[Drabble-Mix] Between Ego and Feelings

collage.jpg111

Written by thehunlulu ©2017

—Between Ego and Feelings—

Starring NCT’s Mark Lee & OC’s Jane Jung Genre Romance, Sad, School-Life Length 5 Drabbles Rating Teen

Previous Story :

Medical School Room | Boy’s Affair

Aku bukanlah pria tak berperasaan yang hanya bisa melukai hati seorang gadis kemudian meninggalkannya, bahkan sebelum ia berjuang sekalipun.

***

[1]

Sebuah Pertanyaan

“Jane.”

“Hm?”

“Ikut aku.”

Tanpa memberi sedikit celah untuk bertanya, Mark segera menggamit pergelangan tanganku. Novel yang semula kubaca lekas kulempar serampangan, tanpa sempat melipat kecil pada bagian ujung halaman.

Dan sekarang, setelah melewati koridor dengan gusar, kami berdua saling bersitatap di dekat loker yang terletak paling ujung. Mark memepetkan tubuhku dengan dinding, raut kesal bercampur gundah jelas tercetak di wajahnya. Sebenarnya … apa yang membuat mood Mark menjadi kacau seperti ini?

Maniknya beralih tanpa ekspresi, ia mendengus agak kasar sambil melangkah mundur. Seketika itu juga hatiku seakan dibuat tertohok olehnya. Bukan. Dia bukanlah Mark yang sebenarnya.

“Hei Mark, ada apa denganmu? Apa ada masalah?”

“Justru itu yang ingin kutanyakan padamu,” jawabnya singkat, penuh penekanan.

“Kita bisa bicarakan baik—“

“Aku ingin membicarakan Renjun.”

Tiba-tiba saja hatiku seperti dihujam ribuan belati saat pernyataan itu meluncur dari bibirnya.

“Kenapa kau terkesiap seperti itu, Jane? Apa ada yang salah dengan nama ‘Renjun’?”


[2]

Semua Akan Baik-Baik Saja

Saat ini Jane terdiam. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyakiti Jane, apapun situasi dan keadaannya. Tapi, untuk kali ini, kalian boleh mencemooh diriku sebagai pemuda yang sangat pengecut atau semacamnya. Karena, dalam mempertahankan suatu hubungan harus ada salah satu pihak yang merasa tersakiti, bukan? Dan … dengan sedikit berat hati, Jane merasakan hal itu. Bukan karena siapa-siapa, tapi karenaku.

Aku tahu betul Jane pasti sudah memahami karakterku. Tapi, gadis itu melewatkan satu kekurangan yang kumiliki, dan belum tentu ia akan menerimaku apa adanya.

Aku adalah tipikal orang yang mudah cemburu.

“Jawab aku, Mark,” ujar Jane sedikit memaksaku agar menatap wajahnya kembali. “Dari mana datangnya luka lebam yang ada di wajahmu itu?”

Aku menelan ludah. Pertanyaan itu tak seharusnya ia katakan. Sedikit banyak, aku mengerti bagaimana perasaan Jane saat kutanyai hubungannya dengan Renjun tadi pagi.

“Ini bukan masalah. Kau tak perlu mencemaskanku, Jane.”

“Bohong.”

“Sungguh.”

“Bohong, Mark! Kenapa akhir-akhir ini seperti ada sesuatu yang sengaja kaututupi dariku?” ia memekik samar disusul tangannya yang memukul pundakku cukup keras.

Selanjutnya ia mundur satu langkah sambil menunduk, menahan isakan yang sebentar lagi akan keluar. Tapi, gadis itu gagal. Ia menangis kemudian.

“Kautahu, Mark? Akhir-akhir ini aku selalu mencemaskanmu! Kau … kau selalu saja menjauh dariku, bersikap dingin saat kuajak pulang bersama, dan sekarang saat kau terluka seperti ini, hal apa yang membuatmu tidak ingin menceritakannya padaku? Sampai kapan kau terus seperti ini, Mark?”

Sedangkan aku hanya mampu bergeming. Ingin sekali kupeluk tubuh mungil itu, mengelus surai gelombangnya, mengatakan bahwa semua ini salahku. Sebuah kesalahan yang terlanjur diperbuat oleh Mark Lee, si pengecut.

Sepertinya … kau salah jika harus mengkhawatirkan pemuda cemburuan sepertiku, Jane.

“Tunggu—”

Bodoh. Seharusnya kau mengejar gadis itu, Mark!


