[Twoshots] Deffrent Time (Yuta Side) — Part 2

tumblr_static_tumblr_static__640

Deffrent Time [Yuta Side]

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Family, Hurt/Comfort, AU!Timeslip

PG-15

Ficlet

Cast :

Nakamoto Yuta NCT

Nikaido Ran (OC)

Nikaido Kaho – Anime Character

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

—————

—————

Yuta berlari sekencang yang dia bisa. Teriakan Kaho tadi tidak dia indahkan. Sekarang hanya satu orang yang ingin segera ia temui.

Lima menit lalu Yuta melakukannya. Perjalanan waktu ke masa lalu. Tidak begitu jauh dan masih tetap di kota yang sama. Sekitar lima pulun tahun ke belakang, mungkin. Dan disana Yuta bertemu seseorang.

Lebih tepat lagi, Yuta bertemu seorang gadis ceria yang sangat mirip dengan Kaho, teman sekelas yang tadi berteriak memanggil nama Yuta tadi. Gadis yang menjadi korban bola nyasar Yuta dihari pertama Yuta mendatangi masa itu. Gadis bernama Nikaido Ran yang tidak lama setelah kembali Yuta tahu itu adalah neneknya Kaho.

Jadi secepat mungkin, semampu Yuta berlari, Yuta ingin cepat menemui gadis itu.

Oh, tidak-tidak. Ran yang ia kenal bukan lagi seorang gadis tomboy yang kelebihan energi. Ran yang membukakan pintu bagi Yuta sekarang adalah seorang nenek.

“Nakamoto-kun?”

“Ran!”

Keduanya diam. Yuta dengan usaha menormalkan nafas yang terengah karena berlari, sedangkan wanita tua di hadapannya lebih seperti kaget.

“Kau Ran, kan? Nikaido Ran. Gadis penggila baseball dari kelas 2-1. Orang yang mati-matian mencari Ponta, kucingku. Gadis yang menyatakan perasaannya padaku di pinggir sungai waktu itu.”

“…”

Yuta terduduk di depan pintu dengan kaki bersila. Dia masih mengatur nafasnya ulang saat wanita tua di hadapannya ikut berjongkok.

“Aku bukan gadis lagi. Aku seorang nenek sekarang.”

——————

Karena omongan wanita tua berstatus nenek sahabatnya ini Yuta akhirnya menerima tawaran Mark untuk menjelajah ke masa lalu. Tidak jauh, hanya sekitar lima puluh tahun lalu. Di jaman itu Yuta menetap sekitar dua bulan dan berkenalan dengan seorang gadis yang persis seperti Kaho sifatnya (bahkan lebih cerewet).

Semua bermula dari tendangan bola nyasar dan berlanjut menjadi teman sekelas yang duduk bersebelahan.

Yuta ingat betul seberapa ayu Ran yang ia temui di masa lima puluh tahun lalu itu. Rambut panjang yang kadang tergerai-kadang terkuncir, rok sekolah pendek dengan celana pendek di dalamnya, seberapa berisik suaranya dan bagaimana tangisannya saat berpisah dengan Yuta.

Semua baru terjadi sekitar satu jam lalu. Iya, bagi Yuta itu baru terjadi satu jam lalu, tapi bagi Ran … semua sudah berlalu setengah abad lamanya.

“Aku senang bisa bertemu denganmu.” Cengkraman Yuta pada kedua padanya sendiri menguat saat senyum (yang tampak lelah) milik nenek di hadapannya muncul.

Yuta salah membuat janji itu. Dia salah karena meminta Ran menunggu pertemuan ini.

“Maafkan aku.”

“Kenapa minta maaf? Yuta-kun tidak salah apa-apa, kok.”

“Tapi aku menjanjikan hal yang hampir mustahil pada—”

“Tidak mustahil.” Yuta terdiam. Nada lembut khas seorang nenek pada cucunya yang Ran gunakan saat ini menciptakan ruang sesal yang lebih besar dalam diri Yuta. “Kita sudah bertemu seperti janji kita.”

