[Ficlet-Mix] Mis

picsart_11-05-06-32-18

[Ficlet-Mix] Mis

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Hurt/Comfort, School Life

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta NCT

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat.Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

——————

[1]

——————

Aku tidak tahu jika akan seperti ini akhirnya. Kau dan aku yang dulu selalu bersama kini terpisah jauh. Kita mungkin masih sama, tapi jarak itu datang dengan sendirinya bersamaan dengan lingkungan yang baru kita datangi ini. Akupun heran mengapa bisa demikian. Tapi yang pasti kini kita terpisah.

Kau ada di sana, di tengah kerubungan kawan-kawan baru kita, sedang aku di sini, di pojok ruangan tempat kita tetap terhubung. Kau adalah bahan pembicaraan, sedang aku adalah si pendiam yang bahkan enggan ikut membicarakan dirimu. Kita masih sama seperti dulu. Yah, setidaknya fakta kita ada pada ruang yang sama dan status sosial yang sama seperti dulu membuatku yakin jika kita masih sama.

Tapi kehilangan dirimu seperti bukan diriku lagi.

Aku sadar betul seberapa lemah diriku, seberapa bergantungnya aku padamu, juga seberapa bodoh aku yang tidak ingin mencoba untuk hadir di hadapanmu.

“Yuta!”

“Oi! Nakamoto-kun!”

Setiap hari teriakan-teriakan itu selalu mengusik diriku. Namamu selalu dipanggil dengan suara keras, sedangkan aku hanya bisa memperhatikanmu di pojok ruang kelas.

Kita tampak seperti orang asing. Kau dan aku benar-benar tampak seperti orang lain di mata teman-teman kita—teman-temanmu, maksudku.

“Yuta-kun, pulang nanti kita mau ke karaoke, kau mau ikut?”

“Karaoke ya? Aku ada janji dengan seseorang sebenarnya….”

“Yah~”

“Tidak asik. Kau selalu sibuk sendiri, Yuta!”

“Hehe, mau bagaimana lagi?”

“Kali ini saja, Nakamoto-kun. Ikut ya?”

Kau harus ikut, Yuta. Jangan kecewakan mereka yang sudah mengajakmu.

Aku ingin mengatakan itu, tapi aku tidak bisa. Tahu kenapa? … Itu karena aku ada jauh darimu.

“Nee~ ikut ya?”

“Ayolah.”

“Baiklah-baiklah, aku ikut. Tapi jangan tarik seragamku.”

“Yey! Akhirnya kau mau ikut.”

Dan aku sungguh bersyukur kau menerima ajakan itu. Tidak perlu perdulikan aku, atau janji temu kita. Kau hanya perlu berada di tengah mereka seperti seharusnya. Menjadi cahaya paling terang di tengah kerumunan penggemarmu seperti seharusnya.

Aku mungkin merasa iri, tapi tolong percaya padaku untuk kali ini saja. Aku senang jika kau senang bisa menjadi bagian dari mereka. Jadi tetaplah berada disana.

Untuk mewakili rasa iriku dan untuk kepentinganmu sendiri.

“Ano, Ran.”

“Tidak apa-apa.”

“Eh?”

“Pergi saja. Aku bisa pergi sendiri.”

“Tapi—”

“Lagi pula dari awal aku memang ingin pergi sendiri.”

“Ran, kau marah?”

“Tidak, kok. Aku hanya sedikit kecewa.”

Maafkan aku. Karena keegoisanku kau jadi murung. Tapi tolong percaya padaku, aku hanya ingin kau terus berada di duniamu. Tempat yang membuatmu menjadi poros paling penting. Menjadikanmu oksigen bagi mereka.

Aku bukan ingin memonopoli orang hebat, hanya ingin orang hebat itu sadar posisi. Maafkan aku, Yuta.

——————

[2]

——————

Kau selalu memintaku pergi, memintaku mementingkan mereka. Tapi kau sendiri tetap diam di tempatmu; pojokan. Diam sendiri dengan pandangan iri itu lagi.

Aku bukannya tidak suka, hanya heran.

Kalau kau ingin, aku bisa menarik tanganmu dan bergabung denganku, menjadi poros dunia mereka bersama.

Kenapa kau selalu menyendiri? Ingin aku mempertanyakan itu, tapi lidahku terasa kelu setiap kali niat bertanya muncul. Entah mengapa hatiku menolak keras pemikiran untuk mempertanyakan hal itu. Entah mengapa aku merasa paham akan posisi yang ksu ambil sekarang ini. Tapi,

“Kau tahu, Ran?”

“Apa?”

“Duniaku bukan mereka. Duniaku adalah kau.”