[3]

Tak Berperasaan

“Kau duluan saja.”

“Tidak, kau saja.”

Aku lantas mengembuskan napas pasrah. Sebenarnya, hati kecilku masih berkecamuk hebat lantaran memikirkan reaksi apa yang akan Mark tunjukkan saat mendengar ceritaku setelah ini.

Kutundukkan kepalaku kemudian mulai bercerita, “Renjun hanyalah seorang adik kelas, Mark.”

“Ya, aku tahu. Bisakah kau langsung menuju intinya, Jane?”

Aku benci Mark. Sangat benci karena ia terkesan seperti menindasku, menumpahkan segala kesalahan padaku tanpa memikirkan bagaimana perasaan seorang gadis pada umumnya. Sekuat mungkin kutahan luapan amarah untuk tidak berteriak tepat di depan wajahnya.

“Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Renjun, dan aku memperlakukannya hanya sebatas senior dan junior. Tidak lebih.”

“Hm.”

“Bisakah kau memberi sedikit empati padaku, Mark?”

Mark mengembuskan napasnya, menegakkan punggungnya yang semula merosot pada sandaran kursi. Ia menautkan jemarinya di atas meja, kemudian bertopang dagu sambil menatapku lekat tanpa ekspresi. Dan tentu saja, sangat dingin.

“Baiklah, lanjutkan saja.”

“Aku tahu. Bahkan sudah tahu sejak jauh-jauh hari kalau ia menyukaiku. Aku menghormatinya, berusaha berinteraksi dengannya tanpa melukai perasaan Renjun. Aku hanya tidak ingin mematahkan harapannya untuk berteman denganku, Mark. Aku bukanlah pria tak berperasaan yang hanya bisa melukai hati seorang gadis kemudian meninggalkannya, bahkan sebelum ia berjuang sekalipun,” kataku, sambil sedikit beranalogi.

Kuakui cukup tegas dan jelas penuturanku barusan. Mark terdiam cukup lama, seperti mengidentifikasi maksud dari perkataanku. Kemudian ia mengangguk-anggukkan kepalanya, terlihat sedikit meremehkan.

“Kalau kau bisa menghargai perasaan orang lain, seharusnya kau juga bisa menghargai perasaanku, Jane.”

“Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, Mark.”

Mark menatapku tajam.

“Kalau kau cemburu, seharusnya kau memperjuangkanku dengan sepenuh hati. Bukannya melimpahkan segala kesalahan pada seorang gadis yang bahkan sedang berjuang untuk menghargai perasaan orang lain.”


[4]

Kepercayaan Terakhir

“Aku baru saja berkelahi dengan Renjun.”

Tak pernah kusangka Mark akan berkata seperti itu. Semua terjadi begitu cepat, dan lagi-lagi Mark hanya mampu membuatku mematung.

“Berkelahi? Motif apa yang membuatmu berkelahi dengannya?”

Mark menggigit bibir bawahnya kelu, tatapannya terlalu teduh untuk sekedar mengerling ke arahku. Dengan kepala yang tertunduk, ia berkata, “Tidak ada.” Ia menggelengkan kepala. “Aku yang menyerangnya duluan.”

“Bohong!”

Mark mengedikkan bahunya.

“Sembunyikan saja semua masalahmu. Simpan segala perasaan gundahmu hanya untuk dirimu sendiri. Jangan pernah mencariku lagi, Mark.”

“Jane!” Mark menahan lenganku yang baru saja bangkit untuk meninggalkannya.

Ia mendongak, seperti ada sorot ketulusan yang tiba-tiba terpancar dari kedua matanya. Pemuda itu menggeser tubuhnya dan menarikku agar duduk di sampingnya.

Ini adalah terakhir kalinya aku percaya pada Mark.

“Karena … aku ingin melindungimu. Aku tahu berkelahi adalah suatu hal yang sangat bodoh, bahkan sangat pengecut. Seharusnya aku tidak membuat orang lain sakit hati hanya karena keegoisanku. Seharusnya—“ ia membasahi bibir bawahnya kemudian melanjutkan, “—aku berjalan ke arahmu, melindungimu dari dekat, memberimu sebuah keyakinan bahwa kau akan baik-baik saja bersamaku. Maaf aku terlalu egois, maaf karena telah mengambil jalan yang salah, dan maaf karena kesalahpahaman ini.”

