[Ficlet] How to Be Noticed

makeu-white

A story by Mingi Kumiko

{NCT Mark & you | romance, school life, comedy | Teen | Ficlet }

Sungguh, aku tidak berharap aneh-aneh. Aku cuma ingin kita bisa saling sapa. Aku ingin saat mata kita bertemu, dia menyunggingkan seulas senyum dari bibir tipisnya yang menggemaskan itu.

.

.

Ini semua memang salahku yang sebulan lalu melewatkan tanggal empat belas yang telah kulingkari dengan spidol merah di kalender. Tapi sungguh, aku bukannya sengaja. Salahkan saja rasa takut di dalam hatiku yang membuatku mengurungkan niat. Oke, silakan katai aku banyak alasan. Tapi sungguh, aku merasakan kekhawatiran yang menjalar hingga ke pangkal ubun-ubun.

Jadi begini, aku sedang menyukai seseorang. Dan seperti gadis kebanyakan, aku ingin handsome target-ku menyadari eksistensiku. Sejatinya cowok yang kusuka ini bukan murid yang tenar. Dia cowok biasa—menurut orang lain, namun tidak menurutku. Karena pada dasarnya aku suka pria yang memiliki bibir tipis—iya, sekonyol itu alasanku bisa sampai suka padanya.

Namanya Lee Min Hyung. Pria dengan mata yang enggak terlalu besar, hidung enggak mancung-mancung amat, bahkan tingginya pun rerata cowok pada umumnya. Tapi tetap, di mataku Minhyunglah yang paling imut dari semua cowok di sekolah. Bahkan menurutku dia jauh lebih imut dari Park Ji Hoon, murid yang sering dielu-elukan para gadis karena (katanya) punya senyuman malaikat dan bisa bikin mimisan saat dia mengedipkan sebelah mata.

Kembali pada pembahasan tentang Minhyung. Tentang usahaku agar dia mengalihkan secuil atensinya untukku. Aku tentulah remaja kekinian yang mengandalkan teknologi yang sudah canggih. Aku mulai mem-follow Instagramnya bulan lalu. Aku bahkan menyalakan pemberitahuan kiriman agar tidak ketinggalan update darinya. Sejauh ini, aku sudah empat kali menjadi first liker-nya. Kalau sudah begini, keterlaluan, kan, apabila Minhyung enggak menyadari kalau aku punya ketertarikan padanya?

Oke, mungkin usaha itu boleh jadi kurang. Bisa saja, kan, Minhyung mengira kalau aku adalah maniak media sosial yang siang dan malamnya cuma digunakan untuk berbaring dan menghadap ponsel, melihati satu per satu gambar yang muncul pada explorer. Entahlah, aku bukan cenayang yang bisa menerka apa isi otak Lee Min Hyung.

Tadi aku sudah bilang, kan, kalau di hari Valentine, aku enggak sempat memberinya coklat karena terlalu takut? Maksudku, aku takut dia kebingungan dan mengiraku cewek aneh, kenal saja enggak, kok, bisa-bisanya memberi coklat? Sebenarnya aku bisa saja datang pagi-pagi dan menyusup masuk ke kelasnya, kemudian meninggalkan coklat di lokernya—bahkan kalau bisa kusertakan pula surat cinta atau ucapan cheesy agar ia menikmati coklatnya. Tapi sumpah, aku enggak suka cara itu. Kalau aku memberinya coklat dengan cara sembunyi-sembunyi, kapan, dong, dia bakalan sadar akan perasaanku?

Jadi, kuputuskan untuk memberinya coklat hari ini—tepat saat White Day. Habis, aku capek menunggu notice-nya. Sungguh, aku enggak berharap yang aneh-aneh. Aku cuma ingin kita bisa saling sapa. Aku ingin saat mata kita bertemu, dia menyunggingkan seulas senyum dari bibir tipisnya yang menggemaskan itu. Memang, sih, seorang cewek memberi coklat kepada cowok saat White Day itu menyalahi kaidah. Karena White Day adalah hari di mana cowok akan balas memberi coklat kepada cewek yang telah menghadiahi mereka coklat di Valentine’s Day. But, so what?  

