[NCTFFI Freelance] Secret Box (Chapter 1)

secret-box

Title : Secret Box

Author : Qiao Feng

Main Cast :

  • Jung Jaehyun
  • Qiola Lee (OC)
  • Yuta

Genre : Romance, crime, Mystery

Length : Chaptered

Rating : General

Chapter 1

Tampak seorang pria berbadan tinggi yang sedang menyiapkan sarapan di sebuah apartemen mewah, dia memotong bahan masakan dengan lincah seolah dialah alihnya. Ketika dia fokus ke penggorengan terdengar suara bel berbunyi, pandangannya pun beralih ke arah pintu. Sebelum dia meninggalkan dapur, tak lupa ia mematikan kompornya. Saat dia membuka pintu, tak satupun seseorang yang dia temukan selain sebuah kotak kecil yang terbungkus cantik, dihiasi dengan pita seperti layaknya sebuah kado. Dia pun memperhatikan disekelilingnya untuk memastikan apakah orang yang mengirim kotak tersebut masih ada disekitar atau tidak.

Saat dia sedang penasaran dengan kotak itu tiba-tiba handphonenya berdering.

“Yeoboseyo … ”

“Hmm … ne arraseo”

Setelah telepon berakhir, dia pun bergegas siap-siap menuju kantor. Dan kotak

yang ditemukannya, ia lempar begitu saja ke atas kasur seolah dia tidak peduli lagi .

***

“Ahh … aku bisa gila!! Permisi … ada yang bisa bunuh aku hari ini?!” Keluh

seorang pria yang memiliki gigi seri tengah yang besar seperti gigi kelinci.

“tanpa diminta pun, kau akan dibunuh hari ini” ejek si pria yang kerap dipanggil

Johnny.

“Ah Hyung benar! kemarin si mulut harimau itu baru kembali dari Jepang! Oh Tuhan tamatlah riwayatku”

“Yakk !! Doyoung-ah ! Daripada kamu mengeluh, lebih baik kerjakan ini! Bentar lagi pria yang kau sebut mulut harimau itu akan datang” ucap karyawan lain yang menegur doyoung sebari memberikan beberapa dokumen yang harus disiapkan oleh doyoung.

“Ne … taeil Hyung !” Jawab doyoung melas.

“Semuanya…! 20 menit lagi Mr Jung akan datang! Jadi cepat persiapkan semuanya agar kita bisa mempresentasikannya diruang rapat nanti dengan baik” ucap taeil.

“Ne … tuan direktur utama moon taeil” ucap karyawan serempak.

“Kuharap kita bisa menunjukkan yang terbaik di hadapan Mr jung, Fighting!”

“Ne … Fighting!!!” Sorak para karyawan yang semakin semangat walaupun ada

sedikit rasa gugup yang membuat beban mereka terasa bertambah.

***

Hari ini adalah hari pertamaku menuju kantor setelah 3 Minggu di Jepang. Aku sedikit kecewa karena hasil yang kuharap kan tidak membuat ku puas. Kemana aku harus mencari, rasanya aku ingin menyerah. Tapi memikirkan nya lagi membuat ku harus mencari jawaban itu.

“Tuan … kita sudah sampai” ucap sopir pribadi ku.

Ketika sopir pribadi ku menyadarkan ku dari lamunan, aku pun menyingkir kan semua itu dari pikiran ku dan kembali fokus ke pekerjaan. Aku pun langsung keluar dari mobil, melewati pintu utama kantor dan lift menuju lantai editor departemen di mana tempat ku bekerja. Aku sebagai kepala redaksi dan orang-orang memanggil ku Jung jaehyun atau Mr jung. Aku lahir dan dibesarkan di U.S.A karena itulah para karyawan memanggil ku Mr jung.

Aku memasuki ruang rapat dan semua mata menuju ke arahku.

“Siang Mr …” sapa mereka dan aku hanya mengangguk kan kepala sebagai balasan sapaan mereka.

