[NCTFFI Freelance] Our Dream (Chapter 1)

holiday-romantic-picture-wallpaper-dekstop

OUR DREAM [1]

By

SakuraLee

.

Starring : Blackpink’s Jennie and NCT’s Taeyong

& All Blackpink and NCT member

.

Friendship

.

PG-15|Chaptered

.

Ketika mimpi yang kita inginkan tercapai, betapa bahagianya kita

Apalagi mimpi itu kita capai dengan usaha kita sendiri

.

2014

Tampak dua orang remaja sedang bermain ayunan di depan taman kanak-kanak sambil memakan es krim.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya salah satu remaja tadi.

“Apa maksudmu?” yang ditanyai bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan temannya.

“Bagaimana keadaanmu sekarang Kim Jennie?” yang bernama Kim Jennie masih bingung dengan pertanyaan temannya itu. “Aku baik-baik saja. Kalau aku sakit, bagaimana bisa aku menemanimu jalan-jalan Lee Taeyong?” yang bernama Lee Taeyong tertawa dengan jawaban temannya itu.

“Bukan itu maksudku.”

“Lalu? Kenapa kau aneh sekali hari ini?” Jennie mendengus kesal karena Taeyong yang berbelit-belit. “Maksudku, bukankah hari ini YG akan mendebutkan boygrup baru? Lalu mereka juga berencana membuat survival show untuk tim yang kalah dalam WIN.” Jennie mengangguk mendengar penjelasan Taeyong namun masih belum paham apa sebenarnya maksud Taeyong.

“Kau belum paham maksudku?” Taeyong bertanya dan hanya dibalas anggukan oleh Jennie.

Aigoo… kenapa dengan kepalamu Kim Jennie… maksudku bagaimana perasaanmu? Kau kan sudah lama di YG tapi tidak juga di debutkan,” kata Taeyong menjelaskan. Jennie mulai paham maksud Taeyong lalu bertanya. “Apa hubungan antara keadaan dan perasaan?”

“Jika perasaan kita sedang tidak baik biasanya keadaan kita juga tidak baik,” jelas Taeyong. Jennie hanya tersenyum dengan penjelasan Taeyong. “Kau hanya tersenyum? Tidak berminat untuk menjawab pertanyaanku?” kata Taeyong sambil melihat Jennie.

“Lalu bagaimana denganmu? Kapan kau akan debut? Bukankah kau juga sudah lama di SM. Ah, aku lupa SM juga akan mendebutkan girlgrup baru kan?” tanya Jennie balik.

“Kenapa kau malah balik bertanya? Aku bertanya dulu jadi kau jawab dulu.” Taeyong berkata dengan nada kesal.

“Kenapa kita tidak bertukar agensi saja?” perkataan Jennie membuat Taeyong bingung

“Maksudmu?”

Aigoo… kenapa dengan kepalamu Lee Taeyong?” kata Jennie menirukan perkataan Taeyong tadi.

“Maksudku kenapa kita tidak bertukar agensi saja. Kau di YG aku di SM. Kau bisa saja ikut acara survival show baru itu. Dan aku bisa saja ditambahkan sebagai member baru dalam girl grup baru yang akan debut itu,” kata Jennie menjelaskan. Taeyong yang mendengar penjelasan Jennie hanya memasang wajah aneh lalu meletakkan tangannya ke dahi Jennie.

“Kau tidak apa-apa? Apa kau pikir gampang bertukar agensi seperti katamu? Aku bersusah payah untuk masuk SM. Sekarang aku sudah masuk dan kau menyuruhku untuk berganti agensi denganmu? Apa kau pikir aku nanti tidak di audisi dulu sebelum masuk YG?” kata Taeyong panjang lebar dan Jennie langsung tertawa mendengarkan omongan Taeyong. Taeyong semakin bingung melihat temannya yang tertawa itu, perasaan kata-katanya tidak ada yang lucu. Setelah beberapa menit akhirnya Jennie berhasil menghentikan tawanya dan menaruh tangannya ke dahi Taeyong.

“Kau tidak apa-apa Lee Taeyong? Kenapa kau menganggap serius perkataanku tadi? Aku hanya bercanda. Apa kau pikir aku tidak tau jika perkataanku tadi tidak mungkin terjadi. Dan juga SM is not my style,” Taeyong yang mendengar penjelasan Jennie menghembuskan napas kesal dan tangannya menyentil dahi Jennie.

YAAA! Apa yang kau lakukan?” tanya Jennie sambil memegang dahinya. Jennie tidak terima dan berniat membalasnya namun Taeyong yang mengetahuinya langsung berdiri dan berlari menjauh dari Jennie.

