[NCTFFI Freelance] Beautiful Vampire (Chapter 2-2)

14383298_899080960229327_85803040_n

Beautiful Vampire

Chapter II Pt. 2

-Vampire’s Hunter-

Kim Chaeri (OC) || Ten (NCT || Jaehyun (NCT)

Story by Cherry Love

“Jadi seperti ini Korea? Benar-benar seperti aku telah kembali ke rumah. Dalam beberapa tahun, semuanya berubah.” Seorang pria dengan setelan jas itu kemudian mulai melangkahkan kakinya setelah pesawatnya tiba di bandara Incheon. Iapun mengedarkan pandangannya berharap dapat menemukan seseorang yang ia cari.

“Jay!” terdengar suara seorang pria yang tak asing baginya, iapun menoleh ke sumber suara dan tersenyum senang ketika ia akhirnya berhasil menemukan orang itu.

“Bagaimana perjalananmu?” ucap pria itu membuka pembicaraan.

“Lumayan, sejujurnya aku sedikit gugup karena ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki disini setelah sekian lama,” Pria itupun menepuk pundak Jay berusaha menyemangatinya.

“Doyoung-ah, bisakah kau bawakan barang-barangku ini? Aku ingin jalan-jalan sebentar,” ucap Jay kemudian. Pria yang dipanggil Doyoung itu hanya tersenyum dan mengangguk kecil.

“Baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu dirumah,”

##

Saat ini Jaehyun tengah berjalan dengan santai menyusuri kota Seoul, matanya sesekali terpejam merasakan angin yang berhembus di wajahnya. Bau kota ini, mengingatkannya tentang kehidupannya saat kecil, masa yang paling indah baginya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, ia menolehkan wajahnya ke sebuah gang kecil yang ada disampingnya.

“Pemburu vampir,” iapun kemudian berlari menuju gang kecil itu dan melihat seorang pria dengan pedang di tangannya. Dengan cepat ia melompat ke arah pria itu sebelum pria itu menyadari keberadaannya dan segera melumpuhkan gerakannya.

‘BATZ’ Jay menancapkan pedang yang ia rampas pada punggung pria itu membuatnya mati seketika, wajahnya yang tampan kini telah ternodai dengan bercak darah. Iapun segera bangun dan menghampiri vampir yang hampir terbunuh tadi.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya.

“Ya, aku baik-baik saja. Terimakasih, terimakasih banyak. Kau pasti penjaga vampir yang diutus organisasi itukan? Syukurlah, kukira aku akan mati. Memikirkannya saja sudah membuatku gila, anak isteriku menungguku di rumah aku tak bisa mati seperti itu. Karena itu aku benar-benar berterimakasih padamu,”

“Tidak apa-apa, ini memang sudah menjadi tugasku.”

“Baiklah kalau begitu, ambillah ini untuk membersihkan wajahmu dari bercak darah,” Jaypun mengambil sapu tangan yang diberikan oleh pria itu.

“Terimakasih,”

“Tidak, seharusnya aku yang berterimakasih. Aku akan selalu mendo’akanmu. Kalau begitu aku pergi dulu,”

Jaypun mengusap wajahnya dengan sapu tangan yang diberikan pria itu, kemudian tersenyum pahit.

“Mendo’akanku? Benar-benar vampir yang taat,” gumamnya. Kemudian ia menghela nafasnya kasar.

“Aahh baru beberapa jam tiba di Seoul, aku sudah harus membunuh. Sepertinya Seoul adalah sarang para pemburu vampir, benar-benar menarik.”

“Ah, sebelumnya aku harus mengubur mayat ini dulu,” Jaehyunpun mengangkat mayat pemburu vampir itu dan membawanya pergi untuk ia kubur.

***

“Yak, neo!” terdengar suara seseorang memanggil sehingga Chaeri refleks menolehkan wajahnya. Ia melihat ke sekeliling untuk meyakinkan apakah ada orang selain dia, dan hasilnya nihil.

“Jaega?” ucapnya lirih sembari menunjuk dirinya sendiri. Pria itu tersenyum, dan sedetik kemudian Chaeripun merasakan aroma yang begitu manis dari tubuh pria itu, iapun mengingat pria itu dan segera menutup hidungnya agar bau manis dari tubuh pria itu tidak tercium olehnya.

“Ya, aku memanggilmu Chaeri-ssi.” ucapnya sembari melangkahkan kakinya mendekat pada Chaeri.

Chaeri terkejut, jantungnya kini tengah berdebar dengan cepat ketika pria itu mulai berjalan mendekatinya. Meskipun ia telah menutup hidungnya, jika pria itu semakin dekat bau darahnya akan bisa tercium dan dia takut jika tak bisa mengontrol dirinya seperti kemarin.

“Tapi kenapa kau menutup hidungmu? Apa tubuhku bau?” ucap pria itu sembari mencium-cum tubuhnya sendiri.

“Tidak juga. Bukankah tidak sopan bersikap seperti itu, Chaeri-ssi? Kau tidak melupakan  kejadian kemarin, kan?” Lanjutnya kemudian dan semakin melangkah mendekati Chaeri.

