[Chaptered] Introvert Squad (6B화)

minimalist-texture-littledr3ams-3

“Introvert Squad” by Mingi Kumiko

 Taeyong, Jaehyun, Sejeong, and Chaeyeon  friendship, school life, romance  PG-13 

Note : cerita ini mengandung unsur bromance

Kenapa aku baru menyadari kalau SMA Monzen memiliki bidadari yang sangat cantik saat sedang tertawa?

Previous Chapter
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6A

.

.

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan musim panas. Karena telah terbiasa bangun siang selama liburan, aku jadi lupa kalau harus bangun lebih pagi agar tak terlambat ke sekolah. Bodohnya aku karena tak memasang alarm kemarin malam sehingga kali ini aku dengan terpaksa harus berlari tunggang-langgang menuju kelas. Semoga kali ini Hanbin Ssaem—guru yang mengisi jam pertama—belum sampai kelas sehingga aku bisa masuk dengan selamat.

 

Aku hanya perlu menaiki beberapa anak tangga dan setelah itu aku pun sampai di kelas. Namun karena terlalu bersemangat berlari, aku pun hampir menabrak seseorang. Untungnya kelembaman pada tubuhku dapat bekerja dengan sempurna. Langkahku terhenti, begitu pula dengannya.

 

Kami saling bersitatap, namun itu tak berlangsung lama. Gadis itu dengan cepat menundukkan kepala. Ia tetap diam di situ, seakan membiarkan aku memilih jalur mana yang harus kulewati untuk melanjutkan langkah—kanan atau kiri. Yang kupikirkan sekarang hanyalah bagaimana cara agar bisa sampai kelas sesegera mungkin. Sebenarnya aku merasa bersalah, sih, karena telah mengganggu jalannya. Tapi nanti sajalah kupikirkan cara meminta maaf padanya.

.

.

Setelah bertanya pada teman sekelasku tentang gadis yang tadi pagi kutemui (karena aku tak tahu namanya jadi aku hanya mengajukan pertanyaan berdasar ciri-ciri fisiknya—tingginya sedang, lumayan kurus, berambut sebahu, berponi, dan matanya lumayan besar) aku pun akhirnya mengetahui identitas gadis itu. Namanya Kim Se Jeong dan dia seangkatan denganku. Kelasnya berada di sebelah timur gedung. Pantas saja aku tak pernah melihat dia sebelumnya.

 

“Duh, kenapa aku harus ikut denganmu, sih? Ada apa sebenarnya?” oceh Jaehyun— sahabatku—karena aku telah secara sepihak menariknya untuk menemaniku menuju lapangan. Kudengar jam terakhir adalah jadwal kelas di ruang 201—yang merupakan kelasnya Kim Se Jeong—berolahraga. Jadi kuputuskan menemuinya sekarang untuk minta maaf.

“Begini, tadi pagi aku hampir saja terlambat. Jadinya aku berlari saat menuju kelas dan hampir menabrak seseorang. Setelah bertanya ke sana-sini aku dapat informasi kalau nama gadis yang barusan aku tabrak adalah Kim Se Jeong.”

“Lalu?” Jaehyun menaikkan sebelah alisnya pertanda heran.

“Aku ingin minta maaf padanya.”

“Karena dia mengizinkanmu lewat begitu saja tanpa marah-marah?”

That’s it!” ibu jariku teracung, mengiyakan terkaan Jaehyun.

“Kau berlabihan, man…”

“Berlebihan bagaimana? Aku baru saja melakukan kesalahan, jadi wajar, kan, aku minta maaf? Kalau ternyata dia enggak bisa lupa dengan kejadian tadi pagi bagaimana? Kemudian dia kesal padaku. Aku tidak mau itu sampai terjadi.”

 

Ucapan panikku disambut oleh embusan napas kasar Jaehyun.

“Coba pikir, kalau aku jadi dia… maka dengan begitu mudahnya aku akan melupakan kejadian itu. Lagi pula, apa pentingnya, sih, dendam pada orang yang tidak sengaja hampir menabrak? Sekarang bayangkan kalau kau sampai menemuinya dan dengan polosnya minta maaf, yang ada dia akan mengiramu cowok aneh!” kelakar pria bersurai kecoklatan itu.

“Oh, begitu, ya…” pipiku menggelembung pertanda kecewa. Benar juga, kenapa aku harus memikirkan kejadian itu sampai begitu dalam? Sedangkan, boleh jadi pihak lain yang terlibat dalam insiden kecil itu hanya menganggapnya sekedar angin lalu.

 

Dasar Lee Taeyong bodoh!

 

“Aku jadi curiga…, kau melakukannya bukan tanpa alasan, bukan?” celetuk Jaehyun yang dibalas dengan sorotan tajam olehku. Apa maksudnya? Aku sungguh tidak mengerti.

