[Vignette] After Broke Up Series – Chaos Wedding

jisoo-yong

“Chaos Wedding” by Mingi Kumiko

Starring NCT’s Taeyong & BLACKPINK’s Jisoo

Δ Supernatural, Romance Δ PG-17 Δ

Satu hal yang harus kamu ingat; jangan pernah undang mantan kekasihmu di resepsi pernikahan.

Another Series :

The Debt – Bloody ShoesAmnesia – Do You Wanna Build a Snowman? – Broken Promise – The Curse

.

.

“Aku sudah membayar mahal dan aku tidak mau dikecewakan.”

“Jangan khawatir, Tuan… Kepuasaan Anda adalah prioritas kami. Apalagi untuk pemesan paket VVIP macam Anda. Semuanya akan berjalan lancar tanpa kegagalan. Kami menjamin itu.”

“Baiklah, akan aku bayar dua kali lipat jika apa yang aku harapkan terwujud.”

“Ah, upah yang Tuan berikan pun sudah lebih dari cukup.”

***

Selama dua puluh delapan tahun hidup di dunia yang memuakkan ini, aku memiliki sebuah prinsip; aku tak akan berbohong, mengelabui, atau merusak hidup seseorang. Namun jika sampai aku melakukannya, berarti itu adalah kesalahannya. Aku selalu mengembalikan apa yang aku terima, apapun itu, tanpa terkecuali.

Terhitung sudah sepuluh kali aku merapikan dasiku yang tak sama sekali berubah posisi; menggantung pada kerah kemejaku yang berbalut dengan jas beraroma kasturi. Setelah memarkirkan Jaguarku dengan benar, segera kulangkahkan kaki menuju tempat yang telah tercantum pada undangan yang aku genggam.

Emosiku bergejolak seiring dengan langkah tungkaiku yang makin dekat dengan ambang pintu gereja. Orang-orang berkostum pelayan menyambut kedatanganku dengan badan yang membungkuk seraya senyuman takzim. Tak kuletakkan setitik pun atensi pada apa yang mereka lakukan. Toh, semuanya hanya sekedar formalitas.

Kepercayaan diriku meningkat saat atmosfir di dalam gereja mulai berembus menyapu pipi tirusku. Alunan lembut harpa dan biola – yang bagiku lebih terdengar seperti lagu kematian – menyapa rungu. Mataku berotasi ke seluruh penjuru ruangan, aktivitas yang dilakukan tamu undangan lain tak berbeda jauh; kalau tidak menikmati prasmanan yang telah disediakan, ya sekedar ngobrol dengan secangkir wine di genggaman tangan.

Aku mulai bertanya-tanya, kapan efek mantra iblis dari cenayang kawakan di kampung halaman nenekku mulai bekerja? Mengapa tak terjadi apa-apa meskipun aku telah memasuki gereja? Bukankah mereka bilang semuanya akan berjalan sesuai rencana tanpa perlu menunggu lama?

Seketika aku teringat bahwa ia menganjurkanku untuk membaca mantra tambahan apabila mengalami situasi darurat. Karena kemarin jadwal penyusunan proyekku tidak padat, jadi kuluangkan waktu untuk menghafalnya.

 

Aarzkegarza teragamvuhaiyatan mabarsiriyuvip sweszhownefrwu.

 

Dilihat dari kemampuanku menghafal deretan huruf yang rumitnya melebihi kalimat tongue twister tersulit di dunia, kau bisa langsung membayangkan betapa jeniusnya aku, bukan?

Tak lama setelah itu, sebuah hologram yang keluar dari portal berbentuk lingkaran pun muncul di hadapanku.

“Permintaan Anda telah kami terima.

Intruksi : lanjutkan langkah Anda dengan perasaan yakin.”

Tak ada pilihan selain menuruti apa yang tertulis tepat di hadapanku. Aku tak tahu hendak melangkah ke mana. Nafsu makanku lenyap dan aku tak ada iktikad untuk menghampiri sepasang pengantin yang tengah memamerkan raut bahagia mereka di muka gereja. Damn! Andai lelaki keparat itu tak seenak jidat mengambil gadis yang sudah aku pacari selama tiga tahun, pastilah aku yang akan duduk di sampingnya sambil menyalami ratusan undangan yang hadir. Bukan tanpa dasar aku menyebutnya seperti itu; dia mengaku sebagai sahabat, namun diam-diam menusukku dari belakang dan merebut kekasihku. Jadi, kurang keparat apa?

