[NCTFFI Freelance] This Is Love “Regret” (Chapter 3)

poster-this-is-love

Judul              : THIS IS LOVE “REGRET”

Author                        : OR

Cast                : Na Jaemin x OC

Genre             : AU, ROMANCE, SAD

Length           : MINI CHAPTER

Rating                        : PG+15

Disclaimer     : Cerita ini fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan peran karakter maupun jalan cerita saya minta maaf., karena saya tidak tahu menahu.

A/N                 : Ada sedikit saran untuk yang ingin membacanya dengerin lagu chen ft chanyeol (if I love again) hanya saran siapa tau dapet feelnya pas baca sambil dengerin lagu itu

Poster by NJXAEM@POSTERCHANNEL

SORRY FOR TYPO

ENJOY READING GUYS ^^

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Namun siapa yang tau kalau mereka ternyata tak dapat bertemu,

mungkin nanti disaat yang tepat

Disaat mereka berdua menyadari keberadaan masing masing

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Author POV

“saekyung-ahh apa kau sudah siap?” Tanya seorang wanita yang cukup cantik, umurnya sudah menginjak kepala 3 namun kecantikan tetap terpancar dari wajahnya

“ne eomma,sebentar lagi” jawab saekyung, dan segera bergegas turun menuju mobil yang sudah terparkir didepan rumahnya, dan tak lupa koper besar yang diseretnya

Hari ini ia dan keluarga berniat berlibur

Ah ini bahkan tak bisa dibilang berlibur karna ia dan keluarga akan ke korea dan itu merupakan kampung halamannya, jadi bukankah disebut pulang kampung?

Yang pasti saekyung merasa sangat senang

Bagaimana tidak? Ia akan bertemu dengan kim ahjumma, melepas rindu dan beramain dengan adik-adiknya dipanti

Namun ada satu hal yang membuat saekyung lebih bahagia karna ia akan kembali bertemu dengan sahabatnya

Na Jaemin

Sahabat satu-satunya yang ia punya selama masih dikorea, ia tak tau apakah jaemin masih mengingatnya atau tidak, tapi yang pasti saekyung tak pernah lupa dengan jaemin

Jantung saekyung tak henti-hentinya berdebar, ia bahkan takut kalau orang lain akan mendengar suara jantungnya ini

Entah kenapa ia malah gugup, ia bahkan lebih gugup dibandingkan dengan hari kelulusannya

Ia takut kalau jaemin tak mengingatnya, ia takut menerima kenyataan pahit itu

Ia tau ini memang salahnya, pergi tanpa mengatakan apapun penjelasan apapun dan ia tau ini adalah resiko yang harus ia terima

~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~

Saekyung POV

Tak membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai kekorea karna jarak dari Negeri matahari terbit menuju negeri gingseng tidaklah jauh

Aku dan keluargaku pergi menuju kediaman nenek, karna kedua orang tuaku memang tak punya rumah dikorea

Sesampainya dirumah aku dan keluarga disambut hangat oleh nenek dan kakeku mereka terlihat tua dengan keriput diarea sekitar mata namun tak menghilangkan kesan caintik dan tampan dan wajah eomma pasti didapat dari nenek

Kamar yang aku pakai selama dikorea terletak dilantai dua, kamarnya tak terlalu besar dan juga tak telalu kecil

Temboknya berwarna hijau tosqa sangat mendamaikan

Tok tok tok

“sae-yaa kau sudah selesai merapihkan barang-barangmu? Ayo kita makan malam” ucap eomma

nde eomma” jawabku

Ketika berada diruang makan aku benar benar merasakan rasanya mempunyai keluarga yang utuh

Duduk didepan meja makan bersama keluarga yang lengkap, kebahagian yang sederhana untukku namun sangat berkesan

Selama makan banyak beberapa percakapan yang terjadi, mulai dari berapa lama kami disini dan eomma menjawab sekitar 2 bulan karena appa ada urusan bisnis

Lalu mereka juga menanyakan bagaimana kuliahku disana, aku menjawab bahwa tempat kuliahku sedang libur musim panas dan nenek hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebagai jawaban

Setelah sesi makan berakhir aku memutuskan untuk naik menuju kamarku. Aku memikirkan apa saja yang akan aku lakukan selama dikorea nanti

Dan kegiatan pertama ialah berkunjung ke panti

Ya pergi menuju panti, mungkin setelah itu aku dapat pergi ketaman

Taman yang dulu menjadi saksi perjalanan antara aku dan jaemin

Aku memutuskan untuk istirahat duluan dikasur yang sudah berada didalam kamar itu memutuskan untuk menjelajahi dunia mimpi sampai esok pagi

