[Daydream Scenario] Mochi

1400507668506

Mochi

Park Jisung(NCT) x Park Jimin (BTS) || Other cast : Zhong Chenle & Na Jaemin (NCT), and other members of NCT Dream, Min Yoongi (BTS) || School life, Brothership, Family || Rate : T || Ficlet

Chubby Cheeks

.

.

babyneukdae_61 storyline

Di mata para gadis, Park Jimin adalah calon kekasih idaman. Pemuda dengan wajah yang sempurna, senyum yang hangat, dan juga berprestasi.

Tapi di mataku, pemuda yang merupakan kakakku itu menyebalkan. Ia cuek padaku. Sifat cueknya dan mimik wajahnya mirip dengan bagian luar mochi. Datar. Dan pipinyapun mirip dengan mochi itu.

Lebih menyebalkan lagi, karena kami tinggal di Seoul tanpa bimbingan orang tua, ia menjadi waliku di sekolah. Ibu dan Ayah fokus dengan pekerjaan mereka di Kanada. Sayangnya, ia tidak bertindak sebagai wali murid sama sekali.

“Jisung, bagaimana nilai raportmu?” tanya Chenle, teman sekelasku di Hanlim Multi Art School.

“Kak Jimin tidak mengambilnya?” tanya Jaemin, juga teman sekelasku.

“Entahlah, dia bilang dia fokus dengan skripsinya. Padahal dia selalu hangout dengan teman-temannya,” jawabku.

Jaemin dan Chenle menepuk pundakku.

“Kau yang sabar, Jisung. Seorang mahasiswa juga butuh waktu untuk bersenang-senang.”

Perkataan kedua sahabatku itu ada benarnya juga.

***

2 minggu lagi sekolahku akan mengadakan festival seni. Tim dance kami dengan aku sebagai leadernya akan mengisi acara kompetensi dance tingkat kota.

Kami sudah melakukan latihan selama 3 hari ini. Namun, kami belum dapat menemukan koreografi yang pas. Aku sebagai leaderpun mulai pusing akan hal ini.

“Coba kau minta tolong pada Kak Jimin,”usul Renjun, yang kebetulan kenal dengan Kak Jimin dari kakaknya.

Wait. Are you sure?” aku tidak yakin ia akan membantuku. Mengambil raport saja tidak mau, apalagi melatih kami.

Just have a talk with him, Jisung. I think he will help us,” kata-kata Mark ada benarnya juga.

***

Aku tak mencoba untuk berbicara kepada Kak Jimin tentang kompetisi dance selama 2 hari ini. Ya, karena aku gengsi untuk melakukannya.

Ponselku bergetar. Ada pesan yang baru saja masuk.

Mochi Hyung

Jisung, kau dimana? Kau tidak latihan dance?

 

 

Tunggu? Darimana ia tahu kalau aku dan timku akan mengikuti dance?

To : Mochi Hyung

Aku di apartemen, Kak.

 

Ponselku bergetar lagi.

Mochi Hyung

Teman-temanmu, aku dan Yoongi sudah ada di markas kalian. Cepatlah kau datang, Jisung!

 

Aku mendengus kesal. Untuk apa ia ke ruang latihan kami? Bukannya ia lebih suka mengurus skripsinya? Atau bermain dengan teman-temannya?

To: Mochi Hyung

Iya, iya. I’ll go now. Just wait there.

 

Mau tak mau, aku melangkahkan kakiku untuk mandi dan bersiap-siap. Sekarang sudah pukul 6.30 malam. Akupun bergegas mengambil sepedaku, lalu bergerak ke tempat kami biasa berlatih.

***

“Baiklah, karena anggotanya sudah lengkap, kita dapat memulai latihan. Aku akan membimbing latihan kalian selama 8 hari ini. Yoongi akan mengaransemen lagu kalian. Aku harap kita serius untuk kompetisi ini karena kalianlah yang menjadi ikon bagi Hanlim.”

Mataku sontak membulat mendengar bahwa Kak Jimin yang akan membimbing kami. Bagaimana bisa?

“Baiklah, now let’s start it!”

Semua anggota timku sudah beranjak. Akupun mengikuti mereka. Hanya saja di benakku masih terpikir soal Kak Jimin.

Latihan berlangsung dengan baik. Jaemin dan Jeno mengakhiri latihan dengan ber ‘high-five’ ria. Renjun dan Chenle sibuk dengan percakapan mereka. Sementara Donghyuck, ia masih sibuk menjahili Mark yang masih takut-takut menggunakan hoverboard.

Tiba-tiba terdengar suara Kak Jimin, “Guys, there are some foods for y’all. Enjoy them.”

“Thanks, Kak Jimin!” ujar teman-temanku serentak.

Akupun mengikuti mereka mengambil makanan. Di botol minumanku terdapat sebuah surat.

Aku tahu tentang kompetisi dance ini dari Renjun. Aku mengambil cuti kuliahku selama 2 minggu, untuk bersenang-senang. Dan salah satunya adalah dengan cara melatih kalian. Akan menjadi suatu kebahagiaan bagiku saat melihat adikku menarikan koreografi di atas panggung karena hasil jerih payahku. I want you know, I never ignore you, Park Jisung.

 

Park Jimin.

 

Aku tersenyum ketika membaca surat pendek itu. Ternyata ia masih memperhatikanku.

Sekarang aku tahu, satu-satunya cara untuk mengetahui kelembutan sebuah mochi adalah dengan merasakannya.

fin.

Penghabisan Prompts Daydream Scenario kkk~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s