[Write Your Mythology] Black Wings

img_79271

Judul                                                     : Black Wings

Author                                                  : Yehetbae

Cast                                                       : Winwin

                                                                Tokoh lain : Jaehyun (teman Winwin), Yeri (malaikat perempuan)

Genre                                                   : Myth & Greek, sub genre suspense

Rating                                                   : PG-13

Mythological Creatures & God   : Samael

BLACK WINGS

Suara roda panas yang menggesek muka aspal memecah keheningan malam. Sedetik sebelumnya, sang supir yang mengendarai sebuah mobil van membanting setir ke kanan karena delapan meter dari sana, seorang perampok tengah berlari melintasi jalanan. Di belakangnya, ada beberapa polisi yang terus memekik seraya menodongkan pistolnya, mengarahkannya pada kaki si perampok.

“Berhenti atau kutembak kau!” tegas salah satu polisi. Mobil yang baru saja mengerem itu telah menabrak marka jalan.

Si perampok tiba di tengah jalan ketika dari arah berlawanan muncul sebuah truk berkecepatan 90 km/jam. Para polisi mendadak berhenti. Setelah tau di depannya ada mobil van menghadang, truk gas itu menginjak pedal remnya dalam-dalam.

“ciiittt..” suara decitan roda pun kembali terdengar.

“BRAKKK!! “

Si perampok bertopeng membuka matanya, melihat sekeliling. Sesosok makhluk bersayap hitam menghampirinya.

“Kim Joo Won. 34 tahun. Mati karena kecelakaan,” ujar sosok berjubah itu.

“…sayang sekali, kau mati setelah melakukan kejahatan.. kau bisa saja menjadi grim reaper sepertiku nanti. Sa-lam ke-nal”. Sosok itu tersenyum.

Menjadi malaikat maut adalah aib, karena pada kehidupan sebelumnya, mereka yang menjadi malaikat maut adalah manusia yang melakukan dosa besar. Mereka adalah pembunuh, pembantai, dan para rezim jahat yang tidak bereinkarnasi.

Dan di antara sekian banyak malaikat maut, salah satunya bernama Samael Winwin. Nama sebenarnya adalah Winwin, namun kerena ia adalah satu-satunya malaikat bersayap hitam menjadikan ia dijuluki Samael Winwin. Samael merupakan nama Malaikat kematian yang sangat ditakuti.

“Wuzzz”

Malam menjelang, senja menyingsing. Di antara sunyinya pergantian hari, terdengar kepakan sayap yang sangat keras walaupun manusia tak dapat mendengarnya.

Seorang malaikat dengan raut dinginnya terbang melintasi langit-langit malam tanpa menghiraukan angin yang menusuk sayap hitamnya. Sayap yang indah namun kelam senantiasa menghiasi punggungnya. Dengan rasa menyesal, malaikat bersayap hitam itu terbang tanpa arah. Waktu menuju fajar adalah saat yang tepat untuk istirahat baginya. Hanya sedikit jiwa yang harus ia antarkan menuju alam selanjutnya.

Fajar yang hampir tiba membuat banyak malaikat segera melakukan kembali aktifitasnya. Dengan lesu malaikat maut bersayap hitam , winwin terbang menuju target selanjutnya. Seorang gadis kecil bernama Lee Hyeo Na berumur 9 tahun meninggal satu jam lagi karena kedinginan. Sayang sekali diumur yang masih muda ia harus meninggalkan dunia ini.

“Lihatlah malaikat itu. Apa ia tidak malu dengan sayap hitamnya?”

 “Huh. Angkuh sekali dia. Aku penasaran, sebenarnya apa dosa dia di masa lalu?”

“Sayap penuh dosa. Ha ha ha.”

Ejekan dari malaikat maut lain yang bersayap putih memang sudah biasa didengar oleh winwin. Winwin sebenarnya memang sudah tidak tahan dengan malaikat lain. Namun jika winwin menyerangnya, ia semakin dicap buruk oleh malaikat yang lain. Winwin menghiraukan ejekannya kali ini.

Winwin segera terbang menjauh, lebih baik melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga dewa akan memberikannya sayap yang putih. Lokasi pertamanya kali ini adalah balkon sebuah rumah.

“ Hyeo Na-a. Cepat berangkat les. Aku menyuruhmu les bukan untuk malas-malasan.” Teriak ibu Hyeo Na.