Aku sudah tak sabar bertemu kim ahjumma dan juga mengunjungi taman itu lagi, sebelum tidur aku mengingat kembali masa masa ketika aku masih bermain dengan jaemin dulu

Mengingat itu semua membuatku merasa senang dan juga sedih secara bersamaan mengingat kenangan ketika bemain bersama jaemin memang membuatku senang, namun mengingat bahwa aku meninggalkannya begitu saja membuatku sedih

Memikirkan semua itu membuat kepalaku terasa sedikit pening entah mengapa akhir-akhir ini kepalaku sangat mudah pening hanya karna terlalu kepikiran dengan suatu hal

Namun enggan mempermasalahkan itu aku merasa kelopak mataku memberat, tanpa perlawanan sedikitpun aku mengikuti kelopak mataku untuk terpejam dan memutuskan untuk menjelajahi dunia mimpi saat itu juga

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Keesokan harinya aku sudah siap dengan dress berwarna pink manis tanpa lengan dan kerah dibagian lehernya tak lupa sebuah sepatu  kets berwarna putih dan sebuah tas kecil sebagai pelengkap

Aku memilih untuk menaiki fasilitas umum menuju panti, karna jarak dari rumah kediaman nenekku lumayan jauh aku memutuskan untuk menaiki subway

Butuh waktu sekitar 1 jam menuju panti dari kediaman nenekku, dan sekarang aku hanya tinggal berjalan sedikit

Sampailah aku disebuah bangunan yang tampak lebih besar dari yang terakhir kali aku lihat

Ku perhatikan bangunan ini sudah direnovasi dan itu membauatku merasa ingin kembali tinggal ditempat ini

Walaupun aku sudah mempunyai keluarga baru tapi keluargaku yang ini benar benar tak pernah tergantikan

Aku memasuki halaman bangunan itu terlihat sedikit berbeda karna sekarang sudah ada fasilitas taman bermain disana

Kulangkahkan lagi kakiku lebih jauh hingga sampai pada sebuah pintu yang akan membawaku masuk kedalam bagunan itu

Kulihat pintu sudah terlebih dahulu terbuka sebelum aku mengetuknya dan menampakkan seorang yeoja yang mungkin sudah menginjak kepala 4 karna dapatku lihat warna rambutnya sedikit memutih

Aku memberikan senyum terbaikku kulihat ia juga tersenyum hangat padaku

Tak menunggu lama aku segera merentangkan kedua tanganku dan memeluk sosok didepanku ini

Aku tak dapat lagi menahan tangisku, rasa rindu lepas begitu saja melihat sosok ini sosok yang sudah merawatku menggantikan sosok ibu kandungku yang entah kemana

Setelah dirasa cukup aku memutuskan melepas pelukan itu, tak perlu banyak kata kata untuk menyampaikan betapa rindunya kami karna, hanya dengan menatap mata satu sama lain semua itu sudah tersampaikan snagat baik

Aku dan kim ahjumma memutuskan untuk kedalam rumah dan berbincang sedikit untuk melepas kerinduan

Mungkin sekitar 5 menit kami habiskan untuk berbincang mengenai kabar, kegiatan dan segala macam hal

Dan satu kalimat yang membuatku sedikit tertegun

“ada seorang lelaki yang sering datang kesini namun akhir-akhir ini ia sudah tak datang”

Jaemin

Pasti dia, karna hanya dia teman lelakiku bahkan hanya dia satu satunya temanku

Apa itu artinya jaemin selalu mencariku?

Dan fakta bahwa sekarang dia sudah menjadi idol besar benar benar membuatku berfikir jaemin tak datang lagi karna sibuk

Walaupun tak sibuk mungkin ia juga sudah terlalu lelah denganku, walaupun pemikiran terakhir membuat hatiku sedikit terhenyak namun tak dapat dipungkiri itu bisa saja terjadi karna itu murni kesalahanku

Memikirkan jaemin selalu membuatku teringat dengan taman itu, taman yang menjadi saksi pertemanan kami

Bahkan aku tak sadar kalau kakiku sekarang sudah menarikku ketaman itu

Tak ada yang berubah, semua masih tetap sama

Mungkin hanya pohon dan kedua insan yang dulu sering kesini yang sudah berubah dan juga keadaan

Pohon itu terlihat makin lebat

Entah mengapa rasanya aku sangat sangat merindukan masa masa dimana aku masih bisa menghabiskan waktu dengan jaemin

