[NCTFFI Freelance] Beautiful Vampire (Chapter 1)

14383298_899080960229327_85803040_n

Title             : Beautiful Vampire

Author         : Cherry Love

Cast            : Ten (NCT)

                     Kim Chaeri (OC)

Genre          : Romance, Fantasy, etc

Length         : Chaptered

Rating                   : Teen

“Karena Jatuh Cinta Padamu bukanlah hal yang Aku Harapkan..”

Vampir. Apa yang kalian fikirkan jika mendengar nama itu? Mungkin ada beberapa orang yang percaya dan ada juga yang menganggapnya hanya sebuah dongeng belaka. Tapi pada kenyataanya, makhluk sejenis vampir benar-benar ada di dunia nyata. Makhluk langka yang hampir punah, yang jumlahnya hanya sekitar 100 orang yang tersebar di dunia. Dan aku adalah salah satunya…

-Beautiful Vampire Chapter I-

“Hehh apa kau mendengar berita itu??”

“Ya..ya aku mendengarnya. Seorang vampir menyerang manusia!! Bukankah itu menyeramkan sekali?! Sudah kuduga bahwa vampir itu benar-benar ada”

“Yak! Mana mungkin vampir itu ada, media hanya membesar-besarkan berita saja! Dia tidak lebih hanyalah seorang pembunuh!”

“Yak! Apa kau pikir manusia biasa akan menghisap darah manusia?? Kudengar darah korban ketika ditemukan benar-benar habis tak tersisa”

 

Terdengar obrolan-obrolan tentang vampir di kantin Hanyang High School. Pagi ini sebuah sumber outlet media telah memberitakan tentang pembunuhan yang di lakukan seorang pria bernama Jung Han Soo yang di duga seorang vampir.

“Chaeri-ya kau mendengar berita pagi inikan? Apa kau percaya bahwa itu perbuatan vampir?” tanya seorang gadis bername tag Kim TaeYeon pada temannya ketika mereka tengah menyantap makan siang mereka di kantin sekolah.

“Babo. Mana mungkin vampir itu benar-benar ada. Mereka hanya ada dalam dongeng belaka” ucap Chaeri –gadis itu- dingin sembari menyeruput teh di mejanya. Setelahnya, matanyapun mulai menerawang ke meja memperhatikan setiap garis kayu yang terukir di meja itu, dan sedetik kemudian iapun berucap dengan lirih.

“Jika dia benar-benar seorang vampir. Dia adalah vampir yang sangat bodoh, melakukan hal sembarangan seperti itu, dan membuat kaumnya berada dalam ketakutan” giginya mulai menggeretak dan ia mencengkeram kuat gelas berisi teh yang ada di genggamannya. Taeyeon yang melihat itu sedikit bingung dengan tingkah temannya.

“Emm, Chaeri-ya gwaenchana? Apa terjadi sesuatu?” tanyanya. Chaeripun tersadar dan tersenyum tipis.

“Ah,, tidak. Semalam aku membaca novel tentang vampir, karena itu aku jadi terbawa suasana” ucap Chaeri sedikit terkekeh.

“Yak kau ini membuatku terkejut. Kupikir kau adalah vampir sungguhan, hahahaha” ucap Taeyeon sembari tertawa. Chaeri yang melihatnya hanya sedikit terkekeh untuk membalasnya.

‘Kau tidak tahu Taeyeon-ah, bahwa aku memanglah  seorang vampir’

 

 

***

 

Chaeri POV

 

Namaku Kim Chaeri, mungkin jika orang-orang melihatku mereka hanya akan berfikir bahwa aku manusia biasa seperti mereka. Tapi siapa sangka bahwa aku adalah seorang vampir, yah vampir yang menghisap darah manusia. Hal yang dilakukan oleh nenek moyang vampir terdahulu. Tapi percayalah, bahwa saat ini vampir juga sama seperti manusia biasa, hanya saja makanan kami yang berbeda dari selayaknya manusia biasa. Sebenarnya selain darah manusia, kami bisa meminum darah dari hewan lain, hanya saja untuk bertahan hidup kami setidaknya harus meminum darah manusia seminggu sekali. Karena bagi vampir, darah manusia seperti obat dan vitamin yang tanpanya kami bisa saja mati. Tapi , kami tidak diperbolehkan menghisap darah manusia begitu saja.

