[Vignette] No Longer A Secret

get-wrong

Sequel of You Look Yummy

NCT’s Jaehyun & DIA’s Chaeyeon | romance, school life, fluffy | PG-15

“Lihat! Kami adalah pasangan yang serasi, ‘kan?”

.

.

Saat jam istirahat tiba, sudah jadi rutinitas bagi Chaeyeon, Jiho, Eunha, dan Yoobin untuk berkumpul dalam satu bangku. Mereka berbincang-bincang mengenai banyak topik, menyantap bekal bersama, sampai mengulas ulang materi yang barusan dipelajari.

“Eh, dengar-dengar Fly High bakalan mengadakan konser pertama mereka, lo! Nonton, yuk, guys…” celetuk Jiho seraya menorehkan raut berbinar.

“Serius? Wah… penggemar mereka pasti sudah bertambah banyak sekali.” Eunha membalas dengan air muka yang tak kalah antusias.

Meski obrolan tentang Fly High begitu menghidupkan suasana berkumpul, namun ada salah seorang dari mereka yang cuma bisa celingukan sambil menorehkan ekpresi bingung. Tak mengerti juntrungan dari topik yang dibahas oleh kawan-kawannya.

“Kalian sedang ngomongin apa, sih? Fly High itu apa? Terbang tinggi?” tanya Chaeyeon tanpa menghilangkan raut kikuknya.

“Fly High itu band indie dari sekolah sebelah. Vokalisnya ganteng banget!” celoteh Jiho

“Ganteng apanya, sih… jelas-jelas Joshua lebih tampan dari Jungkook.” semprot Yoobin yang langsung mengundang sorotan tajam Jiho. “

“Sudah, sudah… keduanya tampan, kok. Tapi tetap Eunwoo yang paling karismatik.” celetuk Eunha disertai senyuman teduh. Kedua sahabatnya itu langsung menoleh dengan tatapan sarkatis. Namun seakan tak memiliki dosa, Eunha hanya balas memamerkan lengkungan bulan sabit dari kedua matanya.

“Aku baru dengar. Maaf, ya, aku kurang update.” Chaeyeon menyela, sekaligus berusaha meredam perseteruan panas mengenai siapa yang paling tampan di Fly High menurut sahabat-sahabatnya itu.

“Enggak apa-apa, kok. Pamor mereka memang sempat turun saat menjelang ujian. Tapi sepertinya mereka bakalan aktif lagi.” tandas Jiho.

“Kalau kalian nonton konsernya, ajak aku juga, ya? Aku penasaran, hehehe.” kata Chaeyeon yang langsung direspons dengan anggukan mantap oleh ketiga sahabatnya itu.

Mereka pun kembali menyantap bekal masing-masing dengan suasana tenang tanpa keributan yang membuat telinga pengang seperti sebelumnya. Namun kondisi itu tak berlangsung lama saat tiba-tiba seseorang meletakkan sekotak susu dan sebungkus roti tepat di hadapan Chaeyeon. Keempat gadis itu lekas mendongak guna mengetahui siapa yang melakukan itu. Dan tertangkaplah punggung bidang Jaehyun yang sudah melenggang pergi dan kembali menduduki bangkunya.

Seketika tatapan penuh curiga dari Jiho, Eunha, dan Yoobin langsung menyatroni Chaeyeon. Gadis itu sontak mengatupkan bibir, memasang wajah tidak bersalah.

“Tadi itu benar Jaehyun, kan?” tanya Eunha, ekspresi terkejut masih tetap terlihat di wajah bulatnya yang menggemaskan.

Kepala Chaeyeon perlahan menelungkup. Tidak sanggup apabila hendak disodori rentetan pertanyaan mengenai apa yang barusan Jaehyun lakukan. Dalam hati ia berdecak, apakah ini salah satu bukti tentang janjinya yang tak akan menyembunyikan hubungan mereka lagi?

“Kue dan susu itu jelas-jelas untuk Chaeyeon. Jaehyun meletakkannya tepat di sebelah kotak bekalnya.” kata Yoobin.

“Kau merahasiakan sesuatu dari kami, ya, Chae?” tanya Jiho penuh selidik.

Gadis Jung itu hanya bergeming, otot matanya tertarik ke atas untuk menatap pria yang sedang duduk di bangku dekat meja guru—siapa lagi kalau bukan Jaehyun. Ternyata pemuda itu juga sedang memperhatikannya. Mengetahui bahwa gadisnya itu tengah menyampaikan sesuatu melalui sorotan mata, Jaehyun pun langsung menyeringai sambil melambaikan tangan ke arahnya.

