[Daydream Scenario] Gotcha!

Cq2wp3kUMAENhKR.jpg

by aurora

;  Park Jisung & Blue (OC)  –  fluff, school-life  –  300+ words  –  G  ;

Nail Art


“Sebal.”

Adalah kata pertama yang keluar dari mulut Blue alih-alih menyapa Jisung dengan ceria dan meminta izin untuk mengambil spasi di sebelah si rambut jamur untuk diduduki. Kedatangan Blue di tengah ritual makan siang Jisung ini sangat tiba-tiba, nyaris membuat Jisung tersedak kentang goreng. Out of the blue sekali.

“Kenapa?” tanya Jisung, sedikit retoris, karena bahkan semut di dapur McDonald’s pun tahu kenapa Blue datang dengan wajah superkusut dan memilih satu kata ketus tersebut sebagai sapaan.

“Chenle menggunakanku untuk mendekati Kak Pinky. Lagi. Selalu.”

Nah, kan.

Park Jisung bukanlah pakar cinta di usia empat belas tahun, bukan pula wadah curhat dan konsultan yang baik. Dibutuhkan penjelasan ilmiah mengapa Blue gemar menumpahkan keluh dan kesahnya pada Jisung—selain fakta bahwa mereka lumayan dekat karena pernah sekelas di SD.

Setelah lima detik berkontemplasi, akhirnya Jisung mengatakan, “Ya ampun, Blue, aku ikut sedih.”

Blue tidak merespons; ia menyangga pipinya dengan kedua tangan dan bibirnya manyun. Pemandangan ini membuat Jisung merasa gagal menjadi penggembira. Yah, dia memang suka petakilan di antara teman-temannya. Tapi di depan Blue, buat bernapas saja dia berusaha agar tetap terlihat normal dan menjaga citraan dirinya.

Selain itu, Blue tampak manis hari ini dengan rambut diikat buntut kuda dan sweater merah jambu yang menutupi seragam sekolah.

Eh.

Kecanggungan berembus selama beberapa nanosekon yang terasa melambat. Lagi-lagi konspirasi semesta yang dilematis—menyebalkan sekaligus menyenangkan.

“Hei, Blue,” panggil Jisung.

Blue melirik dengan ekor matanya. Jisung membersihkan tenggorokan.

“Hiasan kukumu bagus. Warnanya cocok denganmu.”

Yang memberikan pujian tampak lebih tersipu ketimbang yang dialamatkan. Namun apa pun itu, Blue tetap menatap kuku-kukunya yang dipoles cat biru pucat dan dilukis motif-motif lucu—polkadot, kotak-kotak, lambang remi.

“Oh, kemarin aku mencoba manicure di salon dengan Kak Pinky. Lucu, ya? Maksudku, hiasan kukunya.”

Blue merekahkan senyumnya, bukan senyum lebar, namun cuma seutas senyum tipis yang menambah nilai manisnya di mata Jisung. Lensa Blue yang cokelat gelap tampak memantulkan kilau matahari yang menerobos kaca jendela—pun mata gadis itu sedikit menyipit.

“Lucu, kayak kamu.”

Park Jisung baru saja mendapat nilai tambahan dalam subjek ‘Memperbaiki Suasana Hati Cewek Badmood‘ dan ‘Gombalan Klasik Nan Jitu’.

finish.


notas:

  • sudah lama sekali tida menulis.
  • another training wheel.
  • faedah-eobso.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “[Daydream Scenario] Gotcha!

  1. SOOOO MANY FLUFFINESS AND SWEETNESS DUH DIABETES AKU LAMA-LAMA. Anyway bayangin muka inosen-lugunya Jisung lagi ngegombal gitu bikin lucu sendiri HAHAHAHAH abis emang Jisung menggemaskan sekali. Dannnnn the last sentence HOHOHO my favorite. Especially that ‘Gombalan Klasik nan Jitu’ :’))) jebal aku ketawa mulu. Suka suka suka, keep writing yha Ais ❤ ❤

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s