[Ficlet] Don’t Like

project-26-19

Don’t Like

[2nd] Project 26

By : Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff, AU

PG-13

Cast :

Nakamoto Yuta (NCT)

Nikaido Ran (OC)

 

Disclaimer : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fiksi ini. Semuanya murni hasil pemikiran saya. Mohon tidak copy-paste atau memplagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat membaca~

0o0o0o0o0

Ran bukannya takut. Hanya tidak percaya saja pada makhluk tidak nyata seperti hantu dan kawan-kawannya. Lagi pula sengaja mendatangi tempat-tempat seram untuk membuktikan keberadaan mereka itu rasanya tidak masuk akal, kurang kerjaan. Tapi sebagai ketua OSIS yang baik dan bertanggung jawab Ran sudah terlanjur mengiyakan untuk memantau kegiatan di luar jam pelajaran yang siswa sekolahnya lakukan.

Sekalipun itu adalah uji nyali mengelilingi sekolah di malam terakhir liburan musim panas.

Bukan kelas Ran yang mengadakan, tapi kelasnya Yuta. Itu ide gila dari Seo Yuzuki yang begitu menyukai hal-hal aneh. Karena terpaksa dan karena tanggung jawab yang diemban Ran tidak bisa menolak undangan untuk terlibat. Lebih-lebih semua anak di kelas Yuta tahu kalau dirinya adalah kekasih Yuta, mereka sangat bersemangat untuk memasangkan Yuta dan Ran berkeliling.

“Hey, Yuzuki tidak bisa datang.”

“Serius?”

“Iya, katanya dia terserang flu.”

Dan sialnya, pencetus ide itu justru mangkir.

“Lalu bagaimana? Kita kurang satu orang, siapa yang akan pergi sendiri?”

Ran mengangkat tangan. “Aku saja. Kalian bisa melakukan seperti rencana, lagi pula tugasku adalah menjaga kegiatan ini agar tidak menimbulkan masalah. Aku tidak perlu berkeliling, aku bisa langsung mengambil jalan pintas untuk ke tempat kumpul terakhir.”

“Kau yakin, Ran?”

“Um, kau pergi temani mereka seperti rencana. Aku baik-baik saja.”

Berhasil memaksa Yuta dan teman-teman sekelasnya untuk melakukan sesuai rencana, Ran akhirnya ditinggal sendiri setelah pasangan terakhir—Yuta dan seorang gadis bernama Satsuki—pergi.

Memang ada beberapa rumor seram tentang sekolah Ran ini, tidak semenyeramkan sekolah-sekolah lain, tapi cukup menarik untuk dijadikan permainan seperti ini. Hampir di setiap gedung dan bangunan lain ada rumor tentang adanya hantu, jadi mengelilingi secara berpasangan di malam musim panas cukup mengasikan. Karena suara hewan malam memberi efek lebih, disana letak keasikannya—menurut mereka.

Sebenarnya kelas Ran juga mengajukan ide yang sama, tapi Ran menolak keras karena dia punya sedikit masalah dengan permaian seperti ini. Tapi siapa yang tahu kalau Yuta justru menjadi salah satu pelopor kesuksesan kegiatan seperti ini untuk kelasnya.

“Padahal dia tahu aku tidak suka hal seperti ini.”

Rute yang diambil mereka adalah mengelilingi seisi sekolah, dari pintu depan gedung pertama lalu kearah ruang biologi, kemudian menyeberang ke gedung kedua, dan berakhir di depan pintu aula gedung olah raga yang letaknya paling belakang.

Sebelumnya sudah ada stampel berbeda warna yang diletakan di beberapa kelas tertentu dengan rumor seram paling santer terdengar untuk membuktikan kalau mereka benar-benar mengelilingi sekolah.

Ran sendiri tidak memasuki gedung. Jalan pintas yang Ran maksud adalah melewati sisi gedung, jadi tidak perlu memutar juga. Tidak jauh walau sedikit lebih gelap.

“Ah, aku lupa tidak minta senter pada mereka.”

Bermodalkan lampu dari ponselnya Ran menyusuri jalan menuju gedung olah raga. Suara semak yang bergoyang, suara jangkrik, juga suara-suara teriakan dan langkah kaki berlari malam itu, untuk Ran, cukup mengganggu. Ran tahu yang berteriak dan berlari itu pasti mereka yang sedang uji nyali, tapi entah kenapa itu mempengaruhi keberanian Ran.

