[Write Your Mythology] Unlucky Love Story

img_20170102_173752

Title     : Unlucky Love Story

Main Cast: Ji Hansol as NCT Hansol & Mia Spears Lim

Genre : Myth, Science-Fiction, Romance, Sad

Rating : PG-15

Myth Creatures & God : Mermaid

Auhtor : Nidhyun (@nidariahs)

***

“…kemudian, sang putri duyung dan pangeran akhirnya hidup bersama bahagia selamanya,”

Mia menarik sudut bibirnya kecut ketika sang pendongeng –gadis berusia dua puluh tahunan—yang menjadi penjaga perpustakaan dan mendapat tugas untuk mengasuh belasan anak TK yang berkunjung ke sana menceritakan tentang kisah putri duyung dan sang pangeran.

Ya…putri duyung. Sama seperti dongeng lainnya, mereka memiliki akhir yang sangat klise : bahagia selamanya. Sayangnya dalam dunia nyata, sang putri duyung tak pernah berhasil mendapatkan sang pangeran. Kalaupun kau menemukan kata bahagia dalam kisah mereka, tentu saja perasaan jatuh cinta yang mendalam lah jawabannya. Hanya sebatas itu. Selebihnya, Mia dapat menyebut kisah cinta sang putri duyung hanyalah sebuah ketidak beruntungan.

“Kau sudah selesai, sayang?”

Mia mengangkat kepalanya ketika pria yang ditunggunya sejak tadi akhirnya muncul. Seorang dokter yang bekerja pada perusahaan farmasi swasta di Korea Selatan –pria yang berpenampilan lusuh dan selalu menampakkan wajah kusam. Pria yang sama dengan pria yang ditemuinya 1000 tahun lalu. Yeah…seribu tahun. Dengan tidak beruntungnya –lagi, Mia harus menunggu pria itu dalam waktu yang sangat lama setelah ia juga kehilangan pria itu sebelumnya. Well –jika kau pikir Mia menunggunya untuk menemukan kalimat happily ever after, kau harus mengubah pikiranmu sekarang. Karena Mia menunggu seribu tahun lama untuk sang pria dengan satu alasan : melepas cinta yang tak kunjung berubah di hatinya.

***

Kau tidak perlu memercayai kisah sang putri duyung yang berkeliaran dan berputar di sekitarmu dengan berbagai versi, seperti kisah dalam Disney misalnya. Kau akan bosan hanya dengan membaca kisah sang putri yang dapat menyentuh tanah dengan ekor ikan yang berubah menjadi kakinya. Karena kenyataannya, sang putri duyung justru menukar kakinya dengan ekor karena kutukan yang…entahlah, Mia pikir dia memang hanya tidak beruntung.

“Kau harus melarikan diri dari tempat ini,” Mia ingat, 1000 tahun lalu ketika ia masih bernama Liu Mai dan tinggal di daratan Guangzhou, seorang wanita yang telah mengasuhnya hingga ia berusia lima belas tahun tiba-tiba saja menyuruhnya pergi sejauh mungkin dari tempat tinggal mereka.

“Kau berurusan lagi dengan para bangsawan itu?” Mia sangat menyesal karena ia tak pernah benar-benar bisa bersikap baik pada wanita itu –wanita yang mengaku telah menjadikan Mia sebagai sandra karena sebuah pertikaian yang cukup serius antara dirinya dan sebuah keluarga bangsawan yang…entahlah. Mia tidak paham di mana titik permasalahannya. Satu-satunya yang ia pahami adalah kenyataan bahwa wanita itu adalah seorang dukun.

Mia juga ingat bagaimana cara wanita itu tersenyum dengan sinis setelah mendengar pertanyaan Mia, “Kali ini semua karenamu, Mai…” katanya tanpa menatap mata Mia sama sekali.

