[NCTFFI Freelance] Konstelasi Rindu (Ficlet)

konstelasi-rindu

Konstelasi Rindu

By ravenclaw

Drama, Romance, Hurt/Comfort, Fluff

PG-13

Cast :

Lee Taeyong (NCT)

Ilyanna Park (OC)

Disclaimer :

Selamat menyelami rasa rindu

0o0o0o0o0

Taeyong merindukan aroma masakan sup rumput laut setiap malam ulang tahun teman-temannya. Aromanya yang menggugah selera dan membuat indra penciuman semakin tajam yang selalu ia rasakan setiap kali ia memasak di dorm tempat ia berada sekarang.

“Selamat ulang tahun, Yuta! Semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rezekinya, dan, apalagi ya, hyung?” Yuta tersenyum senang kala Mark memberikan begitu banyak doa untuknya pada malam yang spesial kemarin.

“Dan semoga dapat pacar,” celetuknya membuat Yuta kaget dengan ucapannya lalu tertawa ringan sembari menimpali, “memangnya kita boleh punya pacar, ya?” dan semua yang ada di sana tertawa akan nasib.

Taeyong selalu merindukan kehangatan yang ada. Seperti tadi, Jaemin terbangun dari alam bawah sadarnya karena memimpikan ibunya.

“Jam berapa sekarang, hyung?” tanya Jaemin setengah sadar.

Taeyong memeriksa ponselnya, “jam satu. Kenapa kau malah begadang? Bukankah besok jadwalnya kau photoshoot?”

Jaemin hanya diam berjalan kearahnya yang tengah duduk sendirian di sofa ruang tengah dorm mereka. “Aku rindu ibu,” ujarnya setelah berhasil duduk di sebelahnya.

Kepalanya semakin berat mengarah pada pundaknya dan akhirnya mendarat mulus di pundak yang tertutupi jaket abu-abunya, “numpang tidur ya, hyung. Di dalam tidak enak hawanya,” ocehnya, lalu kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.

Taeyong selalu merindukan waktu luang yang ada. Seperti jalan-jalan di taman, atau bermain di pantai. Saat-saat seperti ini, ia tidak bisa melakukan kegiatan itu seperti sebelumnya. Dirinya baru mendapatkan kesempatan beberapa bulan yang lalu setelah berhasil mencapai target dalam penjualan album pertamanya.

Hyung, enaknya kita jalan-jalan kemana, ya?” tanya Ten setelah berhasil mengalahkan Mark dalam game online, Dota.

Nampak ia sedang berpikir lalu menatap Ten, “ke taman? Atau ke pantai?”

Dan Ten langsung merengut mendengar pendapat darinya. Salahkan Taeyong yang sudah terlalu lama tidak merasakan indahnya jalan berdua karena kesibukannya yang super padat.

“Pantai saja, ya, hyung?” Jisung langsung menghambur ikut larut dalam pembicaraan mereka.

“Itu mainstream! Namsan Tower saja, hyung!”

“Justru Namsan Tower itu yang mainstream! Pantai saja, hyung! Biarkan dia ke Namsan Tower sendirian!”

Dan Taeyong hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka.

Hyung!!!

Dan pada akhirnya, Taeyong memutuskan…

“Ke pantai saja, bagaimana? Sudah lama aku tidak kesana,” putusnya yang membuat…

YESSS!!! I WIN! I WIN!

Jisung berteriak senang seperti orang kesurupan dan Ten bersedih ria sembari berguling-guling di kasur kamar mereka.

Taeyong akan selalu merindukan ocehan-ocehan yang diterimanya kala ia sedang menulis lirik. Seperti beberapa bulan yang lalu, untuk pertama kalinya, dalam albumnya, ia diperbolehkan berkonstribusi untuk menulis lirik.

“Sudah berapa kali kau menulis lirik, hah? Dari tadi belum ada lirik yang membuat hatiku luluh. Kau ini niat tidak, sih, membuat albummu ini?” teriak Ra, manager NCT paling muda, saat ia meminta pendapat darinya.

“Ini dari hati yang paling tulus, hyung! Sungguh! Masa kau tidak merasakan apa yang kurasakan? Kau saja yang tidak punya hati,” kesalnya sedari tadi ia mendapat ocehan dari Ra sejak beberapa jam yang lalu.

Sudah berapa kali ia mengganti lirik lagunya hanya karena Ra yang tidak menyukai liriknya yang katanya kurang pas di hati maupun di telinga.

“Kau saja yang tidak punya hati! Apakah kau tidak pernah merasakan indahnya jatuh cinta? Atau jangan-jangan kau ternyata penyuka…”

“AKU TIDAK SEBURUK ITU, HYUNG!”

Dan Taeyong merindukan berbagai hal kecil bersama teman-temannya saat ini. Tetapi, hati kecilnya merindukan momen-momen kecil bersama seseorang, sosok yang ia rindukan selama lima tahun terakhir.

Sosok yang sengaja memutuskan kontak dengannya tanpa ia ketahui apa sebabnya, sampai kemarin. Tetapi, ia tidak pernah merasa dendam pada gadisnya, sama sekali. Tulus ia menerima apa alasan gadis itu lebih memilih meninggalkannya daripada bertahan bersamanya.

Karena gadisnya tidak pernah mau salah satu dari mereka merasakan sakit hati yang dalam, hanya karena keegoisan masing-masing.

Dan Taeyong menerima itu.

Tetapi, hati kecilnya semakin membuncah, semakin menjadi, semakin terpuruk, menandakan kalau dirinya semakin merindukannya, gadis kesayangannya. Dan dirinya hanya bisa tertawa akan nasib yang menimpanya, malangnya ia.