Hyeo Na tidak menjawabnya. Jika ia sudah melukis, maka ia akan sulit untuk diperintah apapun. Itu karena melukis adalah kegemarannya. Hyeo Na juga tidak ingin berangkat les karena diluar sangat dingin dengan sedikit hujan salju.Hyeo Na merasa bahwa badannya hari ini juga demam. Hyeo Na memilih melanjutkan melukisnya. Lukisan sepasang sayap putih yang terbentang indah.

“Sayap yang indah” ucap Winwin dalam hati.

“Hyeo Na! Mengapa kau tidak menjawab ibumu. Hyeo Na!” Teriak ibu Hyeo Na lagi.

“CKLEKK”

Ibu Hyeo Na segera menghampiri Hyeo Na dan mengambil lukisannya. Ibu Hyeo Na seketika merobek lukisan itu. Hyeo Na yang melihatnya hanya menangis.

“Jangan Ibu. Jangan …” Tangis Hyeo Na.

“Ikut ibu sekarang.” Ibu Hyeo Na menarik Hyeo Na menuju balkon kamar Hyeo Na. “Kau tetap disini sampai Ibu membuka pintunya” Emosi Ibu Hyeo Na sudah di puncaknya. Bahkan ia tidak memikirkan kesehatan putrinya.

Dengan udara yang begitu dingin. Hyeo Na mulai melemah dan ambruk seketika.

“Lee Hyeo Na. 9 tahun. Mati karena kedinginan.” Ucap winwin.

Hal semacam itu sudah biasa winwin hadapi dengan berbagai macam cara manusia meninggal. Namun winwin heran pada hatinya sendiri, mengapa ia tidak merasa sedih ketika melihatnya, bahkan pada kasus yang sangat tragis. Winwin berpikir bahwa malaikat maut mungkin memang diciptakan dengan hati yang keras untuk menunjang tugas mereka.

Winwin kembali terbang ke atas langit. Ia menggu untuk target selanjutnya. Di langit pada saat itu cukup sepi. Banyak malaikat yang sedang bertugas pikir Winwin. Walaupun sepi, ia menyukainya karena ia tidak akan mendengar ejekan-ejekan lagi untuk sesaat.

Hari ini Winwin berharap bertemu dengan temannya. Namanya Jaehyun, teman satu-satunya Winwin. Jaehyun memang mempunyai sifat mudah bergaul. Jaehyun juga sering menyampaikan berita-berita pada Winwin karena Winwin memilih menghindar daripada bertemu malaikat lain.

“Winwinnnn” teriak Jaehyun.

“Oh Jaehyun. Ada apa?” tanya Winwin.

“Aku ada kabar bagus untukmu. Kau bisa merubah sayapmu menjadi putih.” Ucap Jaehyun.

“Benarkah? Bagaimana bisa?” tanya Winwin sangat penasaran.

“Kau harus mendapatkan sayap yang tulus dari malaikat lain. Tapi itu hanya bisa dilakukan sekali saja. Jadi jika kau sudah memutuskan untuk melakukannya, kau harus mendapatkannya.” Jelas Jaehyun.

“Itu sedikit sulit. Tapi aku akan tetap melakukannya.”

“Ehmm … Kau yakin? Kalau begitu semangat! Aku pergi dulu, ada target yang harus ku jemput” ujar Jaehyun.

“Ya.” Jawab Winwin singkat.

Winwin terus memikirkan ucapan Jaehyun. Ia bingung harus melakukannya pada malaikat siapa. Semua malaikat lain selalu menghindarinya. Setelah berpikir sambil melamun sekian lama, tiba-tiba ia tersadar dari lamunannya karena ada yang memanggilnya, tapi itu bukan suara Jaehyun. Winwin yang penasaran segera menoleh dan melihat sesosok malaikat dengan sayap putih yang begitu indah.

“Aku harus mengantarkan daftar nama untuk besok. Jaehyun sedang sibuk tadi jadi ia menyuruhku.” Ucap malaikat itu dengan sedikit kaku dan langsung berbalik untuk pergi.

“Baiklah, terimakasih. Tunggu! Siapa namamu? Sepertinya aku belum pernah melihatmu?” ucap Winwin yang seketika membuat malaikat itu berhenti.

“Aku Yeri. Aku baru pindah dari wilayah Eropa jadi kau belum pernah melihatku. Kalau begitu sampai jumpa.” Ucap malaikat tadi yang ternyata bernama Yeri dengan pipi yang blushing.