Karena jumlah kaum vampir sangat terbatas, kami membentuk organisasi rahasia untuk kaum kami, OOV atau Organization Of Vampires yang telah terbentuk selama 80 tahun lamanya. Kami membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh vampir di dunia. Untuk menjaga keberadaan kami diantara manusia, dan untuk terus bertahan hidup. Yah salah satunya adalah aturan tentang makanan, kami para vampir tidak bisa memakan apapun selain daging, daging hewan bahkan daging manusia. Tapi kami tidak bisa memakannya jika daging itu matang, karena itu akan merusak pencernaan kami. Karena itu jika kami memakan sesuatu yang tidak bisa kami makan kami harus segera memuntahkannya, karena makanan itu seperti racun untuk kami. Dan tentang daging dan darah manusia yang dapat kami konsumsi hanyalah dari manusia yang telah mati, kami dilarang menghisap darah manusia yang masih hidup. Karena jika hal itu sampai terjadi, akan mengancam kehidupan kaum vampir. Dan vampir yang telah melanggar aturan, akan segera dibunuh oleh pasukan penjaga vampir.

Tapi bukan berarti tak ada orang yang mengetahui tentang keberadaan kami, karena pada dasarnya tujuan kami yang sebenarnya adalah untuk berlindung dari organisasi rahasia pemburu vampir, yah sebuah kelompok rahasia yang mengetahui tentang keberadaan kami. Sudah banyak vampir yang tertangkap oleh mereka. Tapi satu hal yang kami tidak mengerti, sampai saat ini mereka tidak pernah mengungkapkan keberadaan kami pada dunia. Yah mungkin mereka memiliki rencana lain tentang itu, karenanya kami harus benar-benar waspada dan menjalankan peraturan agar identitas kami tidak diketahui.

“Chaeri-ya makanan sudah siap” oh itu suara ibuku, karena aku adalah vampir tentu saja keluargaku vampir. Aku memiliki seorang ayah dan ibu, dan aku adalah anak tunggal. Aku tidal memiliki saudara, itu karena vampir wanita hanya dapat melahirkan satu kali. Karena itu jumlah kaum kami terbatas, dan bahkan semakin berkurang populasinya karena pemburuan organisasi itu.

“Hari ini Appa akan pergi ke London untuk menghadiri pertemuan vampir, karena akhir-akhir ini banyak kasus vampir yang melanggar aturan, pertemuan ini akan menjadi lama. Karena itu selama Appa pergi kau harus lebih waspada mengerti?” Yah, Appaku adalah seorang petinggi OOV karena itu ia sering pergi ke London -pusat organisasi- untuk mendiskusikan kelangsungan hidup kaum vampir.

“Ne. Appa, aku akan lebih waspada” ucapku sembari menyantap daging mentah yang telah tersedia rapi diatas meja.

“Ah aku akan terlambat, aku harus segera berangkat” ucapku sembari menyeruput air merah –darah- di gelas. Ketika aku akan memulai langkahku, aku merasa sedikit pusing dan kakiku terasa lelah. Ah, jelas saja ini sudah waktunya aku meminum vitamin -darah manusia- itu.

“Ah Chaeri-ya eomma lupa bahwa persediaan vitamin kita habis, karena akhir-akhir ini petugas kepolisian mulai curiga tentang keberadaan vampir, eomma tidak bisa menemukan mayat disekitar. Apa sebaiknya kau tidak masuk saja dulu, sayang?” ucap eomma khawatir. Sepertinya ini adalah saat-saat terkritis bagi kaum kita.

“Tidak apa-apa eomma, aku masih bisa menahannya. Hari ini aku ada ujian, karena itu aku tidak bisa absen” ucapku meyakinkan. Eommapun hanya tersenyum teduh mendengar jawabanku.

“Baiklah, kau harus hati-hati. Eomma akan meminta pamanmu mengirim beberapa vitamin dari London”

“Ne. Eomma. Aku berangkat eomma, appa” ucapku kemudian beranjak pergi menuju sekolah.

