[Write Your Mythology] Acta Est Fabula

q

Acta Est Fabula

by Heybabble

Lelaki yang merupakan anak dari pemelihara laut—orang-orang yang bekerja menyelamatkan spesies laut—kini sedang menggerutu melihat laut yang sudah seratus persen berubah menjadi lumpur.

Jaemin beberapa jam yang lalu mendapat mandat dari sang ayah, untuk menggantikan tugasnya sementara.

“Ah, kenapa orang-orang di masa lalu melakukan hal keji seperti ini? Tidakkah mereka berpikir ini sangat menyusahkan orang di masa depan?” Jaemin menggeleng. Ia bahkan hampir tidak percaya bahwa laut dulunya berwarna biru. Jika saja ia tidak melihat video-video seribu tahun yang lalu.

Jaemin menyipitkan mata ketika melihat makhluk yang sedang berenang-renang di antara limbah pabrik yang sudah mencampuri hampir seluruh air laut. Mata lelaki berumur tujuh belas itu tertuju pada makhluk yang kini menampakkan kepalanya di permukaan laut.

Makhluk aneh itu berhasil membuat rahang bawahnya terjatuh, dan mata membulat sempurna.

Makhluk aneh itu kepalanya berbentuk manusia. Rambutnya panjang. Wajahnya cantik, kalau bisa Jaemin bilang. Tapi kecantikkannya redup karena tidak ada sinar kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Matanya sayu. Makhluk itu menatap mata Jaemin dalam-dalam, seolah memikirkan sesuatu.

Lelaki yang kaget setengah mati itu, berusaha mengendalikan diri. Ia sejak tadi menampar-nampar pipinya, memastikan apakah yang ia lihat hanya mimpi. Percuma. Setelah berulangkali menampar, rasanya sakit. Di hadapannya pun, tetap ada makhluk aneh—menurut dongeng yang ia baca waktu kecil namanya putri duyung.

Sungguh, saat kecil lelaki itu tidak pernah percaya dengan keberadaan makhluk tidak masuk akal iitu. Tapi faktanya, sekarang ia melihatnya. Bahkan makhluk itu menatap matanya!

“Apakah Alexander masih hidup?”

Kedua alis lelaki itu bertaut ketika mendengar makhluk itu bersuara. Lalu, siapa pula Alexander? Apakah maksudnya Alexander Graham Bell? Atau Alexander siapa? Yang mana?

Jaemin hanya menganga mendengar pertanyaan yang diajukan. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.

“Apakah Alexander masih hidup?”

Astaga, makhluk itu bertanya lagi.

Kini makhluk itu mengetok kaca transparan kapsul—sebuah kendaraan yang berbentuk kapsul dan bisa berjalan di darat, laut, maupun udara—milik Jaemin.

Lelaki itu tidak tahu harus berbuat apa. Ia akhirnya mengambil sesuatu dari dalam sakunya, membuka kaca bagian atas kapsul, menjulurkan tangannya keluar, lalu menyemprotkan sesuatu ke makhluk itu.

***

“INI GILA INI GILA INI GILA!” Jaemin berjalan bolak-balik di ruang kerja Ayahnya.

Omong-omong soal putri duyung itu, kini ia tergeletak tak berdaya di atas tempat tidur yang ia masukkan ke dalam kotak kaca yang besar. Takut-takut si putri duyung tiba-tiba sadar dan merusak segalanya.

Ah, ternyata dongeng itu benar. Bahwa ekor putri duyung ketika di darat, berubah menjadi kaki. Sama seperti manusia.

“KAU LIHAT KAN? WAKTU DIA MASIH BEREKOR?”  teriak Jaemin pada temannya yang terlihat sedang berpikir sembari memandangi Jaemin mondar-mandir.

“MARK! JAWAB AKU!”

“Iya, aku melihatnya,” jawab lelaki yang lebih tua setahun dari Jaemin.

Lelaki yang sejak tadi mondar-mandir itu, kini berhenti. Ia memandang Mark dengan wajah bingung, “Apa yang harus aku lakukan?”

Mark berusaha berpikir. Tapi lelaki itu tidak memiliki ide apa pun saat ini. Ia benar-benar bingung sekaligus heran, bagaimana bisa ada makhluk seperti itu di dunia ini? Selama ini, ia pikir itu hanyalah sebuah dongeng yang tidak nyata.

“Bagaimana jika dia bangun? Lalu menghancurkan tempat ini? Oh, astagaaa.”

“Tapi setahuku, putri duyung akan jatuh cinta pada manusia yang pertama kali ia temui di darat. Dan itu berarti kau, Jaemin!” Mark menunjuk Jaemin dengan semangat.

Yang ditunjuk memutar bola mata.  Ia benar-benar tidak mengerti bagaimana jalan pikiran temannya yang satu ini. “Astaga, itu hanya dalam kisah romansa!”

“Yah, kau tidak akan tahu bukan? Cinta bisa datang kapan saja!”