YAAAA! LEE TAEYONG! BERHENTI KAU!!!” teriak Jennie mengejar Taeyong.

***

2016

            4 orang perempuan terlihat berlatih dengan serius. Setelah kira-kira 2 jam mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat.

            “Jennie-ah” panggil salah satu dari perempuan tadi. Merasa namanya dipanggil Jennie menoleh.

            “Oh unnie. Wae?”

            “Kau tau SM akan mendebutkan boy grup?” kata perempuan yang dipanggil unnie tadi.

            “Hmm aku tau, Taeyong sudah memberi tauku,” jawab Jennie.

            “Benarkah? Kalau begitu berarti kau sudah tau bahwa Taeyong termasuk salah satu member boy grup baru itu?” tanya unnie tadi.

            “apa mak—“ belum selesai Jennie berbicara teriakan dari salah satu temannya berhasil memotong omongannya.

            “Jisoo unnie aku dan Lisa akan membeli makanan di minimarket, unnie mau ikut atau titip saja?” tanya salah satu perempuan tadi yang bernama Chaeyoung.

            “Yaaaa! Apa kalian berdua tidak mengajakku?” Jennie berkata dengan kesal karena menganggap kedua temannya hanya perhatian kepada Jisoo.

            “Tidak karena kami tau unnie pasti tidak mau ikut dan hanya titip susu dan es krim. Benarkan?” kata Chaeyoung memberi penjelasan agar Jennie tidak salah paham. Dan perkataan Chaeyoung tadi disetujui oleh Jennie.

            “Aku ikut. Kau tidak titip sesuatu selain susu dan es krim?” tanya Jisoo.

            “Unnie ikut?” Jisoo mengangguk.

            “Lalu aku di sini dengan siapa?” tanya Jennie.

            “Unnie kalau tidak mau sendirian kenapa tidak ikut saja bersama kami?” kata Lisa yang merupakan maknae dalam grup itu. Dan perkataan Lisa disetujui oleh Jisoo dan Chaeyoung. Sedangkan Jennie hanya merenggut dan mulai berdiri menghampiri ketiga temannya.

            “Kajja!” ajak Jennie yang sudah mendahului ketiga temannya. Mereka hanya tersenyum dan sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah dengan Jennie.

            Di perjalanan menuju minimarket Jennie masih memikirkan perkataan Jisoo tadi

Apa maksud Jisoo unnie tadi? Taeyong termasuk member boygrup baru itu? Lalu kenapa dia tidak memberitahuku?” batin Jennie bergejolak.

“Jennie-ah… Kim Jennie… YA! JENDEUKI” teriakan Jisoo berhasil mengembalikan Jennie ke alamnya.

“Apa yang kau pikirkan unnie?” tanya Chaeyoung

“Apa maksudmu?” tanya Jennie dengan raut wajah yang masih bingung.

Unnie bejalan sambil melamun. Jisoo unnie daritadi bicara padamu unnie. Namun unnie diam saja. Sekarang kita sudah sampai dan aku yakin unnie juga tidak sadar” kata Lisa dan seperti biasa Chaeyoung dan Jisoo setuju dengan omongannya.

“Ohhh kita sudah sampai. Kenapa tidak masuk?” tanya Jennie yang mulai sadar dan menoleh melihat wajah teman-temannya yang kesal karena dia.

Kajja” kata Jennie langsung masuk meninggalkan teman-temannya.

“Dia sangat aneh” kata Jisoo dan dibenarkan oleh Chaeyoung dan Lisa.

***

Di  sebuah tempat latihan terlihat 5 orang laki-laki yang sedang berlatih dengan serius. Mereka sudah berlatih kira-kira 3 jam. Mereka berlatih dengan giat karena mereka akan segera debut di bawah naungan SM Entertainment, salah satu agensi terbesar di Korea.

“Ayo istirahat sebentar!” komando salah satu laki-laki yang terlihat sebagai leader grup baru itu. Semua laki-laki disana serentak berhenti dan langsung duduk di lantai terlihat wajah lelah mereka.

“Aku mau keluar sebentar,” kata sang leader yang bernama Taeyong.

“Kemana, hyung?” tanya salah satu member grup itu.

Jaehyun-ah, apa kau tidak tau? Jika seorang Taeyong hyung pamit pergi sebentar itu tandanya dia—-“

“Apa yang kau bicarakan, Ten?” Taeyong berkata dengan melirik tajam laki-laki yang omongannya dipotong olehnya tadi. Yang dilirik hanya senyum-senyum.

“Apa yang kalian bicarakan? Aku tidak paham,” tanya Mark member termuda di grup itu.