Mia menaikkan sebelah alisnya bingung. Ia tak pernah berdamai dengan wanita itu, tapi ia hidup dengan kasih sayang yang melingkupinya dari wanita yang selalu mendapat pengusiran dimana-mana karena ilmu sihir yang dimilikinya. Tapi hari itu, Mia mendengar warna kalimat yang…entahlah, Mia merasakan kesedihan luar biasa ketika mendengar cara wanita itu bicara.

“Kau dan pria itu seharusnya tak pernah saling merajut kasih jika kau tahu kau takkan pernah bisa bersatu dengannya,” wanita itu pun berputar mengelilingi sebuah dupa yang selalu mengeluarkan asap meskipun tak pernah ada api yang dapat Mia lihat, “Kau hanya ketidak beruntungan untuk pria itu.”

Mia tertawa hambar kala itu –konyol sekali cara bicara wanita itu, tapi Mia hanya mendnegus panjang dan tak menggubris wanita itu, “Lalu kau ingin aku bagaimana? Menemui orang tuaku? Atau kau ingin aku menjadi penerusmu dan memiliki ilmu sihir sepertimu…”

“Kau adalah putri di luar nikah yang tak pernah diharapkan oleh keluargamu!” wanita itu pun berteriak keras hingga membuat Mia merasa ia terjatuh dalam rasa sakit yang sama tiap kali wanita itu membahasnya : Mia bukanlah keberuntungan.

“Dan aku masih seorang yang membuat ketidak beruntungan untuk pria yang kucintai?” air mata itu dengan brengseknya mengotori pipi Mia ketika ia membahas kembali masalah ini berulang kali : alasan mengapa ia dilahirkan dengan kalimat ‘ketidak beruntungan’ tersebut.

“Tidakkah kau merasa cukup bahagia dengan hidupmu selama ini, Mai?”

“Aku mencintai pria itu….”

“Kau yang paling tahu bahwa kau bahagia dengan hidupmu tanpa dirinya, Mai! Terimalah nasibmu yang berkata bahwa kau tak bisa bersatu dengannya!”

“Lalu kenapa aku menjadi sanderamu?! Lalu kenapa aku hidup?!”

“Kau…ditakdirkan untuk menjadi mawar bagi orang yang membutuhkanmu, tapi kau hanya memberikan duri bagi orang yang mencintaimu. Hatimu yang sesuci kertas putih hanya bisa merasakan kebahagiaan bahkan dengan hal tak berguna seperti itu.”

“Aku tidak mengerti….”

Ya, Mia sama sekali tak memahami setiap kata yang dilontarkan wanita itu. Wanita yang hampir ia panggil ibu. Wanita yang selalu menyangkal fakta bahwa dirinya adalah putrinya…. Putri yang ternyata mendapat penolakan dari sang ayah karena Mia memiliki darah seorang penyihir yang keberadaannya tak pernah diinginkan.

Mia pikir, ia hidup untuk menanggung dosa sang ibu di seumur hidupnya. Karena ia benar-benar menjadi duri bagi orang yang ia cintai –bagi pria yang mengajaknya melarikan diri dan menikah lalu hidup bersama bahagia untuk selamanya. Tapi ia benar-benar sebuah ketidak beruntungan bagi sang pria. Wanita yang paling ia tak sukai itu justru ditahan oleh pemerintah dengan alasan membuat ketidak tenangan di tengah masyarakat.

Dan, yang membuat Mia merasa akan gila adalah fakta bahwa ia jauh tak mampu kehilangan sang ibu ketimbang pria yang ia cintai. Ia tak bisa memiliki keduanya. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan sang ibu adalah membuat sihirnya terjatuh padanya…dan melawan sang pria yang ia cintai sebagai salahs atu panglima yang menangkap ibunya.

“Menyerahlah, Mai…. Kau tidak akan bisa menyelamatkan ibumu.” Sang pria tak pernah berkata dengan nada yang jahat padanya, tapi ia seperti dilempari fakta bahwa cintanya tak cukup besar pada sang pria, begitupun sebaliknya.

