[Chaptered] Introvert Squad (1화)

sejungjaetae

“Introvert Squad” by Mingi Kumiko

Lee Tae Yong, Jung Jae Hyun, and Kim Se Jeong  friendship, school life, romance  PG-13 

Note : cerita ini mengandung unsur bromance

Gadis yang diam-diam kusukai tiba-tiba menawarku dengan harga tinggi saat kontes Noyeting. Pertanda apa ini, Tuhan?

.

.

Euforia pembukaan festival tahunan yang digelar SMA Monzen memecah seluruh penjuru lapangan. Diawali dengan penampilan band yang memukau dari club musik, MC pun naik ke atas panggung setelah lagu terakhir selesai dinyanyikan.

“Beri tepuk tangan yang meriah sekali lagi untuk penampilan memukau klub musik!” serunya.

“Izinkan saya, MC Lee Min Hyuk, untuk melanjutkan acara selanjutnya yang pasti sudah ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan…, Noyeting!” imbuhnya dan langsung disambut dengan sorakan histeris serta tepuk tangan dari penonton yang seluruhnya adalah kaum hawa.

“Aku mengerti, pasti kalian sudah banyak menabung untuk acara ini. Tanpa menunggu lebih lama lagi, inilah para peserta kontes Noyeting!”

Satu per satu siswa SMA Monzen yang menjadi kontestan pun naik ke atas panggung dan melakukan catwalk sederhana untuk menarik perhatian para gadis yang nantinya akan membeli mereka sebagai pacar sehari.

OMO, HYUNGWON OPPA! SARANGHAE!”

“DOYOUNGIE GANTENG BANGET!”

Di sisi lain…

Duh, kenapa juga, sih, teman-teman harus mengirim aku sebagai perwakilan kelas untuk kontes tidak masuk akal ini? Aku, kan, sama sekali tak punya pengalaman!” gerutu seorang kontestan dengan nomor urutan paling bontot.

“Santai, Tae, kau enggak pernah sadar dengan ketampananmu yang menembus gravitasi, sih!” timpal kawan di sebelahnya menenangkan seraya memutar-mutar kipas angin mini guna mengeringkan peluh yang membasahi dahi pria bernama Taeyong itu.

“Memangnya ada yang mau membeliku apa?!” celetuknya.

“Semangat, Tae! Kau cukup tampan dan boleh jadi memenangkan kontes ini, kekeke. Aku ke depan dulu, oke? Fighting!”

“Beralih ke peserta terakhir kita…, silakan perkenalkan dirimu.” Minhyuk mempersilakan. Taeyong menerima microphone dengan gemetar. Perlahan ia dekatkan pengeras suara itu ke bawah dagunya.

“Apakah dia siswa SMA kita? Kok, rasa-rasanya aku enggak pernah lihat. Tapi dia benar-benar tampan!” gerombolan gadis mulai berbisik.

“Aku sering melihatnya pulang bersama Jung Jae Hyun. Tapi benar juga, meskipun sangat tampan tapi dia sama sekali tidak terkenal.”

“Ganteng banget! Untungnya aku belum menggunakan uangku, sepertinya dia tipikal cowok penurut. Aku akan menawarnya dengan harga tinggi!”

“Peserta nomor 12, apa ada masalah?” tanya MC karena Taeyong tak kunjung bereaksi. Ia pun sontak mengangkat kepalanya dan menggeleng. “Maaf.” ucapnya lirih.

“Ha, halo…, aku Taeyong dari kelas 3 – 2.” perkenalan singkat itu disambut dengan teriakan histeris para gadis yang menyaksikannya.

“Ya ampun…, kalemnya.”

“Aku suka cowok yang pemalu seperti itu.”

“Sesi lelang dibuka!” seru Minhyuk.

“Lima puluh ribu won!”

“Tujuh puluh ribu won!”

“Seratus ribu won!”

“Seratus lima puluh ribu won!”

“Dua ratus lima puluh ribu won!”

“Wah, banyak sekali yang antusias melelang peserta terakhir kita. Apakah penawaran berhenti di angka dua ratus lima puluh ribu?” Minhyuk benar-benar takjub. Ia adalah pemenang Noyeting tahun lalu dan berhasil dibeli dengan harga dua ratus lima puluh ribu won. Jadi apabila harga yang Taeyong peroleh melebihi angka tersebut, sudah pasti Taeyong akan memecahkan rekor kontestan Noyeting dengan harga termahal.

Di sisi lain, ada seorang gadis yang terus mengawasi jalannya kontes dengan tangan bersedekap dan seringaian liciknya yang khas. Ia mengambil satu langkah maju seraya menyibakkan rambutnya dengan jumawa.

“Baiklah, pemenangnya jatuh kepada –”

Ehem,” Minhyuk urung melanjutkan kalimatnya saat mendengar suara deheman yang cukup keras. Seluruh titik fokus pun kini berpusat pada gadis yang memiliki aura ketus sebagai daya tariknya itu.

“Tiga ratus ribu won.” tandasnya singkat dan seakan memberi tendangan maut kepada seluruh gadis yang telah berharap mengencani Taeyong.

Awesome!” Minhyuk berseru tertahan.

Taeyong yang awalnya menunduk karena gugup pun langsung membelalakkan mata saat mengetahui bahwa orang yang barusan menawarnya dengan harga tinggi itu adalah Kim Se Jeong.

Pertanda apa ini? Apa dia tertarik padaku? Ah, mana mungkin! Pasti ada yang tidak beres, batin Taeyong.

Dan pada saat yang sama, Jaehyun yang berdiri di depan stan tteokpeokki (berhubung anak laki-laki tak diizinkan masuk dan menonton kontes Noyeting) pun tersenyum lega sambil menyeka air mata yang membasahi pelupuk karena tteokpeokki yang ia kunyah terlalu pedas.