Aku mendudukkan tubuhku dibawah pohon seperti yang dulu sering aku lakukan, memoriku dengan jaemin berjalan layaknya sebuah film

Mulai dari pertemuan kami yang tidak disengaja, pertemuan yang terjadi ketika sekolah jaemin mengadakan bakti sosial dan berkunjung kepantiku

Disitulah awal petemanan kami, awal dari semua kejadian yang membuatku bahagia dan sedih dalam waktu bersamaan

Akupun mengingat janji yang pernah kami lontarkan berdua, janji yang tidak disengaja terucap, perkataan tak sengaja jaemin yang berkata bahwa ia akan menjadi seorang idol

Dan jaemin dapat membuktikan itu, jaemin menepatinya

Tapi aku?

Aku malah mengingkari janjiku

Janji untuk selalu bersama dengannya

Mungkin janji itu memang klasik dan sangat murahan

Tetapi tetap berada disamping seseorang sangatlah tak mudah, selalu saja ada malasah, bagiku untuk selalu berada disaping jaemin itu sangatlah sulit aku selalu malu apabila berdua dengan jaemin

Aku merasa kalau aku tak pantas bisa berada didekat jaemin

Jaemin sangat tampan, pintar dia bisa segala hal, sedangkan aku? Aku hanyalah seorang anak yatim piatu yang tidak bersekolah

Semua orang pasti berpikir kalau aku sangat tak pantas berada disamping jaemin setidaknya itulah pemikiranku

Janjiku ialah selalu berada disampingnya, sebagai apa?

Apa hanya sebagai seorang teman dan sahabat? Aku tak ingin dibilang muna, siapa yang tidak ingin menjadi seorang yang special bagi jaemin?

Walaupun begitu aku tetap tau diri, tak mungkin aku menjadi orang special itu

Walaupun jaemin segalanya untukku

Dia cahayaku, matahariku, bintangku dan juga bulanku

Mungkin itu terdengar menggelikan namun aku berkata yang sejujurnya

Semua orang dapat merasakan aura itu dari seorang Na Jaemin

Aura yang selalu membawa kehangatan keceriaan dan kebahagiaan

Anggaplah aku muna karna aku meninggalkan jaemin begitu saja disaat perasaanku terhadapnya sangatlah besar

Namun seperti kataku tadi, aku tau diri

Semua pemikiran ini membuatku kepalaku kembali pening, aku memutuskan untuk memejamkan kedua mataku menikmati lagi suasana taman yang sudah lama aku rindukan