“Aku hanya duri untukmu,” gumam Mia dengan perasaan yang limbung. Ia hanya berdiri sendiri untuk melawan puluhan prajurit sang pria –tapi ia telah mewarisi kekuatan dukun yang mengkhawatirkan masyarakat : ia hanya butuh konsentrasi kuat untuk menjatuhkan semua prajurit itu, dan terakhir menusukkan pisau pada sang panglima : pria yang ia pikir mampu merajut kasih dengannya.

***

“Mia? Kau baik-baik saja?” Hansol langsung berlari memeluk Mia yang tertidur di ruang kerjanya. Gadis itu berteriak dengan bahasa yang tidak Hansol mengerti, dan Hansol tidak bisa tenang sama sekali karena gadis itu menangis.

“Mia…” Hansol pun mengusap kepala gadisnya, “Kau baik-baik saja?” sekali lagi Hansol berusaha untuk menyadarkan Mia yang masih bergetar ketakutan.

“Mia…”

“Kau tak prlu mencari cara untuk mengubah syaraf dan sel untuk kakiku, Hansol…” gadis itu bersuara datar. Sangat datar, namun Hansol merasakan getaran yang amat hebat dalam dirinya –rasa takut kehilangan gadisnya.

“Aku sudah hampir selesai, Mia…” Hansol pun menyentuh pundak gadisnya yang sudah merajut kasih dengannya selama setahun ini, “Aku sudah menemukan mutiara putih yang kita butuhkan, kita dapat memecah sel-sel yang membuat rangsangan pada kakimu agar tidak berubah menjadi ekor ikan ketika menyentuh air. Aku hanya perlu mencari cara untuk mengoperasi…”

Mia pun menggeleng pelan dan menyentuh wajah Hansol. Dan gadis itu merasakannya lagi, penyesalan yang amat besar dan pukulan luka yang tak pernah berhenti menyeruak dalam dadanya, “Aku menunggumu selama seribu tahun bukan untuk kembali merajut kisah yang tak pernah mendapat keberuntungan dari langit, Hansol…” Mia menepis pelan tangan Hansol yang berusaha menghapus air mata Mia, “Aku hanya datang untuk menghentikan perasaanku terhadapmu, Hansol…aku…”

“Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kita di masa lalu,” potong Hansol cepat dan balik menyentuh wajah Mia, “Aku, Ji Hansol mencintai Mia Spears Lim yang ditemuinya setahun lalu di Miami, aku…”

Mia pun membungam bibir Hansol dengan bibirnya, menyentuhnya lama dan menyalurkan segala perasaan yang ia simpan selama setahun ini. Perasaan yang amat ia sadari harus ia lepaskan secepat yang ia bisa.

“Kau tahu kenapa Bermuda Triangle selalu tak berhasil dilewati oleh kapal dan pesawat, Hansol?” tanya Mia setelah melepas ciumannya dan menatap manic mata Hansol dengan serius, “Karena aku tahu ada mutiara yang dapat mengubah kutukan ekor ikan ini di sana. Aku tak mau satupun menemukannya. Aku hanya ingin memberikannya untukmu, segala kenangan hidupku tersimpan di sana, aku…” Mia pun menelan ludahnya pahit, “Aku mengumpulkan seluruh sihirku pada mutiara itu. Aku ingin menjadi manusia biasa dan menolak segala kekuatan ibuku yang terjatuh seperti hukuman mengerikan untukku. Aku mencintai ibuku yang tak pernah mengakuiku, tapi aku tak mencintai satu pun kekuatannya yang mengoyak segala kebahagiaanku, Hansol…”

“Kita bisa mengubah takdir Mia,” Hansol semakin erat menyentuh tangan gadisnya, “Aku berhasil menemukan benda itu. Aku berhasil menemukan zat yang dapat meluruhkan sel ikan dalam tubuhmu. Penelitianku terhadap mahluk laut itu berhasil, aku hanya perlu enemukan cara untuk melakukannya padamu. Kita hanya butuh sedikit waktu.”

