[Chaptered] Introvert Squad (11화)

cyjhwwsj

A Fanfiction by Mingi Kumiko

{ Jaehyun, Taeyong, Sejeong, & Chaeyeon | romance, friendship, school life | PG-13 }

“Dia bukan pacarku, aku cuma sedang menyukainya!”

Previous Chapter
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6A | 6B | 7 | 8 | 9 | 10

.

.

Taeyong menghabiskan waktu sorenya dengan terkapar lesu di atas ranjang. Virus kerinduan tengah menggerogoti hatinya hingga serasa tak ada lagi hal yang bisa dilakukan selain menunggu kabar dari sang pujaan.

“Kenapa dia seperti menjauhiku, sih?!” decaknya frustasi.

Berkali-kali pikirannya menyelam untuk memikirkan hal apa yang kira-kira telah ia lakukan dan membuat hati Sejeong memperlakukannya seperti ini. Namun sayangnya ia tak dapat menemukan jawaban. Menyebalkan!

Setelah lelah berkutat dengan kegusarannya, ia pun beringsut dari kasur dan memutuskan membersihkan diri, bersiap-siap menjemput Sejeong untuk pergi ke rumah Jaehyun. Siapa tahu ia bisa sekalian menjumpainya dan menanyakan apa alasannya.

.

.

.

Eomma…, aku mau pergi menonton pertandingan temanku sebentar. Sekitaran jam tujuh nanti mungkin aku sudah sampai rumah.” ujar pada Jaehyun pada Nyonya Jung yang tengah sibuk memotong lobak di dapur bersama Bibi Oh.

“Kenapa kau harus pergi? Kau tak senang ibu ada di sini?” tanya Nyonya Jung.

“Bukan begitu, eomma… tapi temanku itu meminta langsung padaku agar aku menyaksikan pertandingannya. Memangnya eomma tidak senang kalau anakmu yang tampan ini punya banyak teman? Aku sudah mulai bisa akrab dengan seseorang selain Taeyong, nih!” Jaehyun merajuk dengan raut manja hingga membuat ibunya tertawa.

“Iya, sayang… eomma hanya bercanda. Pergi dan bersenang-senanglah,” ujar wanita berusia kepala empat itu mengulas senyum simpulnya.

“Ah, tapi aku masih sangat ingin menatap wajah eomma lebih lama lagi.” goda Jaehyun.

“Kenapa appa tidak sekalian pulang juga, sih? Aku, kan, merindukannya. Kalau begini terus, jangan salahkan aku kalau sewaktu-waktu aku lupa wajah appa dan tanpa sengaja mengabaikannya saat kita berpapasan di jalan, huh!” imbuh Pemuda Jung itu kesal.

“Nak…, tidak baik bicara begitu, appa pasti pulang kalau pekerjaannya telah selesai.” ucap Nyonya Jung sambil mengelus pucuk kepala Jaehyun dengan lembut.

Pria berpipi tirus itu sontak mendekat untuk mengikis jarak di antara mereka. Ia dekap erat-erat sosok yang telah lama ia harapkan kehadirannya untuk menyelimuti kediaman keluarga Jung itu.

“Aku benar-benar kesepian karena hanya bisa berbagi cerita pada Taeyong dan Bibi Oh. Kenapa, sih, eomma tak bisa meninggalkan pekerjaan? Bukannya gaji appa sudah sangat cukup untuk kebutuhan hidup kita?” ucapan dari dasar hati Jaehyun itu seketika membuat Nyonya Jung merasa terenyuh. Apakah ia telah memperlakukan Jaehyun sekejam itu tanpa ia sadari? Membiarkan anak semata wayang mereka hidup hanya dengan seorang pengasuh di rumah yang sangat besar tanpa mendampinginya saat Jaehyun telah beranjak dewasa.

“Permintaanmu itu…, akan eomma bicarakan dengan appa.”

Bibi Oh yang sedari tadi diam dan menyimak pembicaraan mereka pun meletakkan empati pada keduanya. Ia telah menganggap Jaehyun sebagai anaknya sendiri, dan ia sangat bahagia ketika melihat anak yang telah ia asuh selama kurang lebih sembilan belas tahun itu terus tersenyum hari ini.

