[Ficlet] Savage

Savage

[NCT] Mark Lee x [Red Velvet] Kim Yeri

Other Cast : [ASTRO] Park Minhyuk/Rocky, [Fantagio Girl] Choi Yoojung

Slight! [WJSN] Yoo Yeonjung, [SF9] Kang Chanhee

School-life, Romance, Friendship, Fluff

Rate : T || Length : Ficlet

I just own the plot & story

.

.

.

.

.

.

babyneukdae_61 storyline

They’re still such savages, even on Valentine day.

14 Februari. Tanggal yang dirayakan sebagai hari kasih sayang.

Bagi sebagian besar remaja, mereka akan memanfaatkan hari itu untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada pujaan hati, memperbaiki hubungan dengan mantan kekasih, memberi hadiah bagi orang-orang terdekat dan sebagainya.

Ya, tentu saja. Bahkan pada tanggal 14 pagi itu, murid-murid berseragam kuning khas School of Performing Art Seoul sudah berlalu-lalang dengan berbagai macam ekspresi. Oh, jangan lupakan cokelat, bunga dan kartu ucapan berwarna merah muda yang berisi kata-kata romantis dan semacamnya.

Namun pagi itu, Mark tetap berjalan menyusuri koridor menuju kelas seperti biasanya, layaknya tidak ada apa pun yang terjadi.

Setelah menaruh tasnya di mejanya, Mark pun memasang kedua earphone berwarna putih miliknya–yang sudah terhubung pada ponselnya, tentu saja–pada kedua telinganya, lalu menyentuh logo play pada layar ponselnya. Ia memejamkan matanya sambil duduk dan menyandarkan punggungnya pada kursi sehingga kepalanya sedikit mendongak ke atas, sembari menikmati alunan lagu Stitches milik Shawn Mendes–lagu favoritnya dan Yeri.

Suara meja yang sedikit bergeser pun memaksa Mark untuk membuka matanya sejenak. Terlihat di depannya, Park Minhyuk, sahabatnya, tengah duduk di atas mejanya.

“Kau tidak menghampiri Yeri di kelasnya?” tanya Minhyuk.

Mark mendesah pelan. “Untuk apa, Rocky?” ujar Mark jengah.

Minhyuk, sang pemilik sebutan Rocky itu tertawa singkat.

“Apakah kau tak punya kalender? Ayolah, hari ini Valentine, bro!” jawab Rocky.

Mark mengerutkan dahinya. “Lantas?”

“Berilah gadis Kim itu cokelat, bunga, atau apa pun itu. Ungkapkan perasaanmu padanya. Jangan lupa, berilah benda-benda itu dengan cinta,” jelas Rocky panjang lebar.

Mark melepas kedua earphone di telinganya.

“Kalau kau memberi cokelat kepada seseorang dengan cinta, kapan benda itu akan sampai di tangan orang yang kau tuju? Sampai Narnia dan Zootopia mendeklarasikan negara mereka? Tentu saja kau memberikan cokelat itu dengan kedua tanganmu,” ujar Mark, lantas meninggalkan pemuda Park itu sendirian dengan ekspresi melongo keheranan.

“Oh look, dude. He is still annoying and barbarous even on Valentine Day. So savage, huh,” rutuknya. Untung saja pemuda Lee yang menyebalkan itu adalah sahabatnya.

***

Yeri baru saja kembali dari kantin sekolah saat ia melihat Kang Chanhee, murid dari kelas sebelah, menghampiri Yeonjung untuk memberikan gadis Yoo itu bunga dan cokelat, tepat di depan pintu kelas Yeri. Terlihat jelas ekspresi cerah Yeonjung saat menerima kedua benda itu dari Chanhee.

Yoojung yang menyadari eksistensi Yeri pun berbicara agak keras melalui jendela, “Whoa, kapan Mark menyusul Chanhee, ya? Kurasa hari ini momen yang tepat untuk menyatakan perasaannya kepada Yeri!”

Peduli setan soal itu, batin Yeri. Toh bukan hanya ia yang tidak mengalami valentine vibes di sekolah, bukan?