Mia tertawa sumbang mendengar ucapan Hansol. Yeah, pria ini sudah termakan dongeng indah dunia, kisah cinta yang menggebu dan selalu berhasil mendesirkan dada siapapun agar bertekuk lutut dalam kebahagiaan semu, “Kau tahu kenapa kau bisa sampai di Miami dan menunggumu selama seribu tahun, Hansol?” Mia pun menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan, “Aku melarikan diri dari Guangzhou setelah membunuh sang panglima. Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku tetap gagal menyelamatkan ibuku, juga dirimu…dan aku mencoba untuk menghancurkan seluruh sihir dalam diriku dan mengkristalkannya untuk dihancurkan. Aku mencoba mengakhiri hidupku dengan menjatuhkan diriku pada lautan di Miami, segitiga Bermuda yang mereka takuti…” Mia pun mengusap wajah Hansol, “Tapi sebuah kekuatan lain dari langit menggagalkanku dan mengubahku menjadi manusia ikan di sana. Aku tetap bisa bernapas di dalam air dan bisa berjalan dengan kaki ketika menginjak daratan,” Mia pun kembali tertawa sumbang mengingat masa lalunya, “Dan aku bertemu malaikat maut yang dengan baik hatinya menawariku sebuah permintaan. Dan aku meminta agar kutukanku diputus karena aku ingin mati. Tapi dewa mengatakan kutukanku tak bisa dihapus begitu saja karena aku ternyata tak memiliki takdir dan keinginan yang kuat untuk mati,”

Mia pun kembali mengecup bibir Hansol, “Kekuatan sihir ibuku telah memakan jiwaku amat jauh. Aku tak bisa mati begitu saja dan harus tetap menerima kenyataan bahwa aku adalah manusia ikan. Memang benar mutiara itu bisa mengubahku menjadi manusia, tapi aku akan tetap kehilangan nyawaku karena aku telah meminta dewa agar aku tetap hidup hingga menemukanmu dan mengatakan ini padamu,” Mia pun menarik Hansol dan berbisik pelan di telinga pemuda itu, sebuah mantra yang akan benar-benar menghancurkan sihir, jiwa, juga hidupnya, “Aku mencintaimu meskipun aku menusukkan pisau itu terhadapmu. Aku tidak akan meminta maaf untuk itu, tapi aku meminta maaf padamu karena aku telah menjadi ketidak beruntungan untuk hidupmu, bahkan saat ini. Aku mencintaimu.”

Aku mencintaimu. Mia tak pernah mengatakan kalimat itu sekalipun dan hanya akan membalas ucapan Hansol dengan ciuman tiap kali ia mengumbar kata cinta dengan mudahnya. Tapi kali ini, Hansol harus merasakan kebas di dadanya ketika Mia hancur dan menjadi debu dengan bisikan yang serupa dengan suara angin dan mengudara di sekitarnya.

“Aku mencintaimu, Hansol…”

“MIA?! MIA?! KAU TIDAK BISA PERGI MIA! MIA!”

Kau tidak perlu memercayainya, tapi kenyataannya, Disney hanya membuat kisah bahagia bagi putri duyung agar pendengar bisa tersenyum. Tersenyumlah selama kau bisa mendengar kisah klasik dengan akhir bahagia di bawah garis cinta itu. Karena kau tak akan merasa kisah putri duyung sesuatu yang patut disyukuri, karena semua itu hanya kutukan : sebuah ketidak beruntungan yang terjatuh pada gadis bernama Mia Spears Lim yang menunggu kekasihnya selama seribu tahun.

=end=

20170112 PM1037

Advertisements

2 thoughts on “[Write Your Mythology] Unlucky Love Story

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s