[Ficlet] His Fault

project-26-1

His Fault

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff, Friendship, Comedy

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

==========

Ran dan Akira pindah ke desa di pinggiran Osaka—berbatasan dengan Hyogo, awal tahun pelajaran lalu saat Ran memasuki SMA. Saat itu Akira sudah lulus SMA dan menjadi pengurus kuil tempat kakeknya tinggal dan mempelajari banyak hal tentang menjadi Imam di sana. Ran tidak begitu karena Akira melarangnya, Akira ingin Ran tetap terus belajar dan meraih cita-cita, sebagai gantinya Akira yang akan mengambil alih kuil dan menjadi penerus keluarga Nikaido di sana.

Ran tidak terlalu mempermasalahkan itu, tapi belakangan Ran merasa dirinya terlalu dimanja oleh Akira. Dari sana kisah Ran dengan seorang pemuda Nakamoto bermula.

Ran yang awalnya dilarang ikut campur mengurus kuil akhirnya bisa ikut membantu untuk sekedar bersih-bersih setelah perdebatan panjang dengan Akira. Tugas Ran tidak banyak, hanya menyapu halaman dan mengepel bagian luar kuil. Sisanya Akira yang mengurus.

Hari itu selang beberapa hari Ran bisa ikut bantu-bantu di kuil Ran bertemu dengan pemuda itu. Nakamoto Yuta, teman sekelasnya, laki-laki incaran banyak perempuan. Ran tidak begitu paham alasannya, tapi mungkin karena wajah yang cukup tampan dan sifat mudah bergaulnya dia menjadi kesayangan banyak orang. Dia disana, di kuil yang diimami kakeknya, sedang berdoa untuk dirinya.

Ran pikir itu adalah doa yang begitu penting, jadi acara menyapunya ia hentikan sesaat untuk menghormati, tapi begitu mendengar, “Semoga ulangan Matematika besok dibatalkan.” Urat syaraf Ran menegang.

Laki-laki itu bodoh dan sangat bodoh.

“Doa seperti itu tidak akan dikabulkan oleh dewa.” Dia menoleh. Terlihat cukup kaget. “Dari pada mengharap hal seperti itu lebih baik sekarang cepat pulang dan belajar untuk besok.”

“Oh, kau Nikaido Ran, kan? Apa yang kau lakukan disini?”

Dia bodoh dan Ran yakin tentang itu.

“Seperti yang kau lihat aku sedang menyapu.”

“Kau tinggal di sini?”

Ran tidak menjawabnya.

“Wah, kebetulan sekali. Kita belum pernah mengobrolkan?”

Satu alis Ran naik.

“Apa kau seorang ‘Gadis Suci’?”

Ran hanya menggeleng.

“Heeh, baguslah. Lalu apa hubunganmu dengan kuil ini?”

“Dari pada itu, lebih baik kau—,”

“Aku akan pulang kalau kau mau memberikanku kontakmu.”

Sejak hari itu Yuta terus datang ke kuil dan mengganggu setiap ketemu. Di sekolah beberapa kali dia mendekati Ran, tapi Ran mengabaikannya. Ran tidak punya pilihan lain selain memberikannya kontak yang dia minta. Tapi bukannya tenang, Yuta justru lebih sering menganggunya. Dari bangun tidur sampai waktunya tidur lagi.

“Berhenti mengirim pesan tidak penting.”

“Pesan tidak penting? Yang mana?”

Tangan Ran terkepal menahan amarah. Kalau tidak ingat ini sedang di kelas Ran pastikan akan membentaknya, kalau perlu memakinya. Tapi akal sehat Ran memilih untuk diam dan kembali mengabaikannya. Kalau terus diabaikan dia mungkin akan menyerah. Tapi Ran salah.

“Asal kau tahu, semakin kau mengabaikan aku, semakin aku ingin menganggumu, Ran.” Begitu bisiknya sebelum meninggalkan Ran untuk kembali ke kerumunan yang tercipta untuk Nakamoto Yuta di kelas itu.

========

Ran tidak tahu harus bagaimana menangani Yuta, tapi belakangan memang dia semakin menganggu. Akira sampai hapal padanya karena sering datang untuk berdoa di kuil dan menyapa Ran—walau lebih sering Ran abaikan.

“Ran, dia penggemarmu, ya?” Akira berbisik sambil melirik pada Yuta yang lagi-lagi datang untuk berdoa.

Ran yakin itu hanya doa tidak penting seperti waktu itu. Bedanya sekarang dia tidak menyuarakan doa bodohnya seperti waktu itu. Entah itu kemajuan atau kemunduran, Ran tidak begitu perduli. Dari pada menontonnya berdoa Ran lebih ingin pergi dari sana agar tidak tertangkap oleh mata laki-laki itu, tapi

“Ran!” sayangnya Ran telat.

Dia mendekat memberi salam pada Akira dan menyapa Ran sekali lagi. Senyum lebar di wajahnya benar-benar sesuatu, Ran sampai tidak bisa mengabaikannya.