Tapi, siapa yang tahu takdir apa yang besok akan terjadi?

Mungkin saja Mark tiba-tiba ingin bunuh diri dari lantai dorm yang terkenal tinggi hanya karena kalah dalam game online bersama Ten, atau tiba-tiba dorm didatangi oleh ibu dari Jaemin, atau tiba-tiba Ra menangis di depannya, menyembah kakinya, hanya karena ia pernah menghina lirik lagu yang pernah dibuatnya sebelumnya. Siapa yang tahu?

Seperti hari ini, Ra tiba-tiba sudah berdiri di depan kamar dan berteriak, “BANGUN!!! SEKARANG KITA AKAN PERGI!!!” dadakan dan tanpa pemberitahuan sama sekali.

Dan sekali lagi Taeyong harus merepet kata untuk Ra karena pemberitahuan dadakan ini.

Tetapi, sepertinya ia harus berterimakasih kepada Ra yang sempat-sempatnya berteriak di depan kamar tidurnya tadi pagi. Karena, di dalam ruang rapat di sebuah kampus di Seoul yang setiap ruangan diberi pembatas kaca dinding, ia kembali melihat sosoknya.

Ia masih sama, tinggi, putih, kurus, dan hanya ada perubahan di panjang rambut gadis itu, sengaja dipangkas pendek. Wajahnya masih sama, cantik dengan mata besarnya, pipi tirusnya, dan hidung bangirnya. Yang berbeda adalah tatapannya, tajam dan menusuk.

Gadisnya memasuki ruang rapat dengan langkah lebar. Posturnya tertutupi dengan kaus oblong berwarna putih tulang, kaki jenjangnya tertutupi celana kain sepanjang tiga seperempat, dan surainya dibiarkan berantakan karena tidak rapinya ia menguncir rambutnya.

Kedua tangannya sibuk mengurus berkas-berkas penting, sampai akhirnya mata almondnya menangkap mata hazelnutnya yang sedari tadi mengamatinya.

Seketika ia merasa sesak. Seluruh oksigen entah kenapa habis tak bersisa menurutnya. Dadanya terasa terhimpit sesuatu, deru napasnya tak beratur, dan detak jantungnya berpacu lima kali lebih cepat dari biasanya. Segala sesuatu terasa berbeda. Namun, beberapa detik kemudian, gadisnya itu memutuskan kontak mata dengannya, menyiapkan berkas yang sempat dirapikannya tadi, dan memulai pembukaan rapat yang dihadiri, dirinya dan kawan-kawannya, sebagai bintang tamu, serta para panitia dari pihak agensi dan pihak kampus yang menyediakan acara tersebut.

“Selamat siang. Terimakasih, sudah mau meluangkan waktu untuk menghadiri rapat perdana ini. Saya, Ilyanna Park, mahasiswa pasca sarjana prodi teater. Disini saya menjabat sebagai ketua umum acara Pameran Edukasi tahun ini,” ujarnya penuh wibawa di pembukaan rapat pertama mereka.

Perkenalan tersebut dilanjutkan hingga ke pihak panitia dari agensinya dan hingga akhirnya tiba waktu gilirannya untuk memperkenalkan diri, sebagai Lee Taeyong, leader dari NCT.

Tetapi, hatinya justru berkata lain. Saat dirinya beranjak berdiri hendak memperkenalkan diri, saat seluruh orang melihatnya, dan saat tatapan mereka bertemu lagi, bibirnya hanya berkata, “saya, Lee Taeyong, seseorang yang sudah merindukanmu selama lima tahun terakhir ini.”

 

0o0o0o0o0

Advertisements

6 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Konstelasi Rindu (Ficlet)

  1. Suka. Pembawaannya ringan. Apalagi ditambah ocehan2 member lain. Kadang jadi leader itu tak sekeren kedengarannya. Punya adik itu ada suka dukanya, apalagi suadara beda ayah-ibu.

    Kebiasaan burukku ga baca keterangan awal ff, langsung baca aja. Sempet kaget pas Taeyong merindukan seseorang di masa lalunya. Ada unsur romancenya juga xD

    Paling suka pas di ending. Coba aku yg jadi OC, terus nonton konser NCT. Taeyong bilang gitu ke aku… astaga >< oke, stop dreaming mah kalau kata Sehun

    Manis pokoknya ini ff 😍😍

    Like

    • punya sodara kandung aja sering ribut sendiri apalagi sodara beda ayah emak :’v

      tidak apa soal itu nak xD

      bolehlah bermimpi selama bermimpi itu gratis dan selama jiwa fangirl masih menyala adanya :v

      btw thanks loh udah dibilang manis xD

      Like

  2. Ya ampuuunnn aku tertohok sama ending-nya!!!!! Itu mereka putus karena Taeyong harus jadi trainee?
    TAPI WHY DI SINI TAEYONG JADI TERKESAN MIRIP DILAN??? maksud hati ingin melankolis tapi jatohnya malah lawak XD
    Susah lo bikin FF idol life. Dan menurutku kakak berhasil karena sudah bikin feel yg beda 🙂
    Salam kenal kak ravenclaw, aku hufflepuff :’v

    Liked by 1 person

    • emm, bisa dibilang seperti itulah xD ngenes yak :’v

      karena Taeyong tetaplah Taeyong yang ingin merasakan dicintai /azeek xD

      gimana ya, ya emang susah gampang susah sih, ngebayangin kadang ga kuat /njer/ apalagi ngelakoninya /njerr/ xD

      but, thanks udah mau baca ini dan bisa dikatakan sedikit berhasil dalam membuat FF genre ini, wkwkw

      alhamdulillah, nemu anak hufflepuff :v
      btw salken juga yak 🙂

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s