“Sekarang Tuan Muda sudah banyak berubah, Nyonya…” ujar Bibi Oh.

“Berubah bagaimana, Bi?” tanya Nyonya Jung penasaran.

“Dia sudah punya pacar.”

“Itu tidak benar, Bi…” sahut Jaehyun yang langsung dibalas dengan kekehan oleh waita paruh baya itu.

Omo…, kenapa kau tak cerita pada eomma?”

Eomma…, aku benar-benar tidak punya pacar. Bibi Oh berbohong.” Jaehyun bersi kukuh mengelak, namun apa yang ia lakukan barusan itu malah berhasil membuat kedua wanita di hadapannya tertawa karena tingkah lugunya.

“Kenalkan dia pada eomma, dong!” goda Nyonya Jung lagi.

“Dia bukan pacarku, aku cuma sedang menyukainya!” Jaehyun menggerutu kesal.

“Aku pergi, huh!” tandasnya dengan ekspresi sebal, ia pun segera melenggang pergi menuju garasi untuk mengambil motor. Nyonya Jung dan Bibi Oh tak henti-hentinya tertawa meskipun punggung anak itu perlahan menjauh dari hadapan mereka.

.

.

.

Jaehyun memilih scooter matic dari beberapa pilihan motor yang tersampir di garasi untuk menjemput Chaeyeon. Meskipun hanya ada dua lelaki di keluarga kecil itu, perlu diketahui kalau Tuan Jung adalah orang yang hobi mengoleksi beberapa jenis motor dari berbagai era. Ia juga membebaskan anak semata wayangnya itu untuk memakai semua kendaraan yang ia miliki. Namun berhubung peraturan sekolah tak memperbolehkan siswa membawa kendaraan bermotor, jadi ia lebih memilih berangkat naik bis dan menggunakan motor milik ayahnya seperlunya. Itu pun jarang, karena Jaehyun terlalu malas mengeluarkan biaya parkir yang cukup mahal.

Ia pun sampai di sebuah rumah yang terletak di kawasan komplek perumahan di daerah Seokchon-dong. Rumah itu memiliki latar yang luas dan dihiasi dengan pot-pot berisi bunga. Jaehyun kembali memeriksa ponselnya, memastikan ia benar-benar berhenti tepat di depan rumah Chaeyeon. Setelah dirasa tidak salah, ia pun melepas helmnya dan berjalan perlahan untuk mengetuk pintu.

Belum sempat ia mengucapkan sesuatu untuk memanggil pemilik rumah, namun engsel pintu telah berdecit. Manik obsidiannya pun mendapati Chaeyeonlah yang membuka pintu. Jaehyun refleks menatapnya dari ujung kaki hingga kepala. Dapat ia pastikan kalau gadis itu telah siap berangkat tanpa perlu melakukan persiapan lagi.

“Akhirnya kau datang juga, Jae…” sambut Chaeyeon.

“Hehehe…” Jaehyun terkekeh garing.

“Temanmu sudah datang, Chaeyeonie?” tiba-tiba sebuah suara terdengar dari dalam rumah dan membuat Jaehyun langsung menarik otot matanya.

Annyeong haseyo…” sapa Jaehyun pada seorang wanita—yang ia duga adalah ibunya Chaeyeon—sambil membungkuk sembilan puluh derajat.

Omo, apa pemuda tampan ini yang kau maksud temanmu, Chaeyeonie?” ujar Nyonya Jung dengan raut berseri menghiasi wajahnya. Chaeyeon memukul pelan tangan Nyonya Jung, merasa ucapan ibunya barusan sedikit berlebihan.

“Bi…, apa aku boleh mengajak Chaeyeon keluar untuk menonton pertandingan basket?” Jaehyun berusaha bicara setenang mungkin tanpa menghiraukan kaki dan tangannya yang gemetaran karena gugup.

“Tentu saja, Nak… aku malah berterima kasih karena kau mau memberi Chaeyeon tumpangan.”

Eomma…, Jaehyun bukan supir ok-jek!” tegur Chaeyeon.

“Kekeke, aku cuma bercanda…”

“Ya sudah, aku berangkat dulu, ya, eomma?” pamit Chaeyeon.