***

“Chaeri-ya!!” terdengar seseorang memanggil namaku. Yah siapa lagi jika bukan temanku satu-satunya, Kim TaeYeon. Sejujurnya aku bukanlah seorang yang suka berteman dan bergaul, kupikir setidaknya aku harus menjaga jarak dari manusia agar aku tetap aman. Meskipun aku tahu akibatnya, cemoohan dan umpatan dari mereka yang membenci sikapku ini. Tapi TaeYeon, sekeras apapun aku menyuruhnya pergi dan menjauh dia tetap saja mendekatiku dan berada di dekatku. Yah dia benar-benar keras kepala sepertiku. Dan saat itu juga, kami menjadi teman dekat. Meskipun begitu, aku tidak bisa memberitahunya tentang diriku yang sebenarnya, selain karena keselamatan kaumku aku juga takut jika TaeYeon akan membenciku, menatapku dengan tatapan jijik dan takut kemudian meninggalkanku. Karena tanpa dia sadari, aku telah begitu menyayanginya seperti saudaraku sendiri.

“Ahh hari ini ujian matematika, aku benar-benar frustasi!” keluh TaeYeon dalam perjalanan kami menuju kelas. Akupun hanya terkekeh mendengar keluhan-keluhannya itu.

“Yah jika itu Kim Chaeri, tentu saja itu mudahkan? Sekumpulan soal matematika itu bagi Kim Chaeri hanyalah seperti memotong rumput ditaman. Begitu mudah dan tidak harus banyak berfikir” hahh anak ini benar-benar.

“Karena itu mulailah belajar, Kim TaeYeon-ssi” ucapku balas menyindir. Taeyeon hanya tertawa mendengar jawabanku, benar-benar aneh. Diapun segera mengalungkan lengannya dilenganku.

“Akhirnya uri Chaerii. Kau tidak kaku seperti dulu lagi, ah itu artinya kita sudah bertambah dekat, bukan begitu??” ucapnya antusias. Akupun tersenyum mengerti.

“Sepertinya begitu” kamipun tertawa bersama.

Chaeri POV End

 

 

***

“Vampir telah hidup selama lebih dari 100 abad, mereka bertahan hidup dengan menghisap darah manusia. Mereka berkamuflase diantara manusia untuk dapat menyerang manusia dan meningkatkan populasi mereka di bumi” terdengar seorang pria ikut membaca buku yang tengah dibaca temannya sehingga membuat temannya menoleh dan memberikannya death glare.

“Apa yang sedang kau lakukan, Moon Taeil-ssi?!” ucap pria itu –teman Taeil- dengan penuh penekanan. Taeil hanya terkekeh dan segera menjauhkan wajahnya dari pria itu kemudian duduk di sebelahnya.

“Yak! Kau selalu saja membaca buku tentang vampir, meskipun kau ini penggila vampir tapi setidaknya kau harus berhenti membacanya ketika sedang makan, eo!” jelas Taeil.

“Yak sudahlah, Ten benar-benar penggila vampir, mungkin saja jika vampir itu nyata dia akan menikahinya. Hahaha” ucap Hansol salah seorang temannya yang lain menyindir dan diikuti tawa oleh Taeil. Ten –pria itu- hanya memutar bolanya malas mendengar ejekan-ejekan temannya tentang dirinya yang mereka sebut ‘penggila vampir’. Iapun segera menutup bukunya dan menaruhnya di meja.

“Arraseo, berhentilah mengejekku. Ini juga karena banyak beredar kabar tentang vampir dan itu semakin membuatku penasaran” jelas Ten.

“Ah bicara tentang vampir, bukankah gadis dari kelas 2-3 itu terlihat seperti vampir?” ucap Taeil. Tenpun mengangkat alisnya bingung.

“Gadis itu? Siapa?” tanyanya. Hansolpun melirik ke sebelah kanan dari tempat mereka dan menunjuk gadis itu dengan dagunya.

“Itu disana, gadis cantik dan sangat misterius” ucap Hansol kemudian. Ten dan Taeilpun menolehkan wajahnya ke arah yang ditunjuk oleh Hansol.

“Apa maksudmu dengan misterius? Dia terlihat seperti gadis biasa” ucap Ten.

“Ah sebenarnya saat tahun pertama aku sekelas dengannya, dia jarang sekali berbicara dan tidak pernah bergaul dengan teman sekelasnya. Dia begitu dingin, karena itu ia tidak memiliki teman seorangpun. Selain itu, wajahnya yang cantik dan kulitnya yang putih pucat itu seakan menambah kesan misterius dalam dirinya. Auranya juga, benar-benar berbeda dari yang lainnya. Aku pernah berfikir bahwa dia itu vampir dan menyelidikinya” jelas Hansol.

“Lalu, lalu, apa yang kau temukan??” tanya Taeil penasaran.