Jemarinya bergerak, menggenggam tanganku dengan erat tanpa bekata sedikitpun. Lagi dan lagi, aku hanya bisa dibuat bergeming olehnya. Dalam hati aku berharap agar dapat memberi sebuah kepercayaan yang tiada batas untuknya. Begitupula Mark, aku ingin agar ia menjaga kepercayaan itu baik-baik.


[5]

Titik Temu

Pada akhirnya, aku juga merasakan sakit seperti yang Jane rasakan. Setelah beberapa hari kami saling diam, akhirnya segala sesuatu yang susah payah kusembunyikan dari Jane pun terbongkar. Sejujurnya, aku bukanlah tipe pemuda yang tertutup. Aku hanya takut menyakiti perasaan Jane karena  belum bisa membahagiakannya. Dan tanpa disadari, kami merasakan hal yang sama satu sama lain.

Sebenarnya, aku tidak lagi mempermasalahkan kedekatannya dengan Renjun, karena aku tahu betul bagaimana sifat dan karakter Jane. Ia tipikal gadis yang mudah bergaul dengan semua orang. Ketika Jane berkata bahwa ia mencemaskanku, hal itu lantas membuatku terlihat seperti pemuda yang sangat payah. Aku terlanjur menyakitinya, sampai-sampai—mungkin—ia lebih nyaman bersama Renjun akhir-akhir ini.

Jane adalah gadis yang polos. Semakin aku menyembunyikan segala sesuatu darinya, hal itu pasti akan membuat hati Jane semakin sakit. Karena, seorang pria pada umumnya akan bertindak sesuai logika tanpa peduli bagaimana perasaan orang lain. Sedangkan Jane, ia akan mengutamakan perasaan sebelum bertindak, walaupun ada beberapa hal yang tidak bisa diutarakan menggunakan kata-kata sekalipun.

Karena, perasaan dan logika tidak pernah selaras. Yang bisa membuat keduanya berjalan beriringan hanyalah keterbukaan satu sama lain dan bagaimana cara menyikapinya.

.

-FIN-

Advertisements

30 thoughts on “[Drabble-Mix] Between Ego and Feelings

  1. alo dd kesayanganku, wkwk. ih njel kangen gabung gc deh kangen buli kamu namun apa daya ini malah dikit lagi harus off nulis. ini kenapa mark-jane makin jadi begini sih don, kamu mau nyaingin cinta segitiga punya kak emma po piye? atau ada niatan mau bikin cinta segiempat ala hansol-jooeun-solla-yuta? /tawaranku kok ga berfaedah wgwg/

    terus iseng ah mau komentarin ficnya donna /ketawa jahat/

    di drabble ketiga kalimat “…. Aku bukanlah pria tak berperasaan yang hanya bisa melukai hati seorang gadis kemudian meninggalkannya, bahkan sebelum ia berjuang sekalipun.” njel rancu apakah kamu tipo atau emang sengaja ambil umpama kayak gitu, soalnya tadi pas baca sekali aku belum ngeh eh setelah baca lagi baru tau maksudnya, maklum otaknya lagi bermasalah ini u.u mungkin kalo maksud kamu si jane ambil umpama dari perspektif laki-laki bisa kamu tambahin di narasi selanjutnya yang jelasin kalo si jane tuh sedang beranalogi.

    di drabble keempat ada pertanyaan apa motivasi mark berkelahi dengan renjun, ya? mungkin kata motivasi bisa diganti motif, don karena kalo motivasi arti kesannya beda sama motif.

    begitu pula ditulis terpisah, sama halnya dengan lagi pula. kalo apalagi itu digabung (apalagi dengan apa lagi tuh beda arti ya, mirip seperti sekalipun dan sekali pun, coba kamu bandingin), kadang suka ketuker nih ati-ati ya

    terakhir, usahakan hindari memakai konjungsi untuk mengawali kalimat kayak misal ‘dan’, ‘karena’, ‘yang’, dll. konjungsi kan artinya kata penghubung, untuk menghubungkan dua kata/kalimat atau dua topik pembicaraan, kalo dia ditaro di depan berarti fungsi sebagai penghubung itu luntur, kan? njel juga masih sering sih khilaf begitu, abisannya jujur emang susah karena mungkin kita udah kebiasa. tapi, kalo dilatih terus, lama-lama bisa kok don hehe. ga cuma kamu sih, semua temen yang kureview pasti kukasih tau itu.

    tumben ya diriku komen begini biasanya tyda berfaedah mulu terus pake kepslok, wkwk. abisnya kangen nulis, sih, jadi nulis ficlet di komen box ffnya donna aja xD semangat terus sekolahnya, nulisnya juga. bye donna, kasih lope dulu nih wkwk ❤