Omo! Omo! Daebak! Setelah hampir tiga tahun aku menjadi teman sekelasnya, baru kali ini aku melihat Jaehyun melambaikan tangan dengan ekspresi semenantang itu pada seorang gadis.” ucap Eunha sambil terlongo.

“Iya, meskipun kami tidak berada dalam situasi canggung untuk saling menyapa, dia lebih sering menundukkan kepala saat membalas sapaan.” timpal Jiho yang semakin membuat pikiran Chaeyeon berkecamuk tidak karuan.

Hatinya merutuk sebal, tingkah Jaehyun sangatlah berlebihan. Dia, kan, tidak siap ditatap dengan raut penuh kuriositas oleh ketiga sahabatnya itu. Ia memainkan jari sambil menggigiti bibir. Memikirkan jawaban paling tepat untuk menimpali pertanyaan kawan-kawannya yang terus mendesaknya untuk mengatakan sesuatu.

“Maaf karena tidak memberi tahu kalian lebih awal.” Sebuah frasa akhirnya mampu lolos dari kerongkongannya.

“Jadi kau pacaran dengan Jung Jae Hyun?!” semprot Eunha tanpa sempat mengontrol volume suaranya. Alhasil kini seluruh fokus seisi kelas pun teralihkan pada tempat yang sedang mereka singgahi karena suara parau Eunha.

Jiho langsung menghadiahi Eunha dengan jitakan keras di kepala.

“Aduh, sakit!” rutuknya sambil mengelus-elus kepalanya yang sepertinya berhasil dibuat memerah oleh Jiho. Chaeyeon makin dibuat kelimpungan karena ulah Eunha. Begitu juga dengan Jaehyun, matanya langsung terbelalak hebat.

“Jaehyun-a, apakah itu benar?” celetuk salah seorang murid. Si empunya nama pun membalikkan badan untuk menatap di pemberi pertanyaan. Pemuda itu tak membuka mulut, namun hanya memamerkan senyum tipis sambil mengangguk singkat.

Omo, daebak!” seru Junhoe—teman sebangku Jaehyun. Ia pun langsung menepuk-nepuk pundak kawannya itu sambil berkata, “Well done, man!”

Pemuda Jung itu lantas beranjak dari bangkunya dan berjalan menghampiri tempat duduk Chaeyeon. Secara tiba-tiba ia menyampirkan tangannya di pundak sang kekasih. Tubuhnya dibungkukkan hingga wajah mereka sejajar.

“Lihat! Kami adalah pasangan yang serasi, ‘kan?” ucap Jaehyun sambil membuat tanda huruf ‘V’ dengan kedua jarinya. Ketiga gadis yang berada paling dekat dengan sepasang muda-mudi itu pun bertepuk tangan sebagai tanda perasaan takjub yang tengah mereka rasakan. Beberapa ada yang memilih tak acuh, namun ada pula yang meletakkan atensi berlebih. Mengingat bahwa Jaehyun merupakan sosok yang paling digandrungi oleh gadis-gadis di sekolah. Itu artinya akan ada banyak sekali hati yang terpatahkan saat berita kencannya dengan Chaeyeon menyebar.

“Yah, sia-sia, dong, usaha Harim untuk mendekatimu selama ini. Yang sabar, ya, Harim-a.” kelakar Yugyeom. Gadis yang namanya baru saja disangkutpautkan itu pun langsung berekspresi masam. Sekonyong-konyong ia beringsut dari tempat duduknya dan melenggang pergi keluar kelas.

Chaeyeon buru-buru menepis rengkuhan Jaehyun. Kemudian mengangkat bokongnya dan buru-buru berlari keluar dari kelas juga. Jaehyun pun dibuat bingung dengan sikap gadis itu. Segera ia menyusul sang kekasih sebelum Chaeyeon menghindarinya terlalu jauh.

“Chae!” Jaehyun memanggil-manggil nama Chaeyeon sembari mengimbangi langkah seribu gadis itu dengan berjalan santai—mengingat kaki Jaehyun yang lebih panjang dari milik Chaeyeon. Tak ada respons, gadis itu tetap berjalan cepat dengan hati yang kesal.

“Chaeyeon sayang…” pria itu kembali memanggil gadisnya. Yang bersangkutan pun refleks membalikkan badan, “Kau gila, ya?!” hardik Chaeyeon.

Jaehyun pun memperlebar langkahnya untuk menghampiri Chaeyeon yang kebetulan berhenti di depan kandang kelinci yang dirawat sekolah.