“Hey anak kecil tidurlah, ini sudah malam. Tidak baik mendengarkan percakapan orang dewasa,” kata salah satu member grup itu yang sedari tadi diam menyaksikan percakapan mereka.

“Benar apa kata Doyoung. Sebaiknya kau tidur Mark ini sudah malam,” kata Ten menambahi.

“Aku sudah besar hyung. Berhentilah bersikap seakan aku masih kecil” kata Mark tak terima.

Aigoo…uri maknae sudah besar ternyata,” kata Jaehyun sambil mengelus kepala Mark. Member lainnya tertawa kecuali Mark.

“Sudah sudah, kenapa kalian suka sekali menggoda Mark” lerai Taeyong.

“Dia sangat lucu jika sedang digoda,” kata Ten sambil mencubit pipi Mark.

“Ahhh hyung.. Appo!” teriak Mark sambil menyingkirkan tangan Ten dari pipinya.

            Taeyong tersenyum melihat member-nya bercanda bersama dan mulai mengendap-endap keluar ruang latihan.

            “Taeyong hyung jangan lupa bawakan kami makanan dan minuman yang banyak saat pulang nanti dan harus  yang ENAK!” teriak Mark dengan menekankan kata enak. Taeyong yang sudah diambang pintu keluar menoleh menghadap ke member-nya.

            “Pulang kencan maksudnya Mark. Benarkan Mark?” tanya Jaehyun sambil memberikan tatapan ‘anggukan-kepala-mu’ kepada Mark. Mark paham dengan maksud Jaehyun dan langsung menganggukan kepalanya. “Iya hyung pulang dari kencan maksudku.” Mark berkata dengan tersenyum menggoda.

            “Semoga kencanmu berhasil hyung,” teriak Doyoung yang disusul tawa member yang lain.

            “YAAA! Siapa yang kencan? Aku hanya—“

            “Hanya ingin menemuinya karena aku rindu dengannya,” potong Ten.

            “Ahh terserah kalian. Aku mau pergi dulu,” kata Taeyong lalu berjalan pergi meninggalkan membernya.

            “HYUNG! jangan lupa pesanan kami,” teriak Mark sebelum Taeyong benar-benar hilang dari pandangan.

***

            Jennie sudah bersiap-siap akan pulang namun dering ponselnya membuat dia menghentikan aktivitasnya.

            “Yoboseyo?

            “Mwo?”

            “Sekarang?”

            “Kenapa kau merepotkan sekali?”

Jisoo, Chaeyoung dan Lisa yang mendengar percakapan Jennie menghentikan aktivitas mereka. Mereka memperhatikan Jennie yang sedang berbicara di telepon entah dengan siapa.

            “Kenapa Jennie unnie terlihat kesal?” tanya Lisa.

            “Molla. Kenapa kau tidak langsung bertanya kepadanya?” jawab Jisoo yang dibalas wajah kesal Lisa.

            “Aku pulang dulu,” kata Jennie membuyarkan diskusi ketiga temannya.

            “Oh. Hati-hati!!!” kata Jisoo dan dibalas anggukan oleh Jennie. Jennie pun melangkah pergi, namun langkahnya terhenti ketika mendengar Chaeyoung  memanggilnya.

            “Jennie unnie” Jennie berbalik menghadap Chaeyoung.

            “Kalau boleh kita tau siapa yang meneleponmu tadi?” kata Chaeyoung ragu-ragu.

            “Taeyong” jawab Jennie singkat lalu berbalik begegas pergi dari tempat latihan sebelum dia ditanya lebih lanjut oleh ketiga temannya.

***

            Setelah kira-kira 20 menit mengayuh sepedanya, akhirnya sampai juga Jennie di depan gedung SM.

            “Kenapa kau lama sekali?” tanya Taeyong tiba-tiba yang membuat Jennie kaget.

            “YA! Kau mengagetkanku” Jennie beerkata sambil memegangi dadanya.

            “Mian. Kenapa kau lama sekali? Aku hampir lumutan karena menunggumu terlalu lama,” kata Taeyong.

            “Masih untung aku mau menjemputmu. Kenapa kau cerewet sekali?”

            “Kau tidak mau menjemputku? Lalu kenapa kau kesini?”

            “Ah sudahlah. Cepat naik atau aku tinggal!” Jennie bersiap-siap untuk mengayuh sepedanya.

            “Minggir,” kata Taeyong sambil memegang kemudi sepeda. Jennie pun langsung turun dan duduk di boncengan. Sepeda mulai berjalan perlahan dan tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka.

            Jennie yang merasa bosan akhirnya membuka percakapan diantara mereka berdua.

            “Kenapa kau tidak memberitahuku?” Jennie bertanya.

            “Memberi tau apa?”