Dengan langkah gemetar aku menyusuri lantai dasar gedung yang mulai sepi. Oh, aku belum cerita, ya, kalau aku janjian dengan Minhyung di depan perpustakaan sepulang sekolah? Tunggu, jangan pikir kami sudah akrab hingga bisa membuat janji untuk ketemuan. Perlu menarik napas sebanyak tiga puluh kali dan berdoa selama sepuluh menit sebelum aku menekan ikon kirim agar DM-ku tersampaikan ke SNS-nya. Dan, BOOM! Baru tiga detik setelah pesan itu terkirim, langsung muncul ikon mata satu dan balasan berupa satu kata sederhana, “Oke”.

Aku berharap Minhyung datang sendirian. Alasannya jelas karena aku enggak ingin merasa malu apabila ketahuan memberinya coklat. Kuakui tindakanku ini sedikit agresif. Tapi kalau aku enggak bergerak duluan, bahkan meski Dinasti Kim runtuh dan Korea Utara tidak lagi terisolasi, perasaanku ini enggak mungkin bisa tersampaikan padanya.

Dan harapanku dikabulkan, dari kejauhan aku mendapati seorang lelaki tengah meletakkan tangannya ke saku celana dan sedikit menelungkupkan badannya. Gestur saat seseorang bosan menunggu. Aduh, apa tadi jalanku terlalu lama?

“Hai,” celetukku yang membuatnya sontak menengadahkan kepala dan menoleh.

“Ada perlu apa?” ia langsung menanyakan inti dari pertemuan ini. Aku pun dibuat gugup, kerongkonganku tercekat hingga tak mampu memenggalkan sepatah pun kata.

“I, ini… terimalah.” ucapku terbata-bata sembari menyodorkan sebatang coklat yang kubeli di supermarket. Aku enggak ada waktu untuk membuat coklatmeski katanya coklat bikinan sendiri itu lebih istimewa, aku enggak peduli. Mending yang pasti-pasti saja. Belum tentu, kan, meski bikinnya pakai cinta bakalan terasa nikmat di lidah? Belum lagi aku enggak punya pengalaman memasak.

Minhyung pun menerima coklat pemberianku. Aku enggak sempat memindai ekspresi wajahnya. Please, hatiku serasa ingin meledak saking malunya. Jadi aku menyodorkan coklat itu sambil susah payah menyembunyikan wajah agar enggak terlihat olehnya.

Kau tahu apa yang lebih parah dari kaki gemetar serta kepala yang tidak kuasa menengadah? Aku langsung lari beberapa jenak setelah coklat itu beralih tangan. Tungkaiku melenggang begitu saja dan meninggalkan Minhyung—yang mungkin sedang terlongo karena tingkah enggak jelasku. Aish, masa bodoh. Yang penting aku sudah membuatnya menyadari keberadaanku!

EPILOGUE

Wajar kalau dia malu setelah memberikan coklat kepada cowok yang bahkan ia ajak bicara pun tidak pernah. Tapi kurasa, aku enggak seasing itu baginya. Pun untukku, dia bukan lagi orang asing. Hampir setiap hari kami bertemu dan acapkali dia kedapatan tengah memperhatikanku. Satu-satunya yang kulakukan cuma pura-pura tidak melihatnya. Ya, memangnya aku bisa apa selain diam saja? Balas tersenyum? Jangan konyol, yang ada dia malah akan mengiraku besar kepala.

Sejatinya aku tahu kalau dia tertarik padaku—mana mungkin seseorang secara terus-menerus menjadi first liker tanpa mengaktifkan pemberitahuan kiriman? Enggak mungkin kebetulan kecuali dia seorang maniak sosial media yang selama 24/7 cuma menghabiskan waktu menatap layar ponsel.

