[Drabble-Mix] What’s Happening on New Year’s Eve? (1)

img_77911

What’s Happening on New Year’s Eve?

a special b’day fic from nctffi staffs

Mixed-drabbles by:  Angela Ranee; Angelina Triaf; IRISH; Jane Doe; Mingi Kumiko; thehunlulu

| Length: ±200wc | Rating: PG-13 |

 Genre: Hurt/Comfort; Comedy; Crime; Horror; Supernatural; Romance; Friendship

Rules : no plagiarism !

.

Bagian satu dari dua

.


[Denmark]

Awalnya, Kun pikir bakal menyenangkan mengundang Morten Simonsen untuk merayakan detik-detik pergantian tahun di rumahnya bersama teman-temannya yang lain. Saldo di akun bank pemuda Denmark itu sedang tidak bisa diandalkan untuk membawanya terbang ke kampung halaman di Kopenhagen.

Pukul setengah sembilan malam Morten menginjakkan kaki di rumah Kun, menyapa heboh semua orang di sana dengan aksen berantakan. Well, hal tersebut lekas-lekas dimaafkan oleh semua orang ketika mereka tahu presensi Morten yang menjadi alasan mengapa pesta perayaan tahun baru di rumah Kun malam itu menjadi begitu meriah dan menyenangkan.

Ya, setidaknya sebelum teman satu jurusan Kun itu minum terlalu banyak bir dan mulai menginvasi dapur Kun, mengambil piring-piring di lemari dan menyusunnya menjadi menara piring, tingginya separuh dari tinggi badan Kun.

“Hei, Morten,” panggil Kun. “Aku rasa kau tidak perlu melakukan—,”

“SELAMAT TAHUN BARU!!!” pekik Morten ketika didengar olehnya gegap gempita ledakan kembang api memenuhi langit malam. Pria jangkung itu mengayunkan tongkat pemukul baseball milik Kun di tangannya, yang dalam sekejap menghancurkan tumpukan piring tersebut menjadi kepingan-kepingan kecil.

“Ya ampun, Morten…” Kun memijat pelipisnya dengan lemas. Sejenak kemudian baru teringat cerita Morten akan tradisi perayaan tahun baru di negerinya sana.

“Oh, astaga, Morten! Jangan yang itu!” Kun segera berlari menghampiri Morten yang tengah membuka lemari kaca berisi piring-piring cantik koleksi ibunya. Kombinasi teman yang mabuk dengan tradisi perayaan tahun baru tidak lazim memang benar-benar merepotkan.

.

[Ireland]

Jika ada satu hal yang diharapkan Kun sebagai resolusi tahun baru, maka memiliki kekasih berada pada urutan pertama. Pemuda itu tidak mau julukan ‘jomblo sejak lahir’ terus melekat padanya. Ia juga tidak ingin mendengar ejekan dari Ten ataupun Jaehyun yang pada kenyataannya telah mendapatkan sang pujaan hati.

Kun memandang daun mistletoe yang diberikan Ten tadi pagi. Pemuda Thailand itu mengatakan bahwa jika beberapa helai daun mistletoe diletakkan di bawah bantal saat malam tahun baru, maka tak lama sang pemilik akan bertemu dengan jodohnya.

Awalnya, Kun tidak ingin percaya mengingat Ten merupakan pembual nomor satu yang ia kenal. Namun, melihat ekspresi wajahnya yang begitu-sangat-meyakinkan, dengan bodoh membuat pemuda China itu akhirnya mengiyakan saja.

“Kau percaya dengan hal bodoh itu, Kun?” Sekonyong-konyong, Emma, sahabat kecilnya muncul dan duduk di sebelahnya.

“Apa salahnya mencoba.” Kun menyahut seadanya, sementara pandangannya masih terkunci pada objek yang telah ia amati sejak beberapa jam lalu.

“Kalau kau ingin memiliki kekasih, kau harusnya usaha. Bukan hanya mengandalkan mitos tak berdasar seperti itu.”

Kun mengerling, lantas ia menatap Emma di sebelahnya, “Haruskah aku melakukannya, Emma?”

Gadis itu mengangguk ragu, “Mungkin.”

“Kalau begitu, apa kau mau menjadi kekasihku?”

“Hah?” Emma membeliak sebelum ia menghadiahkan sebuah pukulan di kepala pemuda di sampingnya. “Cowok gila.”

Kun menggaruk tengkuknya, “Kan aku sedang usaha, Em. Usaha menembakmu.”

.

[Mexico]

“Lalu apa yang harus kulakukan?”

“Kau harus bertemu dengan cenayang jika tak ingin masa depanmu hancur, Nak.”

Senyuman miring terulas, terlalu kalut dalam deru angin malam yang menerpa surai legam Kun. Pemuda itu tampak menimbang-nimbang akan suatu hal; menuruti permintaan sang ayah atau urung karena dirinya pribadi tidak terlalu percaya dengan hal-hal yang berbau supernatural.

Hari demi hari, malam tahun baru yang berdampak pada nasibnya yang baru pun akhirnya datang. Maka Kun berderap menuju perapian, duduk berhadapan dengan seorang cenayang yang akan menerawang masa depannya.