“Omong-omong, Ran, kakak ini siapa?”

“Oh, aku kakak laki-lakinya Ran. Namaku Akira. Kalian teman?”

“Iya, kami teman sekelas. Kakak laki-laki ya? Kupikir kekasihnya Ran.”

“Haha, sudah banyak yang bilang seperti itu.”

Tanpa sadar keduanya tiba-tiba saja akrab dan itu semakin menyulitkan Ran lepas dari Yuta. Setiap kali datang Yuta selalu berusaha menemui Yuta dan mengulur waktu untuk tetap di kuil lebih lama. Ran tidak begitu suka dengan cara Yuta, tapi Akira benar-benar menikmatinya. Karena tidak banyak laki-laki sebayanya, Akira lebih banyak kenal orang tua dan jarang main. Ran jadi tidak tega kalau harus menyela obrolan asik Akira dengan Yuta.

Sampai akhirnya Ran tidak sengaja mendengar obrolan mereka di pintu kuil saat Ran sedang menyapu halaman kuil.

“Sebenarnya apa, sih, permohonanmu pada dewa? Setiap hari datang untuk berdoa, sepertinya itu hal yang sangat penting.”

“Sangat memang. Aku ingin seorang gadis lebih memperhatikanku dan tidak menghindariku.”

“Hahaha, kau serius? Rasanya seperti bukan Yuta saja.”

“Aku juga tidak tahu kenapa, tapi aku rasa hanya dewa yang mampu membantuku agar aku bisa lebih dekat dengannya.”

Setelah itu entah kenapa jantung Ran terus berdebar keras tanpa bisa Ran tenangkan. Kepala Ran rasanya hanya terisi oleh nama Yuta, ingin tahu lebih banyak lagi tentang Yuta. Ran sampai tidak bisa konsentrasi di sekolah, matanya terus tertuju pada Yuta saat laki-laki itu tidak sadar akan kehadirannya.

Ran tidak mau mengakuinya, tapi dia tahu gadis yang Yuta maksud itu adalah dia.

Sekarang Ran tidak tahu harus seperti apa dia di hadapan Yuta. Harus bagaimana dia saat melihat Yuta. Segalanya jadi serba salah.

“Ran, kenapa bersembunyi di sana? Ayo kembali ke kelas.”

“Kalian duluan saja.”

Ini salah, Ran tahu itu. Tapi melihat Yuta dengan perempuan lain membuat Ran lebih penasaran.

“Yuta, belakangan kau sering sekali mampir ke kuil dekat stasius ya?”

“Ah, iya.”

“Berdoa untuk mempertahankan ketampanan?”

“Hahaha, bisa saja. Tidak kok, aku kesana untuk menemui seseorang.”

“Shuu~ siapa? Orang yang kau suka?”

“Bisa dibilang begitu.”

Dewa, sekarang Ran benar-benar bingung harus bagaimana menghadapi Yuta. Salahnya memang menguping seperti ini, tapi salah Yuta juga karena mengatakan hal seperti itu. Sejak awal memang salah Yuta, karena doa bodoh Yuta waktu itu, karena Yuta yang datang ke kuil tempat tinggalnya, karena Yuta, semua karena Yuta yang mulai.

“Ran sedang apa berdiri disitu?”

“Ah, tidak kok. Aku ke kelas dulu.”

“Oi, Ran tunggu dulu.”

======

======

[1] Image Pic : Zutto mae Kara Suki Deshita Character.

[2] Project 26 itu project yang aku buat tahun lalu untuk merayakan ulang tahunku sendiri (niatnya ulang tahu Yuta juga, tapi tahun lalu aku nggak bisa buat untuk Yuta karena beberapa alasan). Project ini sama saja kaya Project One Day One Fic, tapi aku hanya buat dari tanggal satu sampai tanggal dua puluh enam. Tahun lalu tema yang aku ambil Wonwoo and My OC, tapi tahun ini aku ambil tema dengan couple kesayanganku, Yuta-Ran Love Story.

[3] Nantinya dari tanggal satu ini sampai tanggal dua puluh enam aku akan mempublis fanfik Yuta dan Ran yang tidak saling berhubungan. Semuanya bersifat Oneshot—langsung selesai. Ada lanjutan atau tidak nanti, tunggu sampai Dewa Yuta mau kasih hidayah untuk nulis tentang dia lagi.

[4] Sebagian besar inspirasi fic di project ini berasal dari anime movie Zutto mae Kara Suki Deshita, MV lagu-lagu HoneyWorks, dan banyak anime—yang nggak mungkin judulnya aku sebut satu-satu.

[5]Imam dikuil itu maksudnya semacam pendeta yang memipin kuil itu. Kalau ‘Gadis Suci’ itu semacam pendeta perempuan yang harusnya masih gadis dan perawan.

[6] Segitu aja dariku sekarang.

[7] Febby pamit~~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s