“Aku melihatnya menghisap darah manusia” bisiknya. Taeil dan Tenpun terkejut mendengar penuturan Hansol, mata merekapun terbelakak.

“Jinjja??” ucap Taeil tak percaya.

“Bwahahaha” tawa Hansolpun pecah melihat ekspresi Taeil yang terlihat seperti orang bodoh. Taeil yang melihatnya begitu kesal dan menatapnya dengan sangat sinis.

“Yak! Apa yang kau tertawakan, ha?!” ucap Taeil kesal.

“Ah maaf, maaf. Wajahmu benar-benar terlihat seperti orang bodoh, aku tidak bisa menahan tawaku. Haha” ucap Hansol sembari menyeka air mata di pelupuk matanya karena tertawa begitu keras.

“Yak aku hanya bercanda. Kenapa kalian begitu serius, eo? Lagipula mana mungkin vampir itu ada” jelas Hansol kemudian.

“Yak! Kau ini benar-benar membuatku terkejut. Tapi syukurlah jika dia bukan vampir, karena itu begitu menyeramkan”

“Tapi bagaimana jika vampir itu benar-benar ada?” ucap Ten kemudian.

“Eh?” jawab keduanya kompak dan melihat Ten dengan tatapan bingung.

“Mungkin saja dia benar-benar seorang vampir, karena itu dia menjaga jarak dengan temannya yang manusia agar tidak kehilangan kendali karena mencium bau darah” lanjut Ten. Mereka berdua terpaku mendengar penuturan Ten. Taeilpun menelan ludahnya dan tak bergeming sama sekali. Ten yang melihat mereka begitu tegangpun tak sanggup menahan tawanya, detik itupun ia tertawa karena temannya yang dengan mudah masuk perangkapnya.

“Haha, aku bercanda. Kalian ini benar-benar penakut” ucap Ten kemudian mulai memasukan makanan yang sedari tadi telah terhidang rapi diatas meja itu ke dalam mulutnya.

“TENNN!!” ucap Hansol & Taeil kompak ketika mereka sadar bahwa telah dikerjai oleh Ten. Tenpun hanya terkekeh melihat aksi temannya. Kemudian ia menoleh ke arah gadis itu.

‘Sepertinya ini sangat menarik’ batinnya.

Merekapun mulai menyantap makan siang mereka sambil sesekali bercerita, beberapa menit kemudian Tenpun tiba-tiba berdiri sesaat setelah makanannya habis tak tersisa.

“Eo, kau mau kemana?” tanya Taeil ketika Ten tiba-tiba berdiri.

“Ah, aku akan ke belakang sekolah”

“Yak, apa kau akan membolos lagi??” ucap Hansol tak percaya, pasalnya Ten sudah sering sekali membolos kelas khususnya ketika kelas Park Sonsaeng.

“Kalian tahu sendirikan, aku sangat tidak menyukai guru itu. Bilang saja jika aku sedang sakit, okay? Annyeong” ucap Ten kemudian berlalu pergi meninggalkan kedua temannya.

***

“Omo! Chaeri-ya, lagi-lagi kau hanya memakan daging ayam. Cobalah untuk memakan makanan yang lain, dan beberapa sayuran agar kau tidak sakit. Lihatlah tubuhmu yang semakin kurus itu” ceramah Taeyeon pada Chaeri ketika mereka tengah memakan makan siang di kantin. Chaeri yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.

“Ini, kau harus mencoba memakan omelette ini” lanjut TaeYeon sembari memberikan omelettenya.

“Ah, tidak usah Taeyeon-ah. Aku tidak menyukainya. Kau saja yang makan” ucap Chaeri menolak. Taeyeonpun segera menatapnya dengan tajam.

“Tidak boleh menolak! Kau harus memakannya! Ini demi kesehatanmu Chaeri-ya aku tidak ingin kau sakit. Ayo makanlah” ucap Taeyeon tegas.

“Tapi_” belum sempat Chaeri berbicara, Taeyeon segera memotongnya.

“Tidak ada kata tapi, kau harus makan, se ka rang!” ucap Taeyeon dengan sedikit penekanan. Chaeripun menghembuskan nafasnya kasar, Taeyeon tidak tahu jika omelette ini adalah racun baginya. Tapi, melihat Taeyeon yang khawatir akan kesehatannya dan telah susah payah membuatkan untuknya, iapun mencoba memakannya tidak peduli apa yang akan terjadi nanti. Setidaknya dia bisa memuntahkannya sesaat setelah selesai memakannya. Iapun mencoba memasukan omelette itu ke dalam mulutnya.

