[Ficlet] Not Enough

project-26-14

Not Enough

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff, AU

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0

 “Kau tidak memberinya?”

“Apa?”

“Coklat.”

“…”

“Aku yakin Yuta sedang menunggu coklat darimu, Ran.”

“Akan aku pikirkan nanti.”

0o0o0o0

Sampai saat ini Ran masih tidak habis pikir, kenapa tanggal 14 Febuari jadi sangat sakral untuk pasangan kekasih. Coklat, atau hadiah semacamnya menjadi barang wajib yang diberikan pihak perempuan pada pihak laki-laki. Sudah begitu masih ada istilah ‘coklat wajib’ pula untuk teman dan kenalan baik lainnya.

Ran bukannya tidak suka pada event seperti itu, hanya saja menurut Ran itu merepotkan. Dalam satu hari membuat banyak camilan berbahan coklat, bahkan sampai bergadang, itu diluar akal sehat bagi Ran.

Lagi pula Yuta tidak akan puas hanya dengan sekotak coklat buatan tangan Ran.

“Memang sebegitu wajib, ya?”

“Untukku itu wajib.”

“Akira, memangnya sejak kapan kau suka makan coklat? Bukannya kau tidak suka makanan manis?”

“Kalau dari adik tercinta, aku akan memakannya.”

“Hah?”

“Tapi jangan terlalu manis juga. Kalau bisa jangan terlalu banyak krim dan susunya.”

Tugas sebagai ketua OSIS saja sudah banyak, tidak ada waktu untuk memikirkan membuat coklat berlusin-lusin untuk teman, kakak penderita Siscon dan kekasih yang pada tanggal 14 nanti jelas sulit ditemui.

Ah, kebetulan tanggal 13-14 Febuari nanti Yuta ada acara pelatihan bersama di sekolah lain, menemuinya jelas susah, apa lagi kalau sampai membawakan coklat kesana. Oh, ayolah, Ran juga punya kesibukan hari itu. Yang benar saja.

“Tapi kau akan membuatnya, kan?”

“Aku akan buat yang termudah.”

“Kalau ingin membuat, buatlah sebaik mungkin. Aku memberitahumu sebagai kakak yang baik. Yuta pasti lebih suka kalau kau bersungguh-sungguh.”

0o0o0o0

14 Febuari.

“Ran, kau mau mengantarnya?”

“Apa?”

“Coklat untuk Yuta.”

“Tidak. Yuta yang akan mengambilnya sendiri nanti.”

“Hah? Kenapa seperti itu?”

“Habis, tidak mungkin kan aku datang ke pelatihan bersama klub sepak bola di sekolah lain. Terlalu banyak laki-laki di sana. Yang ada aku malu nanti.”

“Tapi Yuta pasti akan sangat senang.”

“Harusnya dia lebih senang bisa bertemu denganku tanpa gangguan dari laki-laki lain. Lagi pula Yuta tidak keberatan, kenapa kau bermasalah, Akira?”

“Yah, hanya … ingin saja.”

“Dasar! Sana pergi, Yuta sebentar lagi sampai. Coklat jatahmu sudah aku taruh di kulkas.”

“Hm, baiklah. Bye, Ran~”

Kalau bukan karena Akira yang hampir setiap hari menanyakan coklat untuk valentine, mungkin Ran tidak akan membuatnya. Karena sudah buat, maka sekalian Ran buat yang banyak. Untuk Akira, Kengo, teman-teman di kelas dan yang lainnya juga. Untuk Yuta juga, tidak ada bedanya dengan “coklat wajib” untuk yang lain.

“Ran! Maaf lama, aku harus ijin ke pembina dulu tadi.”

“Tidak apa-apa. Ini jatahmu.”

“Jatah? Jadi tidak khusus?”

“Tidak. Semua sama.”

“Uwaah~ kenapa dingin sekali? Marah?”

“Tidak, cuma kesal. Dengan alasan namamu Akira membuatku harus begadang memasak kue coklat itu.”

“Haha, jadi ini terpaksa?”

“Tidak juga.” Walau memang sepertinya begitu. “Kalau tidak mau bisa dikembalikan.”

“Tidak-tidak. Aku tidak pernah bilang begitu. Aku senang, kok. Biarpun cuma ‘coklat wajib’ tapi karena kau yang membuatnya akan aku makan.”

“Oh, terima kasih kalau begitu.”

“Ya sudah, sana kembali.”

“Iya-iya. White day nanti aku akan ganti dengan yang sama.”

“Hm. Terima kasih niatnya.”

“Kalau begitu aku pergi dulu, nanti malam jangan lupa janji kita. Coklat saja tidak cukup kau tahu, Ran?”

Ah, ya. Coklat saja tidak cukup karena Yuta pasti akan meminta lebih dari itu. Setiap kali ada event seperti ini, Yuta sudah punya permintaannya sendiri, jadi memberinya dengan ‘coklat wajib’ tidak salah. Toh, nantinya juga Yuta akan dapat yang khusus sendiri, berbeda, dipesan sudah dari jauh-jauh hari.

“Hm-hm. Sana pergi, kalau kau telat nanti malam tidak ada makan malam spesial dengan keluargaku sepert janji.”

“Aku tahu. Pastikan saja kau masak semua makanannya dengan enak.”

Iyakan? Ran masih tidak paham dengan konsep coklat wajib, tapi Ran melakukannya karena Ran pikir membuat yang khusus untuk Yuta itu tidak perlu. Yuta sudah punya permintaannya sendiri, jauh sebelum Akira mulai membahas tentang valentine dan coklat.

0o0o0o0

[1] Image Pic : HoneyWork MV ┗-∵-┓ウルフ Character

[2] Hambar ya~ nggak tau kenapa kalo urusan Valentine pasti selalu berakhir hambar gini, padahal gulanya udah dibanyakin. Sebanyak mungkin malah.

[3] Segitu aja. Febby pamit~~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s