[Ficlet] Fools

project-26-3

Fools

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff, Friendship

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

 

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0

Menjadi teman sejak kecil dan selalu bersama memang bukan masalah. Ran dan Yuta sama sekali tidak terganggu dengan fakta itu. Kenyataan keduanya merasa nyaman saat di dekat satu sama lain saja sudah cukup menjadi alasan untuk melanjutkannya terus. Tapi masalahnya adalah pertanyaan orang-orang di sekitar mereka.

“Kau yakin kalau seperti ini saja cukup?”

Ran pribadi merasa hubungannya dengan Yuta saat ini sudah lebih dari cukup. Asal bisa terus bersama, asalkan tidak terpisah, Ran tidak keberatan dengan status sebagai teman sejak kecil yang disandangnya.

“Masalahnya, Nakamoto-kun itu cukup mencolok. Bukan hanya teman-teman satu angkatan yang tertarik dengannya, junior dan senior juga banyak yang ingin menjadikannya gandengan. Kau baik-baik saja kalau seperti itu, Ran?”

“Chiyo, jangan mengatakan hal seperti itu. Ran jadi semakin bingung, tuh.”

“Yuzuki juga bantu aku meyakinkan Ran, dong.”

“Tuh, Ran kau dengarkan?”

Ran tahu. Mata dan telinganya masih baik-baik saja, Ran bisa melihat seberapa digilainya kapten tim sepak bola sekolahnya itu, masih bisa mendengar gosip tentang gadis-gadis yang menyatakan cinta mereka pada Yuta juga. Ran tahu itu, dan ia memang sedikit (banyak) terganggu dengan semua itu. Tapi masalahnya Ran sendiri takut.

“Menurut kalian mengungkapkan perasaanku pada Yuta adalah yang terbaik?”

“Menurutku, iya!”

“Aku setuju dengan Chiyo.”

“Tapi bagaimana kalau Yuta menolakku?”

Bagaimana kalau karena itu Yuta menjauhinya? Bagaimana kalau karena itu hubungannya dengan Nakamoto Yuta yang sudah terjalin lebih dari sepuluh tahu justru pupus?

Tidak. Ran tidak ingin hal seperti itu.

“Aku takut. Lagi pula seperti ini saja rasanya lebih baik.”

“Ran bodoh!”

“Heh?”

“Chiyo, jangan terang-terangan begitu. Walau memang benar Ran bodoh, tapi sebagai teman harusnya kita sedikit mengerti kondisinya dulu.”

“Yuzuki, kau juga berpikir aku bodoh?”

“Hm. Memangnya ada ungkapan lain yang tepat untuk seorang gadis yang jelas-jelas suka pada teman masa kecil tapi tidak berani mengungkap perasaannya?”

0o0o0o0

“Ran, semangat! Apapun yang terjadi nanti kami akan selalu ada di pihakmu.”

Ran hanya mengangguk sebelum pergi meninggalkan Chiyo dan Yuzuki yang memilih untuk menunggu di tempat lain sementara Ran menemui Yuta di atap gedung utama.

Akhirnya Ran memilih untuk mengungkapakan perasaannya. Chiyo dan Yuzuki hampir setiap hari membahas tentang perasaan Ran pada Yuta. Memojokkan Ran yang tidak yakin untuk mengungkapakan perasaannya pada Yuta.

Memang mereka benar. Memberi tahu Yuta perasaannya mungkin akan memberi kelegaan pada Ran yang belakangan dipusingkan dengan gadis-gadis lain yang menyukai Yuta. Tapi tetap saja kemungkinan diterima yang kecil membuat Ran takut. Habis, selama ini Yuta tidak pernah mengatakan apa-apa tentang cinta atau seseorang yang disuka.

Bagaimana kalau sebenarnya Yuta sudah menyukai orang lain?

Ran takut juga kalau harus mendengar hal seperti itu dari Yuta langsung.

“Kau sudah datang?”

“Maaf membuatmu menunggu, Yuta.”

“Tidak apa-apa. Dari pada itu, kenapa tiba-tiba memintaku datang kesini? Pake acara titip salam pada Seo Yuzuki segala. Memangnya tidak bisa bilang langsung padaku?”

“Um, itu ya? Maaf, tadinya aku ingin bilang langsung tapi Chiyo tidak sabaran jadi dia menyuruh Yuzuki yang menyampaikan padamu.”