Jujur aku senang saat dia mengajakku bertemu—bahkan dia memberiku coklat. Lumayan, bisa kubuat camilan di perjalanan pulang nanti. Aku enggak nyangka, lo, bakalan dapat coklat dari seseorang. Duh, gara-gara dia aku jadi merasa punya wajah ganteng. Satu lagi alasanku senang diajak bertemu olehnya, akhirnya dia membuat statement agar kami bisa saling bertegur sapa. Besok aku akan mengucapkan terima kasih padanya, eh… atau nanti malam saja, ya, aku kirimi dia DM? Aish, sudahlah… itu dipikirkan nanti saja.

– END –

Oke, jangan tanya ini apa karena ngetiknya cuma sejam sebagai bentuk pelampiasan depresi dan enggak sempet koreksi ulang juga karena soal2 logaritma seakan menuntut untuk segera aku kerjakan hahaha. Buat yang enggak paham, epilognya itu pake sudut pandang si Mark, ya…

Sorry kalo ceritanya ngambang dan datar, aku sadar, kok… makasih untuk yang sudah mau baca 🙂

Advertisements

22 thoughts on “[Ficlet] How to Be Noticed

    • Engga, satunya enggak PD satunya lagi baper wkwkwk
      Kalo dibikin sekuel pasti jatohnya romance school life mainstream ren, sudahlah kugantungkan saja agar kelaknatan ini engga berlanjut XD
      Makasih ren sudah mampir ^^

      Like

  1. HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MBALEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEL ITU NARASINYA TOLONG DIKONDISIKAN YA :’v INI…. INI KENAPA CERITANYA HAMPIR MIRIP SAMA AKU????????? KENAPA???????? AKU JUGA SUKA SAMA COWOK MBALEL, AKU SAMPAI SEKARANG JUGA MASIH JADI FIRST LIKERS NYA KARENA AKU UDAH NGIKUTIN FB-NYA, KUFOLLOW IG & SEGALA MEDSOS YANG DIA PUNYA. BAHKAN KADANG KALO AKU TELAT NGE-LIKE, AKU BAKAL BOOM LIKE SEMUA STATUSNYA (KADANG AKU KADANG SAMPE TAKUT DIA NGIRA AKU MANIAK MEDSOS GEGARA NGGAK PERNAH ABSEN NGE-LIKE STATUSNYA) :’3 DAN UNTUK COKELAT ITU…… YA ALLAH MBALEL, AKU JUGA PERNAH NGASIH SESUATU DI HARI VALENTINE KE DIA (TAPI BUKAN COKELAT), DAN DIA NERIMA :’V DAN INI YG BIKIN AKU MAKIN STRESS ADALAH KARENA TOKOH UTAMANYA SI LEEE MIN HYUNG!!!! BAYANGKAN MBALEL BETAPA TERGUNCANGNYA JIWAKU PAS BACA INI :’3 HAMPIR SEMUANYA MIRIP SAMA KISAHKU YALORD ❤ MBALEL PAGI2 SUKSES BIKIN JIYO BAPER TINGKAT AKUT :'3 :'3 :'3 INI MODELNYA CURAHAN HATI AKU DIJABARIN SAMA MBALEL :'V

    "Duh, gara-gara dia aku jadi merasa punya wajah ganteng"

    NYEBELIN BANGET TUH KALIMAT, TAPI EMANG BENER!!! MARK EMANG GANTENG!!!!!!

    "Sejatinya cowok yang kusuka ini bukan murid yang tenar. Dia cowok biasa—menurut orang lain, namun tidak menurutku. Karena pada dasarnya aku suka pria yang memiliki bibir tipis—iya, sekonyol itu alasanku bisa sampai suka padanya."

