[Ficlet] Just Say It

project-26-9

Just Say It

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Friendship, Fluff,

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

 

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

———————

“Aku juga menyukaimu, Ran. Apa kau mau jadi kekasihku? Tentu saja bukan untuk sungguh-sungguh. Kita hanya perlu bersikap seperti sepasang kekasih untuk membebaskan diri dari mereka-mereka itu. Dan tolong jangan jatuh cinta sungguhan, itu akan sangat merepotkanku. Bagaimana, kau setuju?”

———————

Yuta menerimanya karena Yuta pikir dia tidak akan berbuat macam-macam dan mengganggu Yuta. Disaat yang sama Yuta juga butuh status untuk menghentikan pengakuan cinta dari perempuan lain. Berhubung Yuta mengenalnya sejak kecil, tidak masalah untuk memperlakukannya seperti itu. Toh, Nikaido Ran bukan perempuan yang suka menuntut hal aneh, dia juga hanya menginginkan status untuk alasan yang sama.

Begitu dulu alasan Yuta menerima tawaran Ran untuk menjalin hubungan kekasih.

Tapi sekarang berbeda.

Tidak jelas kapan tepatnya, Yuta benar-benar jatuh cinta pada sosok cuek yang selalu pulang sekolah dengannya. Yuta tidak bisa berhenti memperhatikannya, tidak bisa berhenti melihat ke arahnya. Jadi ada semacam dorongan untuk memperlakukan Nikaido Ran lebih dari perempun lain. Tapi masalahnya bukan karena tidak sanggup, atau bukan karena tidak mau, Yuta tidak bisa memperlakukan Ran karena dulu Yuta sendiri yang meminta Ran untuk tidak jatuh cinta padanya.

Kalau sekarang justru sebaliknya, Yuta tidak bisa mengatakan apa-apa.

Ini bukan masalah ego, tapi Yuta pikir mencabut omongannya sendiri akan menghilangkan wibawanya sebagai laki-laki dan Yuta yakin Ran tidak akan menyukai laki-laki seperti itu. Di lain sisi Yuta juga tidak bisa pura-pura lupa karena sejak awal yang bersikap sombong adalah dirinya.

“Kenapa diam saja? Ayo pulang.”

“O—oh, ayo.”

“Belakangan kau sering bengong, ada apa? Sedang ada masalah?”

“Tidak, hanya sedang memikirkan sesuatu?”

“Serumit itu sampai alismu selalu mengerut?”

“Tidak juga.” Ran yang berjalan santai di sampingnya dulu dan sekarang masih terlihat sama, tapi entah sejak kapan Yuta mulai menganggap waktunya bersama dengan Ran seperti ini jadi lebih istimewa.

“Ran, aku melakukan sebuah kesalahan dulu. Mengatakan hal yang sekarang sangat aku sesali. Aku harus bagaimana?”

Dia mendengung sesaat sebelum tersenyum sambil memberi jawaban yang paling umum yang bisa orang berikan disaat seperti ini. “Minta maaf saja. Katakan kau menyesal.”

“Masalah lainnya aku tidak yakin kalau aku minta maaf maka aku bisa mencabut omonganku itu.”

Ran berhenti, Yuta juga ikut berhenti. Senyum di wajahnya masih terus menemani Yuta yang gusar karena dirinya dimasa lalu.

“Dengar, aku bukan perempuan yang sebegitu jahatnya sampai mengesampingkan perasaanmu, kalau kau menyesal tinggal katakan saja. Aku, toh, sudah pernah mengatakan kalau aku suka padamu walau masih tidak tahu dalam artian apa.”

Yuta terdiam, tiba-tiba senyum Ran terlihat aneh. Masih tetap cantik, tapi jadi sedikit menyebalkan.

“Dan lagi, ternyata kau itu laki-laki yang bodoh—oh, mungkin ksts ‘kurang-peka’ lebih tepat. Aku sudah menunggumu lama, tapi untuk jujur saja masih main rahasia-rahasiaan denganku.”

“Ran … sebenarnya kau sedang bicara apa?”

