[Ficlet] A Simple Kiss

project-26-17

A Simple Kiss

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff, Friendship,

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0o0o0o0o0

Bohong kalau Ran katakan ia belum pernah berciuman dengan Yuta. Pernah, kok. beberapa kali, tapi Ran pribadi tidak terlalu suka melakukan hal seperti itu. Melakukan juga karena terbawa suasana, kadang karena Yuta yang tiba-tiba jadi begitu aneh hanya untuk satu pengakuan. Ran justru lebih suka kontak fisik yang lebih aman seperti dicium di kening, pegangan tangan, atau tidur berbantal pangkuan Yuta.

Tapi anehnya belakangan ini banyak sekali teman-teman Ran yang ingin tahu seperti apa resep awet hubungan Ran dengan Yuta.

“Kalian jarang bertengkar.”

“Benar, hubungan kalian sepertinya lancar-lancar saja.”

Itu karena memang baik Ran maupun Yuta sama-sama tidak punya banyak waktu luang, jadi selagi punya kesempatan Ran dan Yuta memilih untuk menghabiskannya bersama, dan bukannya mempermasalahkan hal-hal kecil seperti gosip perselingkuhan atau gosip lainnya. Lagi pula, karena jarang bersama jelas saja jarang bertengkar.

“Yuta tetap romantis padahal hubungan kalian sudah lebih dari tiga tahun.”

“Kekasihku sekarang sudah jarang mau diajak jalan, padahal kami baru setahun jadian.”

“Iya, aku juga pernah dengar Nakamoto-kun mengatakan cinta padamu beberapa minggu lalu.”

“Dia benar-benar romantis.”

Kalau itu, Ran pikir mungkin karena Akira, kakaknya. Yuta selalu dapat bisikan-bisikan aneh dari Akira, karena itu juga Yuta jadi mempraktekannya pada Ran. Lagi pula Yuta sama sekali tidak romantis, dia hanya selalu jujur. Kalau sedang ingin dia akan mengatakan cinta dengan mudah, kalau sedang tidak ingin sekalipun Ran yang meminta dia tidak akan mengatakannya.

Tapi dikebanyakan kasus, kalau Ran memintanya mengatakan cinta, Yuta memang akan dengan senang hati mengatakannya. Kadang sampai berlebih. Sama sekali tidak romantis, justru seperti sedang bermain-main.

Ne~ Ran, katakan apa rahasianya agar kekasih kami juga seperti Nakamoto Yuta.”

Ran hanya bisa mengendik. “Aku tidak tahu, tapi mungkin memberi kejutan kecil bisa membantu.”

“Kejutan kecil?”

“Seperti apa contohnya?”

“Um, apa ya?”

“Ayolah Ran, jangan main rahasia-rahasiaan seperti itu.”

“Aku benar-benar tidak tahu. Aku memperlakukan Yuta seperti biasa, tapi kadang ada juga saat aku ingin memperlakukannya lebih istimewa. Kecupan singkat, mungkin sesuatu seperti itu.”

Mereka semua sama-sama diam. Merenungkan kekasih masih-masing, mungkin.

“Ran apa kau sering mencium Yuta?”

“Apa kau dan Yuta sudah pernah melakukan ‘itu’?”

“Sudah berapa kali?”

“Melakukan apa?”

“Jangan pura-pura polos, kau paham maksud kami.”

Ran menggeleng sambil tertawa kecil. “Tidak, tentu saja aku tidak melakukan hal itu. Aku menjaga harga diriku bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk keluargaku—untuk Yuta juga.”

“Lalu kenapa hubunganmu dan Yuta bisa sangat berbeda dengan kami dan pasangan kami?”

“Aku tidak bisa menjawabnya, maaf.” Ran mengerti kekecewaan mereka, Ran sendiri kecewa karena tidak bisa membantu. Tapi menjabarkan hubungannya dengan Yuta butuh waktu yang tidak sedikit.

“Ran, pangeranmu sudah datang, tuh.” Satu dari mereka menunjuk pintu kelas di mana Yuta sedang berdiri menunggu.

“Kalau begitu aku duluan.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Aku sempat dengar pembicaraan kalian tadi.”

“Oh, lalu menurutmu bagaimana?”

“Apanya?”

“Kenapa hubungan kita terlihat berbeda dengan mereka?”

Yuta meraih tangan Ran, menggenggamnya dan tersenyum menujukan tautan itu. “Mungkin karena kita lebih suka yang seperti ini ketimbang hal lain.”

“…”

“Atau mungkin karena aku terlalu mencintaimu.”

“Hm, begitu ya?” satu alis Ran naik, mengejek Yuta dengan nada sindiran.

“Kau meragukanku?”

Ran mengangguk.

“Baiklah.”

Yuta memagang jalannya. Berdiri sambil bertolak pinggang di depan Ran.

“Apa?”

Tanpa memberi aba-aba, sinyal, atau isyarat, Yuta langsung mengecup bibir Ran. Di lorong menuju pintu keluar. Di sekolah. Di depan beberapa siswa lain.

“Masih meragukanku?” tanya Yuta setelahnya.

Senyum kemenangan Yuta menciptakan rona merah di wajah Ran.

Iya, kan? Ran tidak berbohong, mereka memang pernah, sesekali, atau mungkin terhitung sering menciptakan romasa yang membuat pasangan lain meneguk rasa iri. Mencium kekasih—di sekolah—rasa-rasanya sejauh ini hanya Nakamoto Yuta yang berani melakukannya.

0o0o0o0o0o0o0o0

[1] HoneyWorks ‘Koi no Code’ MV Character.

[2] Inget, dulu pernah ngobrol-ngobrol sama temen sekelas tentang kakak kalas yang jadian sama temen sekelas. Obrolannya kurang lebih ngepoin doang, tapi ternyata si kakak kelas denger terus malah ikut nimbrung, jadi satu-satunya cowo di sana cuma karena si cewek—yang teman sekelasku—belum mau pulang.

[3] Segitu aja dulu, Febby pamit~~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s