[NCTFFI Freelance] Cemburu (Ficlet)

1488628044812

CEMBURU

by Reixmember

Mark (NCT) & Nara (OC)

Support cast: Jeno dan Jaemin (NCT)

genre: romance | length: ficlet | rating: teen and up

Related: Jatuh

.

.

“Dalam hati Nara, ia bukan hanya cemburu. Nara sangat kecewa juga sedih”

***

Nara memasukkan sebuah buku laporan ke dalam tasnya. Laporan itu akan diberikan pada Jeno, ketua OSIS. Mereka janji bertemu di bangku taman. Nara cepat-cepat keluar kamarnya. Ruang tamunya selalu ramai oleh keponakan-keponakan yang dibawa oleh kakak-kakaknya yang sudah menikah. Seringkali juga anak tetangga bermain di rumahnya. Tidak ada keheningan di rumah itu bagi Nara. Makanya ia sering menghabiskan akhir pekan berada di luar rumah. Seperti rencananya hari ini untuk  bertemu Jeno dan pergi ke toko buku.

Setelah berpamit pada ibunya, Nara bergegas memakai sepatu lalu pergi. Nara menunggu kedatangan bus di halte yang berada cukup jauh dari rumahnya sehingga ia harus berjalan dulu untuk sampai halte itu. Tak lama bus datang. Nara duduk di dekat jendela. Sekitar 20 menit Nara sampai di tempat yang telah dijanjikan. Jeno sudah menunggunya di sana.

Sedikit berlari, Nara menghampiri Jeno. Jeno berdiri. “Kau sudah lama?” sapa Nara. “Tidak, aku juga baru sampai tadi” jawab Jeno.

“Oh iya, ini… (sembari mengeluarkan sebuah buku laporan) aku sudah selesai menyusunnya” ujar Nara. Jeno tersenyum, “Terima kasih Nara, kau sudah membantuku. Aku jadi merepotkanmu”

“Tidak apa-apa, aku tidak merasa repot sama sekali, Jeno” ucap Nara, menyunggingkan senyumnya. Hati Nara senang karena ia bisa membantu orang lain, apalagi pada Jeno. Sejak Nara bergabung menjadi anggota OSIS di sekolahnya, Nara tahu kalau sejak itulah ia menaruh perasaan pada Jeno. Namun, Nara hanya bisa menyembunyikannya. Dan ketika Jeno meminta bantuannya untuk menyusun laporan kegiatan pertandingan antarsekolah, Nara langsung mengiyakannya.

Sejenak tidak ada percakapan, membuat Nara bingung untuk memilih topik pembicaraan lagi.

“Setelah ini kau mau ke mana, Nara?” tanya Jeno kemudian.

“Aku mau… ke toko buku”

“Toko buku yang ada di pusat kota? Aku juga mau ke daerah sana. Ayo kita pergi bersama”

Ajakan Jeno membuat Nara bertambah senang. Ia mengangguk. Mereka berdua pun berjalan bersama menjauh dari taman.

“Buku apa yang kau beli?” tanya Jeno di perjalanan.

“Aku mau memberi novel”

“Novel apa? kalau aku suka novel detektif”

“Aku juga suka itu, tapi yang aku beli sekarang novel yang genrenya fantasi. Aku dengar ada novel baru yang bagus”

Mereka terus mengobrol sepanjang perjalanan, walaupun yang mereka bicarakan sebenarnya lebih banyak tentang keadaan sekolah dan kegiatan organisasi. Tapi Nara senang. Ia tidak bisa menutupi perasaannya saat ini. Sepanjang dia berjalan bersama Jeno, wajah Nara terlihat bahagia dan selalu tersenyum.

“Mark seharusnya kita berlatih sekarang. Taeyong hyung pasti mencari kita” Jaemin terus mengomel pada Mark yang ternyata malah tidak mengacuhkan kata-katanya. Mark terus memainkan ponselnya meskipun ia sedang berjalan. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti dan pandangannya terfokus ke depan. Jaemin yang mengimbangi langkah Mark sedari tadi pun terheran melihat sahabatnya itu.