Terdengar seperti rayuan murah yang dijajakan aktor opera sabun, tapi itulah kenyataanya.

Kau poros duniaku.

“Kau harusnya ikut mereka.”

“Aku tidak bisa.”

Tidak akan sanggup aku meninggalkamu sendiri lagi dan bersenang-senang dengan mereka. Kalaupun jika aku harus ikut mereka, kali ini, untuk sekali ini aku ingin membawamu bersamaku. Aku ingin mereka tahu jika bagiku ada kau.

Sesekali aku ingin kau bergerak lebih jauh. Meninggalkan zona amanmu di pojok sana dan ikut denganku. Sesekali aku ingin kita bisa bersama walau puluhan pasang mata yang mengenal kita terpati pada kita. Sesekali saja, bolehkan?

“Pergilah, aku benar baik-baik saja.”

“Untuk kali ini, ikutlah denganku.”

“Aku tidak bisa. Pergilah sendiri.”

Ayolah, untuk kali ini saja. Aku mohon padamu, percayalah padaku dan terima uluran tanganku. Aku hanya ingin kau tahu dunia yang selama ini hanya kau perhatikan dari pojok sana. Aku ingin kau mengenal lebih banyak, tahu lebih banyak dan bisa terus bersamamu.

Aku bukan ingin memaksakan kehendakku padamu, hanya saja aku lelah membiarkanmu menjadi penonton di pojok sana.

Maafkan aku, Ran.

——————

[3]

——————

Kami tidak bodoh.

Kami tahu segalanya.

Tidak seperti yang kalian pikirkan, kami tahu apa yang tersembunyi antara dua hal paling berbeda di ruangan ini. Cahaya dan banyangan adalah dua hal berbeda, kami tahu. Tapi disaat yang sama kami juga tahu dua hal itu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Seberapapun inginnya kami diawal.

Tapi diakhirnya semua berbeda.

Asal kalian tahu saja, kami juga merasa bersalah menjadi lapisan yang memisah kedua kutub. Jika saja boleh, kami ingin membelah, membiarkan kalian bersama menjadi poros kami. Tapi apalah daya kami ini?

Kalian sama-sama egois, sama-sama bodoh juga.

“Yuta-kun?”

“Oh, maaf-maaf aku ingin bicara dengan Ran sebentar.”

Lihat?

Kalian bodoh.

Sejak awal kami tidak pernah menutup jalan untuk kalian berdua. Mempersempit mungkin iya, tapi itu demi menjaga jarak kalian agar tetap dekat. Dan seperti yang kami katakan jika kalian adalah pasangan bodoh, kalian justru melepas pegangan kalian.

Satu mendorong yang lain untuk terus berjalan ke tengah dan memilih menetap di pojokan. Yang lain justru diam tanpa mencoba kembali meraih tangan yang satunya.

Iyakan? Kalian bodoh!

“Yuta-kun, kami duluan saja, ya?”

“Oh, iya-iya. Kalau sempat nanti aku menyusul.”

Tuh, lihat. Perbedaan kata ‘aku’ dan ‘kami’ sungguh jauh berbeda jika satu dari kalian yang mengatakannya.

Makanya kami bilang kalian bodoh.

Kalian sendiri yang ketakutan pada pandangan kami tentang kalian tanpa tahu apa sebenarnya yang kami pikirkan. Kalian sendiri yang memilih melepas pegangan satu sama lain tanpa tahu jika hal itu justru membuat kami merasa seperti penjahat.

Kami dan ruangan ini bukan penjahat yang memisahkan kalian. Kami mohon percayalah, kami tidak pernah bermasalah dengan hubungan kalian. Percayalah jika kami akan menghormati hubungan kalian. Bahkan jika mampu kami akan membantu menjaga dan melindunginya demi kalian.

Alasan pertama, karena kalian bagian dari kami. Alasan kedua, kalian adalah poros perputaran dunia kami. Dan terakhir karena kita semua teman.

Kami bukannya ingin memperdaya hubungan kalian untuk jadi sebuah tontonan, cerita, atau gosip semata. Kami hanya tidak bisa tidak perduli melihat tingkah bodoh kalian di depan kami.

Maafkan kami, teman.

——————

——————

Ceritanya aku lagi jatuh cinta sama someone, terus jadilah FF ini. Dan ini aku persembahkan untuk Diah Ayu Pangukir yang 5 Nov kemaren Ultah. Maaf ya baru sempet post sekarang/plak/kelewat lama banget/plak. *ini-nih hadiah yang aku bilang*

Segitu aja dariku.

Febby pamit~

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet-Mix] Mis

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s