[Ficlet] Dumb Disturber

picsart_02-14-01-47-52

DUMB DISTURBER

Jangan ingatkan Mine akan realisasi rencana pembunuhan Jisung setelah kelas berakhir.

aiveurislin’s © 2017 ; Jisung, Minerva, & Hansol ; a ficlet [490 words] ; Harry Potter-AU!, crack, fluff, school life, wizard ; for general


Bagi pemilik nama Minerva Aveline Dong, menyumpal mulut seorang Park Jisung adalah pekerjaan yang sulit –ralat, sangat sulit. Tabiatnya yang kelewat jahil nan menyebalkan sudah sangat melekat pada sosoknya yang tinggi besar menjulang itu. Bukannya ia risih atau bagaimana, yang jelas bagi Mine –sapaan akrabnya, menghadapi dua makhluk sejenis troll bahkan lebih mudah dibandingkan melayani sepasang radar Jisung yang memasang mode pencarian sasaran utama, seperti kali ini.

Mine hanya mengumpat. Tak pernah terbesit satu pun firasat di mana ia menjadi sasaran penyihir amatir berwatak anak ayam ini. Kelas ramuan Profesor Ji Hansol yang seharusnya berjalan selama empat puluh lima menit ini pun terasa tiga kali lipat lebih lama dari biasanya. Ia sangat menyukai kelas ini, jujur saja. Profesor Ji Hansol adalah sosok guru idealis yang tidak pelit nilai sama sekali. Bisa dibilang tipikal guru idaman, menurutnya. Ia bisa dengan mudah mendapat nilai tertinggi di kelas ini –tentu saja asalkan bocah raksasa ini bisa hilang dari sisinya selama kelas ini berlangsung.

“Mine, Mine.”

“Mineee.”

“Apa sih, Jisung?” sudah setengah kesal, Mine akhirnya buka mulut, sedikit kehilangan kontrol suaranya. Beberapa pasang mata rekan-rekannya pun kini jatuh padanya pun jua sepasang obsidian gelap milik Profesor Ji yang juga turut menjurus padanya. Gadis itu pun meringis, diam-diam memendam hasrat untuk mencebik ceruk bibir Jisung saat ini.

Entah terspesifikasi bodoh atau kelewat dungu, lisan Jisung kembali mengudara, yang tanpa sadar turut menaikkan oktaf suaranya, “Ih, dengerin dulu! Aku punya berita bagus.”

Profesor Ji mendeham cukup keras, membuat Mine menggigit bibir bawahnya gugup. Guru muda itu pun menunggu keadaan kembali kondusif lalu melanjutkan penjelasannya mengenai Monkshood dan Wolfsbane.

“Mine.”

“Diam, Jisung!” sentak gadis itu berbisik, menelan bulat-bulat serapahan yang seharusnya tumpah-ruah dari mulutnya. Demi pemilik Neptunus, tolong hilangkan Park Jisung untuk empat puluh menit kedepan!

“Mine.”

Profesor Ji menoleh lagi, lalu menaruh spidolnya di atas meja pun mengumbar atensi penuh akan presensi Mine dan Jisung, “Minerva, Jisung, jika kalian ingin membicarakan sesuatu, harap keluar dari kelas sekarang. Jangan mengganggu siswa lain yang ingin mendengarkan.”

“Maafkan kami, Profesor,” sepenggal ungkapan penyesalan itu celos begitu saja dari mulut gadis China itu. Kembali fokusnya kini menarget lembaran buku. Namun Jisung tak kunjung menyerah alih-alih menyenggoli bahu kiri gadis itu. Ugh, sebenarnya mau apa sih bocah ini?!

“Park Jisung, diam atau kau mati di tanganku,” geram Mine jengah. Stok kesabarannya ludes, dilalap bara amarah demi meladeni lelaki bernama Park Jisung yang seakan meminta lautan walau telah ia beri segelas air. Benar-benar menyusahkan!

“Minerva Dong-“

“Anapneo!” –ups, satu mantra ampuh tercetus begitu saja. Tidak tepat sasaran namun cukup membuat tegang. Dasar anak ayam! Untung masih dianggap teman.

Jisung bungkam dan kelas itu pun mendadak hening. Menyadari kejanggalan yang menguar, senyum Mine yang terpatri selepas mendapati ekspresi membeku bocah lelaki itu perlahan memudar. Sepasang netranya mulai beredar, pula akhirnya bersirobok pada sosok yang kini mencitra raut merah padam, mirip bara terbakar.

Dan bam!

“PARK JISUNG, MINERVA DONG, KELUAR DARI KELAS SAYA SEKARANG!”

Oh, sial! Mine lupa bahwa di kelas ini mantra tidak halal.

 

–finish.


Entah makin kesini, makin gemes sama piyik dream yang satu ini. Jangan cepet gede ya kamu dek 😥

and also, welcome to the world, Minerva!

Reviews are meaningful ❤

aiveurislin.

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Dumb Disturber

  1. Cieeee si Jihan jadi guru idaman ciee… Ku bayangin dia rambutnya rada gondrong kayak snape :v Trus yang minerva ini kenapa aku bayanginnya kayak Minerva Mcgonagall ya? HAHAHA tuwir dong :v Oh iya, aku juga suka sama kata2 nya kakak, aku juga pengin bisa nulis sambil dikasih kiasan kayak gitu tapi gak pernah bisa :’3

    Oh, sial! Mine lupa bahwa di kelas ini mantra tidak halal.

    Langsung ngakak njir pas baca itu :v Mungkin Minerva udah kelewat gemes sama Jisung :v

    Like

    • Mas Hansol mah emang guru idaman syekalii 😀 Wakaka, ngakak waktu kamu bilang Minerva Mcgonagall. Mine maapin bin bikin nama kamu mirip halmeoni di HP wkwkwk
      Waduh, makasih ni. Padahal waktu nulis, pikirannya cuma gimana caranya biar reader ngerasain kalo jadi Mine xD
      Karena dd jisung ngegemesin pengen diunyel deh. Bahkan waktu bawel pun rasanya pen nyium :* wkwkwk

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s