“Ada apa?” tanyanya. Mark tidak menjawab. Pandangannya tertuju pada seseorang yang cukup jauh dari arah depannya. Jaemin ikut mellirik siapa yang sedang diperhatikan Mark. Seorang remaja laki-laki dan perempuan sedang berjalan beriringan. Jaemin ingat wajah mereka. “Bukankah dia ketua osis itu dan yang perempuan itu…”

Kalimat Jaemin terpotong karena Mark yang langsung berjalan cepat ke arah dua orang itu. Jaemin menyusul di belakangnya, “Tunggu aku, Mark!”

Sementara itu, wajah Nara tiba-tiba berubah kaget karena mendapati seorang remaja laki-laki menghampirinya dengan ekpresi yang tidak bisa dipahaminya.

Nara dan Jeno jadi berhenti. Mark menatap Jeno dengan tatapan tidak suka. Jeno heran karena tiba-tiba mendapat tatapan seperti itu.

“Kau mengenalnya, Nara?” tanya Jeno.

“Hmmm… dia yang ikut pertandingan antarsekolah waktu itu”

“Oh, iya?” sahut Jeno. “Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini” ucap ramah Jeno pada Mark.

Namun, Mark membungkam. Jaemin menyikutnya pelan, “Kau sedang apa, Mark? Ayo kita pergi”

“Kalian berdua kenapa berjalan bersama? Apa kalian pacaran?” tanya Mark kemudian, dengan nada dingin.

Pertanyaan itu membuat Nara terkaget lagi, sedangkan Jeno terheran dengan sikap Mark.

“Apa? Pacaran? Tidak. kami hanya kebetulan saja mau ke sini. Jadi, kami berjalan bersama” bantah Jeno.

Entah kenapa jawaban jujur Jeno malah membuat Nara kecewa di dalam hatinya.

“Kalau begitu baguslah” Mark kemudian menarik lengan Nara hingga terhuyung ke arahnya. “Karena sudah sampai, kau tidak perlu lagi bersamanya. Nara akan pergi denganku”

Nara menatap Mark. Dia tidak mengerti dengan pikiran laki-laki itu. “Dia sudah gila” ucap Nara dalam hatinya.

“Begitu ya…” ucap Jeno bingung.

“Tidak begitu Jeno. Aku sama sekali tidak akan pergi dengannya” bantah Nara, takut kalau Jeno salah paham.

Sementara itu, seorang perempuan berambut coklat berjalan ke arah mereka.  “Jeno!” seru perempuan itu.

Jeno dan yang lainnya menoleh. Perempuan itu tersenyum pada Jeno. Nara mengenalnya. Jihyun sunbae, kakak kelasnya yang populer. “Untuk apa Jihyun sunbae di sini?” pikir Nara.

“Jeno, kenapa tidak memberitahu kalau kau sudah sampai? Aku pikir kau tidak jadi datang”

“Maaf, noona. Aku juga baru sampai” ucap Jeno.

Jihyun melirik Nara, “Oh kau… Nara?”

“Halo Jihyun sunbae, sedang apa kau di sini?”

“Aku janjian dengan Jeno di sini. Kami mau kencan hari ini” ucap Jihyun seraya tersenyum senang.

Serasa disambar petir, perasaan Nara seketika hancur. Mark mengamati perubahan ekspresi Nara.

“Kami pergi dulu” Jihyun menarik tangan Jeno dan membawanya pergi.

Nara memperhatikan mereka yang sudah menjauh. Dalam hati Nara, ia bukan hanya cemburu. Nara sangat kecewa juga sedih. Ternyata rumor yang beredar di sekolahnya benar. Ketua OSIS berpacaran dengan salah satu kakak kelasnya.

Setelah beberapa saat, Nara melirik Mark kemudian melepaskan genggaman laki-laki itu pada tangannya. Tanpa sepatah kata pun, Nara berbalik dan melangkah pergi dari tempat itu.

Mark tahu kalau saat ini Nara dalam keadaan kurang baik. Ia bisa melihat raut sedih dari wajah dan pancaran mata gadis itu. Dan Mark ikut sedih karenanya. Mark akan melakukan apapun agar bisa menghibur Nara. Seperti saat ini,  Mark menyusulnya. Setelah jarak mendekat, Mark memegang lengan Nara. Gadis itu berbalik.  Mark langsung menarik tubuh Nara hingga membuatnya bisa memeluk Nara. Menyalurkan perasaannya agar Nara bisa merasakan apa yang dirasakannya saat ini.

***

tamat

Advertisements

One thought on “[NCTFFI Freelance] Cemburu (Ficlet)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s