[NCTFFI Freelance] Secret Box (Chapter 3)

Title : Secret Box

Author : Qiao Feng

Main Cast :

  • Jung Jaehyun
  • Qiola Lee (OC)
  • Yuta

Genre : Romance, crime, Mystery

Length : Chaptered

Rating : General

Chapter 3

Aku perhatikan di sekeliling ku di mana ada beberapa wanita yang sudah tua , ada juga lelaki separuh baya maupun yang muda. Namun dari sekian banyak orang yang melakukan aktivitas nya, ada hal yang menarik perhatian ku yaitu seorang nenek tua sedang memasukkan jaring-jaring ikan ke dalam sebuah kotak, ikan hasil tangkapan nya meronta-ronta seakan berkata tolong lepaskan aku. Entah kenapa aku merasa ikan itu adalah aku, yang menginginkan kebebasan. Kebebasan yang ingin kulakukan tanpa ada yang mengatur, dipantau, dan aku bisa melakukan sesuka hatiku.

Kulihat matahari yang bersinar membuat seluruh tubuhku menjadi hangat dan kilauannya membuat ku harus menyipit kan mataku, agar sinarnya tak menusuk mata ku yang besar. Angin laut mengibas rambut ku yang bergelombang hingga menutupi sebagian wajahku, dan ku hirup udara laut yang terasa asin seperti garam yang ditaburi di udara. Aku merasakan bahwa aku bisa bernafas dan seperti kembali hidup di muka bumi ini, bahkan semesta berkata bahwa inilah kehidupan mu yang sebenarnya, yang penuh kebebasan. Seperti ikan yang di tangkap lalu dilepas kembali ke asalnya dan berenang bebas kemana saja yang dia inginkan. Beruntunglah ikan tersebut jika dia dilepaskan kembali, dia akan berenang kemana saja dan sebebas nya. Aku benar-benar ingin menjadi ikan yang beruntung itu.

Murphy menggonggong seakan dia tidak menginginkan aku menikmati nikmat Tuhan seorang diri, aku pun tersenyum lalu menggendongnya dan dia pun berhenti menggonggong seolah dia bahagia bahwa aku mengerti dirinya. Murphy adalah anjing peliharaan ku atau tidak itu adalah peliharaan tunangan ku yang dia hadiahkan untuk ku agar aku tidak sendirian. Di sisi lain aku merasa bahagia bermain dengan Murphy, tapi di sisi lain aku merasa kesepian seperti ada sesuatu yang begitu hampa di hati ku bahkan dalam hidupku.

Aku berjalan kadang juga berlari mengejar Murphy yang selalu mengajak ku merasakan kebebasan, dia menunjukkan betapa indahnya jika kita hidup bebas tanpa ada hambatan sama sekali. Aku merasa bahagia sekali dan berterima kasih padanya karena dia aku bisa tersenyum, walaupun dia hanyalah seekor hewan namun bagiku dia sudah segala-galanya. Saat ku asik bermain, tertawa girang, berlari, tak ku sadari di ujung laut matahari mulai terbenam. Aku mulai panik dan hampir kehilangan akal, aku pun mulai berlari sekuat tenaga ku menuju villa yang lumayan tidak jauh dari laut, namun villa itu cukup tertutup oleh rimbunan pohon. Aku harus melewati rimbunan pohon yang dedaunan nya yang lebat. Murphy mengikuti ku berlari dari belakang, dia selalu mengikutiku kemana saja. Matahari mulai tenggelam dan cahaya pun ikut tenggelam, aku pun mulai hanyut dalam kegelapan. Dadaku terasa sesak, tubuhku terasa lemas, tenggorokan ku sakit , aku terjatuh serasa kakiku tak sanggup lagi berlari. Tiba-tiba seluruh tubuhku tak bisa bergerak, seolah ada yang menahan ku, benar-benar mati rasa. Tubuhku basah dialiri oleh keringat ku dan Pandangan mataku mulai memudar, aku hanya mendengar suara gonggongan Murphy. Namun suara itu juga ikut memudar dan semua terasa gelap.

***

Mengapa dadaku terasa sesak sekali seperti tak ada udara, begitu pengap. Perlahan ku buka mataku tetapi kulihat sekeliling ku, aku benar-benar tidak bisa melihat apapun disini, sungguh ini benar-benar gelap dan juga sempit. Ada dimana aku sekarang, aku mencoba sekuat tenaga ku membuka pintu atau apa itu aku tidak tahu karena disini benar-benar gelap dan sempit. Air mataku mengalir seakan dia mengetahui hati ku yang ketakutan, di dalam kegelapan dan diruang yang sempit.