Tak sadar aku sudah berada didunia mimpi menidurkan kepalaku sejenak dari semua pemikiran ini

~~~~~~~THIS IS LOVE~~~~~~~

Jaemin POV

Lelah

Itu yang kurasakan saat ini

Sejak debut aku dan teman se-grupku dibanjiri berbagai macam acara, mulai dari on air dan juga off air

Mulai dari verity show, manggung dan juga pemotretan semua kami lakukan, walaupun begitu kami tetap melakukannya dengan sepenuh hati, tak ada keterpaksaan

Dan aku beruntung kalau hari ini jadwalku kosong

Aku sudah lama tak berlibur

Aku sedikit menimang apa yang akanku lakukan untuk mengahabiskan waktu santaiku tak mungkin aku hanya tertidur dikamar seharian

Setelah dipikir pikir aku sudah lama tak mengunjungi taman itu

Rasanya aku sangat sangat merindukan taman dan sosok wanita yang dulu selalu menemaniku ketaman itu

Namun apa daya wanita itu pergi meninggakanku tanpa informasi sedikitpun

Bahkan email dariku tak kunjung ia balas, mungkin ia sudah melupakanku

Pemikiran itu membuat hatiku sedikit terhenyak entah mengapa rasanya tak bisa dideskripsikan entah sakit, kecewa dan juga besalah?

Aku mengunjungi taman ditemani jisung

Sosok adik yang sangat perhatian menurutku, walaupun dia termuda namun rasa peduli ia sangat tinggi maka dari itu aku sangat menyukainya

Aku dan jisung menggunakan celana jeans, jaket, topi tak lupa sebuah masker

Sebenarnya taman itu tak terlalu ramai, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak tidak aku dan jisung memutuskan untuk memakainya

kami diantar oleh manajer kami yang secara tak sengaja juga ingin pergi kesuatu tempat dan melewati taman itu

tak menunggu lama aku sampai ditaman itu

tanpa aku sadari air mata lolos begitu saja, entah mengapa setiap ketempat ini aku selalu saja ingin menangis

aku ingin melepaskan segala perasaanku disini

aku berjalan menuju pohon itu diikuti jisung dibelakangku, aku hanya tersenyum memandang pohon itu

sekarang pohon itu sudah tumbuh menjadi lebih besar dan juga kokoh

seharusnya seperti itulah hubunganku dengan wanita itu sekarang

Ah mengingatnya membuat hatiku terasa sesak

Aku benar benar merindukan sosok itu, aku benar benar tak tau lagi harus bagaimana

Aku sudah mencoba mnghubunginya melalui email yang diberikan ibu panti padaku

Dulu aku memang sering datang kepanti itu untuk menanyakan perihal saekyung, mungkin dihari pertama kedua dan ketiga aku masih bisa berharap bisa bertemu dengan saekyung

Namun ketika dihari hari berikutnya aku merasa harapanku menipis bahkan ibu panti kasihan melihatku, dan ia akhirnya berbaik hati memberi tau kalau saekyung diadopsi dan pindah kejepang

Fakta itu lagi lagi membuatku terhenyak, bahkan aku sudah tak peduli lagi dengan air mataku yang sudah lolos begitu saja

Dengan prihatin ibu panti memberikanku alamat email saekyung

Setelah mengetahui fakta itu aku merenung diabawah pohon yang biasa aku datangi dengan seakyung, disana aku hanya terdiam dan pikiranku sangat kalut saat itu

Aku bahkan menertawai diriku sendiri, aku kecewa, marah, namun aku tak tau mengapa sangat susah membenci wanita itu

Rasa sayangku lebih besar dari apapun

Aku tau aku bodoh

Bodoh karna tak bisa melupakannya, bodoh karna tak bisa membencinya, bodoh karna mempercayainya, dan bodoh karna baru menyadari perilaku anehnya malam itu

Malam dimana terakhir kali ia bertemu dengan saekyung

Malam dimana ia terakhir kali melihat senyum wanitanya itu

Mengingat itu semua membuatku kembali sakit

Sakit yang aku sendiri tak bisa mendeskripsikannya, saat ini yang ingin aku lakukan adalah melampiaskannya

Dan satu satunya cara hanya menangis, walaupun aku tau aku akan terlihat sangat lemah namun aku tak peduli

hyung menangislah, jangan ditahan” ucap jisung kepadaku, kulihat ia berusa berkata kalau semua baik baik saja lewat tatapan matanya

Dan detik itu pertahananku runtuh, aku tak peduli dengan wajahku lagi sekarang

Aku bahkan tak peduli lagi dengan imajeku sebagai seorang hyung didepan jisung yang aku pedulikan sekarang hanyalah meluapkan segala perasaanku

Perasaan kecewa, marah, dan juga menyesal

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Author POV

Kenyataan memang tak selalu indah, tapi bukan berarti tidak indah, hanya saja belum

Belum waktunya indah, suatu saat nanti pasti ada waktunya, waktu dimana semua indah

Namun kita juga tak bisa mengetahui itu karna semua sudah dirancang oleh sang pencipta

Seperti kisah mereka berdua, tak ada yang sadar diantara mereka kalau berada disatu tempat

Tempat dimana mereka sering datangi dahulu, tempat yang menjadi saksi pertemanan mereka

Mungkin kalau taman itu bisa bebicara ia pasti akan mempertemukan kedua insan itu menariknya meraka bedua kebawah pohon seperti dulu

Namun apa daya mereka berdua terlalu sibuk dengan perasaan masing masing sampai tak menyadari satu sama lain

Jangan salahkan sang waktu karna sebenarnya ini adalah waktu yang tepat, seharusnya mereka dapat bertemu saat ini

Mereka sebenarnya berpapasan, ketika sang wanita sedang sibuk dengan bagaimana cara menghilangkan rasa kantuk akibat terlalu pusing dan sang pria yang terlalu sibuk mengatasi rasa sakitnya

Haruskah mereka berdua disalahkan? Sepertinya tidak?

Lalu haruskah perasaan mereka yang disalahkan?

Atau salah jisung karna ia berada diantara mereka saat ini?

Entahlah tak ada yang tau salah siapa mengapa mereka berdua tak dapat bertemu saat ini

Ditempat yang sama seperti dulu dan waku yang pas untuk mereka berdua bertemu

Namun siapa yang tau kalau mereka ternyata tak dapat bertemu, mungkin nanti disaat yang tepat

Disaat mereka berdua menyadari keberadaan masing masing

TBC

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s