[NCTFFI Freelance] Secret Box (Chapter 2)

secret-box

Title : Secret Box

Author : Qiao Feng

Main Cast :

  • Jung Jaehyun
  • Qiola Lee (OC)
  • Yuta

Genre : Romance, crime, Mystery

Length : Chaptered

Rating : General

Chapter 2

Jaehyun menekan angka-angka kunci pintu elektronik untuk memasuki password agar dia bisa membuka pintu apartemen nya. Setelah dia berhasil membuka pintu tersebut, dia pun memasuki apartemen nya dengan pikiran bercabang. Memikirkan urusan kantor dan memikirkan petunjuk yang diberi oleh pria yang dia temui di cafe tadi. Dilepas jas hitam dan dilonggarkan dasi di lehernya, lalu ia buang keduanya diatas kasur dan dia buka satu kancing atas kemeja putihnya . Jaehyun mencoba menghirup udara yang dingin di kamar, ia berusaha menyegarkan pikirannya yang penuh lika-liku. Dan ia pun merebahkan badannya untuk melepaskan lelahnya yang sudah seharian berada di kantor ditambah lagi dia harus pergi menemui seseorang.

 Ketika dia merebahkan badannya, kotak yang dia temukan pagi tadi tidak sengaja terimpit olehnya. Dia kembali duduk dan mengambil kotak tersebut. Dipandangi terus kotak rahasia yang dia pegang dan dia pun bertanya-tanya lagi.

Sebenarnya siapa yang mengirim kotak ini? Dan mengapa? Apa tujuannya? Dan dimana Villa itu?? gumam Jaehyun.

Untuk mengurangi rasa keingintahuan nya, Jaehyun membuka kotak itu. Seperti biasa kotak itu berisi Note kecil dengan kata-kata yang berbeda, sekarang Note kecil itu bertulisan :

saat bulan muncul, angin akan membawa air menjadi besar”

Lagi-lagi kotak rahasia itu hampir membuatnya gila, karena sebuah Note kecil yang sedang bermain kata dengannya. Diraihnya HP di saku celana hitam yang dia pakai lalu ia foto note tersebut, dikirimnya dan ia ketik “ ini petunjuk berikut nya, cari tahu apa artinya lalu ia kirim melalui Line. setelah dia mengirim petunjuk, dilempar HP nya ke kasur dan dia kembali menatap note ditangannya dengan penuh tanda tanya.

***

“Doyoung apa kamu yakin ingin memakai Tema Teknologi?” tanya Taeil.

“Aku yakin sekali … Kakakku bekerja di perusahaan tersebut, dan aku sering mendengar bahwa perusahaan itu sangat terkenal dengan teknologi canggih yang mereka ciptakan, kita akan menggunakan konsep bagaimana cara mereka bisa memiliki para desainer yang begitu hebat” jelas Doyoung dengan penuh yakin.

“Selama ini kita tidak pernah memakai konsep seperti itu jadi kupikir ide Doyoung adalah ide yang bagus” Hyuna menyetujui.

“Nah satu lagi …. Perusahaan itu sangat berpengaruh dengan Perusaan Media Korsel” tambah Doyoung.

“Bagaimana bisa perusahaan teknologi sangat berpengaruh dengan Perusahaan Media??” Tanya Baekhyun.

“Itulah kehebatannya, perusahaan itu memiliki koneksi dimana-mana, di Jepang, U.S.A, Korsel, bahkan Rusia … karena teknologi mereka terjual dengan cepat dan dengan harga yang sangat tinggi, mereka pun mendapatkan masukan yang sangat banyak … jadi perusahaan itu banyak membantu keuangan perusahaan-perusahaan lain termasuk perusahaan Media! Makanya itu sangat berpengaruh” jelas Doyoung lagi.

“Wahh Daebak!!! Aku tidak bisa membayangkan betapa banyaknya uang perusahaan tersebut terutama pemiliknya” kagum Baekhyun yang ternganga mendengar penjelasan Doyoung.