“Eomma ….!! Appa…! Oppa….! Tolong…!” Ku gedor-gedor terus tempat itu namun sangat sunyi seakan aku hanya seorang diri di muka bumi ini. Rasanya aku ingin menyerah dan pasrah dengan semua ini. Namun seketika itu tiba-tiba kudengar langkah kaki seseorang, langkahnya berat seperti langkah seorang laki-laki. Apa itu oppaku?

“Oppa …!!! Tolong aku!! Apa kau disana!!? Aku yakin kau disana oppa!!? Hiks … hiks …Oppa..aku tidak bisa bernafas disini!!” kugedor-gedor terus tanpa berhenti walau dadaku semakin sesak.

“Qiola ….!!! Sadar Qiola..! Ini aku … Qiola buka matamu …!”

Tiba-tiba serasa ada yang menepuk pipiku dan ku mendengar suara yang tidak asing lagi. Cahaya mulai muncul diluar kelopak mataku, seperti sudah tidak di tempat yang gelap dan sempit. Lalu kubuka mataku perlahan, tampak sesosok pria yang memanggil-manggil namaku walau masih sedikit kabur. Ku kedip-kedip kedua mataku agar penglihatanku bisa terlihat jelas.

“Qiola … kamu tidak apa-apa?” Suara laki-laki yang lembut menyadari ku bahwa aku sudah berada di Villa. Ku bangunkan tubuhku yang sudah lengket karena penuh keringat yang membanjiri tubuhku. Seketika dia memeluk tubuhku yang lengket, pelukan nya hangat dan seperti pelukan yang begitu takut akan kehilangan.

“Yuta … aku tidak apa-apa” aku benar-benar naif, sudah jelas air mataku mengalir di pipi chubby ku yang merah jambu, tubuhku bergetar, bayanganku selalu di hantui oleh mimpiku. Tetap saja ku katakan tidak apa-apa, sungguh naif diriku.

***

“Qiola ….!!! Sadar Qiola..! Ini aku … Qiola buka matamu …!” Yuta selalu terus memukul pelan pipi chubby yang merona itu dengan pelan, dia berusaha membuka mata Qiola yang terus berteriak memanggil Eomma, appa dan oppanya, dia juga terus meminta tolong. Mimpi seperti apa yang membuat Qiola benar-benar ketakutan seperti itu. Seketika Qiola membuka matanya dan membangun kan dirinya sendiri, Yuta yang kepanikan langsung memeluknya erat.

“Mengapa kamu keluar dari villa? Jika ada yang menyakiti mu !? Siapa yang akan menolong mu jika aku tidak ada!!?” Suara Yuta yang tegas namun tetap tenang, dia berusaha menahan amarahnya.

“Maaf ….. Yuta …. aku butuh Udara, setiap hari di dalam villa, membuat ku terasa sesak” suara pelan Qiola yang merasa bersalah.

“Bukankah Villa ini sangat luas, udara disini sangat sejuk, mengapa kamu harus pergi ke tepi laut untuk mencari udara?” Ucap Yuta sebari memegang pipi Qiola yang lembut dan putih. Yuta terus menatap mata Qiola dengan penuh cinta.

“Yuta … apa kamu mencintaiku?” Tanya Qiola yang juga menatap Yuta dengan penuh harapan.

“Sayang … aku mencintaimu melebihi apapun, bahkan dunia pun takkan pernah bisa menghitung seberapa besar cinta ku padamu” Yuta mencoba meyakinkan cinta nya kepada Qiola sebari menatap setiap inci di wajah Qiola.

“Jika benar kamu mencintaiku, mengapa kamu melakukan ini padaku?”

“Apa maksudmu sayang?”

“Aku merasa kamu mengurung ku di Villa ini, seperti hewan yang harus di kurung agar ia tidak lepas” jelas Qiola.

“sayang … mengapa kamu berpikir seperti itu, tidak mungkin aku melakukan mu seperti hewan, aku menyayangimu”

“Jika kamu menyayangi ku, seharusnya kamu membiarkan ku keluar dari villa ini dan hidup normal seperti orang awam lainnya, aku butuh kebebasan! Ini benar-benar menyiksaku Yuta” air mata Qiola kembali membasahi pipinya.

“ Sayang … aku belum bisa membiarkan mu keluar dari sini, aku berjanji padamu! Setelah kita menikah, aku akan biarkan mu beraktivitas seperti orang lain, terserah kamu mau pergi ke mall berbelanja atau pergi bermain kemana saja yang kamu inginkan… tapi ku mohon tahan sampai saat itu” Qiola hanya menundukkan kepalanya seolah dia kecewa dengan jawaban Yuta.

“Sayang … maafkan aku” Yuta mencium kening Qiola dengan penuh kasih sayang dan membelai rambut hitam lebat yang bergelombang.

