[Daydream Scenario] Stray Puppies

1477109833654

STRAY PUPPIES

by baenilla (previously known as staerlight)

[NCT] Mark Lee and [RED VELVET] Kim Yerim, slight! [OMG] Choi Arin, [SEVENTEEN] Lee Chan, [TWICE] Chou Tzuyu, and [OC] Mary Lee

AU!, Fluff

Rated: T

Word Count: 357 (ficlet)

Based on prompts: Brown Puppies

Insp. by webtoon Dr. Frost and Lookism

“Bisa minta tolong?”

////

“Hei, apakah diantara kalian dapat memelihara anjing?”

Yeri melihat kepada teman-temannya dengan penuh harapan.

“Memang ada apa, Yeri?” Tanya Arin.

“Kemarin di perjalanan pulangku dari tempat les, aku menemukan anak anjing liar yang hampir mati. Untung saja aku dapat membawanya ke klinik hewan dengan cepat, anjing itu selamat tapi klinik itu tidak bisa menampung anjing liar lagi. Aku sebenarnya ingin memeliharanya, tapi ibuku tidak memperbolehkannya.” Cerita Yeri.

“Makanya, aku bertanya apa salah satu dari kalian bisa?”

Arin, Tzuyu, dan Dino saling melihat satu sama lain dan Yeri. Mereka ingin membantu teman mereka yang satu ini, tetapi mereka tidak bisa.

“Aku sangat ingin membantumu, Yeri, tetapi aku sudah memelihara kucing. Rumahku nanti akan menjadi gawat kalau ku bawa anjing itu.” Jelas Tzuyu.

“Iya, Yer. Aku juga ingin membantu, tapi kakak dan ayahku alergi dengan bulu anjing.” Ucap Dino.

“Ibuku saja tidak memperbolehkan memelihara seekor hamster, apalagi seekor anak anjing. Maaf ya, Yeri.” Arin meminta maaf kepada Yeri.

Yeri menundukan kepalanya dengan sedih. Ia kepikiran dengan nasib anak anjing tersebut. Jika dia dibuang ke jalanan lagi, ia pasti akan terluka lagi.

“Eh, tunggu sebentar. Mark, bagaimana denganmu?”

Chan menyikut lengan Mark yang tengah sibuk menyalin jawaban pr matematika milik Dino. Mark tidak mendengarkan cerita Yeri, jadi ia menjadi bingung apa yang terjadi tadi dan kenapa teman-temannya menatap ke arahnya.

Huh? What?

/\/\/\

“Kakak.”

“Iya.”

“Kakak sedang apa sih?”

Mary melihat kakak sulungnya yang tengah sembunyi di belakang sebuah kursi sofa. Seekor anak anjing berwarna cokelat duduk dengan tenang di tengah-tengah ruang keluarga di kediaman Lee ini.

“Kakak ‘kan takut sekali dengan anjing? Kenapa mengadopsi anjing jika kau masih takut dengannya?” Tanya Mary.

Itu juga hal yang ditanyakan Mark kepada dirinya sendiri. Ia tahu kalau dia takut sekali dengan hewan yang dibilang sahabat pria ini, tetapi teman-temannya tidak tahu. Dia juga bingung kenapa ia mengiyakan semua ucapan Yeri dan berakhir seperti ini. Ia menjadi memelihara hewan yang paling ia takuti karena seorang Kim Yerim

.

.

.

Mungkin inilah orang maksud kalau cinta itu membuat kita lupa akan segala hal. Seorang Lee Minhyung pun dibuat lupa bahwa ia takut dengan seekor anak anjing karena senyuman dari sang pujaan hatinya.

////

Yang ngeship Mark-Yeri, mana nih????? angkat tangan dong????? πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ

Advertisements

3 thoughts on “[Daydream Scenario] Stray Puppies

  1. Halo!
    Sebelumnya aku mau koreksi redaksional sedikit, ya?
    -. “diantara” seharusnya dipisah menjadi ” di antara”.
    -. “ku bawa” seharusnya digabung menjadi “kubawa”.
    -. “pr matematika” seharusnya ditulis “PR Matematika”. (Setahuku subjek pelajaran penulisannya diawali dengan huruf kapital, mis. Matematika, Bahasa Indonesia, Sejarah, dll.)
    -. “Mark tidak mendengarkan cerita Yeri, jadi ia menjadi bingung apa yang terjadi tadi dan kenapa teman-temannya menatap ke arahnya.” Ada tiga kali pengulangan kata “jadi” dalam satu kalimat, jadi kalimatnya kurang efektif. Lain kali, mungkin kamu bisa mengubah penulisannya biar lebih efektif, misalnya: “Mark tidak mendengarkan cerita Yeri, sehingga ia menjadi bingung kenapa mereka menatap ke arahnya.”
    -. “Ia menjadi memelihara hewan yang paling ia takuti karena seorang Kim Yerim” Kalimat ini nggak diakhiri dengan tanda baca. Meski sepele, tapi tanda baca itu penting, loh karena bisa menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.
    Overall, ceritanya lucu! Cinta monyet ala-ala ABG memang nggak ada matinya, ya, hahaha… Aku nggak bisa bayangin kelanjutan nasib Mark gimana setelah dia pelihara anak anjing xD
    Last, maaf kalau misalkan koreksi dariku terkesan menggurui/bawel/berlebihan/dll. I’m still learning to be a writer, too. Jadi lain waktu kalau kamu kebetulan baca tulisanku dan menemukan beberapa hal yang perlu dikoreksi, jangan ragu-ragu untuk langsung kasih masukan di kotak komentar! Terus menulis, ditunggu karya-karya selanjutnya πŸ™‚

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s