‘Rasanya benar-benar menjijikkan! Oh Tuhan aku benar-benar tak dapat memakan ini. Tidak! Aku harus menahannya untuk Taeyeon, aku harus segera menghabiskannya’ Chaeri berusaha memakan semua omelette itu, meskipun saat ini mulutnya terasa seperti tengah memakan kotoran. Ia berusaha sebisa mungkin untuk memakannya sampai pada omelette yang terakhir.

“Waa kau menghabiskannya. Bukankah rasanya enak? Sudah kukatakan kau harus mencoba makanan lain dan berhenti memakan ayam goreng” ucap Taeyeon senang melihat Chaeri menghabiskan omelette buatannya.

“Eo, kau benar. Ini sangat enak. Ah Taeyeon-ah aku ingin ke kamar mandi, jadi kau duluan saja ke kelas” ucap Chaeri sembari beranjak dari duduknya.

“Eh, apa kau baik-baik saja? Apa kau sakit?”

“Emm, aku tidak apa-apa. Kalau begitu aku duluan” Chaeripun segera beranjak dari tempat itu dan berlari menuju toilet.

“Huweekk ,, huweekk”

“Benar-benar menjijikkan! Huweekk! Keluarkan, ayo keluar semuanya!! Huweeeekk!!”

Chaeripun terduduk lemas ketika berhasil memuntahkan semua makanan yang telah ia makan tadi, ia merasa begitu menyedihkan. Iapun segera beranjak dari tempat itu dan menuju ke belakang sekolah, ia merasa begitu lemas karena belum meminum darah, ditambah omelette yang ia makan tadi semakin membuatnya merasa lemas. Iapun memutuskan untuk membolos saat itu.

Iapun telah sampai di belakang sekolah, kemudian mendekati sebuah pohon besar yang rindang. Iapun menjadi teringat masa lalu ketika ia selalu sendiri dan selalu duduk dibawah pohon untuk memakan bekal dan bersantai.

“Sudah lama sekali ya, namu-ssi” ucapnya sembari mengelus batang pohon itu lembut. Iapun duduk bersandar di pohon itu dan tanpa tersadar matanya perlahan terpejam dan iapun mulai terlelap.

‘Manis sekali, bau apa ini? Bau ini benar-benar manis. Aku tidak pernah mencium bau semanis ini, apa ini makanan manusia yang bisa aku makan?? Benarkah, aku bisa memakannya? Baunya semakin dekat, lebih dekat lebih dekat..’

 

‘Mmmmm’ tanpa tersadar bibir Chaeri menyentuh kulit seseorang dan menjilatnya membuat orang itu terkejut dan segera menoleh membuat Chaeri tiba-tiba tersadar dan mulai membuka matanya.

“Apa yang kau lakukan?? Kau menciumku??” ucap orang itu terkejut. Chaeri yang belum tersadar sepenuhnyapun hanya memperhatikan orang itu.

“Begitu..manis” ucapnya membuat orang itu bertambah bingung.

***

“Jadi, ini sudah saatnya? Apa kau yakin akan kembali ke Korea?” ucap seorang paruh baya pada seorang pria yang jauh lebih muda darinya. Pria itupun tersenyum dan melepaskan kacamata hitamnya.

“Bukankah itu sudah lama sekali ketika aku meninggalkan Korea? Mungkin sekitar 10 tahun yang lalu, ketika aku masih sangat kecil” ucapnya dan terkekeh pelan.

“Kau bisa menolaknya jika kau tidak ingin membuka lukamu lagi disana, aku akan membantumu agar pimpinan membatalkan perintahnya” ucap pria paruh baya itu khawatir.

Don’t worry John, I’ll be okay. I can’t runaway anymore”

“Ini adalah tugasku untuk mengikuti perintah dan menjadi pelindung, aku tidak akan bersembunyi hanya karena memiliki kenangan buruk di sana. Lagipula, sepertinya aku merindukan negara itu, tempat kelahiranku” lanjutnya. Pria paruh baya yang bernama John itu hanya menghela nafas berat mendengar penuturan pria di depannya itu.

“Baiklah jika itu yang kau inginkan. Berhati-hatilah, Jay”

 

To Be Continued..

Advertisements

2 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Beautiful Vampire (Chapter 1)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s