“istirahatlah sayang dan tidurlah dengan nyenyak setelah kamu minum obat ini” Yuta memberikan beberapa butir obat ke Qiola dan segelas air putih. Lalu Qiola merebahkan badannya dan Yuta menyelimuti nya dengan selimut yang lembut dan tebal, tak lupa Yuta kembali mencium kening Qiola sebelum meninggalkan kamar.

Setelah meninggalkan kamar Qiola, Yuta berjalan sepanjang lorong Villa dan dia pergi ke ruangan kerjanya. Disana sudah terdapat sesosok laki-laki separuh baya berpakaian putih. Dia membukukan badannya ke Yuta, padahal umurnya jauh lebih tua dari Yuta namun karena dia menghormati Yuta yang memiliki jabatan yang lebih tinggi darinya. Yuta pergi mendekati kursinya dan melompat duduk ke kursi yang ia dekati.

“Bagaimana keadaannya…?” tanya Yuta yang sebari meletakkan siku di atas meja dan tangan di depan dagu nya.

“Tuan … Achluophobia (fobia kegelapan) nona Qiola semakin parah … seperti biasa ku saran kan kepada Anda agar secepatnya Qiola di obat dan di terapi, aku takut jika ini dibiarkan maka dia bisa-bisa saja lumpuh dan ini juga beresiko dengan jantungnya … obat yang kuberikan kepada Nuna Qiola hanya obat penenang” jelas Dokter Keita.

“sudah kukatakan … aku tidak ingin melakukannya!! Jika Fobianya kita sembuhkan maka kita harus menghilang kan Traumatik nya terlebih dahulu dan ku tak ingin itu!! ” Yuta mulai meledak dengan suara yang mulai tinggi.

“sebaiknya kau keluar dari ruangan ini…!!” Yuta mengusir Dokter Keita dengan nada sedikit tinggi. Dan Dokter Keita mengikuti keinginan Yuta yang meninggal kan ruangan kerja bahkan meninggal kan Villa itu.

Suasana ikut mencekam karena amarah Yuta yang sudah meledak seperti membangunkan Singa yang sedang tidur. Yuta berusaha meredakan kembali amarah nya dan suasana pun ikut mereda.

***

Hari ini adalah hari Jaehyun dan karyawan nya mendarat di bandara Tokyo,jepang. Mereka sudah memesan 2 taksi menuju hotel yang akan mereka tempati selama mereka di Jepang. Jaehyun duduk di samping sopir taxi sedangkan Johnny, Doyoung, dan Taeyong duduk di kursi belakang. Dan Taxi kedua berisikan para karyawati dimana ada Wendy , Irene dan Eunji.

Kedua Taxi melaju ke hotel dimana mereka juga sudah memesan dua kamar di Hotel Stay. Sebelum mereka mulai bekerja, mereka harus menaruh barang-barang dimana selain pakaian dan perlengkapan mereka, juga terdapat perlengkapan kantor yang di perlukan untuk pekerjaan mereka.

Aaahhhhhh Jepang ….. !!!!!!!!” Teriak Doyoung sambil Mengeluarkan kepalanya di jendela mobil.

“Welcome to Japan” ucap Johnny sambil menggerakkan kepalanya seolah dia sedang mengikuti alunan musik padahal sama sekali tidak ada musik. Taeyong dan Jaehyun hanya diam sambil menatap pemandangan yang di penuhi gedung-gedung tinggi di balik jendela mobil. mereka berdua tidak memperdulikan suara-suara burung yang dilakukan Doyoung dan Johnny. Doyoung & Johnny, jika dua makhluk ini digabungkan maka dunia seakan seperti di isi sekumpulan tikus-tikus yang ribut mencari makanan.

***

Jaehyun dan yang lainnya menuju MTC (Modern Technology Company) karena mereka telah menaruh barang-barang di hotel, mereka langsung menjalankan pekerjaan tanpa istirahat terlebih dahulu. Sesampainya disana , mereka harus menemui staf kantor sebelum menemui C.E.O-nya.

“Selamat siang pak … ada yang bisa saya bantu?” (Bicara dalam bahasa Jepang)

“Ya … saya ingin menemui C.E.O perusahaan ini” jawab Jaehyun dengan menggunakan bahasa Jepang.

“Apakah sebelumnya Anda sudah bikin janji sama Boss kami?” Tanya staff kembali.

“Maaf … saya belum buat janji dengannya, ini adalah kali pertama nya aku menemui Boss Anda”

“Maaf kalau begitu pak, Anda tidak bisa menemuinya … sebaiknya bikin janji dengannya terlebih dahulu” ucap staff dengan ramah.