Jaemin mengerutkan dahinya, “HA?” ia benar-benar heran dengan jalan pikirannya Mark. Di saat begini, bisa-bisanya dia menyebutkan soal cinta? Yang benar saja?! Sungguh, keberadaan lelaki itu tidak berguna sama sekali. Seharusnya, tadi ia tidak menghubungi Mark.  Mungkin keadaan akan lebih baik jika ia menghubungi Donghyuk terlebih dahulu. Ah, sial. Dia salah.

Pintu terbuka.

Jaemin sedikit lega ketika melihat siapa yang masuk.

“Apa yang terjadi?” Donghyuk masuk. Yang pertama kali ia lihat adalah sebuah kotak kaca yang besar, dan di dalamnya ada seorang gadis yang sedang berbaring lemah tak berdaya.

Jaemin menceritakan semuanya. Kecuali bagian dialognya dengan Mark, tentu saja.

Donghyuk terlihat sedang berpikir. Beberapa menit kemudian, ia menjetikkan jarinya. “Bagaimana jika kita pindahkan saja ke laut buatan?”

Ini tahun tiga ribu tujuh belas. Di mana laut benar-benar kotor karena ulah manusia, lalu manusia kini membuat laut buatan. Untuk menyelamatkan sisa-sisa spesies laut yang masih bisa diselamatkan.

“Ide bagus! Kenapa aku tidak kepikiran itu sema sekali?” Jaemin kini bersemangat. Rasa paniknya seratus persen hilang dalam sekejap.

“Hei,” Mark bersuara. “Putri duyung itu bangun.”

Makhluk itu mengetok-ngetok ruangan kaca itu.

“Apa Alexander masih hidup?”

Pertanyaan yang sama. Sudah ketiga kalinya. Bodohnya, Jaemin sama sekali belum mencari info soal apa pun mengenai Alexander. Sejak tadi, ia panik. Ia sama sekali tidak bisa berpikir jernih.

Donghyuk dan Mark menoleh pada Jaemin. Dari wajahnya, mereka seolah bertanya siapa-itu-Alexander dan hanya dijawab dengan dua bahu yang terangkat.

Makhluk itu kini terlihat marah. Tunggu, sekarang putri duyung itu berubah. Tubuhnya semakin lama semakin besar, rambutnya yang semula indah kini tiba-tiba saja berubah jadi ular. Wajah cantiknya berubah seratus persen. Bukan hanya itu, kotak kaca itu kini pecah berkeping-keping. Untung saja langit-langit ruang kerja milik ayah Jaemin itu tinggi. Sehingga makhluk aneh itu tidak merusak langit-langit.

Ketiganya saling pandang. Gemetar. Apalagi Jaemin. Posisinya paling dekat dengan makhluk aneh itu. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ingin menjerit, tapi bahkan ia tidak mampu untuk melakukannya. Ingin rasanya mengambil sesuatu yang bisa dijadikan senjata, tapi sayang terlalu jauh.

Tangannya tidak sanggup untuk menjangkau benda itu.

Jaemin memutar otak. Astaga, ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Pikirannya benar-benar kosong saat ini.

Makhluk aneh itu kini menatap Jaemin. Ia seolah meminta jawaban dari pertanyaan yang ia ajukan. Jaemin harus menjawab apa? Ia benar-benar tidak tahu. Keringatnya bercucuran. Ia lalu memejamkan mata, pasrah saja dengan apa yang akan terjadi. Mungkin jika hidupnya akan berakhir sebentar lagi.

Satu. Dua. Tiga.

Sekarang hampir tidak ada jarak antara Jaemin dengan makhluk aneh itu. Ia hampir pingsan.

“Alexander masih hidup. Dia masih berkuasa,” ucap Donghyuk tiba-tiba. Berhasil membuat Jaemin melotot ke arahnya, dan sukses membuat Mark pingsan.

Baguslah. Setidaknya Donghyuk yang akan menjadi korban dari makhluk aneh itu. Bukan dia. Tapi, bagaimana jika makhluk itu mengamuk dan menghancurkan seluruh isi tempat ini? Tidak, itu tidak boleh terjadi. Masih banyak spesies laut di sini yang belum Jaemin pindahkan ke laut buatan. Ia harus melakukan sesuatu!

Lelaki berjalan mundur, ingin mengambil salah satu senjata yang bisa ia gunakan—jarum suntik yang membius misalnya—untuk menyerang makhluk aneh itu.

Tapi ia mengurungkan niatnya setelah melihat apa yang terjadi.

***

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Jaemin setelah menyelesaikan tugasnya—memindahkan seluruh spesies ke laut buatan.

Donghyuk mengangkat salah satu ujung bibirnya, ia menepuk dadanya dua kali. “Karena aku pintar,” jawabnya dengan bangga. “Lihatlah makhluk itu sekarang! Ia kini terlihat cantik. Tidak seperti beberapa jam yang lalu.” Donghyuk menunjuk makhluk dengan ekor ikan dengan tubuh dan kepala manusia. Berenang-renang bersama ikan-ikan di laut buatan.

fin.

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s