    IYA BENER!!!! CIRI2NYA EMANG KAYAK GITU SI DOI :V TAPI SAMPAI SEKARANG DIA MASIH CUEK SAMA DEDEK, PADAHAL KELAS KIA SEBELAHAN 😥 AKU NGGAK TAHU SIH KENAPA SAMPAI SEKARANG DIA MASIH CUEK PADAHAL AKU KAN UDAH PERNAH NGASIH SOMETHING, ATAU SIAPA TAHU DIA JUGA MALU KAYAK MARK???? (Khayalan seorang cewek galau) YANG PASTI FF INI SUPER SEKALI MBALEL…….. AKU PADAMU ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ LAGIAN KENAPA SIH TOMBOL LIKE CUMA SATU? KALAU ADA 1000 MAH UDAH KUPENCET SEMUA 😀 *lempar Taeyong*

    /matiin kepslok biar sopan/

    Dadah mbalel 😀 Huaaah aku excited sekali ya pagi ini, apalagi pas mampir di sini langsung di sambut ff ini ❤ ❤ Dan maafkan komentarku yg sukanya bikin sakit mata. Saya nggak mau nanggung efek sampingnya -.,-

    Liked by 1 person

    • ADUUUUHH INI SIAPA SIH YANG NGAJARIN KAMU NGIKUT MANGGIL MBALELE 😂😂
      HADUUUUHH HADUUUUHH emang ya senjata cewek pemalu tuh ya emang sosmed, bahkan dulu aku malah enggak berani buat add Facebook, sampe akhirnya pas kelas 8 kita sekelas dan kita jadi teman dekat… Pas aku ngaku suka dia, dia bilang mending sahabatan HAHAHAHAHA PENGALAMAN MACAM INI ehh terus pas udah 3 tahun gak ketemu tiba2 dia komen IGku minta follback KYAAAAAAAA
      HAHAHAHA FIX EMANG AKU ADA BAKAT JADI DUKUN KARENA BISA MENJABARKAN KISAHMU YA JI XD
      sabar, sabar… mark emang suka merendah, gak narsis kalo mukanya ganteng wkwk
      Ga papa Jo you’re not alone doiku juga ga notice tapi aku bodo amatlah ntar di universitas juga nemu banyak cogan hahaha
      Tunggu aja itu doimu jadi idol K-Pop dan punya channel V LIVE, puas2in deh bom love ke dia hahaha
      Eaaaakk excited katanya XD makasih ya jiyo udah komen huhu seneng bgt kamu mampir di sini :3
      Ehh iya, kamu dateng engga ke event sbsquad tgl 21 mei?

      Liked by 1 person

      • AKU TIRU2 KAKAK2 DI SINI YG PANGGIL MBALELE :’3

        Ciaelaah mbalel curcol juga ternyata :’v Oh iya habis ini mbalel lulusan ya, di Sekolah juga lagi ada ujian buat kakak kelas. Cieee yg mau kuliah 😀 😀 😀 Mbalel mah enak IG-nya minta di follback. Kalau aku 2 tahun nge-follow tpi nggak di follbak, kan rese -.,-

        Btw event sbsquad tgl 21 mei itu acara apa ya?? 😀

        Like

  2. AKU TIRU2 KAKAK2 DI SINI YG PANGGIL MBALELE :’3

    Ciaelaah mbalel curcol juga ternyata :’v Oh iya habis ini mbalel lulusan ya, di Sekolah juga lagi ada ujian buat kakak kelas. Cieee yg mau kuliah 😀 😀 😀 Mbalel mah enak IG-nya minta di follback. Kalau aku 2 tahun nge-follow tpi nggak di follbak, kan rese -.,-

    Btw event sbsquad tgl 21 mei itu acara apa ya?? 😀

    Like

    • Ihhhh anjayy songong bgt doimu, doiku yg sekarang aja baik selalu like postku dan liat storyku wkwkwkwk XD
      Itu event K-Pop ji, di dome UMM.. htm 35k tapi hrs beli pre sale tiketnya, ayo jiiii dateng, sekalian kita ketemuan tapi jauh sih emang tempatnya hehe. btw ig mu apa sini kufollow

      Liked by 1 person

      • Iya, makanya temen2 udah pada nyuruh move on. Tapi ya namanya orang lagi suka, dilarang berasa kayak disuruh :’v

        UMM itu Universitas Muhammadiyah Malang kah? Jauh banget ya kalau dari Sukun :’3 IG ku Siftabooo 😀

        Like

  3. Kaklel aku juga nyadar lho kalau Mark itu sebenarnya tampangya average lah, ganteng iya, tapi bukan ganteng banget kayak tiwai. Lha aku juga bingung malah lebih suka si mark. Padahal dulu aku sebel sama dia./Kena kutukan mark// Udahlah mau baper dulu gara2 berimajinasi kalau cast You-nya itu diriku.