Tapi, mengingat tentang kedekatannya dengan Mark yang sudah menyebar di seluruh penjuru sekolah, ia sedikit jengkel, namun ia sudah terbiasa dengan hal itu.

“Yeri, sepertinya kau jangan pulang dulu setelah bel pulang berbunyi. Mungkin saja Mark akan menyatakan cintanya sepulang sekolah, di depan semua warga sekolah, seperti yang ada di drama-drama,” ujar Yoojung.

“Tentu saja aku tak akan pulang, karena hari ini ada ekstrakurikuler paduan suara. Oh iya, jangan sampai kau tidak datang, Yoojung,” jawab Yeri sambil terkekeh polos, lalu ia kembali ke mejanya.

“Umm, Yeri! Hmm,” akhirnya gadis Choi itu pun bungkam oleh ultimatum dari Yeri.

Kekuatan seorang pengurus ekstrakurikuler, batin Yeri senang.

Yeah, sepertinya Yoojung melupakan sisi savage dari seorang Kim Yeri.

***

“Bagaimana, kau suka cokelat dariku?”

Yeri mengangguk kecil. “Tentu saja, apalagi kita menikmati cokelat ini berdua. Kurasa itu yang membuat cokelatnya terasa lebih manis. Oh, tunggu, Mark!” gadis Kim itu pun mendekatkan tangannya pada wajah Mark, lalu dengan ibu jarinya, ia mengusap sisa cokelat yang tersisa di sudut bibir Mark.

“Kau ini, makan seperti anak kecil, ya,” ujar Yeri.

Mark terkekeh pelan. “Biar saja. Setidaknya karena itu, aku dapat merasakan tanganmu yang lembut itu di wajahku, sayang,” jawab Mark sambil mengelus surai karamel milik Yeri.

“Cih, modusmu, Tuan Lee,” cibir Yeri.

Sambil memandangi indahnya Sungai Han, Mark tersenyum, sehingga menambah kadar ketampanan pemuda itu.

“Indahnya kalau kita bisa menghabiskan waktu berdua seperti ini. Tak seperti di sekolah. Benar-benar harus jaga jarak,” ujar Mark.

Yeah, Lagi pula aku tak terlalu senang jika kehidupan sekolah kita terganggu oleh mereka yang sering menggoda kita dengan mengungkit-ungkit relasi kita. Setidaknya mereka tidak tahu tentang status hubungan kita yang sekarang,” jawab Yeri.

“Setidaknya saat kita jauh dari mereka, aku dapat dengan puas memandangimu,” lanjutnya.

“Dan aku pun dapat dengan puas mengatakan hal-hal yang manis padamu,” timpal Mark.

Pemuda Lee itu menatap wajah Yeri, lantas tersenyum. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke arah Yeri, memiringkan kepalanya dan mengecup sudut bibir Yeri.

Yeri yang diperlakukan seperti itu secara tiba-tiba pun terdiam, mencerna apa yang baru saja terjadi.

“Kau sendiri sama, Yer. Kau makan seperti anak kecil. Di sudut bibirmu tadi ada cokelat, jadi aku membersihkannya,” ujar Mark sambil terkekeh, lalu beranjak dari posisi duduknya dan mengambil tasnya, lalu melangkah meninggalkan Yeri, dengan senyum yang belum luput dari wajah tampan pemuda Lee itu.

“YAKK MARK LEE, YOU’RE SUCH A SAVAGE!” seru Yeri.

I love you too, sweetheart,” jawab Mark tanpa membalikkan badannya kepada Yeri.

Gadis Kim itu pun mengambil tasnya, lantas beranjak kemudian menyusul Mark, pemuda yang berstatus sebagai kekasihnya yang berjalan tak jauh dari tempat mereka duduk tadi.

 

FIN

 

*kyaa telat ngepost, padahal valentinenya udah lewat -_-

**duh dua sejoli ini kok roman2nya minta di gorok ya saking tengilnya :v untung Lau sayang mereka wkwkwk

***makasih sudah mampir, jangan lupa review like comment xD

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Savage

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s