“apa semuanya setuju dengan ide Doyoung??” Tanya Taeil

“Ne ….” Jawab serentak.

“Oke … kita pakai saja ide itu, kita siapkan semuanya untuk presentasi besok pagi” ucapTaeyong.

“Gamsahamnida … Gamsahamnida” ucap terimakasih Doyoung sambil menundukkan kepala beberapa kali.

“Tidak apa-apa kan kita lembur malam ini? Untuk kebaikan kita bersama?”

“Hmm ne “ jawab karyawan lain yang langsung lemas saat dengar kata lembur.

***

Ruang kerja yang begitu luas dengan sisi kiri penuh dengan jajaran buku-buku yang layaknya seperti perpustakaan. Sisi kanan terdapat kaca besar dimana dilihat dari dalam ruangan bisa terlihat pemandangan kolam yang begitu luas dan indah. Dalam ruangan tersebut terdapat lima laki-laki berpakaian formal seperti layaknya orang kantor. Tampak mereka membicarakan proyek perusahaan dimana mereka akan meluncurkan produk baru berupa teknologi yang canggih. Namun saat mereka hampir selesai membicarakan proyek tersebut, salah satu dari mereka melihat sesosok gadis dibalik kaca ruangan tersebut.

“Tuan Yuta … Kudengar Anda sudah bertunangan, apakah wanita disana adalah wanita anda?” Tanya pria yang sudah berkepala empat tersebut sambil menunjuk ke arah Qiola. Yuta hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai tanda bahwa perkiraan pria itu benar.

“Ternyata tuan Yuta selain Pintar dalam pekerjaan, tuan juga Pintar dalam memilih pasangan “ puji pria lain yang memiliki rambut keriting.

“Dia sangat cantik dan penuh pesona, Anda sangat beruntung” ucap pria berbadan jangkung dan Yuta hanya membalas dengan senyuman.

“Tuan cepat nikahi dia, nanti kalau didiamkan terlalu lama akan keburu diambil orang” candaan pria lainnya dan Yuta pun senyum remeh.

“Dia hanya milikku, Takdir sudah menulis nama kita … dan dia tidak akan menjadi milik orang lain! Itu takkan pernah terjadi” tegas Yuta sambil memandangi Qiola dari kejauhan.

“Anda begitu yakin sekali, kita tidak akan pernah tau Takdir kita seperti apa” ucap pria jangkung.

“Takdir sudah di tanganku, jika takdir yang ditulis Tuhan tidak sesuai apa yang ku inginkan maka aku akan mengubah nya sendiri” Tatapan yuta beralih ke pria jangkung dengan tatapan yang mengerikan sehingga keempat pria tersebut menjadi diam tak berkutik, dan ruangan menjadi mencekam.

Untuk kabur dari ruangan tersebut , pria keriting pun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Hmm .. eh .. Tuan … sebaiknya pertemuan kita hari ini sampai disini dulu,

Sebentar lagi jadwal penerbangan ke Korea akan segera berangkat jadi kita harus berada disana lebih dulu” dan Yuta hanya mengangguk.

Empat pria berdarah Korea itu meninggalkan ruangan setelah menjabat tangan mereka dengan Yuta, sebagai salam perpisahan. Setelah keempat pria itu pergi, Handphone Yuta pun berdering dan ia pun segera mengangkatnya.

Moshimoshi( Hallo)

…………………………………

Hmm aku baik ..

……………….

Dia juga baik jawab Yuta sambil berjalan mendekati Kaca ruangan dan menatap Qiola.

…………”

Dia sedang bermain dengan Murphy (nama anjing Maltese) di Tepi kolam renang

………….

Sekali-kali datang lah kesini, Qiola selalu bertanya tentang mu .. setidaknya selain Murphy, dia juga butuh teman yang dapat berbicara

………………….

Itu tidak akan pernah terjadi, aku takkan pernah memulangkan nya ke orang tuanya.. Dia akan menjadi istriku, jadi dia sudah jadi milikku

………….