“Jangan pulang malam-malam, oke?” hardik Nyonya Im yang langsung dibalas dengan anggukan yakin oleh Jaehyun.

“Kami pergi dulu, ya, Bi… aku akan menjaga Chaeyeon dengan baik.” ujar Pemuda Jung itu tanpa lupa membungkukkan badannya lagi. Wanita itu balas tersenyum, terenyuh atas sikap sopan yang Jaehyun tunjukkan.

.

.

.

Setelah mengantre pada deretan yang panjang, akhirnya Jaehyun dan Chaeyeon bisa memasuki GOR dan menduduki tribun penonton. Selang beberapa waktu setelahnya, pertandingan pun segera dibuka dengan penampilan tim dance dari SMA yang akan menjadi lawan sekolah mereka.

“Jae, kudengar kau adalah murid di sebuah sanggar tari?” celetuk Chaeyeon dengan suara yang cukup keras karena dentuman sound system di dalam GOR menimbulkan gema.

“Hehehe, iya… aku satu sanggar dengan Kim Se Jeong. Kau tahu dia?” balas Jaehyun.

“Oh, aku tahu dia, kok… terus, kenapa kalian tidak join dengan club dance di sekolah?”

Hm, bagaimana ya? Kalau kami ikut dua club yang berbeda, takutnya susah membagi konsentrasi. Soalnya setiap tiga bulan sekali ada kompetisi regional. Dan kalau boleh jujur, ikut club di sekolah sama sekali tidak menjanjikan karena latihannya hanya saat menjelang turnamen. Terus, gerakannya juga itu-itu saja, kemungkinan untuk meningkatkan skill jadi kecil.” Jaehyun berujar dengan suara yang tak kalah lantang. Chaeyeon pun mengangguk paham atas penjelasan Jaehyun barusan.

“Kapan-kapan menari untukku, dong! Aku mau lihat…” ucap Chaeyeon lagi. Jaehyun sejenak tertegun setelah Chaeyeon bicara seperti itu. Entah mengapa ia jadi mudah sekali terbawa perasaan dan langsung berpikir berlebihan. Namun segera ia tampik fantasi liarnya sebelum menjadi semakin parah. Siapa tahu Chaeyeon cuma sekedar iseng bicara begitu. Kan, tidak ada yang tahu.

“Sekitar dua bulan lagi aku akan ikut kompetisi, silakan lihat kalau kau mau… nanti aku kabari.” jawaban Jaehyun itu dibalas dengan senyuman imut dan acungan ibu jari oleh Chaeyeon.

Mereka pun akhirnya berhenti berbincang-bincang setelah penampilan memukau dari tim dance lawan selesai. Teriakan yel-yel mereka kumandangkan bersama seluruh siswa SMA Monzen yang datang untuk mendukung tim basket dari sekolah itu.

Empat kwarter akhirnya selesai dimainkan dan tim basket putri dari SMA Monzen berhasil memenangkan babak final dengan skor 86 – 80.

“Chae, kau mau lihat pertandingan selanjutnya atau kita pulang saja?” tanya Jaehyun.

“Aku, sih, terserah kau saja… Kan, kau yang bawa motor.” balas Chaeyeon tanpa ambil pusing.

“Chaeyeon…” bibir Jaehyun kembali memanggil gadis itu dan membuat pemiliknya menoleh sekali lagi.

“Iya, Jae?” gadis mungil itu menoleh. Jantung Jaehyun yang sedari tadi sudah berdentam tak karuan pun makin diperparah kala maniknya bersirobok dengan milik Chaeyeon yang indah.

“Bagaimana, ya, bilangnya?” Jaehyun malah berkutat dengan kegusarannya sendiri dan membuat Chaeyeon memicingkan sebelah mata.

“Mau ngomong apa, sih? Kok seperti ketakutan begitu?”

“Aku memang takut…, kalau kau menolak ajakanku.”

Eung…, memangnya kau mau mengajakku ke mana?”

“Mau ke rumahku tidak? Hari ini ibuku pulang dan mengadakan acara makan malam.”

“Bukankah malah akan mengganggu acara keluargamu kalau kau mengajakku?”