            “Bahwa kau termasuk salah satu member boygrup yang akan debut itu.”

            “Ahhh… kau sudah tau ternyata, padahal rencananya aku mau memberitahukan kepadamu hari ini. Tapi ternyata kau sudah tau duluan,” kata Taeyong dengan nada agak sedikit kecewa.

            “Kau akan memberitahuku hari ini? Lalu ada apa dengan nada kecewamu itu? Aku jadi merasa bersalah padamu,” kata-kata Jennie membuat Taeyong menghentikan laju sepedanya.

            “YA! Kenapa kau berhenti?” teriakan Jennie tidak digubris oleh Taeyong.

            “Kenapa kau merasa bersalah padaku?” tanya Taeyong menoleh menghadap Jennie.

            “Karena tadi Jisoo unnie memberitahuku bahwa kau akan debut. Aku berpikir kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau akan debut. Lalu setelah mendengar kau akan memberitahuku hari ini aku jadi merasa bersalah karena berpikir yang tidak-tidak tentangmu. Dan juga nada kecewamu tadi menandakan kau akan memberiku kejutan namun gagal.” Kata Jennie sambil menundukkan kepalanya. Taeyong tersenyum dan mengacak-acak rambut Jennie.

            “Aigoo.. kenapa jadi kau yang merasa bersalah? Seharusnya aku yang merasa bersalah karena kau mendengar bahwa aku akan debut dari orang lain bukan dari aku sendiri. Maaf kan aku seharusnya aku memberitahumu dari awal sehingga kau tidak bepikir yang tidak-tidak tentangku. Dan juga siapa yang akan memberi kejutan kepadamu?” Taeyong berkata sambil tersenyum jahil ke arah Jennie.

            “Kau berharap aku memberikan kejutan kepadamu?” goda Taeyong.

            “Tidak. Siapa yang mengharapkan kejutan darimu dan lagi Jisoo unnie bukan orang lain bagiku dia itu sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri.” Jennie berkata sambil melihat jalan.

            “Kau tidak mengharapkan kejutan dariku, benarkan? Kalau begitu kira-kira hadiah ini aku berikan kepada siapa ya…” Taeyong berkata sambil mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya. Jennie yang melihat langsung berbinar-binar.

            “Kau bilang kau tidak mau kan?”goda Taeyong lagi

            “Kenapa kau suka sekali menggodaku Lee Taeyong? Dan siapa bilang aku tidak mau aku hanya bilang aku tidak berharap.”

            “Ck, kau pintar sekali membuat alasan. Ja…”  kata Taeyong sambil memberikan kotak tadi kepada Jennie dan Jennie mengambilnya dengan cepat.

            “Terima kasih,” ucapnya sambil memalingkan muka. Taeyong tersenyum melihat tingkah Jennie yang lucu.

            “Kenapa diam saja? Cepat jalan ini sudah malam,” kata Jennie menyuruh Taeyong segera mengayuh sepedanya lagi.

            “Ne Agasshi,” kata Taeyong sambil kembali mengayuh sepedanya.

            “Apa kau akan memberikan hadiah tadi sambil bilang padaku bahwa kau akan debut?” tanya Jennie.

            “Hmm,” jawab Taeyong singkat.

            “Kenapa kau yang memberiku hadiah? Seharusnya aku yang memberimu hadiah karena yang akan debut kan kau bukan aku.” Jennie penasaran.

            “Itu hadiah ulang tahunmu karena kemarin aku belum memberikan hadiah padamu,” jawab Taeyong.

            “Ini hadiah ulang tahunku?” Taeyong mengangguk.

            “Kau sangat tidak romantis. Seharusnya kau memberikannya di tempat yang bagus bukan di pinggir jalan seperti tadi.” Protes Jennie.

            “Tapi kau juga mau menerimanya. Dan juga kau bukan pacarku jadi kenapa kau protes kepadaku?” bela Taeyong.

            “Aku ‘kan tidak tau bahwa itu hadiah ulang tahunku. Meskipun aku bukan pacarmu tapi aku ini sahabatmu kan?” Jennie masih protes.

            “Tapi kau suka kan?” tanya Taeyong.

            “Iya aku sangat sukaa…. GOMAWO LEE TAEYONG,” teriak Jennie sambil memeluk Taeyong yang mengendarai sepeda.

***

Advertisements

2 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Our Dream (Chapter 1)

  1. Aduh JenYong kapalku….akhirnya debut juga kalian setelah sekian lamanya
    Congrats buat nct127 semalem menang ROTY. Meski sedih ga ada Bpink tpi ada nyelip JenYong moment karena bajunya samaan. Sering2 ya buat JenYong*eh

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s