“Gila? Aku memang gila akan kecantikanmu, Nona Jung.” oceh Jaehyun saat ia sudah tepat berada di hadapan Chaeyeon. Bukannya merasa tersipu, gadis itu malah membalas rayuan gombal sang kekasih dengan cubitan keras di pinggangnya.

“Aduh, aduh, sakit!” rintih si korban pencubitan.

“Kau berlebihan, Yun!” omel Chaeyeon. “Seharusnya kau enggak perlu memberikan susu dan kue itu. Kau juga tidak seharusnya merangkulku di depan teman-teman.” imbuhnya.

Jaehyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Salah, ya?” tanyanya dengan wajah tak bersalah. Chaeyeon hanya bisa mengembuskan napas berat, tak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya yang tampan itu.

“Maaf, deh… Enggak akan aku ulangi lagi.”

“Hei, kenapa sikapmu begitu, sih?” heran Chaeyeon.

“Hm, memangnya ada yang salah? Aku hanya tidak mau membantah.”

“Maksudmu?” dahi Gadis Jung itu mengerut, obsidiannya memancarkan ribuan tanya atas ungkapan Jaehyun barusan.

“Kupikir-pikir, ini adalah kali pertama kita adu mulut. Sebenarnya aku enggak nyaman kalau hal semacam itu ada di hubungan kita. Kalau kau tidak suka, berarti aku sudah melakukan kesalahan. Aku tidak perlu memperpanjangnya lagi, kan?” jelas Jaehyun yang diakhiri dengan lentikan bahu.

“Yunoh… maksudku bukan begitu.” Chaeyeon mengerucutkan bibir.

“Maaf, ya…” Jaehyun kembali mengucapkan hal yang membuat hati Chaeyeon diselimuti rasa bersalah.

“Yunoh…” air mata pun lolos dari pelupuk tanpa pernah Chaeyeon rencanakan sebelumnya. Melihat itu, Jaehyun pun langsung panik. Untung saja area kandang kelinci itu merupakan spot yang sepi, jadi ia tak perlu merasa takut dicurigai telah berbuat hal yang macam-macam pada Chaeyeon.

“Kok malah menangis, sih, Chae? Aku salah lagi?” Jaehyun menyentuhkan tangannya ke lengan Chaeyeon. Melongokkan kepala untuk melihat wajah si gadis yang tengah dilinangi air mata.

“Maafkan aku… aku jahat, ya? Padahal, kan, kau cuma ingin agar hubungan kita tidak lagi ditutupi. Tapi aku malah tidak menghargai usahamu. Maafkan aku.” ucap Chaeyeon sambil merengek. Jaehyun pun segera membawa gadis itu ke dalam dekapannya, mengelus surai sepinggang sang kekasih dengan penuh rasa sayang.

“Kau enggak salah, kok… pokoknya, aku akan berusaha menjadi kekasih yang selalu membuatmu nyaman. Kau akan selalu menjadi prioritasku.” ujar Pemuda Jung itu bagai semilir angin musim semi yang berdesir dan menyejukkan hati Chaeyeon.

Gadis itu pun mendongak, berusaha menatap wajah pria kesayangannya tersebut dengan wajah yang kembali berseri—meski pipinya masih dibahasahi air mata.

“Terima kasih…” ucapnya sambil tersenyum teduh.

“Sama-sama…” harusnya Jaehyun cuma perlu berkata seperti itu dan mengendurkan pelukan mereka karena bel masuk akan segera berbunyi. Namun ia malah curi-curi kesempatan untuk melakukan hal yang sangat ia sukai. Bermain-main dengan hidung Chaeyeon menggunakan hidungnya. Tolong ingatkan Jaehyun agar ia bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal lebih karena mereka masih berada di lingkungan sekolah.

~ E N D ~

Entah ada angin apa mendadak punya ide untuk bikin kisah ini (((((dan jangan ingatkan tentang hutang Introvert Squad yang belum aku update padahal udah janji bakalan ASAP))))). Karena sejatinya diriku pun masih enggak lega kalo belum nulis scene di mana hubungan mereka akan diketahui satu sekolah.

Dan puji syukur di otakku masih ada beberapa ide. Yasshh doakan aku enggak males nulis scene pas fansnya Jaehyun makin brutal ngebully Chaeyeon. Huuuu aku rindu sekali sama couple ini >,< moga ada momen mereka di konser Vietnam nanti biarpun cuma saling kasih salam please 😥 makasih yang sudah mau baca, jangan lupa komen yaaaaaa ^^

3 thoughts on “[Vignette] No Longer A Secret

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s