[Ficlet] It’s (not) Good Timing

project-26-2

It’s (not) Good Timing

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0

Kalau harus diingat ulang, cerita antara Yuta dan Ran dulunya cukup sederhana. Mereka teman sejak SD dan baru dekat saat SMP—karena Ran yang memilih untuk jadi manajer tim sepak bola.

Dari sana, Yuta yang kebetulan langsung masuk tim inti di kelas satu jadi banyak mengobrol dengan Ran. Di kelas dua mereka menghabiskan dua tahun di kelas yang sama sampai kelas tiga.

Cukup dekat untuk memutuskan memilih SMA yang sama dan kemudian terjebak dengan hubungan bukan-teman-biasa-tapi-bukan-pacar-juga.

Sampai akhirnya Yuta menyatakan perasaannya di akhir musim panas tahun pertama mereka di SMA dan berlanjut menjalin hubungan hingga sekarang—sudah hampir dua tahun, semua adalah kisah percintaan umum yang mungkin terjadi di banyak tempat juga.

Yang istimewa dan berbeda adalah saat Yuta menyatakan perasaannya. Waktu yang Yuta pilih (mungkin) kurang tepat.

Itu adalah hari dimana seharusnya Ran mengajukan proposal keikutsetaannya dalam OSIS.

—————

“Ada apa?”

“Aku minta waktumu sebentar, bisa kan?”

Ran yang ditarik paksa ke sana hanya bisa diam. Malas memberi jawaban sebenarnya.

Masalahnya mereka baru saja bertengkar dua hari lalu, dan itu karena keinginan Ran bergabung dengan OSIS. Yuta menolak keinginan Ran itu dan mereka betengkar. Saat itu Ran sempat mengatakan hal yang cukup (sangat) sensitif dalam hubungan mereka.

“Apa perdulimu? Kau memang teman baikku, tapi jangan besar kepala dulu karena itu. Kau tidak berhak melarangku mengikuti organisasi apapun yang aku mau di sekolah ini. Kau bukan saudara atau kekasih—yang bisa melarangku ini-itu, tolong diingat!”

Berkat kalimat panjang bernada marah itu Yuta uring-uringan dua malam dua hari.

Kekasih.

Satu-satunya status yang bisa Yuta raih agar bisa memiliki hubungan lebih dengan Ran adalah menjadi kekasihnya.

“Aku tahu ini sedikit egois, tapi tolong dengar baik-baik.”

“Hm.”

“Maaf tentang dua hari lalu. Aku terbawa emosi, tapi itu juga karena kau tidak mau mendengarkanku.”

“Aku sudah bilang—“

“Aku tahu, Ran. Kita hanya teman, aku tidak punya hak melarangmu ini-itu. Aku tahu … tapi aku tetap ingin melarangmu. Ini tahun pertama kita di SMA dan kau tidak bergabung dengan tim sepak bola seperti sebelumnya. Entah kenapa … em, bagaimana aku harus mengatakannya, ya?”

“Apa? Yang jelas, dong!”

“Aku takut.”

“Ha? Kau? Takut pada apa?”

Yuta ingat betul hari itu tidak begitu panas tapi keringat yang keluar dari tubuhnya sangat banyak.

“Em, bukan takut sebenarnya.”

“Lalu?”

“Apa ya? Cemas, atau khawatir mungkin.”

Ran berdiri di hadapannya sambil menatap bingung Yuta yang tiba-tiba jadi begitu aneh di matanya. Gadis itu benar-benar tidak paham arah pembicaraan mereka—di awalnya.

“Aku pernah bilangkan sebelumnya, aku ingin kau ada setiap kali aku bertanding. Aku ingin kau mendukungku. Tapi kalau kau tidak masuk klub sepak bola dan malah bergabung dengan organisasi lain, kau belum tentu bisa datang di pertandinganku.”

“A-aku masih bisa meluangkan waktuku untuk itu. Aku janji akan datang mendukungmu walau tidak duduk di sisi lapangan lagi.”

“Tidak. Kau tidak akan bisa, Ran.”

“Ha? Tahu dari mana, kita bahkan belum menjalaninya.”

“Aku tahu. Aku tahu. Kita tidak akan seperti dulu lagi.”

“Tunggu, Yuta. Kenapa kau jadi aneh seperti ini? Apa salahnya kalau kita tidak di satu klub yang sama? Kita toh masih di satu sekolah yang sama, masih bisa berangkat dan pulang bersama.”

“Ran, kau masih belum paham juga ya?”

“Ha—tunggu, kau terlalu dekat. Yuta, to-tolong mundur, a-aku—“

“Kenapa? Kau gugup? Takut?”

“Yu-Yuta!”

“Dengar ya, Ran. Aku memang egois dan karena itu aku tidak mau kau sibuk di tempat lain lalu melupakanku.”

Yuta merampas proposal di tangan Ran dan merobeknya. Membuangnya sembarangan.

“Apa yang kau lakukan!”

“Ran, jadilah kekasihku.”

“Ha? Gila kau ya?”

“Aku serius! Aku justru bisa benar-benar gila kalau kau menolak.”

“Setelah merusak proposalku? Yang benar saja! Minggir, aku harus membuat ulang proposakku.”

“Ran, tunggu dulu.”

“Apa lagi?”

“Aku minta maaf.”

“…”

“Aku benar-benar minta maaf untuk keegoisanku ini. Tapi kumohon, aku terlalu takut jauh jarimu.”

“…”

“Ran.”

“…”

Gadis itu mengerti arah pembicaraan mereka—pada akhirnya.

Sambil tersenyum dia melepas tangan Yuta yang menahannya. Mendekat dan memungut proposal sobek yang Yuta buang sembarangan.

“Baiklah.”

Rasanya jantung Yuta waktu itu sempat berhenti.

“Aku mau menjadi kekasihmu, aku juga tidak akan ikut OSIS tahun ini, sebagai gantinya aku akan ikut klub drama.”

Yuta hampir memprotesnya, tapi Ran lebih dulu melanjutkan. “Tidak ada tawar-menawar lagi.”

Tapi pada akhirnya sepanjang tahun setiap kali ada pertandingan penting Ran tidak bisa datang mendukung Yuta. Bukan karena klub drama, kebanyakan karena gadis itu kelelahan dan jatuh sakit.

————

“Maaf-maaf.”

“Sudahlah, lebih baik kau kembali ke kamarmu saja.”

“Jangan marah.”

“Marah juga percuma, tidak ada yang bisa aku marahi.”

“Hehe, makanya aku minta maaf.”

“Hm-hm.”

“Aku akan mendoakanmu dari sini. Jadi pastikan saat pulang nanti kau membawakan cerita tentang kemenanganmu.”

“Hm.”

“Semangat, Yuta!”

“Kau juga, cepat sembuh. Tugas ketua OSIS itu banyak, tahu?”

“Aku tahu.”

“Ya sudah, aku pergi.”

“Hati-hati.”

Dan itu masih terus berlanjut sampai saat ini. Ran hampir tidak pernah datang menonton pertandingan resmi Yuta dan tim sepak bola sekolah. Gadis itu lebih sering sibuk di ruang OSIS dengan tugas-tugasnya atau di kamarnya karena kelelahan dan sakit.

——————

——————

[1] Image Pic : Zutto Mae Kara Suki Deshita Character

[2] Inpirasinya berasal dari seorang teman yang sibuk banget ngurus karir dan akhirnya malah ditikung sama si pacar. Nggak tau kenapa bisa jadi kaya gini, intinya begitulah.

[3] Febby pamit~~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s