Mungkin seharusnya Kun tidak datang—bahkan tidak akan pernah sudi—menginjakkan kaki di Negara Meksiko. Jika bukan karena upaya sang ayah yang notabenenya adalah pengusaha kaya raya, Kun pasti akan menolak mentah-mentah ajakan ayahnya itu.

Si pemuda mengambil napas dalam, dilanjut memejamkan mata sembari kedua tangan menyentuh cermin raksasa di depannya.

Kabut asap berwarna pekat sekonyong-konyong menghantam tubuh Kun. Pelipisnya terlebih dahulu mencium tanah, mengundang deru napasnya yang semakin menjadi. Tubuhnya bergetar hebat. Arwah nenek moyangnya baru saja melakukan sesuatu padanya.

“Maaf anak muda…”

Kun dapat mendengar suara si cenayang yang tampak merintih, kemudian menyuruh pemuda itu untuk membuka kedua matanya. Si cenayang telah bertukar jiwa dengan roh sang nenek moyang.

“Masa depanmu akan penuh dengan kekerasan, juga keterkejutan yang tak terduga.”

Manik Kun menerawang kosong pada satu titik, tanpa terasa salah satu ujung bibirnya terangkat. Ia menghela napas singkat.

“Itu artinya kau tidak bisa mendapat sebagian dari kekayaan ayahmu tahun ini. Namun jangan khawatir, aku akan membantumu dengan cara—“

“—membunuhnya.”

Tepat sekali. Pernyataan Kun menimbulkan seringaian si cenayang mengembang.

Dengan langkah cepat ia membuka pintu kamar sang ayah yang sedang tertidur, lantas menancapkan jarum tepat pada pembuluh nadinya dengan perlahan. Tak lama tubuh sang ayah mengejang, bersamaan dengan kabut putih yang membumbung naik—

“Akhirnya…”

—meninggalkan jasad juga warisan kekayaan yang akhirnya bisa dimiliki Kun seutuhnya.

.

[Chile]

Angin malam berdesir, embusannya seakan membangunkan gejolak hatiku yang hanya terisi oleh perasaan hampa. Suara gaduh dari para pengunjung pemakanan berdebam, merangsek ke dalam telinga.

Andai pemerintah kota tak mengeluarkan undang-undang mengenai larangan warga untuk tak pergi ke pemakaman di malam tahun baru. Pastilah aku tak akan didatangi perasaan yang bagai tusukan sembilu.

Ini adalah malam tahun baru ketiga yang kulewati dengan suasana hati yang sama. Kerinduan bercampur pergolakan di dalam batin. Sudikah dia menerima kedatanganku? Apakah dia akan memaafkan kekasih yang bahkan tak ada di sisinya saat ia mengembuskan napas terakhir dengan alasan sibuk bekerja? Pria brengsek seperti aku.

Aku mengelus nisannya yang berdebu. Pandanganku menatapnya dengan nanar. Tanpa seizinku air mata lolos dari kedua pelupuk. Hatiku menggamang, seketika dadaku terasa sesak saat senyum manisnya melintas di pikiranku.

“Maafkan aku, Yiyang…” ucapku tergugu-gugu.

“Selamat tahun baru… datanglah ke mimpiku jika kau ingin aku menyusulmu. Aku selalu siap jika kau ingin aku pergi ke sana.”

.

[Spain]

Konon katanya, kalau seseorang berhasil memasukkan dua belas butir anggur ke dalam mulut di malam tahun baru, hidupnya akan dilimpahi nasib baik di tahun baru tersebut. Ya, awalnya Kun percaya itu, jika saja dirinya sekarang tidak terbaring di ruang gawat darurat rumah sakit.

Bukan perkara dia sedang sakit dan tidak bisa merayakan tahun baru, tentu saja. Tapi sepertinya sepanjang tahun yang baru nanti kehidupan Kun tidak akan mendapat nasib baik.

“Kak, maaf ya?” Kun memutar bola mata saat mendengar ucapan maaf yang lolos dari bibir Winwin—saudara sepupunya.

Mengapa Winwin minta maaf? Tentu saja karena dia bersalah, memang dia penyebab Kun sekarang terbaring di ruang gawat darurat rumah sakit.

Kenapa?

Jangan tanya Kun, dia terlalu kesal dan sakit untuk menjawab. Minta saja Winwin menjelaskan apa yang sudah dia lakukan pada Kun.

“Aku memasukkan telur ke mulutmu tadi hanya untuk bercanda, kok. Mana aku tahu kalau ternyata mulutmu tidak cukup besar.”

Nah, lihat? Ingatkan Kun sekarang kalau beberapa menit yang lalu Winwin dengan tidak tahu diri membelesakkan sebutir telur rebus ke dalam mulut Kun yang penuh oleh anggur.

.

[Philippines]

Harusnya Winwin yang saat ini menemaninya berkeliling Filipina. Bukannya apa, hanya saja Kun selalu menganggap bahwa Winwin sangat pantas bekerja sebagai pemandu tur karena pengetahuannya yang luar biasa tentang negara-negara di Asia.

