[Ficlet] Thank You

project-26-6

Thank You

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Friendship, Hurt/Comfort, Fluff

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

 

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0

Dijauhi, pengasingan, atau pembullian, itu bukan hal aneh. Dulu saat SMP ada teman sekelas Ran yang diperlakukan seperti itu. Dijauhi, dicela, tidak memiliki teman, dan selalu dijahili. Waktu itu Ran pernah berpikir untuk menolong tapi akhirnya Ran hanya diam karena dia pikir ikut campur akan berdapak buruk untuk dirinya. Sungguh egois dirinya dulu. Tapi kini Ran mengerti betul perasaan yang temannya saat itu.

Satu saja, Ran ingin seseorang menjadi temannya, walau hanya satu.

Menjalani kehidupan SMA sendiri itu cukup menyiksa, kadang Ran ingin berbagi cerita seperti yang ia lakukan saat SMP dulu, tapi memaksa seseorang mendengarkannya mungkin juga bukan pilihan yang bagus, karena akan berdampak buruk untuk orang itu.

“Lihat dia masih mau datang ke sekolah.”

“Setelah membuat kehebohan yang luar biasa, masih punya muka juga ternyata.”

“Dia memang tidak tahu malu.”

“Menjijikan.”

Sebenarnya Ran tidak pernah melakukan hal yang salah secara hukup ataupun norma. Semua bermula dari datangnya seorang kakak kelas mencari Ran. Nama kakak kelas itu Kise Ryouta, seorang model majalah fasion remaja sekaligus atlet basket sekolah. Laki-laki yang paling digilai di sekolahnya. Lalu laki-laki yang paling digilai di sekolahnya itu mengungkapkan perasaannya pada Ran.

Ran bukannya tidak suka, wajah dan kepopuleran Kise Ryouta cukup untuk mendapat perhatian lebih dari Ran. Tapi masalahnya Ran sama sekali tidak mengenal Kise Ryouta secara pribadi, bertemu juga hanya sekali, di perpustakaan saat sama-sama mendapat tugas mencari buku sejarah untuk remidial, waktu itu memang Ran mengobrol cukup banyak dengan Kise Ryouta, tapi setelahnya tidak ada interaksi lagi. Tiba-tiba dapat pernyataan cinta jelas saja Ran bingung.

Ran memang menolaknya, tapi itu sangat sopan. Ran yakin dia sudah mencoba untuk tidak menyakiti perasaan Kise Ryouta waktu itu.

Tapi berita tentang itu tiba-tiba tersebar cepat. Lengkap dengan bumbu yang membuat rasanya semakin pedas. Semua penggemar Kise Ryouta menganggap Ran sudah menghina artis mereka, manjatuhkan harga diri Kise Ryouta. Karena itu Ran dijauhi.

Ini sudah hampir dua minggu setelah hari pernyataan cinta Kise Ryouta waktu itu, tapi omongan pedas dan pembullian lain untuk Ran masih belum berhenti, bahkan bisa dibilang makin parah.

Pagi ini Ran datang ke kelas dan mejanya penuh dengan coretan yang menghina dan mengutuk dirinya. Memang bukan yang pertama kali, tapi mengganti meja setiap hari hanya untuk menjaga agar guru tidak sampai ikut camput sungguh sebuah pekerjaan yang melahkan.

“Mentang-mentang Ryouta senpai menyukainya, dia jadi sombong.”

Siapa yang sombong? Ran justru kehilangan kepercayaandirinya karena semua perlakuan yang terpaksa harus Ran terima ini. Lagi pula mana ada orang yang sombong kemana-mana menunduk menyembunyikan wajahnya. Mereka itu benar-benar…

“Nakamoto-kun kasihan ya, duduk di belakang perempuan itu pasti melelahkan.”

“Iya, Nakamoto-kun kan cukup terkenal, jangan-jangan dia juga merendahkan Nakamoto-kun.”

“Dasar tidak tahu diri.”

“Benar-benar menjijikan.”

Ran ingin menghentikan omongan mereka, tapi Ran takut. Salah-salah satu sekolah bisa benar-benar membencinya.

0o0o0o0

Dan harapan Ran terkabul.

Akhirnya ada yang mengajaknya berbicara. Walau hanya untuk mengingatkan kalau sudah waktunya pindah ke kelas praktek.