“Kau naksir, ya, sama dia?” godanya seraya menyenggol lenganku. Wajahnya mulai menyiratkan ekspresi aneh yang susah didefinisikan.

“Mengenalnya saja aku tidak… bagaimana bisa kau berpikir kalau aku menyukainya?” sanggahku.

“Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa cinta pada pandangan pertama itu benar adanya, Tae! Awalnya jatuh dari mata, lalu turun ke hati.”

 

Aku lantas mengedarkan pandang ke muka. Di mana beberapa murid tengah melakukan pemanasan sebelum mereka memulai aktivitas fisik yang berat. Tertangkap olehku sosok yang amat bersinar. Wajah konyolnya ketika sedang meregangkan otot-otot itu. Jaehyun tak jemu menemaniku memperhatikan sosoknya. Kenapa baru sekarang aku menyadari kalau SMA Monzen memiliki bidadari yang sangat cantik dan lucu saat sedang tertawa? Kemana saja aku selama ini?

 

Di hari pertama masuk sekolah setelah liburan musim panas, tepat ketika jam terakhir berlangsung, pada saat itulah aku jatuh cinta padamu, Kim Se Jeong…

~ TBC ~

Maaf apabila chapter ini kelewat pendek. Soalnya kan ini pakai sudut pandang orang pertama which is berbeda dari biasanya yang pakai sudut pandang orang ketiga. Dan aku enggak sreg kalo di satu chapter terdapat lebih dari satu sudut pandang /kemudian ditimpuk

Dan kabar buruknya, lanjutan dari chapter ini bakal sedikit lama terbit sehubungan dengan publishing FF “Write Your Mythology” secara bergilir. Tapi janji, aku bakalan bikin chapter 7 jadi lebih panjang, kuusahakan sangat panjang malah :v Selamat menunggu pengumuman semuanya ^^ Jangan lupa tinggalkan jejak ya ~

Advertisements

17 thoughts on “[Chaptered] Introvert Squad (6B화)

  1. Iki ceritane Flashback gitu to Mbaa? :””””” hhmmm Lee Taeyong itu masalah kecil dibesari-besarin dah. Bilang aja kalo mau kenalan :”. Akal bulusmu sungguh, Mas.

    Uhh nic mba ❤❤ next 😘

    Btw, Happy Anniv buat blog ini ya 🎉 Makin rame, makin berkembang kedepannya. Anniv NCTFFI sama kek B’day ku.😳
    Pokoknya Happy 1st Anniversary NCTFFI ❤

    Liked by 1 person

    • iyooo iki flashback, engga bingung kan yo? hehehe
      iya lee tae yong orangnya emang parnoan, harap maklum XD
      weeehhh difff… berarti sekarang kamu lagi ultah? wahhh engga beda jauh nih harinya sama Tasya ~~ HBD ya, semoga makin cantik, makin pinter, bisa membanggakan orang tua, sukses selalu, WYATB pokoknya ^^
      makasih udah baca dan komen 🙂

      Liked by 1 person

  2. Kak kurang panjang 😭😭😭
    Taeyong baperan banget, muka sangar hati peri wkwk
    Chapter selanjutnya jangan lama-lama ya kak, nanti aku kangen Jaenya 😂

    Like

    • emang, muka samael hati tinkerbell kalo si tiway mah XD]
      huhuuuu sayang sekali tapi sepertinya memang akan lama, list FF myth banyak sekali yg harus dipost, baca itu aja dulu, keren2 looohh!! ❤
      makasih udah mau baca dan komen, semoga sabar menunggu 😀

      Like

  3. Allahu akbar lailahailallah…. Kenapa Tae rada alay gini ya :” Kalo aku jadi Jaehyun, aku pasti bakalan jitak kepalanya sambil bilang “Plis jangan lebay. Lo tuh cowok, bro!” *disambit Taeyong*

    HAHA nggak nyangka Tae baperan untuk ukuran cowok bertampang samurai -_- Unyuu banget tau gak sih. Segitu amat sama Se Jeong. Ada yg cemburu nih -_- *angkat tangan*

    Btw ini flashback ya? Aku awalnya bingung kenapa tiba2 ganti sudut pandang, tulisannya di italic lagi :v Pas baca Author Note-nya baru sadar 😀 😀 😀 DAN KENAPA INI PENDEK SEKALI???????? Sumpah kenapa kak Lel suka bikin aku penasaran sih, aku kepoan soalnya :v *gk nanya*

    Oke deh, ditunggu lanjutannya ya kak ❤ Pokoknya kalo bisa jangan lama2      *kabur sama Mark*

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s