“Tapi,”

“Tenang saja.” Tangan keriput yang mengelus tangan Yuta bagai cambuk api yang menghukum dadanya. Sesak. Yuta hampir menangis karena rasa bersalah ini.

“Sejak kau pergi aku sudah tahu kalau berharap untuk menjadi pendampingmu adalah hal yang hampir mustahil. Mempertahankan nafasku sampai detik ini saja sulit, apalagi berharap bisa bersanding denganmu. Aku ini orang yang sadar diri, tahu?”

Sikap banyak omongnya masih sama seperti dulu—yang baru saja Yuta tinggalkan sejam lalu.

“Tapi, Ran.”

“Dibandingkan aku, lebih baik kau bersama Naho.”

“Hah?”

Dia tersenyum. Seperti seorang nenek bijak yang baik hati.

“Aku sudah telalu tua untuk menjalani masa penuh cinta yang kita janjikan dulu, tapi Naho tidak. Kalian bisa bersama lebih lama.”

“Aku berjanji padamu, Ran. Bukan pada cucumu.”

“Tapi Naho jauh lebih baik bagimu.” Sekali lagi tangan keriput itu menyentuh Yuta. Kali ini pada pipi. “Aku sudah terlalu tua, Yuta-kun. Maafkan aku. Tapi tolong jaga Naho sebagai ganti janji kita waktu itu.”

Yuta terdiam.

Menolak permintaan wanita tua adalah hal yang tidak sopan. Terlebih itu adalah wanita yang sama dengan gadis yang menyatakan perasaannya pada Yuta sekitar lima puluh tahun lalu. Tapi Yuta mencintai Nikaido Ran.

Tidak perduli sekarang dia seorang nenek dari sahabat baiknya. Yuta tetap mencintai Nikaido Ran yang ia temui pada masa lima puluh tahun lalu saat iseng melakukan perjalan waktu.

“Ran, boleh aku mengatakan sesuatu?”

“Silahkan.”

“Aku juga mencintaimu, Ran.”

Wanita tua itu tersenyun. Keriputnya jadi menebal, tapi tetap cantik seperti yang yuta ingat sejam lalu.

“Terima kasih sudah menjawabnya. Aku senang sempat mendengarnya.”

—————

“Tolong jaga Naho. Seperti yang kau janjikan padaku waktu itu, perlakukan Naho seperti itu.”

“Eum, akan aku ingat.”

“Dan aku minta, setelah ini anggap saja aku nenek dari teman kencanmu.”

Walau berat Yuta mengangguk; menyanggupinya. Biar bagaimanapun, Yuta tidak punya hak untuk membantak keinginan wanita yang menanti jawaban pernyataan cintanya pada Yuta selama lima puluh tahun. Begini-begini Yuta juga cukup pengertian.

“Jah, sekarang kau harus kembali ke kelasmu, Yuta-kun. Naho akan marah besar kalau kau membolos.”

Setelah pintu rumah tua yang sama persis seperti rumah gadis kecintaannya di masa lalu tertutup Yuta menghela nafas. Dia hanya bisa menyesal tanpa bisa memohon belas kasih untuk cintanya saat ini.

Terlintas memang keinginan untuk kembali pada masa lalu tempat Nikaido Ran yang bisa ia cintai, tapi Yuta tahu itu hanya akan merusak semuanya.

“Aku memang pecundang!”

—————

END

—————

Maaf sebelumnya karena baru bisa update, tapi belakangan ini aku emang lagi rada sibuk. Boro-boro buat nulis, buat sekedar denger musik aja kadang nggak ada waktu~ lebay ya? hehe maaf deh.

BTW ini aku bawain lanjutannya, ngomong-ngomong aku salah nulis judul ya di chapter sebelumnya? Maaf juga buat yang satu itu. Tapi karena udah terlanjur, jadi biarkan saja ya~

Sekian dari aku.

Nikaido Naho – Hatsukoi Monster

Dan Febby pamit~

Advertisements

One thought on “[Twoshots] Deffrent Time (Yuta Side) — Part 2

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s