“Ini bukan acara keluarga, kok. Ibuku malah menyuruh aku mengajak teman-temanku.”

“Siapa saja yang kau ajak?”

Hm, Taeyong dan Sejeong, hehehe… sebenarnya aku mau mengajak Seokmin juga, tapi katanya dia mau mengantar Yuju pulang. Mau, enggak? Aku janji acaranya tidak akan sampai malam.” Jaehyun coba meyakinkan Chaeyeon.

Eum… oke, deh! Sebenarnya aku juga sedang lapar, kekeke.”

“Kebetulan sekali… ibuku sangat pintar masak, lo!” perasaan gembira dalam hati Pemuda Jung itu sontak menggebu-gebu. Detak jantungnya membuncah saat mendapati bahwa Chaeyeon bersedia diajak ke rumahnya.

~ TBC ~

Okay maaf ya sayy sepertinya part ini emang terasa nanggung dan kurang cincayy. Aslinya ini masih ada lanjutannya tapi ternyata keitung 5000 words. Ya daripada yang baca ngantuk mending kupotong aja :v

Makasih ya untuk yang sudah mau baca, jangan lupa kritik dan sarannya 🙂 jangan sungkan guys apapun jenis masukan dari kalian bakal aku terima dengan senang hati, kok. Kalian maki2 juga enggak papa, serius XD

Advertisements

22 thoughts on “[Chaptered] Introvert Squad (11화)

  1. Huaaah I really like this fanfic😄😄😄😄 ditunggu bgt chap 12 nya chinguu, fighting buat tugas” akhir yg menghampirimu, aku juga lagi ngerasain apa yg kamu rasain weh *cause I also grade 12😂

    Liked by 1 person

    • Thank you for loving my amateur story :’) huhuuu tugas akhir udah kelas skrg tinggal Usek, USBN, dan UN 😂😭
      YEAYY SEMANGAT CHING KITA BERJUANG BARENG MENUNTASKAN MASA PUTIH ABU2 DENGAN PRESTASI GEMILANG SUPAYA ORANG TUA BANGGA :3 /ga sante
      Makasih ya sudah mampir, jgn lelah menunggu ^&^

      Like

  2. Waah.. update FF-nya cepet banget. Ga sampe seminggu. 👏

    Bagus, Jae. Kamu sudah mengambil hati calon mertua dengan baik! Tinggal eksekusinya ngenalin Chaeyon ke Nyonya Jung.

    Oh ya, aku agak bingung pas scene Jaehyun minta izin ke Mamanya Chaeyeon, diawalnya Mamanya Chaeyeon ditulis Nyonya Jung tapi selanjutnya ditulis Nyonya Im. Hehe.
    Tapi overall, FF-nya tetep selalu enak di baca kok 🙂

    Semangat untuk chapter-chapter selanjutnya ya 🙂

    Liked by 1 person

  3. Jae baru jemput Chaeyon doang udah bilang nanti dijaga baik2, kek lagi lamaran aja, wkwkwk
    btw, itu ada yang typo ka lel,

    “ujar wanita berusia kepala empat itu sambil menunggingkan senyum simpulnya.”

    itu menyunggingkan maksudnya kan ya? Y-nya hilang arti katanya jadi sangat lain. Jadi nungging, kan ngakak, mamanya jae senyum sambil nungging. wkwkwkwkw

    Oke, baiklah, dadahhh… 🙂

    Liked by 1 person

  4. YA ALLAH MBALEL KENAPA INI CEPET BANGET APDETNYAAAAAAAAAA????? AKU SHOCK LIHAT NOTIP IMEL KALO INTROVERT SQUAD PASRT 11 UDAH TAYANG :V KUBELA-BELAIN BACA DITENGAH JAM KERJA, JADI MAAPKEUN KALO ISINYA NGGAK GENAL -.,- 😀

    Nah, berhubung katanya boleh maki-maki, jadi aku mau maki-maki Jaehyun dulu ya -_-