Winwin yang sudah cukup tahu segera pergi dan melakukan tugasnya. Ada target yang harus ia cabut dalam waktu 5 menit lagi. Winwin segera bergegas karena jika ia terlambat Dewa akan marah. Setelah selesai menyelesaikan tugasnya, Winwin beristirahat sambil memikirkan malaikat yang akan ia pilih. Ia sempat berputus asa karena malaikat lain sudah pasti akan menghindarinya. Namun ada satu yang belum menghindarinya. Winwin akan melemahkan hatinya dulu baru bisa mengambil sayapnya, pikir Winwin.

Winwin segera terbang pergi untuk menemui malaikat tersebut. Kebetulan sekali, ia sedang sendirian.

“Ehm.” Dehem Winwin.

“Oh hai. Ada apa?” tanya malaikat itu kaget dan tidak bisa meyembunyikan kegembiraanya karena ada malaikat yang memanggilnya. Malaikat yang sejak pertama kali melihat ia langsung merasakan jantungnya berdetak sangat cepat.

“Apakah kau yang baru pindah dari wilayah Eropa?” tanya Winwin.

“Ya.” Jawabnya singkat dan gugup.

“Aku menyukaimu.” Ucap Winwin singkat dan tanpa ekspresi. Ia bingung harus menggunakan ekspresi wajah yang mana karena ia belum pernah mengucapkan kata itu sebelumnya.

“Apa maksudmu?” tanya malaikat itu bingung sekaligus senang sehingga ia tidak bisa menahan senyumnya.

“Aku menyukaimu.” Ucap Winwin lagi dengan ekspresi yang sama.

“Bagaimana bisa? Kita saja belum berkenalan.” Ucap malaikat itu.

“Aku tahu namamu. Yeri.” Jawab Winwin.

“Tapi aku belum tahu namamu.” Ucap Yeri dengan rasa senang yang tidak bisa ia sembunyikan.

“Winwin. Namaku Winwin. Kau sudah tahu sekarang, jadi bagaimana? Apa kau akan menerimaku?” ucap Winwin tetap dengan ekspresi datar.

“Ehmm. Aku … Aku ….” ucap Yeri dengan bingung. Jujur ia senang sekali namun ia belum mengenal Winwin lebih jauh.

“Sudah terima saja. Aku kenal dengan dia.” Sahut Jaehyun tiba-tiba.

“Baiklah.” Ucap Yeri dengan pipi yang memerah.

“Kalau begitu. Aku pergi dulu.” Ucap Winwin dan langsung terbang pergi.

“Apa maksudnya? Setelah mengatakannya ia pergi begitu saja.” Kesal Yeri.

Winwin yang sudah memilih Yeri menjadi sering-sering menemui Jaehyun untuk menanyakan cara meluluhkan hati malaikat perempuan. Winwin melakukan semua saran Jaehyun. Jaehyun yang akhir-akhir ini bingung dengan sikap Winwin sebenarnya tahu jika Winwin melakukan ini untuk Yeri namun tidak biasanya ia jatuh cinta. Ini pertama kalinya Winwin jatuh cinta. Jaehyun sadar jika Winwin melakukan ini untuk membuat Yeri benar-benar jatuh cinta pada Winwin sehingga ia merelakan sayapnya. Jaehyun bingung memihak yang mana. Winwin temannya yang kesepian atau Yeri teman barunya yang belum mengetahui dunia malaikat dengan baik.

Winwin hampir berputus asa karena Yeri sangat sulit untuk ditemui akhir-akhir ini. Namun ia tenang karena mengira bahwa cara tersebut tidak berbatas waktu. Suatu hari Jaehyun tiba-tiba datang untuk menyampaikan kabar pada Winwin.

“Winwin! Ada kabar buruk. Kau harus mendapatkan sayap itu secepatnya karena kesempatan terakhirmu pada bulan purnama ke 7 sebelum fajar. Dan yang lebih buruk, bulan purnama ke 7 adalah malam ini.” Jaehyun langsung mengucapkan semuanya kepada Winwin.

“Benarkah? Aku harus mendapatkan sayap Yeri sekarang.” Ucap Winwin dan segera pergi untuk mencari Yeri.

“Winwin …”

Jaehyun ingin menghentikan Winwin namun sudah terlambat. Jaehyun berpikir bahwa Yeri harus tulus memberikannya, namun Jaehyun khawatir yang akan dilakukan Winwin pada Yeri. Jaehyun akan mengikuti Winwin tapi Jaehyun ingat bahwa ia ada target sekarang dan langsung pergi sehingga tidak bisa mengikuti Winwin. Jaehyun hanya berharap bahwa semua temannya akan baik-baik saja.