    Liked by 1 person

    • Aloooo kanjeeelll ihiiyyyy makasih loo udah ngoreksi cerita ini xD daaann, iya aku ndak sempet ngebeta bikos mager aja u.u /dikampleng/ terus yg ttg jane beranalogi itu, aku iya bener seharusnya dikasih narasi kalo dia lagi berandai andai :’) terus yg konjungsi emang kebiasaan kak aku aduuh 😂😂
      Unchh kanjel aku seneng dikau bikin ficlet di box komentar wahahaha padahal biasanya aku dibuli mulu /melipir/

      Tengs suda mampir kanjelkuh❤️❤️

      Like

  2. Halo kak Donna! Aku nggak tau kamu masih inget aku atau nggak karena dulu aku sempat mampir ke blog kamu, kenalan, sama follow-followan juga 🙂

    Fiksinya bagus banget! Mark kamu eksekusi dengan baik jadi cowok posesif yang jatohnya malah egois hahaha dan tambahan nilai plus plus buat posternya.

    Kesalahan redaksional sepertinya udah disebutin semua sama kak Angelina Triaf tapi itu semua nggak mengurangi kecantikan fiksi ini koq❤❤❤

    Maaf kalo komentarku kepanjangan. Keep writing! ❤

    Liked by 1 person

    • Haiii Ocha, aku mesti inget dong sama kamu hehehehe…
      Iya nih pfthhh aku juga sebel sendiri kenaoa Mark karakternya begitu, kudunya yang rese kan si Jane ya, ini malah cowonya yang rese abis 😂😂

      Hihihi makasi sudah mampir yaa ❤️❤️

      Like

  3. Donna…. Ficnya sukses bikin aku baper… Ini kisah cinta mereka makin rumit or gimana ini?? Biarkan mereka bahagia juseyo~~

    Ceritanya bagus… Kata-kata yang kamu gunakan pun ngalir gitu dan setiap kalimat terasa berkesinambungan satu sama lain… Buat pembaca makin bs ngikutin alurnya gtu lah… Terus penggunaan diksimu bkin feelnya dapet bgt… Meski ternyata kalau diteliti lbh lanjut ada kesalahan redaksional spt yg sdh disebutkan di atas, tp berhasil ditutupi dengan cara apikmu dalam mengeksekusi plot bapernya hahaha…

    Walah aku malah jd kek komentator begini but KAMU KUDU TANGGUNG JAWAB SAMA KERAPUHAN HATIKU LIAT CERITA GINIAN…

    keep writing ya sayy!!!

    Liked by 2 people

    • MEREKA AKHIRNYA DAMAI SEJAHTERA, -untuk saat ini-. ROLEPLAY lumayan untuk hidayah, yang agak terealisasikan >_<. /gagitudif/ Roleplay rusuh ya, drama banget. 😂😂
      #TeamMarkJane #TeamBantuRenjunMoveOn /plak

      Liked by 1 person

    • Hayoloo kakcee, apakah kau berpikir bahwa kisah mereka langsung adem ayem seperti ini? Ataukah…..ataukah……ada sesuatu lagi /lalu digebuk/
      Iya kakk, setelah aku baca lagi ternyata masih buanyak kesalahan2 redaksional, kayaknya aku ngebet banget posting biar bapernya nular kemana mana sampe blm sempet kubeta ulang 😂😂 hweheee asik deh ya yang mau UN kudu dibikin baper dulu biar makin menbung /GAA/

      Makasih sudah mampir kakcee❤️❤️❤️

      Liked by 1 person

  4. Donnaaaaaa saya lelah baca ini. Aku gatau hrs nyalahin Mark yg kelewat cemburuan atau kasian sama Jane.
    Tapi ini bagus kok. Feel-nya tersampaikan walau rasanya agak terlalu mendayu gmn gitu *ga inget kalo ficnya sendiri lebih mendayu
    Keep writing!

