[Ficlet] Anxious

project-26-16

Anxious

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Hurt/Comfort, Fluff

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0

Mencintaimu itu sangat menakutkan. Kau tahu itu Ran?

Aku hampir gila memikirkanmu setiap hari, hampir putus asa membayangkan apa kiranya yang kau lakukan saat aku tidak di dekatmu. Berlebihan memang, tapi aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkanmu, mengkhawatirkan hatimu yang mungkin akan berbelok ke lain hati saat aku tidak di dekatmu.

Semakin aku mencoba untuk melawan rasa khawatir itu, semakin aku terjebak pada pikiran-pikiran buruk yang entah dari mana asalnya. Semakin aku mencoba untuk tenang dan mengabaikanmu demi kehidupanku sendiri, semakin aku gila akan dirimu.

Aku ingin ada di dekatmu. Selalu.

Aku ingin kita bersama. Setiap saat.

Aku ingin kau tahu ini. Dan ikut merasakannya.

Egois bukan aku ini? Memberi alasan apapun juga tidak akan merubah fakta bahwa aku tergila-gila karenamu. Tidak akan merubah bahwa aku jatuh cinta padamu. Kenyataannya aku terjebak dalam rasa ingin memilikimu dan setiap hari rasa itu tumbuh terlalu cepat. Seperti monster, perasaan itu memakan habis rasaku untuk hal lain dan merubahnya menjadi keinginan untuk terus bersamamu.

“Maaf Ran, hari ini tiba-tiba saja SMA Sui mengajak latih-tanding. Kau juga ada rapat OSIS bukan?”

“Rapatku dibatalkan. Tapi tidak apa-apa. Lain kali saja.”

Padahal aku sendiri yang membatalkan janji kita, aku sendiri yang mengecewakanmu, tapi aku juga yang kecewa mendengar jawabanmu. Kau benar-benar membuat gila, Ran.

Maksudku, kau perempuan, harusnya kau lebih manja lagi, lebih menuntut lagi. Tapi setiap kali aku membatalkan acara kita kau selalu menerimanya, kau selalu tersenyum dan bilang tidak apa-apa. Kau membuatku takut dan menggila hanya karena itu, Ran.

“Yuta, minggu depan aku free, bagaimana kalau hari itu saja?”

“Maaf, Ran. Aku ada pertandingan saat itu.”

“Kalau pulangnya?”

“Aku tidak bisa janji. Habis pertandingan selalu ada rapat, dan kau sendiri tahu selama apa rapat itu bisa berlangsung.”

“Hmm, kalau begitu tidak apa-apa. Mungkin memang belum waktunya.”

Ran, ayolah, marah padaku, protes saja. Memakipun aku terima. Tolong Ran, jangan hanya terima seperti itu, kau membuatku benar-benar gila kalau seperti ini. Pikiran buruk tentang sikapmu itu membuatku gila. Sangat!

“Kau tidak marah?”

“Tidak. Tenang saja.”

Marahlah. Ayo marah dan protes. Aku lebih suka kalau kau seperti itu.

“Tapi,”

“Tidak apa-apa, Yuta. Aku juga sering membuatmu kecewa karena rapat OSIS dadakan, kalau kau membalasnya aku rasa itu sudah resiko.”

“Tapi aku tidak bermaksud,”

“Aku tahu, aku tahu. Tenang saja, aku tidak marah.”

Tidak, marahlah. Kumohon tunjukan rasa perdulimu pada hubungan kita dan marahlah. Kau perempuan Ran, kau berhak menuntut saat aku terlalu asik dengan duniaku. Jangan diam saja. Ayolah Ran, aku bisa gila jika kau terus memaafkan aku seperti ini. Aku jadi takut mencintaimu lebih dari ini. Aku takut pikiran burukku tentangmu benar. Kumohon, Ran, marahlah padaku.

Kita hanya bertemu sesekali di sekolah. Tidak banyak mengobrol. Terlalu sibuk dengan dunia kita masing-masing. Tidak ada waktu walau hanya untuk pergi jalan-jalan satu hari. Dan kau hanya diam saja.

“Ran, kau baik-baik saja?”

“Hah? Kenapa tiba-tiba? Aku baik, kok, jangan khawatir. Jah, aku ke kelas dulu ya~ semoga menang latih tandingnya.”

Mencintaimu sangat menakutkan, Ran. Sangat!

Disaat perempuan lain di luar sana menuntut untuk pergi jalan setiap minggunya, kau justru menyibukan diri dengan tugas OSIS-mu itu demi menutupi kesibukanku di klub yang aku ikuti. Ran, aku takut kita melewati batasan kita dan berakhir dengan berpisah nanti. Aku takut kau menganggap kesibukan kita ini biasa dan menomorsekiankan pertemuan kita, waktu kita bersama.

Makanya, marahlah. Protes padaku. Maki kalau perlu.

Aku ingin kau menjadi gadis manja seperti yang lain, menunjukan seberapa perdulinya kau pada hubungan kita. Tidak seperti sekarang. Kau membuatku takut, cintaku padamu membuatku ketakutan.

“Aku harus bagaimana, Ran?”

“Tidak perlu dipikirkan, lakukan saja seperti yang biasanya. Kau hanya harus menang.”

“Tidak maksudku bukan itu.”

“Lalu?”

“Sebagai kekasihmu, aku harus bagaimana?”

Aku takut, Ran.

“Tetaplah seperti biasanya.”

“Seperti biasa itu seperti apa?”

“Tetap pikirkan aku, jangan orang lain. Itu saja cukup.”

Makanya aku bilang mencintamu itu menakutkan, Ran. Sangat menakutkan bahkan.

Kapan kau mau lebih perduli pada hubungan kita dan berhenti membuatku memikirkan hal aneh tentangmu? Aku bisa gila, Ran. Kau tahu itu?

0o0o0o0

[1] Image Pic : Zutto mae Kara Suki Deshita Character

[2] Yuta maso lagi, hahah, seneng banget aku kalao bikin Yuta yang maso kaya gini, tapi nggak gampang bikin image Yuta yang nge-maso kaya gini.

[3] Segitu aja, Febby pamit~~

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Anxious

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s