    WOY JAE! alay banget lu sumpah! Makan apa sih? Alay ke mamamu sih boleh, tapi ini kalo alay-nya ke Chaeyeon jadi rada nggak bener lu. Gemesin banget njir, padahal udah lulus SMA loh -_- Hilang sudah imej jae yang dari dulu kubayangin kalau dia itu cool, santai sayang, sebodo amat, pendiam, apala-apalah :v Tapi kumakin cyiendtah sama dia yalord ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ Apalagi dia sopan banget, minta ijin keluar sama mamanya Chaeyeon aja berasa minta ijin mau ngelamar (tipe cowok aku banget ini HAHA) ❤ ❤ ❤ Dan lupakan soal Taeyeong yg sedang bergalau ria. Poor Taeyong :3

    Dan sebenernya ibunya Cheyeon itu Nyonya Jung atau Nyonya Im? Atau Chaeyeon punya dua ibu? 0.0 Atau itu bekas replace? Itu sempet kubaca berulang-ulang, kirain mataku yg sakit :'3

    Dan mbalel, aku boleh jujur gak? Tapi jangan tersinggung ya? Menurutku karakter Jaehyun itu sudah bagus. Memang sih setiap tokoh itu pasti mengalami perubahan. Tapi menurutku karakternya Jaehyun ini lama-kelamaan kok jadi feminin gini ya? Aku hampir merasa kalau dia itu sikap & perasaannya kayak cewek :" Padahal pas di awal chapter aku tuh mikir kalau dia macho meskipun rada jaga image :v Jadi saranku sih kak (cuma saran loh ya, belum tentu bener) mending karakternya Jaehyun dibikin agak membumi & rasional biar kesan cowoknya itu tetap kerasa meskipun dia lagi berbunga-bunga. Soalnya cowok sifat dasarnya kan emang kayak gitu. Jadi kesannya Jaehyun di sini biar nggak alay. Boleh sih menggambarkan gimana perasaannya Jaehyun, tapi mending nggak usah terlalu detil kayak tadi biar dia kesannya tetap cool. Malah di sini kesannya yang membumi & rasional itu si Chaeyeon ^^ Duh mbalel jangan tersinggung loh ya, duh jadi nggak enak /sungkem/

    Mungkin itu aja sih, untung deh aku sayang sama mas Jaehyun. Jadi harus terima dia apa adanya dong ya ^^ *senyum gaje*

    Udah mbalel, kumasih simpen komen panjangku buat chapter akhir 😀 Dan maapin kalau komenanku banyak typonya. Maklum lah, kalo ngetik di hape itu nggak ada typo nggak afdol -.,-

    Liked by 1 person

  5. Bentar ji…. Kamu bukannya garis 00 kok udah kerja la ini aku aja masih ndekem merhatiin guru ngasih materi LOL
    WHY AKU MALAH DARI AWAL MEMANDANG JAEHYUN ITU LOVELY MINTA DIKASIHI WKWKWK
    Ehh? Belom keganti apa ya tadi udah kuedit jadi Jung lagi loh…
    Nah, itu loh ji masalahnya. Karena dulu aku pernah bikin chaptered Jaehyun x Chaeyeon dan ada yg protes “kok banyakan Chaeyeon’s side pdhl ini blog ff NCT?” nah tuh, gimana ga pusing 😂😂 kalo kaya cewek… Iya maklumin Jaehyun si alay yg kagok karena baru pertama kali jatuh cinta ya hahaha tapi aku sih merasa dri awal karakter dia udah aku bikin gampang rapuh. Contohnya pas dia sakit hati karena Taeyong mencampakkan dia demi Sejeong, gitu…. terus kenapa feminin, krn kultur Korea juga gitu kan? Cowo menye2 itu biasa dan engga selalu banci :’v
    Jadi maksudnya Chaeyeon lebih rasional krn emang penjelasan tentang dianya engga
    seberapa banyak, gitu? CMIIW. Dia sama sekali engga cool, tapi cuma pendiam XD andai punya aura cool pasti bakal banyak yg mengelu-elukan dia keren dan jadi artisnya sekolah :’v jalan pikirku sih begitu :’v iya Jaehyun emang agak lenjeh aku gak tau ya whyy otakku kasih dia karakter gini wkwkwk