Saat aku mulai duduk, tanpa basa basi mereka langsung memulai presentasi yang ku beri mereka waktu 3 Minggu untuk mempersiapkan semua itu.

“Baik … saya Doyoung akan mewakili teman-teman dan memulai presentasi, selama Mr jung berada di Jepang, kita sudah mendiskusikan tema dan konsep untuk majalah yang akan kita terbitkan, untuk Event special dalam rangka perayaan ulang tahun Media Korea Selatan. Dan ini adalah kesempatan kita untuk memajukan perusahaan media kita dan dicintai oleh banyak masyarakat”

Aku mendengarkan dan melihat semua penjelasan dengan baik dan penuh teliti, karena aku tidak ingin meninggalkan satu kesalahan yang akan membuat semuanya tidak berjalan dengan sesuai yang aku harapkan. Namun lagi-lagi ini membuat ku kecewa, semua konsepnya sangat membosankan, Benar-benar sampah.

“Apa ini konsep yang kalian pikirkan selama 3 Minggu?” tanyaku

“Ah lagi-lagi salah” tak sengaja aku mendengar keluhan dari salah satu karyawan.

“Byun Baekhyun”

“Ah nde Mr jung” jawabnya.

“Seandainya Anda adalah orang yang bukan bekerja di sebuah perusahaan media dan membaca majalah ini dengan konsep tidak jauh berbeda dengan konsep sebelumnya, apakah menurut anda ini menarik ??” tanyaku.

“Menurut ku menarik” belanya.

“Menarik? Tapi membosankan iya. Benarkan Byun Baekhyun? Jika sesuatu yang dilihat terus-menerus walaupun hanya memiliki sedikit perbedaan tetap itu akan menjadi hal yang membosankan” jelasku dan itu membuat dia diam seribu kata.

“Ini tidak jauh halnya dengan sampah, jika ini digunakan untuk event maka selamat tinggal dengan pekerjaan”

“Kutanya pada kalian semua, apa kalian masih ingin bekerja? Atau kalian ingin menjadi pengangguran?” Tanyaku keras.

“Tentu kami ingin berkerja, sangat sulit mendapatkan pekerjaan ini” jawab Eunji.

“Lalu kenapa kalian masih memikirkan konsep sampah seperti ini?? Saya tidak mau tahu, kalian harus memikirkan konsep dan tema baru, dan saya ingin konsepnya harus berbeda dari konsep lainnya! Kuberi waktu sampai besok” jelasku dengan tegas dan membuat semua orang tidak terima.

“Tapi Mr ! Kita juga mempunyai banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini, bagaimana bisa kita punya waktu hanya semalam untuk menyusun semua itu??” Protes hyuna.

“I don’t care, kalian punya otak ! Dan gunanya untuk berpikir, jadi manfaatkan lah otak kalian itu! Jangan hanya terima gaji saja tanpa ada kerja keras!” Aku pun langsung meninggalkan ruang rapat dengan emosiku yang telah meledak.

***

“Aaahh Shitt!!!” Kesall seorang karyawan yang bernama Taeyong dan ia menendang kursi untuk melampiaskan kemarahan nya, lalu dia meninggal kan ruang rapat dan di ikuti oleh Irene.

“aaagghhh lagi-lagi lembur” keluh Eunji sambil meremas rambutnya sebagai tanda betapa stress nya dia.

“ahh Hyung bunuh aku ! bunuh aku!!” rengek Doyoung

“Sudahlah … kau udah keliatan mati” ejek Johnny.

“Agh Hyung !!” Kesal Doyoung.

“wkwkwk “ cekikikannya johnny.

Semua karyawan mengeluh dengan keputusan jaehyun, serasa beban jadi bertambah 10x lipat di pundak mereka.

***

“Tuan .. malam ini Nona qiola tidak mau ikut makan malam, apa aku harus membujuknya sekali lagi?” tanya seorang pelayan pria yang sudah separuh baya.