Begini, biar dijelaskan dulu. Yuta adalah teman sekelas Yuzuki, dulunya mereka berempat ada di kelas yang sama, tapi  setelah kenaikan Ran terpisah dengan Yuta dan Yuzuki, terjebak hanya dengan Chiyo saja. Karena itu, Chiyo yang tidak sabaran meminta Yuzuki membuat janji atas nama Ran siang ini di tempat ini untuk bertemu dengan Yuta.

“Chiyo? Maksudmu Sakura Chiyo?”

“Um.” Ran hanya mampu mengangguk. Pikirannya mulai kosong, gugup melanda dan syarafnya bnar-benar tidak bisa tenang. Melihat wajah Yuta saja sekarang ia tidak sanggup, debaran jantungnya merusak semua skenario yang sudah susah payah ia rancang sejak tadi pag begitu mendengar tentang janji yang Yuzuki buat atas namanya.

“Jadi ada apa?”

“Ano, begini Yuta,”

“Iya?”

“Apa kau mau berpacaran denganku?”

Debarannya jadi sangat tidak terkontrol. Yang bisa Ran dengar saat ini hanya debaran itu, wajahnya sudah sangat panas, walau udara saat ini cukup dingin. Belum lagi karena angin, tapi Ran justru berkeringat. Ini benar-benar hebat.

Apa begini rasanya mengungkapakan perasaan pada orang yang disukai? Ran tidak pernah berpikir akan jadi seperti ini. Sungguh.

“Aku suka padamu. Tepatnya aku tidak tahu sejak kapan, tapi kurasa ini sudah sangat lama. Aku sudah menyukaimu dari dulu. Awalnya aku pikir ini hanya perasaan suka biasa pada teman, tapi melihat gadis-gadis lain mengungkapkan perasaannya padamu membuatku tidak tenang, aku tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi. Jadi, apa kau mau menjadi pacarku?”

Ran mengatakannya. Ia bisa melakukannya. Tapi debaran dan rasa takut kehilangan tetap menyergapnya.

“Kenapa hanya menunduk?”

Tidak bisa, Ran tidak bisa menunjukan wajahnya yang terasa panas sekarang. Pasti merah, itu memalukan.

“Ran, coba lihat aku.”

“Apa harus?”

“Katanya kau menyukaiku, masa melihat wajah orang yang disukai tidak mau?”

Terpaksa, sungguh Ran terpaksa mengangkat wajahnya, menahan malunya, dan semakin terpesona pada laki-laki berstatus teman masa kecilnya itu.

“Aku senang mendengarnya.” Yuta tersenyum. Sangat tampan, dan entah mengapa Ran bisa tenang hanya karena kalimat sederhana tadi. “Tapi maaf, Ran. Aku tidak bisa…”

Deg!

Dadanya linu.

“Oh~” sakit. “Tidak apa-apa.” Rasanya benar-benar sakit.

Akhirnya apa yang Ran takutkan emnjadi kenyataan. Setelah ini ra bingung harus bagaimana jika bertemu lagi dengan Yuta, tidak tahu apa yang bisa ia lakukan jika ada Yuta di sekitarnya. Mungkin tidak bertemu mungkin adalah solusi terbaik. Tapi Ran pikir, tidak melihat Yuta akan menyiksa dirinya juga.

“Tunggu dulu, Ran. Jangan salah paham.”

“Hah?”

“Aku bukannya menolak perasaanmu padaku. Aku senang, sungguh. Tapi aku tidak bisa terima jika kau yang mengungkapkan perasaan padaku.”

“Maksudmu?”

“Apa kau mau menjadi kekasihku, Ran? Itu yang aku maksud.”

0o0o0o0

“Cih, ternyata selama ini Nakamoto juga orang bodoh.”

“Sudah-sudah Yuzuki, yang penting akhirnya sekarang mereka mengerti.”

“Tetap saja mereka membuatku kesal.”

“Hahaha, Yuzuki terlalu baik, sih.”

“Omong-omong Chiyo, jangan lupa janji traktir ramenmu ya.”

“Tidak akan. Ayo kita pergi.”

0o0o0o0

[1] Image Pic : Zutto Mae Kara Suki Deshita Character

[2] Segitu aja dariku. Tarus ikutin [2nd] Project 26 ya~

[3] Febby Pamit~~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s