    Makasih ya Ji atas kritiknya ntar aku buat bahan riset lagi ehehh ~~ ^&^

    Liked by 1 person

    • Maksudnya kerja di PSG wkwkwkw :’v Waduh, maapkeun kalo ekpektasi kita nggak sama. Pendapat kan emang beda2 ya mbalel, aku juga terlalu terkontaminasi sama dramkor2 yang kebanyakan tokoh cowoknya cool, jadinya aku selalu bayangin kalau cowok Korea itu kayak gitu kalo ke cewek. Kalo ke cowok sih boleh lenjeh, secara adat di sana kan menjunjung tinggi persahabatan, tapi kalo ke cewek mungkin beda lagi :’v Duh mbalel, maaf ya kalo menyinggung 😀 Nih otak emang rada nggak bener, efek capek PSG :’V

      Kutunggu chapter selanjutnya mbak (y)

      Like

      • Kamu psg di mana emang ji?
        Aku ga terpatok dramkor soalnya, nonton nct life aja udah cukup ngasih gambaran karakter mereka. Nah di situ juga kan Jaehyun banyak aegyo apa lagi pas waktu itu dia mau “diperkosa” Taeyong di season 2 anjayy banget lah itu langsung memberiku ilham bikin FF ini wkwkwk
        Ndak kok Ji, siapa yg tersinggung… Malah makasih kamu sudah repot komen panjang2 dan support FF recehku ini, kalo ga ada pembaca kaya kamu udah kustop kali ini FF sampe chapter 6 hahahaha
        Okeee jgn bosan menunggu ya :’v

        Liked by 1 person

    • PSG di Gadang mbak :’v Aku malah gak punya NCT life, paling cuma pas episode Haechan ngeracunin anak2 NCT 127 pake soda :v Biasalah, aku emang suka mendramatisir biar kayak drama :v

      Dan kalimatnya itu bikin saja tersanjung loh ya, soalnya komen saya itu cuma menang panjang doang tapi nggak ada faedahnya :’3

      Sip (y) Bakal selalu kutunggu bila itu menyangkut yayang Jaehyun :*

      Liked by 1 person

  6. Benarkah ini 5000 words hahaha kok gak kerasa ya. Kalo baca ficku 1000 word aja pegel bacanya
    Hm iya kurang bumbu konflik sih emang yg ini tapi aku nunggu taejeong hahahaha sepertinya ada tanda2 gejolak chap depan/?
    Keep writing!

    Liked by 1 person

    • Lah iya kak, karena 5000 itu jadi aku potong sampe 1000 aja ehehhh
      FF kakli mah biar kata 1000 kata doang isinya faedah semua XD
      Iya kak kurang konflik terlalu fokus ke fluffy nya 😦 aku emang dasarnya gak suka cari ribut jdi ffnya lurus2 mulu /alibimu lel
      Gejolak apa sih kak, engga sampe huru-hara lah pokoknya chapter depan hahaha
      Makasih kakli udah komen {}^^

      Like

  7. Omooo cepet juga updatenya lel *-*
    sorry aku baru komen skrg lagian aku gk tau klo ff ini udh dipublish kemaren

    btw Taeyong kasian ya :3
    ayolah Sejeong liat Taeny dong :’v
    ku juga mulai baper grgr Taeyongny galau 😦

    ughh Jae, kenapa kamu rada” shy shy shy gtu sih ><
    ditunggu next chaptnya ~
    semangat lel hihii ^^

    Liked by 1 person

    • Iya huhu banyak yg kaget juga karena kurang banget dr seminggu XD
      Duh Oz kamu baca aja aku udah seneng, cuma telat komen aja minta maaf XD santai santai ~~
      Biarkan dia galau sesekali, udah capek di ff lain jadi playboy hahaha

      Like

  8. *ketinggalan

    Jaeyeon shipper berbahagialaah~ :v

    Itu si Jaehyun kena efek love virusnya Chaeyeonnya makany jd rada” shy shy shy gtu XD
    ngakak asli liatnya XD

    Liked by 1 person

    • Aku yang nulis juga bahagia krn akhirnya scene jaeyeon banyak hweeeee my the one and only OTP :’3
      setujuuuu Chaeyeon kan emang lovable ya wkwk tapi ada kemungkinan juga sih Jaehyun yg emang ogeb dari sononya kalo urusan cewe wkwk
      Makasih Oz udah mampir ^&^

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s