.

.

Taeyong masih tak sanggup menghilangkan rasa gugupnya beberapa jam setelah kontes Noyeting berlalu. Nampaknya ia benar-benar mendapatkan durian runtuh kali ini. Seorang Kim Se Jung, gadis yang ia sukai, tiba-tiba saja membelinya dengan harga tinggi. Tapi masih ada sebuah hal yang mengganjal hati Taeyong. Mengapa Sejeong tak kunjung menemuinya? Padahal MC sudah sangat jelas mengatakan kalau pembeli yang beruntung harus segera menemui ‘barang yang sudah dibeli’ di belakang panggung.

Yo Man…, selamat, ya! Apa kubilang, mereka akan menyukaimu cepat atau lambat.” Jaehyun tiba-tiba datang menghampiri Taeyong yang terduduk lesu di koridor sekolah.

Mwoga munjeya?” tanya Jaehyun saat mendapati keadaan Taeyong yang sepertinya sedang dalam suasana hati yang buruk.

“Ada yang aneh, Jae. Kenapa tiba-tiba Sejeong menawarku dengan harga yang tinggi, ya? Namun setelah itu dia pergi begitu saja dan tak menemuiku. Ya setidaknya menentukan jadwal kencan atau apa, kek, ‘gitu.” keluh Taeyong.

“Oh, begitu…” Jaehyun berpura-pura meresapi kalimat Taeyong sambil mengangguk-angguk.

“Apa dia sekaya itu, sampai tak mau pamrih saat menyumbangkan uangnya untuk bakti sosial?”

“Sudah, sudah…, mungkin dia sedang terburu-buru. Tenanglah.” Jaehyun menepuk-nepuk pundak Taeyong guna menenangkannya.

.

.

Jaehyun beranjak pergi meninggalkan Taeyong yang masih diselimuti kegugupan. Ia berjalan menuju lokasi festival untuk menyaksikan jalannya acara. Sebenarnya ada tujuan lain yang tak Taeyong ketahui, Jaehyun hendak menemui Sejeong untuk membicarakan sesuatu.

Kim Se Jeong!” teriak Jaehyun dengan lantang manakala manik obsidiannya menangkap sosok Sejeong yang berada di sebelah timur panggung.

Segera ia berlari untuk menghampiri gadis berambut lurus kehitaman itu. Jaehyun menepuk pundak Sejeong agar eksistensinya disadari. Yang ditepuk sontak menoleh dengan posisi tangan bersedekap, seakan merasa tak sama sekali terhibur dengan jalannya kontes.

“Ada apa, Jaehyun-ssi?” tanyanya tanpa ekspresi.

Eum…, aku hanya ingin bertanya tentang pembicaraan kita tempo hari. Apa kau bersedia membantuku?” ucapan ragu Jaehyun ditandai dengan jemarinya yang tak berhenti diam dan terus gemetar.

“Sebenarnya untuk apa, sih, kau menyuruhku menawar Taeyong dengan angka tiga ratus ribu won? Kurang kerjaan sekali!” kata Sejeong ketus.

“Aku mohon. Kau cuma tinggal menyebutkan angkanya. Aku hanya tidak ingin sahabatku dibeli oleh gadis yang salah.” Jaehyun berdalih.

“Gadis yang salah? Jadi menurutmu aku gadis yang benar, begitu?”

“Ya…, begitulah. Mau, ya? Please…” Jaehyun menempelkan kedua telapak tangannya dan memohon dengan ekspresi memelas hingga Sejeong pun merasa simpati.

“Taeyong itu pendiam dan kikuk, dia sama sekali enggak berbahaya kalau nanti kalian kencan sehari. Kau boleh menyuruhnya memasak atau membelikanmu makanan. Bahkan kalau kau mau diantar ke suatu tempat, Taeyong pasti akan bersedia. Dia cowok yang baik, aku sudah mengenalnya sejak kecil.” jelas Jaehyun agar dapat meyakinkan Sejeong.

“Iya, deh, iya…, mana uangnya?” Sejeong menengadahkan tangan kanannya pada Jaehyun. “Huft, syukurlah…” Jaehyun mengembuskan napas lega dan segera merogoh sakunya untuk mengambil uang yang telah ia siapkan dari rumah.

“Mohon bantuannya…” kata Jaehyun.

���

Hai ~ setelah beberapa bulan yang lalu menamatkan “You Look Yummy” (dengan enggak jelasnya), aku balik bawa FF yang sebenernya masih ada unsur JaeYeon, cuma lebih fokus ke TaeJeong (atau SeYong, ya?). Aku pakai Sejeong di sini karena mikir auranya emang cocok sekali dengan karakter yang aku buat. Jadi semoga kalian enggak keberatan ya ^^ Buat yang nanya Chae ke mana, sabar dulu… entar di tengah-tengah nongol, cling!!!

Mohon sekali untuk komen, kritik, saran, pesan, kesan, atau curhatan juga ga papa 😄 di episode awal yang bisa terbilang sangat pendek ini. Terima kasih banyak sudah mau menyempatkan diri untuk mampir ke sini 🙂

Sampai jumpa di chapter selanjutnya yaaa ~~

Oh iya, hampir lupa… untuk episode kali ini aku terinspirasi dari webtoon “Lookism” 😄

Advertisements

36 thoughts on “[Chaptered] Introvert Squad (1화)

  1. Pingback: [Chaptered] Introvert Squad (8화) | NCT Fanfiction Indonesia

  2. Pingback: [Chaptered] Introvert Squad (9화) | NCT Fanfiction Indonesia

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s