    Liked by 1 person

    • Salahin renjun sih kak menurutku, dia adalah oknum yang bikin markjane jadi ngedrama gini /plak/. Percayalah kak ceritanya jadi mendayu dayu karena mark ingin suasana baru setelah kemaren gelut2an sama renjun ala film2 action /krik/

      Makasih sudah mampir kak lianaaa❤️❤️

      Like

    • itu sebuah harapan apa visi misi PKK dif? /gagitudon/ gemes bgt ya sama roleplay kita kemaren kok kayak ada nyata2nya gitu padahal fana /krik/

      Btw makasih udah mampir difann❤️

      Like

  5. Eaaaakk tengkar eaaaaakk
    Haduuuhh baru kali ini ya ada PHO tapi nggemesin, renjunkuuuuhh tikung aja itu si Mark, bikin mbak Jane jatuh cinta hahahaha
    Ihh Jane kuat ya, sumpah kalo aku jadi dia udah aku cuekin balik bodo amat semaumu, diem kek, tonjok2an kek
    Yahh gimana ya, ga respon dikata jual mahal, nanggepin dikata gampangan dan ngasih harapan.. susah emang ya jadi cewek /kok lu curhat sih lel
    Ada review dikit “Bisakah kau memberi sedikit empati padaku, Mark?” mungkin harusnya empati diganti simpati krn empati itu lebih ke perasaan cinta, bukan atensi (simpati). Maaf tapi kalo salah
    Okehh donn, makasih lo udah dibikin baper wkwk

    Liked by 1 person

    • JANE ITU IMPIAN SEMUA LELAKI KAK! Gimana Renjun ga naksir, lha wong dia suabar kayak gituu… Udah sekelas gojek sama mas2 KFC kan? /krik/ weslah intinya kisah mereka ini gamungkin ada di dunia nyata, ntar kalo Mark jadian sama aku lho dia ga bakal se mellow ini /lalu pergi/

      Btw makasih buat koreksinya kaklel, aku baru tau kalo empati itu lebih ke perasaan cinta wkwkkw aku kira itu sinonim /lalu lempar nelongso ke rumah kaklel/

      Btw tengs sudah mampir kaklelkuh, semangat buat UN dan SBMPTN nya❤️

      Liked by 1 person

  6. Kyaaaa Donnn why are you shaking my heart with this storyy 😥 sumpahh si Njun PHO bener dahh :’) ampe kudu berantem sama Mark :’) Janenya pun kuat bener jadi cewe, mau gimana sifatnya Mark juga :”’ , entahlah sekarang aku harus mendukung #MarkJane atau #JunJane :’) atau #DoubleRen[Renjun-Lauren] /plak/ /tendang jauh2/ :v Mark plz tolong kasianin titisan Moomin yang satu itu dahh dia masih bocah beuhh jan maen pukul ajaa :”

    Oke dah Don, segitu dari aku, aku mau ngambil tisu lagi huhuu :3 makasih baper consumptionnya ya Don aku udah lama tidak mbaper ini :”3

    Liked by 1 person

  7. Seketika nyanyi lagunya bts ya kak “wae nae mameulheundeneungeondae~~~” /dibuang/ aku kok ga sebel sama renjun ya kak, soalnya dia masih polos, baru ngerasain jatuh cinta….eh langsung digebukin mark 😂😂 aku dukung double ren aja deh biar renjun ga kena gebuk lagii😂😂
    Tidak ada kata tidak baper di antara mark jane😂🔥

    Btw makasih suda mampir ya kak❤️

    Like

  8. KAK DON PENGIN TAK KASIH SARAN BIAR MARK-JANE LANGGENG? MASUKIN JENAA TERUS SURUH GODAIN RENJUN, BIAR RENJUN MOVE ON DARI JANE,XD

    DAN KADON, TEGANYA KAMU, KOKORO KU TAK KUAT BACA YG BEGINIAN, DD GAK SANGGUP XD ASLI PERSEPSIKU KE MARK JUGA GITU, KAYAK REAL, KAN LANGSUNG BAPER MASA, UDAH YA, INTINYA AKU JELEUS, DADAHHHHH….

    #injekcapslock

    otw jodohin jenaa-renjun

    Liked by 1 person

    • WADUH MEL TEGANYA DIRIMU BIKIN RENJUN TERPAKSA MOVE ON….. KAMU GAK TAU YA PERJUANGAN ORANG MOVE ON ITU GAK SEGAMPANG BERJUANG MELAWAN SOAL2 UN DAN SBMPTN!! /lalu ditendang sampe sungai amazon/

      Mark emang cocok dijadiin pemuda kurang ajar yang rese bgt duh kalo aku jadi jane mungkin udah gebet renjun daripada kudu damai sama mark /kibas rambut/