“Kalau begitu bisa Anda sampaikan padanya … Saya Jung Jaehyun, Kepala Redaksi dari perusahaan Star Media ingin Bertemu untuk wawancara” jelas Jaehyun.

Namun staff tersebut mulai ragu untuk menyampaikan nya dan itu membuat Jaehyun mencurigai nya “ mengapa tidak menelpon nya?”

“Maaf pak … kita tidak bisa sembarangan menerima wawancara”

“Apa kamu pikir perusahaan saya sembarangan??”

“Tidak pak … maafkan kami” ucap staff itu sedikit menundukkan kepalanya ke Jaehyun.

“Hyunggg …. !!!! Hyung…!!! “ Teriak Doyoung sambil melambaikan tangannya ke seseorang berpakaian kemeja biru dilampisi jas hitam dan di lehernya terdapat kalung kartu namanya yang bertuliskan Kim Gong Myung, Manajer.

Karena suara Doyoung membuat beberapa orang melihatnya bahkan juga mengalihkan perhatian Jaehyun yang sedang berbicara dengan seorang staff. Laki-laki yang di panggil Doyoung tersebut sontak terkejut dan langsung menghampiri Doyoung.

“Ouuhhh adikku …..” ucap pria itu sambil memeluk Doyoung.

“Hyung …! Sungguh, aku merindukan mu bahkan eomma dan appa juga merindukanmu! Sudah 3 tahun Hyung tidak pulang ke Korea” dengan wajah Doyoung yang tampak sedih menceritakan keluarganya yang sangat merindukan Hyungnya.

“Mianhae … Hyung janji tahun ini akan pulang… tapi kenapa kamu tidak bilang kalau mau ke Jepang !!? Apa kamu menggunakan saran Hyung kemarin??” Tanya Gongmyung.

“Hmm ndee Hyung …. Sekarang kami ingin menemui C.E.O nya … oh ya sebelumnya kenalkan dulu Boss dan rekan kerjaku ….” Ucap Doyoung sebari menarik tangan gongmyung untuk mendekati yang lainnya.

“Mr Jung kenalkan ini Hyung ku nama nya Kim gongmyung , seperti yang ku katakan dia bekerja di perusahaan ini … dan Hyung ini Mr Jung Jaehyun, dia adalah kepala Redaksi kami” Doyoung memperkenalkan gongmyung dengan Jaehyun dan begitu juga yang lainnya.

“Jadi kalian ingin menemui Boss kami?” Tanya Gongmyung.

“Hmm nde … bagaimana caranya kami agar bisa menemuinya…?” Tanya Jaehyun.

“Hmmm … sebaiknya kita ke cafe dekat sini terlebih dahulu, tidak baik berbicara disini” ucap gongmyung dan semuanya mengiyakan nya.

***

Delapan orang termasuk kakaknya Doyoung sudah berada di cafe dekat MTC, mereka sudah duduk dan mulai mendengarkan penjelasan dari Gongmyung.

“Begini … Boss kami adalah orang yang tertutup, hanya orang tertentu yang dapat menemuinya dan itu sangat sulit … dia juga jarang ke kantor bahkan hampir gak pernah kecuali jika ada rapat saja baru dia datang ke kantor”

“orang yang malas …” ucap Eunji pelan namun tetap saja terdengar oleh yang lainnya.

“Lalu bagaimana dia memimpin kantor ini jika dia sendiri jarang datang?” tanya Wendy.

“dia mengontrol semua itu dari kejauhan, dia mempercayai tangan kanannya untuk mengurus kantor ini, jika kita perlu tanda tangannya Maka kita beri kan ke sekretaris nya dan sekretaris nya pergi menemui nya di Villa”

“Rumit sekali … benar-benar merepotkan” keluh Eunji seolah dialah sekretaris nya .

“Benar … tapi itulah Boss kami, jika kalian ingin menemuinya kemungkinan kalian pergi ke villa nya” terang Gongmyung lagi.

“Ke villanya??” Tanya Jaehyun heran.

“Benar .. namun itu masih tidak mudah untuk dilakukan, kalian harus menemui sekretarisnya dan membuat janji terlebih dahulu … sehabis jam istirahat ini kalian bisa menemui sekretaris itu”

“Apa kita bisa menemuinya dengan mudah?” Tanya Jaehyun lagi.

“Kalian laporkan ini ke staff lantai satu, dia akan menyampaikan nya … kalian hanya perlu menunggu” ucap gongmyung.

“Baiklah … terimakasih sudah memberi info ini kepada kami” ucap Jaehyun sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dan gongmyung membalas nya.

“Tidak apa … ini juga untuk adikku , untuk melancarkan pekerjaan nya”

“Gomawo Hyung … gomawo ….” Ucap Doyoung tersentuh.

Bersambung

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s