Sungguh Ran bukannya takut hanya tidak suka pada hal-hal seperti ini.

“AAA!”

“HANTU!”

Ran tidak suka.

Benar-benar tidak suka.

Saat tubuhnya gemetar karena hal yang tidak nyata seperti ini, Ran tidak suka. Ran tidak ingin menunjukan kelemahannya selagi dia memegang tanggung jawab untuk menjaga yang lain. Makanya Ran tidak suka kegiatan seperti ini.

“Tahan Ran, kau bisa melakukannya. Ini di sekolahmu, tidak ada apa-apa disini. Kau yang paling tahu tentang itu.” Ran tidak suka dan tidak akan menyukai hal seperti ini. Lain kali Ran akan meminta Yukimura, wakil ketua OSIS, untuk menggantikannya saat ada acara seperti ini lagi. Atau Ran akan langsung menolak acara ini untuk memastikan tidak ada yang ketakutan. “Hantu itu tidak ada. Mereka hanya sedang bercanda. Tenang saja, Ran kau tidak mempercayai mereka ada.”

Suara semak bergerak di belakangnya membuat Ran menoleh. Di sampingnya ada gedung kedua, kalau Ran tidak salah kelas yang ada di sisi gedung itu adalah ruang kimia, ruang dengan rumor seram tentang gadis yang suka berlarian di dalam kelas, memecahkan beberapa alat praktek.

“Ah, Yuta benar-benar harus aku beri pelajaran karena mengajukan hal seperti ini.”

Prank!!

Ran berhenti. Barusan suara sesuatu pecah. Tapi karena tidak ingin berlama Ran bermaksud mempercepat langkahnya, berusaha bersikap tidak pernah mendengar apa-apa. Selanjutnya Ran justru mendengar suara tapak kaki yang santer terdengar, semakin lama semakin mendekat padanya.

“Ti—tidak ada apa-apa.”

Tubuhnya bergetar hebat, melanjutkan satu langkah lagi saja Ran tidak sanggup. Ketakutan yang Ran tidak suka menyergap di bawah kegelapan malam terakhir libur musim panasnya.

Semakin dekat. Sesuatu yang sedang berlari kearahnya itu semakin dekat. Ran benci mengakui ini, tapi Ran benar-benar takut sekarang.

“Hantu itu tidak ada. Hantu itu tidak ada. Hantu itu tidak ada…”

“Ran.”

Tangannya ditangkap oleh sesuatu.

“AAA!”

Ran hampir memukul sesuatu itu kalau saja tidak ditahan.

“Ini aku, Yuta.”

“Haaah~ Yuta.” Terjatuh, kaki gemetar yang sejak tadi tidak bisa Ran gerakan akhirnya mencapi batasnya dan bertekuk lutut melihat Yuta di sana.

“Kau baik-baik saja?”

Ran mengangguk, mengiyakan dalam lega yang luar biasa. Air mata yang sejak tadi tertahan di pelupuk mata jatuh bersamaan dengan pelukan Yuta yang menjaga tubuhnya.

“Sudah tidak apa-apa, ada aku sekarang.”

Ran hanya sanggup menggangguk dalam pelukan itu. Menguatkan pegangannya pada Yuta sebagai ganti permohonan untuk tidak ditinggalkan sendiri. “Aku akan membalasmu untuk ini nanti, Yuta.”

“Hm, silahkan.”

Butuh beberapa saat sampai Ran melepas semuanya ke dalam tangisan.

“Aku takut. Kenapa kau menakutiku, huh? Aku sudah pernah bilangkan kalau aku tidak suka hal seperti ini, tidak perduli pada Yuzuki, pokoknya kau yang salah karena mengajukan kegiatan seperti ini untuk mengisi liburan.”

“Iya-iya, maaf.”

“Yuta bodoh.”

“Hm, aku bodoh dan kau terjebak pada orang bodoh ini, di sini, sekarang.”

“Berisik.”

“Sudah jangan menangis lagi. Ayo kita susul yang lain.”

0o0o0o0o0

[1] Image Pic : HoneyWorks — ウルフMV Character

[2] Hampir mirip sama yang judulnya Hunted House, tapi sebenernya yang duluan selesai yang ini. Hahaha, tapi pengen ini publis tanggal 20 aja~

[3] Sejujurnya ini terinspirasi dari adegannya Ayuzawa Misaki dan Usui Takumi di Anime Kaichou wa Maid-sama. Kalau nggak salah masuk episode belasan.

[4] Segitu dulu, Febby pamit~

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s