“tidak perlu … biar aku yang menemuinya” ucap pria yang dipanggil tuan tersebut dan dia meninggalkan meja makan yang dipenuhi dengan makanan mewah, lalu ia menuju kamar qiola. Dia buka pintu berukuran besar dan memasuki kamar yang begitu luas tersebut. Dia mendapati qiola yang sedang duduk melamun dengan memandangi bulan di atas kasur yang dimana kasurnya terletak di tengah kamar yang luas, dengan jendela yang cukup besar hingga hembusan angin malam memasuki kamar.

“Apa kamu sangat menyukainya? Hingga kamu melupakan makan malam kita?” tanya pria tersebut yang langsung duduk disamping qiola.

“hmm ne … aku sangat menyukainya, bahkan melebihi dirimu yuta”

“kkkk~ … bagaimana ini? Aku jadi iri dengan bulan itu” cekikikan yuta.

“Aku tidak suka malam karena mereka begitu gelap dan aku benci kegelapan, tapi adanya bulan .. membuat malam menjadi terang”

“Chagi … apakah aku tidak cukup menerangi hidupmu?” tanya yuta lagi sambil menatap qiola dengan serius dan wanita berambut panjang yang bergelombang itu membalas tatapan yuta cukup lama.

“aku ngantuk, aku ingin tidur” kata qiola yang tidak menghiraukan pertanyaan yuta dan ia langsung merebahkan badannya.

“ne arraseo, tidurlah dengan nyenyak” ucap yuta sambil menyelimuti qiola dan mengecup kening qiola.

“chagiya … jaljjayo ..” yuta pun meninggalkan kamar qiola dan menuju ruang kerja nya yang juga tidak kalah besar dengan kamar qiola tetapi ruang kerjanya dipenuhi dengan jejeran buku-buku yang hampir menyerupai perpustakaan.

Yuta mulai duduk di depan meja kerjanya sambil bersandar dan menatap foto qiola yang sedang tersenyum ceria.

“Kau adalah milikku. Hanya milikku seorang” gumam yuta.

***

Jaehyun duduk melamun di sebuah cafe sambil menatap orang-orang yang lewat di depan cafe, begitu banyak yang dia pikirkan. Dari urusan kantor sampai masalah pribadinya yang penuh teka-teki. Namun tiba-tiba saja datang seorang lelaki berpakaian serba gelap, memakai jaket kulit, topi dikepala seperti layaknya seorang mata-mata.

“Apa kau sudah menemukan nya?” Tanya jaehyun

“Aku belum menemukan sepenuhnya, tapi setidaknya aku membawa salah petunjuk untuk mendapatkan jawabannya” ucap lelaki itu.

“Apa itu?” Tanya jaehyun penasaran.

“Sebuah villa besar dan mewah, aku hanya mendapatkan petunjuk itu saja”

“Apa maksudmu dengan villa besar dan mewah??”

“Saya juga tidak tahu, tetapi petunjuk dari surat itu menyatakan kalau itu adalah Villa besar dan mewah”

Apa itu ? Apa aku harus kesana? Tapi villa mana yang besar dan mewah tersebut?” Gumam jaehyun.

“Apa tuan mendapatkan kotak baru lagi??”

“Ah benar, tadi pagi aku mendapatkan kotak rahasia itu lagi didepan apartemen, tapi karena kau menelpon aku melupakannya”

“Baiklah tuan , Anda tidak perlu terburu-buru, sesampai di apartemen, Anda bisa mengirim isi surat Itu kepada saya dan saya akan mencari tahu secepat mungkin” jelas lelaki itu.

“Hmm … kau boleh pergi” ucap jaehyun membuat lelaki itu langsung meninggalkannya. Dan jaehyun terus memikirkan petunjuk tersebut.

Apa hubungannya dengan ku? Mengapa orang yang mengirim kotak itu memberi tahuku tentang villa besar dan mewah? Apa maksudnya? Dan mungkin kah semua itu bisa berhubungan dengan apa yang selama ini kucari?

 

 

Bersambung

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s