“Hajima,” ucap Chaeri cepat membuat pria itu lantas menghentikan langkahnya.

“Jweo..jweoseonghaeyo.Jika ini tentang  kejadian kemarin, aku minta maaf.  Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi. Jadi, kumohon lepaskan aku untuk kali ini saja,” Chaeri memohon dengan ucapan yang lirih sembari menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ke arah pria itu, pria itu hanya  terkekeh mendengar penuturan Chaeri.

“Ten. Panggil aku Ten,” ucapnya kemudian.

“Apa aku terlihat seperti orang jahat? Kenapa kau berkata seperti, eo? Tenang saja, kau tidak perlu minta maaf akan hal itu,” lanjutnya.

“Jangan salah paham, apapun yang terjadi kemarin benar-benar unsur ketidaksengajaan. Jadi, jangan bersikap seolah-olah kita dekat. Dan juga, mulai sekarang kumohon agar kau selalu menjaga jarak dariku. Aku harap ini pertemuan terakhir kita. Sampai jumpa,” Ten hanya terpaku mendengar ucapan Chaeri. Iapun tersenyum pahit dan sedetik kemudian ia melangkahkan kakinya mengejar Chaeri dan segera menarik tangannya sehingga tubuh Chaeri terhempas dan kini merekapun berhadapan cukup dekat. Chaeri terkejut dengan apa yang dilakukan pria ini, jantungnya berdebar dengan kencang dan aroma manis darah itu semakin menggoda penciumannya. Iapun berusaha menahan gejolak itu.

“Jika kau tak ingin membuat orang salah paham, maka jangan pernah membuatnya salah paham,” ujar Ten dan sedetik kemudian ia mendaratkan bibirnya di antara kedua mata Chaeri membuat Chaeri terkejut dan kembali merasakan aroma darah yang menggoda penciumannya. Iapun tak bisa menahan naluri vampirnya, tanpa sadar bibirnya telah mendarst di leher  Ten –pria itu- . Tenpun terkejut dan perlahan melepaskan tautan bibirnya, ia tertegun untuk sesaat merasakan lehernya yang saat ini telah di mangsa seorang gadis di hadapannya. Tak lama kemudian Chaeripun tersadar dan segera melepaskan tautan bibirnya pada leher Ten. Iapun merutuki dirinya sendiri karena tak bisa mengontrol nalurinya, tanpa sepatah katapun ia segera berlari menjauh dari Ten meninggalkan Ten yang masih tertegun di tempatnya.

***.

“Baiklah anak-anak sekarang Bapak akan mengenalkan murid pindahan pada kalian,” tampak anak-anak di kelas 2-3 itu mulai ricuh/? Ketika mendengarkan penuturan dari Jang Sonsaengnim.

“Dia adalah murid pindahan dari London, Bapak harap kalian bisa berteman baik dengannya,”

“Ne, Sonsaengnim.” Ucap murid-murid itu kompak. Jang sonsaengnimpun mempersilahkan murid pindahan itu masuk dan segera memperkenalkan diri. Tampak seorang pria tampan dengan rambut blonde dan kulit putih pucatnya itu memasuki kelas sehingga kelaspun menjadi begitu riuh dengan teriakan dan bisikan-bisikan para siwi.

“Astaga, dia tampan sekali!”

“Kau benar, ahh bagaimana dia bisa setampan itu?? Aku benar-benar ingin memilikinya.”

Terdengar para murid mulai membicarakan tentang rupa murid pindahan itu yang dinilai begitu tampan.

“Annyeonghaseyo, namaku Jung Jaehyun. Senang bertemu dengan kalian semua.” Ucapnya yang ternyata bernama Jaehyun membuat seisi kelas menjadi riuh.

“Jaehyun adalah orang Korea, dia tinggal di London ketika ia kecil dan baru kembali ke Korea. Apa ada yang ingin kalian tanyakan?” ucap Jang Sonsaeng kemudian. Dan setelahnya seorang siswi bername tag Park Jin Ahpun mengangkat tangannya.

“Do you have a girlfriend, Jaehyun-ssi?” pertanyaannya semakin membuat kelas menjadi lebih bising. Jaehyun hanya terkekeh mendengar pertanyaan ini.

“Ani, geureom yeojachinguga doejullae?” jawaban Jaehyunpun lantas membuat kelas lebih bising lagi. Jang sonsaengpun hanya terkekeh melihat reaksi anak muridnya.

“Baiklah Jaehyun-ah tidak usah kau pedulikan mereka, kau bisa duduk di bangku yang kosong itu.”

“Ne, sonsaengnim gamsahamnida.” Jaehyunpun mulai melangkahkan kakinya menuju bangku yang kosong itu, namun langkahnya terhenti di bangku seorang gadis yang sedari tadi hanya diam tak bergeming. Iapun menolehkan wajahnya dan menatap gadis itu intens.

‘Jadi, disini ada seorang vampir? Ini sangat menarik,’

To Be Continued..

NOTE : Yeojachinguga doejullae? : Mau jadi pacarku?

Advertisements

One thought on “[NCTFFI Freelance] Beautiful Vampire (Chapter 2-2)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s