      Btw makasih udah mampir meellll❤️❤️

      Liked by 1 person

  9. WAH MARK JANE WAH RENJUN WAH WAH WAH BENER KAN HAHAHAHAHA

    oke, sebelumnya maafin aku baru bisa ninggalin jejak, don. aku soalnya males komen di hape yang kadang kalo mau komen suka keganggu sama notif lain /plak/. so, ini mark jane bener-bener ya lagi konflik besar maklum lagi abg sih, tapi hm hamdallah jane kuat ya menghadapi orang kaya mark, gapapa gapapa mark kadang suka gitu demi ayang. eh—

    aku dukung markjane aja deh jangan renjun soalnya renjun sama airly. h3h3h3 :)) rasanya ini seperti cinta segitiga emma kun doyoung tapi ini versi abg yang ada berantemannya /gelinding/

    udah ah gitu aja aku terlalu speechless sama markjanerenjun ini. keep wiriting ya donna q. ehe

    Liked by 1 person

    • melihat nama kakly muncul di drama terbaru markjane membuat hati saya berbunga bunga…………..

      waduh kak aku juga gangerti ini kenapa markjane kudu mellow2an gini padahal—yah tau lah yha—mark itu preman sekolah titisan jaehyun yang kemaren abis gebukin renjun, tapi dia sekarang pindah genre ke mellow gini ah entahlah jalan pikiran lelaki memang tidak bisa ditebak! ah, percayalah kak lebih berfaedah kisah emmakundoyoung daripada ini, bikos kreatornya Emma sudah berpengalaman masalah cinta, sedangkan saya tidak sama sekali HEHE—

      tengs kaklykuh suda mampir dan ninggalin jejak dimariii ❤

      Liked by 1 person

  10. kan udahlama ga muncul ya, terus ketemu fic beginian yang sebenernya udah tau tapi gak sempet baca /maklum roma orangnya sibuk yakan?/ terus

    TIBA-TIBA BACA DI PERTENGAHAN MEMBAYANGKAN BIBI MARKI BERDRAMA DRAMA RIA, APALGI PAS NARIK TANGAN JANE

    ATURAN TUH ALURNYA DIBUAT JANE JATUH KEDALAM PELUKAN BIBI MARKI LANTAS MENANGIS MEMUKUL MANJA DADA BIDANG SANG PEMUDA LEE. /garing/

    ya gimana ya, gabisa berkata – kata aja gitu, membayangqan polosnya renjun yang tiba-tiba di labrak ama si bibi marki. haduh, udah la ya kelapaqq, biarkanlah bendera markjane melambung di cakrawala, dan biarkan temennya moomin ini menjadi milik roma sepenuhnya /dibalang/

    sumpah aku suka banget ficnya, terus apa-apaan banyak quotes tersembunyi disini, ah kelapaq jangan tumbuh terlalu cepat :’)

    udah ah roma banyak omong

    ayaflu ❤

    Liked by 1 person

    • sibuk apa hei sibuk apaaaaaa /lempar meja/

      pheliz bibi marki tolong dapet dari mana kamu istilah kaya gitu yha sini tak kasih ketek mark kamu. wah wah wah ternyata banyak yang pro ya sama markjane? lalu bagaimana nasib renjun? emang renjun mau sama roma? emang kenal sama roma? :”) sudahi pemikiran fana itu rom, kita terlalu berleha-leha di kehidupan yang bahagianya sangat fana :’)

      tengs sudah mampir yaaaa ❤ ❤

      Liked by 1 person

  11. Donna wkwkwk. AKHIRNYA BER BACA MARK-JANE JUGA HEHEHEHE.
    Entahlah ya ber bingung mau ngapain, abis baca ber ngos-ngosan ini /ga, kisah drama Mark-Jane dari awal juga emang udah sangat berat, ber sampe elus2 dada bikos kok ya baperr sakit gitu. Seberat drama cinta Emerald Lee cuma beda kekhasannya /plak/ lah, yaudahlah ya ber gatau lagi mau komen apa ini gak berfaedah :”) baper aja udah. Keep writing buat donskiiii! ❤

    Liked by 1 person

    • waduh kaber konflik mereka sesulit lari marathon ya kak sampe bikin ngos-ngosan segala xD wah inimah masih es em a udah ngedrama gini, gimana mau kuliah ntar, lebih miris dari kisah EmmaKunDoyoung deh kayanya kak /lalu ditampar kakly/
      kapan2 dah nanti seofams ada dramanya juga, rebutan anak…………. /krik/

      btw makasih suda mampir dimari kaberkuuh hehehehe ayafluuu ❤ ❤

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s