[Daydream Scenario] Selamat Ulang Tahun!

redvelvetcake

Selamat Ulang Tahun!

.

by Liana D. S.

NCT’s Mark x Red Velvet’s Yeri // Ficlet // Fluff with Horror // Teen & Up

prompt: Red Velvet

.

 “Aku akan mencintaimu selamanya!”

***

Setahu Mark, Yerim tidak bisa memasak.

“Aku membuatnya sendiri, lho! Resep dari Kak Seungwan dijamin tidak akan mengecewakan, jadi jangan takut mencicipinya, Mark!”

Karena tahu betapa payah kemampuan sang kekasih, Mark menjadi ragu mencicipi kue ulang tahunnya walau cuma sepotong kecil, terlepas dari adanya campur tangan teman Yerim yang seorang pro. Warna kue ini terlalu mencolok dan aromanya luar biasa, bukan mustahil Yerim menumpahkan sebotol penuh pewarna merah ke adonannya atau, lebih buruk lagi, terlalu banyak menambahkan krim keju. Kalau rasanya keasinan akibat kebanyakan perisa, perut Mark bisa mual nanti!

Namun, tatapan penuh harap dari Yerim berhasil menggerakkan tangan kanan Mark untuk meraih garpu. Sebisa mungkin, pemuda itu menyembunyikan getar khawatir dalam senyumnya ketika mulai menyendok kue. Di luar dugaan, tekstur kue itu lembut sekali dan gampang dipotong, padahal sebelumnya, Yerim tidak pernah membuat kue yang bisa dimakan, entah karena kelewat padat atau tidak dipanggang sampai matang benar. Barangkali dalam kue ini ada harapan?

Sesuap kue masuk ke mulut Mark. Yerim melebarkan matanya penasaran.

“Oh?”

“’Oh’ saja tanggapanmu? Bilang ‘enak’, dong!” pinta Yerim manja. “Yang ini benar-benar lain dari biasanya, kan? Sudah kubilang aku mengikuti resep dari Kak Seungwan, jadi pasti hasilnya bagus!”

Itu memang benar. Setelah si kue menyentuh setiap kuncup peraba di lidah Mark, pemuda itu mau tak mau mengakui bahwa karya Yerim dari dapur kali ini gilang-gemilang, makanya ia sempat tertegun sesaat sebelum mengatakan ‘oh’ lantaran tidak percaya pada indranya. Senyum Mark kini mengembang tanpa ragu-ragu, disertai anggukan gembira plus pujian tulus buat kekasihnya.

“Ini lezat! Kerja bagus, Yerim, terima kasih banyak!”

Bibir Yerim berangsur melengkungkan senyum, makin lama berubah jadi tawa, dan gadis itu bangkit dari kursinya semata demi memeluk Mark yang masih asyik mengunyah.

“Betulan, kan? Kamu tidak mengatakan itu sekadar untuk menyenangkanku, kan?”

“Tidak, aku jujur! Wangi keju dan warna merah kuenya memang agak terlalu berlebihan, tetapi tak kusangka rasanya pas dengan seleraku! Justru aku yang mestinya tanya, apa kau sungguhan bikin kue ini sendiri dan bukannya pesan jadi pada Kak Seungwan?”

“Ih, dasar!” Sejenak, Yerim melepaskan pelukan dan menyentil dahi Mark. “Mana mungkin aku memberikan hadiah karya orang lain di hari istimewamu?”

Sembari mengusap bekas sentilan di keningnya, Mark nyengir, merasa dirinya memang agak jahat menganggap kemampuan Yerim tidak akan bisa membaik di dapur.

“Oke, oke, aku percaya.” Mark mengusap-usap puncak kepala gadisnya sayang. “Sekarang, aku boleh menikmati kueku, kan?”

Yerim mengangguk cepat sebelum kembali ke kursinya, menyaksikan kekasihnya bersantap dengan dagu disangga kedua telapak tangan, kaki berayun-ayun di bawah meja mirip anak kecil. Mark beberapa kali menyuapkan kue pada gadis itu, menodai pinggir bibir Yerim dengan krim agar bisa menertawakannya, lantas menghapus tepian yang kotor tersebut menggunakan jempol dan menukar senyum si gadis dengan kegugupan instan. Perayaan ulang tahun Mark yang sederhana ini sempurna …

… hingga Mark merasakan sesuatu yang agak keras dalam kuenya.

Sesuatu itu terasa kenyal di antara jepitan geraham atas dan bawah Mark, tetapi dalamnya sekaku tulang ayam. Biar kenyal luarnya, sekeras apa pun Mark mencoba, benda itu tidak mau terkunyah. Ukurannya terlalu besar untuk chocochip yang tersebar dalam kue, juga tidak ada manis-manisnya sama sekali. Ditelan begitu saja jelas berbahaya, jadi Mark mengeluarkan benda itu dari mulutnya ke sendok.

Seketika wajah Mark memucat.

“Ye-Yerim, ini … apa?”

Mengangkat alisnya seolah tak mengerti, Yerim mencondongkan tubuh untuk melihat lebih jelas apa yang Mark tunjukkan. Ia kemudian membulatkan bibir mengerti dan duduk lagi di kursinya, tersenyum tenang. Anehnya, senyum itu gagal meredakan kekacauan dalam benak Mark saat ini, justru menambah parah keadaan.

***

“Itu potongan jari mantan kekasihku, tanda cintaku untukmu, Birthday Boy. Aku sudah sepenuhnya melupakan dia, jadi mulai sekarang, aku hanya akan mencintaimu! Memang tidak lazim, tetapi kuharap kau suka hadiahku ini, Mark!”

TAMAT

Advertisements

5 thoughts on “[Daydream Scenario] Selamat Ulang Tahun!

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s