aku melihat ketulusan dimata mereka, tak hanya ketulusan tapi juga kehangatan aku tak pernah tau bagaimana rasanya kehangatan orang tua karna dari kecil aku memang sudah berada disini

Aku kembali berfikir, mereka yang menginginkanku bukankah seharusnya aku langsung menjawab ya? Tapi ada satu hal yang mengganjal fikiranku kalau aku menjadi anak mereka siapa yang akan membantu kim ahjumma disini?

Aku tak ingin kim ahjumma kelelahan, bagaimana kalau ia sampai jatuh sakit akibat kelelahan mengurus semua anak yang berada dipanti ini?

Tidak aku tidak mau kim ahjumma sampai kelelahan, aku merupakan anak yang paling besar disini dan yang lainnya masih sangat kecil

Kulihat kim ahjumma tersenyum lembut. Sangat lembut bahkan

“kenapa kau diam saja nak? Kau mau kan?” tanyanya tak luapa diiringi dengan senyum lembutnya itu

“keunde eomma, bagaimana denganmu? Siapa yang akan membantumu merawat anak-anak yang lainnya eomma?” jawabku

Kulihat kim ahjumma sedikit terkejut dengan jawabnku begitu pula calon kedua orang tuaku, namun tak berselang lama kulihat kim ahjumma kembali tersenyum

“eomma tidak apa-apa sae, bukankah masih adik eomma emm?” jawabnya

Benar eomma masih mempunyai seorang adik perempuan, sekarang aku masih binggung haruskah aku menerimanya?

“bagaimana kau mau menerimanya bukan?” kali ini suara berat yang bertanya kepadaku, pemilik suara yang sebentar lagi akan aku panggil appa

“ne aku mau” ucapku, dan aku harap ini bukan keputusan yang salah

~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~

Aku berlari secepat yang aku bisa aku bahkan tak perduli lagi dengan rambuku yang berantakan yang aku fikirkan sekarang hanya jaemin yang sedang menungguku ditaman

Aku benar-benar terlambat, kulihat jaemin berdiri aku-pun meneriakna namanya

“jaemin-ah!”. Aku berlari mendekatinya dengan nafas terengah-engah, kulihat ia melihatku dengan tatapan yang errr entahlah akupun tak dapat mengartikannya mungkinn sedikit khawatir?

Aku membungkukkan tubuhku menopangnya dengan kedua tanganku

“mian aku terlambat hosh.. hosh.. hosh…” ucapku dengan nafas yang terengah-engah

Jaemin mengacak-acak rambutku, jelas aku tidak suka rambu sudah berantakan dan dia membuatnya lebih berantakan

“aish jaemin rambutku jadi berantakan” ucapku dengan nada yang tak suka

“bukankah seharusnya aku yang marah” balasnya dengan suara yang datar aku tak suka dengan itu dan aku sedikit takut mendengar ia berkata datar

Dengan cepat aku tersenyum kepadanya dengan wajah yang memelas

“mianheyo jaemin-ahh” ucapku dengan sedikit malu-malu dan tak lupa kubuat puppy eyes berharap ia tak akan marah padaku

Ia duduk ditempat biasa dan kulihat ia menepuk-nepuk tempat disampingnya

“apa yang membuat kau terlambat sae-yya?” pertanyaan yang ia ajukan sedikit membuatku terkejut tapi dengan cepat aku menormalkan wajahku, sedikit berfikir alasan apa yang akan ku ucapkan, tak mungkinkan aku memberitahu yang sejujurnya?

Lantas aku berfikir jawaban apa yang harus aku berikan padanya

“ehmm tadi para donatur datang kepanti, mereka melakukan sebuah acara kecil dengan kami jadi aku harus mengikuti acara itu” jawabku. Jujur aku takut sekali karna telah berbohong kepada jaemin

Maka dari itu aku tak lupa menyuguhkan senyumanku agar terlihat meyakinkan

Mianhe

Hanya itu yang dapat ku katakan saat ini,suatu saat aku akan menjelaskannya

Ya suatu saat, Nanti

@~~~~~~~~~~~~~@

“ne aku mau” ucapku

Kulihat mereka bertatapan dan tersenyum, lalu memandangku lembut akupun membalas senyuman itu dengan lembut

“aku akan mengurus semua keperluan tentang pengadobsian, dan aku juga akan mengurus kepindahan saekyung kejepang”

“ne?? jepang? Apa maksud ajjussi?” Tanyaku tak bisa menyembunyikan rasa penasaranku.

Jepang? Itu artinya aku akan pindah? Aku akan meninggalkan kim ahjumma lalu haruskah aku meninggalkan jaemin juga?

Lagi lagi dunia terasa berhenti untuk kedua kalinya untukku, aku tak tau harus berbuat apa lagi, haruskah aku menolak? Tetapi aku tak ingin mengecewakan mereka yang telah memilihku

Walalupun ingin menolak, tetapi ini mimpiku dapat berkumpul bersama keluargaku walaupun bukan keluarga kandungku tetapi itu tetap keinginanku

“apakah kau keberatan sekyunggie?” kali ini suara lembut dari seorang wanita bertanya padaku dan menyadarkanku dari lamunanku, sontak aku menatapnya aku benar benar tak tau harus bagaimana

Tuhan tolong aku, apa yang harus aku lakukan sekarang?

TBC

~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~

 Gimana?? Nambah gaje ya? Kecepetankah alurnya?

Dan oh ya aku lupa kalau di chap 1 kemarin ga ada kata “TBC” hehehe

Dan maaf kalau ff ini ga jelas, karna aku masih pemula jadi aku sangat sangat membutuhkan kritik dan sarannya

Thanks for reading ^^

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s