Namanya Kim Ji Soo. Dia adalah gadis yang dengan teganya mencampakkan aku yang sudah mati-matian mengerahkan seluruh tenaga untuk bekerja guna mewujudkan resepsi mewah yang sudah lama ia impikan. Jangan tanya apakah aku sakit hati atau tidak. Kau tentu bisa langsung memahaminya meski tingkat kecerdasanmu tergolong dangkal.

Eomma! Kenapa tak hati-hati saat mengiris sirloin-nya? Lihat, tanganmu mengucurkan darah!” sentakan suara parau seorang gadis menginterupsiku yang tengah tertegun. Sontak kuputar kepala untuk menoleh ke sumber suara. Mataku pun terbelalak hebat. Bukan main, jari telunjuk wanita yang diteriaki dengan sebutan ‘Eomma’ itu hampir memotong jari telunjuknya dengan pisau daging di tangan kanannya.

“Pria itu… tampan sekali, sampai-sampai aku melamun.” Wanita itu menudingkan telunjuknya yang berlumur darah tepat ke arahku.

“Tolong! Siapa saja, putriku tersedak dan ia kesulitan bernapas sekarang!” belum juga masalah pertama menemui penanganan yang tepat, sekonyong-konyong seruan panik kembali datang.

“Anakku terlalu fokus menatap pemuda itu hingga tak bisa bernapas dengan benar saat sedang minum.” jelas wanita berusia empat puluh tahunan itu. Dan lagi-lagi ia menunjukku. Apakah mantra iblis yang aku pesan telah bekerja?

Ternyata tak hanya mereka berdua yang terkena mala petaka setelah melihat wajahku (yang sudah dibumbui dengan mantra-mantra hingga tingkat ketampanannya meningkat tajam. Namun perlu ditegaskan bahwa tanpa mantra pun biasanya aku sudah terlihat tampan). Secara berangsur-angsur para tamu undangan – banyak di antaranya adalah kaum hawa – mendapati bala mereka masing-masing. Bahkan aku sempat melihat seorang gadis yang pergelangan tangannya putus (sepertinya karena melamun saat mengiris daging), ada pula yang hidungnya berdarah karena tertusuk garpu.

Seringai tipis terkulum apik dari sebelah sudut bibirku. Tertangkap manik obsidianku air muka kelimpungan seorang gadis yang berada di ujung sana, siapa lagi kalau bukan Jisoo. Pria di sebelahnya pun tak kalah panik. Dasar pecundang! Lelaki macam apa yang cuma diam saat ada keadaan darurat seperti sekarang ini?

Dengan punggung yang tetap tegap, kukantungi kedua tanganku ke dalam saku dan berjalan dengan penuh wibawa. Berniat menghampiri sepasang pengantin yang sudah berhasil kubuat kacau balau pernikahannya.

“Selamat atas pernikahan kalian. Semoga bahagia.” ucapku seraya tersenyum takzim, meskipun palsu.

“Taeyong, kau tampan sekali…” Jisoo bicara dengan wajah melongo seakan begitu terpanah dengan penampilanku.

“Ah, jelas lebih tampan Song Min Ho, bukan? Buktinya kau lebih memilih menikah dengannya.” aku berusaha menimpali ujarannya setenang mungkin, kutambahi seulas senyum tipis untuk meningkatkan feromon-ku. Dengan jelas terlihat Song Min Ho mulai naik pitam. Kesepuluh ruas jarinya terkepal, sepertinya bersiap menyatroni pipi mulusku dengan bogem mentahnya.

“Sungguh, aku tak bermaksud. Harusnya aku menikah denganmu.” Jisoo meraih tanganku dan menggenggamnya erat. Ah, dia terlihat begitu cantik saat sedang menunjukkan ekspresi memelas seperti ini. Aku jadi ingat, dulu saat kami masih berpacaran, dia suka memamerkan raut seperti itu untuk membujukku agar tidak marah lagi.