“Kau lama sekali jalannya, Kun.”

“Berisik.”

Tapi justru Ten yang jelas-jelas kini berjalan beberapa langkah di depannya. Entah sebuah keberuntungan atau malah kesialan, Kun mendapati teman satu kampusnya itu yang menjadi pemandu turnya hari ini.

“Kau kan dari Thailand, kenapa bisa jadi pemandu di Filipina? Memangnya kau bisa bahasa sini?”

“Tidak. Tapi yang jelas aku cukup mahir Bahasa Melayu.”

Mendengar itu, Kun otomatis memutar matanya, merasa jengah. “Ten, sejak kapan orang Filipina berbahasa Melayu?”

Omongan Kun diabaikan begitu saja. Ten kini berhenti di depan konter penukaran mata uang. Awalnya Kun hanya diam saja, sampai ia melihat pegawai money changer itu memberikan Ten puluhan―atau mungkin ratusan―uang logam bulat sebagai hasil pertukarannya.

“Ten, kau gila?”

Ten menoleh, menghela napas lalu membalas sarkasme Kun. “Karena kau datang sehari sebelum tahun baru, makanya aku menukarkan uangmu dengan uang logam yang berbentuk bulat. Memangnya kau tidak pernah baca tradisi tahun baru di Manila ini?”

Jika ini merupakan kolom percakapan LINE, mungkin Kun akan mengeluarkan stiker muka datar tepat di hadapan Ten.

“Tradisi ‘semua bulat’ tidak berlaku untuk uang, Ten…,” lirih Kun, mengeluarkan ponselnya dan mencari segera nomor Winwin di sana. “Ya Tuhan, aku ingin Winwin saja yang jadi pemanduku. Kau pulang saja sana!”

Ya, begitulah ceritanya bagaimana Ten ditinggalkan sendirian di bandara.

–Fin.

  • Denmark: Di Denmark, orang-orang yang memiliki banyak teman akan saling meletakkan barang pecah belah di depan pintu temannya. Saat tahun baru tiba, mereka akan memecahkan piring-piring tersebut. Mereka percaya, semakin banyak pecahan yang terdapat di rumah mereka, semakin banyak pula keberuntungan di tahun berikutnya.
  • Irlandia: Para gadis Irlandia percaya jika mereka menaruh beberapa helai daun mistletoe di bawa bantal saat tahun baru, jodoh mereka akan cepat datang, selain itu dianggap juga sebagai pembawa keberuntungan untuk tahun selanjutnya.
  • Meksiko: Penduduk Meksiko berbicara pada roh melalu perantara cenayang di tahun baru untuk mengetahui peruntungan mereka di tahun selanjutnya.
  • Chile: Keluarga di Chili memiliki tradisi merayakan tahun baru bersama dengan kerabat yang telah lebih dahulu meninggal di pemakaman. Mereka akan menghias nisan dan menunggu malam pergantian tahun di sana.
  • Spanyol: 12 detik sebelum jam 12 malam, warga Spanyol akan memakan satu buah anggur di tiap detiknya sebagai perwujudan keberuntungan di tiap bulan untuk tahun yang akan datang.
  • Filipina: Bentuk bulat dikaitkan dengan kekayaan dan keberuntungan di Filipina. Maka jangan heran jika setiap malam pergantian tahun akan dijumpai banyak bentuk bulat di kota, seperti makanan, pola baju dan benda-benda lainnya.
Advertisements

7 thoughts on “[Drabble-Mix] What’s Happening on New Year’s Eve? (1)

  1. HBD MAS KUN YANG UNYUNYA MENYAINGI GADIS DESA HUHUHU
    tangan gatel mau komenin satu2
    1. ya teman2, itulah mengapa minuman keras serta segala sesuatu yang memabukkan diharamkan, karena hanya terdapat mudorot dari padanya /NGASAL /DIHAJAR
    2. maaf budir… ini waktu ditembak mas kun statusnya mbak emma apa ya kalo boleh tahu? masih jadi milik mas doyoung kah? XD
    3. huanjiirrr anak durhaka banget ngebunuh bokap pas malam tahun baru. hentikan kezaikoanmu wahai donna zunna azaria!!!
    4. ————————————-
    5. ini si titisan jaden smith emang sesuatu banget ya pake masukin telur utuh ke mulut sepupunya wkwkwkwk terngakak XD
    6. jadi bayangin pake receh segepok buat beli mercon dan suara kemerincing saku celana pas buat jalan. emang ada2 aja itu alayers Thailand wkwk

    oke kak sekian maaf atas komenanku yang kelewat tidak bermutu ini, HAPPY NEW YEAR SEMOGA NCTFFI MAKIN SUKSES TAHUN INI ❤ ❤

    Liked by 1 person

  2. WHY KENAPA….

    BAGAIMANA…..BISA AKU FOKUSNYA KE TEN YANG LAGI-LAGI KENA BULI HAHAHAHAHAHAH EMANG BENER DIA ALAYERS THAILAND SATU-SATUNYA PERWUJUDAN CINTA YA DENGAN DIBULI. EHE. MAAF AKU KHILAF.

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s