“Jangan bengong saja, yang lain sudah pergi.”

“Oh, i—iya. Nakamoto-kun duluan saja.”

“Panggil Yuta saja. Kita sudah satu kelas dari kelas lima SD, kan?”

“Um, terima kasih, Yuta.”

“Jangan dipikirkan omongan mereka itu, mereka hanya iri karena kau lebih cantik dari mereka. Kalau didiamkan nanti juga mereka berhenti sendiri.”

Wajah Ran memanas karena satu kata yang terselip di kalimat Yuta barusan.

“Aku duluan, ya.”

Ran mengangguk.

“Cantik.” Laki-laki yang selalu diam (tertidur) dan tinggal lebih lama di kelas sama seperti Ran bilang bahwa Ran lebih cantik dari yang lain. Ran tidak tahu kalau mendapat pujian tidak langsung itu bisa sangat menyenangkan. Rasanya seperti diajak terbang bersama angin.

Lebih hebatnya lagi saat kembali dari ruang praktek Ran menangkap basar Yuta yang sedang berjuang membersihkan coretan-coretan menghina dan mengutuk di mejanya. Padahal baru tadi mereka berbicara, tapi Yuta sudah melakukan hal yang sangat menyentuh Ran.

“Nakamoto-kun?”

“Yuta. Ingat untuk menanggilku Yuta.”

“Oh, iya. Tapi apa yang kau lakukan?”

“Seperti yang kau lihat, aku sedang membersihkannya.”

“Tapi kenapa?”

“Karena kau temanku? Tidak-tidak kita kenal sudah lebih dari lima tahun harusnya lebih dari teman. Tapi kita jangan mengobrol ya? Kalau begitu apa namanya?”

Ran hanya diam sementara Yuta kembali menggosok meja yang sudah disemprot sedikit tiner itu dengan lap. Bau tiner sangat menyengat, tapi bukan karena itu Ran menangis saat ini. Melihat Yuta yang mau repot-repot melakukan ini untuknya, setelah beberapa minggu akhirnya Ran tidak merasa sendiri lagi.

“Terima kasih, Naka—,”

“Yuta.”

“Um, terima kasih, Yuta.”

“Sama-sama. Tapi tolong jangan anggap ini gratis.”

“Hah?”

“Semua harus ada bayarannya, dan aku ingin kau membayarnya dengan menjadikan aku teman dekatmu. Sudah saatnya ada perkembangan untuk hubungan kita, bukan?”

Ran mengangguk dalam tangis. Dia senang, sangat senang sampai rasanya tidak bisa berhenti menagisi rasa syukurnya ini.

“Mulai sekarang kau harus mengobrol denganku selagi ada waktu, kita akan berangkat dan pulang bersama juga. Jangan pernah mengabaikan aku, dan sesekali kita akan jalan-jalan di hari libur. Oh ya, minta kontakmu sini.”

“Tapi bagaimana kalau kau juga dijauhi?”

“Biar saja. Selama kau tidak menjauhiku, aku baik-baik saja.”

Lagi, wajah Ran memanas. Yuta membuat perasaannya nano-nano. Kaget, terharu, bingung, takut, cemas, juga tersanjung. Tapi dari itu semua Ran sangat merasa senang karena Yuta mengajaknya berbicara, tidak mengindahkan mereka yang mengatakan seberapa buruk dirinya.

“Yuta tidak takut aku rendahkan seperti yang mereka katakan?”

“Sejauh aku mengenalmu, aku rasa kau bukan gadis dengan kepribadian buruk yang akan tega merendahkan orang lain. Lagi pula kau punya kakak laki-laki, tidak mungkin kau merendahkan laki-laki, kan?”

“Um, terima kasih sudah percaya padaku, Yuta.”

0o0o0o0

[1] Image Pic : Zutto Mae Kara Suki Deshita Character

[2] Ini terisirasi dari banyak anime tentang pembulian. Pengen ngangkat cerita kejam siswa Jepang, dan jadilan ini.

[3] Segitu aja dariku, Febby pamit~

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Thank You

  1. Masurueehlement, je ne pourrai pas venir ce mois-ci, mais j’ai déjà noté la date pour le mois prochain ! Bonne soirée à tous ceux qui seront présents.

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s