“Biadab kau!” sebuah pukulan keras yang telah aku duga sekonyong-konyong menghantam hingga kepalaku tersungkur di atas karpet.

Omo! Apa yang kau lakukan pada Oppa kami, pria bodoh?!” omelan protes dilontarkan gadis-gadis remaja yang tak kuketahui dari mana datangnya. Jisoo lantas berjongkok untuk meraih lenganku.

“Taeyong, kau baik-baik saja?” tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran. Kugerakkan tanganku untuk mengelus surai kelamnya.

“Aku baik-baik saja, sayang…”

Kuraup sela bibirnya yang terbuka dengan bibirku. Entah sudah berapa lama aku tak mendapati tubuhku yang memanas saat tengah melumat bibir mungil milik Jisoo. Tak kuacuhkan beberapa pasang netra yang tengah fokus melihat aksi brutalku terhadap bibir Gadis Kim itu. Aku juga tidak peduli dengan Song Min Ho yang mungkin amarahnya sudah sampai di pangkal ubun-ubun. Harusnya aku yang lebih murka karena pada dasarnya Jisoo adalah milikku. Aku merindukannya dan aku tidak terima jika dia dimiliki oleh pria selain aku.

Pagutan itu terlepas, namun Jisoo tetap menutup matanya. Seakan tak rela untuk mengakhiri. Kelopaknya terbuka perlahan seiring dengan sentuhan lembutku di pipinya.

“Menikah denganku atau Song Min Ho?” kumiringkan kepalaku saat bertanya.

“Tentu saja denganmu,” Jisoo sekonyong-konyong menghempaskan tubuhnya ke dalam pelukanku. Kurotasikan otot mataku ke atas, menatap Song Min Ho yang tertegun hingga tak mampu berkata apa-apa.

“Dia itu milikku, tak ada seorang pun yang bisa merebutnya.” ujarku, meski hanya melalui gerakan bibir. Sudah kubilang dari awal jika dia itu pengecut. Kalau hanya sebatas pukulan di pipi, sih, tidak akan berpengaruh untukku. Aku tak akan gentar memperjuangkan apa yang aku inginkan, apapun caranya, meskipun harus bertransaksi dengan iblis sekalipun.

Hologram itu kembali muncul tepat di hadapanku, aku terkekeh geli setelah sampai di kata terakhir.

Kami tunggu bonus dua kali lipatnya, Tuan Lee.

 

– End –

Makasih buat yang udah mau baca sampai sini. Aku tahu ff ini rusuh sekali wkwkwk tapi jangan lupa review ya ~ ^^

Advertisements

16 thoughts on “[Vignette] After Broke Up Series – Chaos Wedding

  1. SUMPAH NGAKAKKKKK BRUAKAKAKKAKAKAK XD
    duhhh duhh serem juga yah cenayang ala Korea. yang kena balanya bukan si pengantin wanitanya tapi tamu undangan XD
    terus seketika aku ngebayangin gimana ceritanya kalo pengaruh si mantranya tiba-tiba abis tengah jalan wkwkwkk

    Liked by 1 person

  2. kyaaaa. jahatan song minho apa taeyeong.
    Tau ah. Yang satu gak ngerasa ngerebut pacar orang, yang satu gak ngerasa ngerebut istri orang … wkwkwk
    serem ni ff 😀 .. Btw, ini comment pertamaku di blog ini hehe. *gak ada yg nanya.

    Liked by 1 person

    • waaahhh merasa terhormat sekali kalo komen pertamamu di blog ini adalah ffku >///<
      yah pokoknya di sini taeyong yang paling absurd, sampe ke dukun segala karena mau balas dendam wkwk
      makasih ya udah baca dan komen ^^

      Like

  3. anjirr nemu FF Taeyong Jisoo uuuuhh mau lagi donggg>…..< ada id wattpad tidak? aku lebih suka baca di wattpad, ngga ribet. kalau di blog gini agak ribett. nice ceritanya 😀

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s