Winwin yang melihat Yeri melintasi langit timur segera mengikutinya. Winwin berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan sayap Yeri. Ia mengendap-endap dibalik awan dan mengikuti Yeri. Winwin menjadi gelap mata dan menggunakan kekuatannya untuk mendapatkan sayap Yeri.

“Perasaanku tidak enak. Seperti ada yang mengikutiku.” Ucap Yeri dalam hati dan mempercepat terbangnya. Winwin juga mepercepat terbangnya.

“Wuzzz”

Yeri terbang dengan cepat sambil sesekali melihat kebelakang. Ia melihat bahwa ada sebuah bayangan hitam yang mengikutinya. Yeri yang ketakutan menjadi panik untuk terbang ke arah mana. Winwin melihat bahwa sebentar lagi fajar menjadi panik.

Tiba-tiba ada sebuah kilatan cahaya yang menyambar sayap Yeri.

“Aww! Sayapku! Sakit sekali.”

“Siapapun tolong bantu aku…”

Yeri berangsur-angsur jatuh. Ia sudah tidak bisa terbang menggunakan sayapnya. Kilatan tadi sepertinya mengenai pangkal sayapnya sehingga rasanya seperti akan terlepas. Yeri jatuh di bumi dan sayapnya menjadi terluka lebih parah. Winwin yang melihatnya langsung terbang turun namun ia kalah cepat dengan kecepatan jatuhnya Yeri.

“Yeri! Yeri! Ada apa denganmu? Kenapa sayapmu?” tanya Winwin bertubi-tubi setelah sampai ke tempat Yeri. Yeri hanya meringis kesakitan.

“Tolong jaga sayapku ya? Sepertinya aku harus melepaskan sayapku sekarang” ucap Yeri lirih namun masih bisa di dengar oleh Winwin.

“Tidak Yeri. Jika kau melepaskan sayapmu, kau akan mati.” Ucap Winwin sambil berusaha menghentikan darah yang terus menetes dari punggung Yeri.

“Aku tahu. Jadi tolong jaga sayapku.” Ucap Yeri yang sudah tidak berdaya.

“Yeri!” teriak Winwin. Kemudian tubuh Yeri mengeluarkan cahaya. Silaunya cahaya tersebut membuat Winwin tidak bisa melihat apa yang terjadi pada tubuh Yeri. Setelah cahaya itu menghilang, hanya sepasang sayap Yeri yang terlihat.

“Sayap putih ….” ucap Winwin tidak percaya.

Ia langsung mengambil sayap putih itu dan membawanya terbang ke istana Dewa. Winwin terbang dengan begitu cepat. Dewa yang sudah mengetahui bahwa Winwin datang segera menemuinya.

“Dewa, aku mendapatkan sayap putih. Jadi bisakah sekarang aku mengubah sayapku menjadi putih” Ucap Winwin langsung pada intinya.

“Benar kau mendapatkan sayap putih, tetapi kau memperolehnya dengan cara yang dilarang Winwin. Kau menggunakan kekuatanmu untuk melukainya.” Ucap Dewa pada Winwin.

“Memang benar Dewa aku menggunakan kilatan cahaya untuk mendapatkannya, namun aku mendapatkan dengan cara tulus. Setelah ia terluka, ia menyuruhku untuk menjaga sayapnya.” Jelas Winwin.

“Baiklah. Aku akan mengijinkanmu untuk menggunakan sayap putih.” Setelah ucapan Dewa itu, sayap hitam Winwin bersinar dan menjadi berwarna putih.

“Namun kau juga harus menerima hukuman karena kau mendapatkannya dengan cara yang tidak tepat. Kau akan menjadi Ayah dari iblis Winwin! Sekarang kau sudah sempurna untuk menjadi malaikat Samael, Winwin” Ucap Dewa dengan diikuti suara petir menggelegar. Winwin tiba-tiba terdorong dan jatuh dari istana. Winwin yang terjatuh segera mengepakkan sayapnya.

Winwin yang sudah sampai bumi segera mencari Jaehyun. Ia memberitahu Jaehyun bahwa sekarang ia adalah ayah dari Iblis. Jaehyun yang mendengarnya terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Winwin akan melakukan itu. Winwin bisa melihat iblis sekarang. Banyak iblis yang mengikutinya. Semua malaikat heran dengan sayap Winwin yang menjadi putih. Para malaikat lain tidak tahu jika dibalik sayap putih Winwin tersimpan sebuah cerita kelam dengan hukuman yang begitu berat.

fin.

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s