Aku tidak peduli setelah proyek di perusahaanku selesai, aku akan segera

menikahinya! Kau urus saja perusahaan itu!

……………..……………..

Apa kau pikir aku bodoh!!? Jika kubawa dia Ke acara tersebut , kemungkinan akan ada beberapa orang yang akan mengenalnya

…………………………………

Untuk saat ini aku tidak tahu, kamu fokus saja dengan perusahaan itu

………………..

Pembicaraan di telepon pun berakhir dan Yuta kembali memandangi Qiola yang begitu ceria bermain dengan anjing peliharaannya.

***

Taeil mempresentasikan hasil diskusi mereka semalam, seisi ruangan mendapatkan gugup kecuali Jaehyun. Mereka tidak bisa menebak apa Jaehyun menyukainya atau tidak, karena wajah Jaehyun datar sama seperti dia tidak menyukai sesuatu. Hal itu membuat jantung mereka berpacu cepat karena takut kalau-kalau atasan mereka menolak lagi ide-ide mereka. Selesai Taeil mempresentasikannya , kegugupan mereka semakin bertambah dan semua mata mengarah ke Jaehyun. Dan menunggu keputusan dari Jaehyun.

“Siapa yang memberi ide ini??” Tanya Jaehyun.

Semua mata beralih ke Doyoung, dan Doyoung mengangkat tangannya dengan ragu-ragu.

“Apa alasan anda memberi Konsep ini??” Tanya Jaehyun serius.

“Mr … alasan Doyoung ….” ucapan Wendy dipotong Jaehyun.

“Saya bertanya pada Doyoung bukan Anda! Doyoung kenapa Anda tidak menjawab?”

Semua karyawan rasanya ingin menolong Doyoung saat itu juga tapi mereka tidak bisa. Suasana ruangan tersebut benar-benar sudah membeku. Perlahan Doyoung menarik nafasnya, lalu ia pun mulai menjelaskan alasan mengapa dia memikirkan ide tersebut dan mengapa ia merekomendasikan ide-ide itu.

“Baiklah … kali ini saya menyukai konsep dari Doyoung”

“Yesss!” Kata Doyoung girang dan semua karyawan akhirnya bisa bernafas seperti biasa.

“Secepatnya kita harus menyusun konsep ini dengan baik, Johnny, Doyoung dan Wendy Anda pergi temui C.E.O mereka untuk minta persetujuan wawancaranya dan kalau perlu kalian wawancara awal berdirinya perusahaan tersebut” perintah Jaehyun tegas.

“Mr jung … mohon maaf, tapi masalahnya C.E.O mereka sangat sulit ditemui” ucap Doyoung.

“Kenapa?”

“Aku tidak yakin, tapi Kakakku bekerja disana dan dia bilang C.E.O mereka sangat tertutup, bahkan kakak ku tidak pernah bertemu dengannya dan hanya orang-orang yang memiliki jabatan tinggi yang dapat menemuinya” jelas Doyoung.

Sejenak Jaehyun diam dan berpikir , lalu dia pun menemukan keputusannya.

“Oke… biar saya saja yang menemuinya dan mewawancarai nya …. Tapi tetap Doyoung, Wendy, Johnny ikut dengan saya … ah …. Taeyong, Irene, Eunji juga ikut kesana!”

“Baik Mr ..!!” Jawab mereka serentak.

“Dan Baekhyun segera pesan tiket pesawat ke Jepang, penerbangan nya dua hari lagi”

“Siap .. Mr jung” jawab Baekhyun semangat.

“Doyoung …. Siapa nama C.E.O nya??”

“Ah nde … namanya Nakamoto Yuta”

“Nakamoto Yuta? “

“Nde …”

“hmmm baiklah … rapatnya kita tutup ! Irene … hasil rapat tadi bawa keruangan saya”

“Hmm ndee Mr Jung” jawab Irene pelan.

Bersambung …

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s