“Aku tidak bodoh, Nakamoto Yuta-kun.”

“Ya, lalu?”

Ran menggaruk kepalanya, bingung dan sedikit kesal. Sementara itu Yuta justru sedang mengkondisikan jantungnya yang masih belum siap dengan keadaannya saat ini. Perempuan yang dia suka setelah pernah ditolak halus olehnya dulu—juga perempuan yang dia tanyai bagaimana cara menyelesaikan masalahnya saat ini—langsung membawanya ke inti masalah.

Yuta belum menyiapkan diri untuk itu.

“Apa harus aku yang katakan?”

Tidak. Kali ini Yuta tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya pada Ran. Tapi,

“Atau kau memang tidak ingin mengatakannya?”

Bukan, bukan begitu. Yuta ingin mengatakannya, tapi masalahnya ini terlalu tiba-tiba. Yuta tidak tahu kalau harus menerima kejutan sehebat ini.

“Baiklah, kita lupakan saja dulu ini.”

Dia akan pergi.

Dan Yuta tidak ingin hal itu terjadi.

“Tunggu, Ran.” Satu tangannya bergerak cepat untuk mencegah. Tapi tangan yang lain dan seluruh tubuhnya membeku saat itu juga.

Kalau diingat-ingat ini pertama kalinya Yuta menyentuh Ran setelah sadar kalau dirinya menyukai Ran. Sebelumnya terasa biasa saja, tapi kali ini rasanya seperti ada jutaan fantasi picisan masuk ke dalam otak Yuta, memaksa untuk memilih akan seperti apa kelanjutan adegannya dengan Ran sekarang.

Yuta memilih untuk melanjutkannya menjadi,

“Aku menyukaimu, Ran. Aku tahu ini melanggar aturan yang aku buat sebelumnya, tapi … maaf.” Yuta menunduk. “Aku yang salah karena sudah bersikap sombong sebelumnya.”

Butuh beberapa waktu sampai Ran bersuara.

“Hm, lalu mau sampai kapan aku buat aku menunggu?”

Mengakat kepala Yuta langsung disuguhi wajah ayu berhias senyum dari Ran lagi. Menegakan tubuh Yuta meyakinkan diri untuk mengatakan sekali lagi pengakuannya.

“Sekali lagi aku katakan, aku menyukaimu Ran. Dan untuk sekali lagi, apa kau mau menjadi kekasihku? Kali ini untuk artian yang sebenarnya.”

Ran mengangguk dengan mudahnya. “Um, tentu saja.”

Yuta benar-benar bersyukur Ran tidak mempermasalahkan kalimatnya dulu.

“Padahal kau tinggal mengatakannya saja, tapi kau malah membuatku menunggu.”

“Hehe, maaf-maaf.”

—————————

[1] Image Pic : Zutto Mae Kara Suki Deshita Character

[2] Iya, padahal tinggal bilang aja akalu suka, tapi kadang cowok banyak gengsinya. Kesel sendiri jadinya aku. Cerita kali ini terispirasi dari temen lama, sahabat juga bisa, yang kayanya hobi banget nge-PHP temen cewekku. Sabar ya~

[3] Segitu aja dariku, Febby pamit~~

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Just Say It

  1. Cieeeeeeeee yang udah jadian !!! *nyalain petasan*

    Btw, aku tadi nemu sesuatu yang aneh (?) pas kata “Hm, lalu mau sampai kapan aku buat aku menunggu?” (akunya ada 2, mungkin itu typo ya, atau memang kayak gitu. Nggak tahu lah :D)

    Hai lagi kak Febby ^^
    Semangat terus nulisnya ya ❤ /big HUG/

    Pokoknya selamat deh buat Ran & Yuta ❤ Moga langgeng kayak aku & Mark /digolok Mark/

    Liked by 1 person

    • Thanks for Review~
      Rijiyo rajin baca ya~ seneng aku jadinya..
      Itu ysng diatas kayanya emang typo loh, makasih udah ngingetin /nanti aku ganti/ heheh
      Iya, Bakalan aku langgengin Ran & Yuta-nya.. hahaha

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s