    Dadahhh….

    Like

    • Makannya pake cast Mark, bayangin TY aku kasih deskripsi “tidak ganteng2 amat” KAN JATOHNYA JADI FITNAH YA MEL YA XD
      Tapi Mark itu keren sekali hingga wajah bukanlah tolak ukur bagiku untuk mencintainya ye gak :’v
      Makasih Amel sudah mampir ^^

      Liked by 1 person

  4. kenapa ucul nged lel huhu jadi ingin peluk mas hansol *eh. tapi pas narasi ceweknya lari dengan gaje whai diriku kebayang donna yang malu-maluin gitu ya xD mark ganteng kok ah lel, adek-adekku di nct drim ganteng semua kok, tapi gantengan hyung line sih dd kudu piye ㅠㅠ /terus dibalang/ lely semangad yha dikit lagi un lohh wkwk jan setres nanti kali aja abis lulus langsung dilamar ty aw :3

    Liked by 2 people

    • saking inginnya dia segera debut ya kak sampe bawaannya meluk aja wkwkwk
      hahahaha aduhh aku mau ikutan ngebully donna tapi kasian nanti beban hidupnya makin berat XD tapi memang kalo urusan Mark why ya yang selalu kebayang emang wajah Donna, mungkin mereka saling terhubung ya kak wkwk
      anak dream kalah ganteng sama golongan tua mah karena emang pubernya belum komplit kan ntar juga bikin kita simkung, apa lagi Haechan sama Renjun tuh :’v bibit unggul banget
      waduhhh maunya dilamar Joshua kak, biar langsung bisa membina rumah tangga yang sakinah /GAK
      makasih ya kaknjel udah mampir ^^

      Liked by 1 person

  5. kak jelasin cerita ini tuh didedikasikan buat Donna…..atau malah nyindir bikos cerita ini tuh aku banget pas kelas 2 SMP /plak/
    pas bagian Mark nunggu si aku sambil berlagak bosen itu kenapa………hati ini terasa seperti dipenuhi ribuan kupu-kupu lalu diterjunkan dari atas tebing kemudian tenggelam ke dalam sungai amazon bersama ratusan kadal air dan menghilang dimakan buaya putih yang ganas. kurang baik apaaaa coba si Mark ini Ya Allah, kirimkan kekasih untuk Donna yang sebelas dua belas sama dia……/gelinding/
    sek, back to kisah es em pe, cuma bedanya tuh aku naroh kerdus isi coklat sama rubik di depan rumahnya pas H-1 sebelum dia ultah /plak/ terus malemnya dia ngechat aku bikos entah naluri dari mana dia tau kalo yang ngasih itu akuuuu TT^TT whai terus aku baper, tanggung jawab sumpah ini ga bener, bikin flashback aja heuuuuuuuuu :”

    keep writing kaklel, semangat UN-nya, semangat buat SBMPTN! habis lulus maem ayam nelongso bareng yuk biar barokah /lalu pergi/

    Like

    • Hyahahaha why banyak yg merasa terwakili, apa cewe kalo jatuh cinta pada begini ya hyahahaha XD
      Anjir iklan good day banget ya deskripsi hatimu wkwkwk
      Hmmm why lagi2 pas kamu cerita gebetan aku memvisualisasikannya dengan Mark Lee ya wkwk huuuuu enaknya punya gebetan peka :’v
      Makasih donnaaaa ~~~ atas doa dan mampirnya ^^ Amin Amin
      Aduhh tunggu harga cabe turun dulu aja deh kalo ke nelongso huhuuu

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s