[Ficlet] Sepuluh Bulan Sepuluh Hari

1485969177151
cr. to thehunlulu. Thank you dear!

Sepuluh Bulan Sepuluh Hari

Written by AirlyAeri/AirlyAi © 20170321

Starring by Kim Doyoung [NCT’s] – Emerald Lee [OC]

Genre : AU, Romance, Comedy, Hurt/Comfort | Rating : General | Length : Ficlet (850 words)

Previous : Stay On Last Step | Take A New Step

You can also read : Kita Ini Apa? | Explanation

***

Eh—Young.

.

Musim semi telah datang dengan begitu ceria. Anginnya begitu bersemangat untuk bertiup sehingga kadang terasa dingin, apalagi jika waktu sudah malam hari. Suhunya pasti masih termasuk rendah, makannya tak heran bila kadang pergantian musim dingin menuju musim semi sama sekali tak ada bedanya.

Hari ini Emma ingin menikmati gelato untuk menyambut musim semi—sekalian juga menyambut dirinya karena statusnya masih saja sendiri. Kemarin-kemarin ibunya dan adik-adiknya mengoceh panjang mengenai dirinya, sekalian menyinggung status sendirinya ini.

“Cari pacar sana, masa kau kalah dengan Kenzie dan Mark.”

“Hidupmu drama sekali, Kak Emma. Sepertinya efek drama India ya.”

“Kak Emma, lebih baik kau bertobat saja kembali ke jalan yang benar agar segera mendapat pacar baru.”

Kadang kedua adiknya memang harus dilempar ke sungai Han agar tidak kurang ajar terus.

Padahal ini sudah sepuluh bulan sepuluh hari.

Padahal Emma juga ingin membuka hati untuk yang lain, yang sedang menunggunya.

Tetapi sayangnya, memang otak dan hatinya Emma saja yang benar-benar kelainan sejak putus dengan Kim Doyoung. Sebenarnya Emma sudah agak melupakan masalah putus itu, sebelum Kun kemarin kembali membahasnya dan membuat Emma kembali meringkuk sedih lagi.

Tenang, ini bukan salah Qian Kun lagi. Ini memang salah hati sialannya.

“Hachi!!”

Emma berdecak kesal lantaran tiba-tiba bersin ketika ia baru saja mendapatkan bokongnya di kursi kosong dekat jendela. Demi segelas besar gelato bercampur potongan kue red velvet dan siraman cokelat, gadis itu rela jalan kaki dari kampusnya menuju kedai gelato menerjang angin musim semi yang kelewat sejuk. Menghasilkan hidung Emma memerah benar dan berair—pilek jangka pendek, bukan masalah besar tetapi ini tetap menganggu.

Gadis itu menggali isi tasnya, mencari sekotak tisu yang biasa ia bawa. Bahkan ia mengeluarkan seluruh isi tasnya di atas mejanya dan hasilnya nihil.

Sialan, ia baru ingat. Beberapa minggu lalu ia tak sengaja memberikan sekotak tisunya pada Kim Doyoung yang waktu itu terkena flu.

Aish, sialan, kenapa aku baru ingat?!” gerutu Emma sambil menelungkupkan wajahnya di atas meja. Kalau begini sih, perjalanan untuk membuka hati lagi makin sulit.

“Emma.”

“Apa, Young?”

“Jangan pergi.”

“Siapa yang mau pergi?”

“Tidak ada.”

“Hachi!!”

Lagi. Emma bersin begitu keras hingga nyaris membentur meja. Ya ampun, ini bukan gejala miring otak akibat gagal membuka hati dan kembali merana ‘kan?

“Ini tisumu, Em.”

Suara itu. Segera Emma mendongak dan mendapati sosok yang selama ini menghantui pikirannya dan menjadi sosok yang paling ia hindari, meski eksistensinya selalu tak pernah diragukan. Sosok itu kini sedang duduk di depan meja yang dipakai oleh Emma saat ini.

Kim Doyoung.

Tampak tangan lelaki itu terulur sekotak tisu yang Emma kenal ketika sisi tangan lainnya sibuk memegang gelas gelato yang terbalut dalam waffle. Tisu yang sudah berminggu-minggu lalu baru Emma sadari telah menghilang dari presensi barang dalam tasnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” todong Emma tanpa ragu.

“Hanya lewat beli gelato lalu melihatmu bersin,” ungkap Doyoung datar. “Alergimu tambah parah, ya?”

Bahkan Emma saja baru ingat kalau ia punya alergi dengan gejala bersin. Alergi Miho maksudnya. “Aku sedang tidak berhadapan dengan kucing, Young.”

Eh—Young.

Kadang mulut Emma harus diberi lem tembak biar jera untuk menyebut sisa masa lalu.

Hening sebentar, sebelum Doyoung berujar ringan, “Ya, siapa tahu tadi di jalan kau bertemu kucing berbulu. Omong-omong, kau pesan apa?”

“Mau mentraktir, heh?” tanya Emma mendelik.

“Otakmu memang dari dulu suka ditraktir, ya? Tapi tidak apa, kali ini biar aku yang bayar.” Lalu Doyoung kembali berujar. “Ah, aku punya sesuatu. Kemarikan tanganmu.”

“Apa? Stiker klub jurusanmu, ya? Lalu, aku disuruh membelinya? Tidak minat,” keluh Emma sambil berdecak. Lalu sedetik kemudian menggerutu, kenapa ia masih saja hapal kebiasaan Kim Doyoung sih?

“Bukan,” jawab Doyoung seraya menaruh gelato-nya. “Sini tanganmu, bawel.”

Seketika manik Emma membulat. Bawel katanya?! Kok kesal ya.

Dengan enggan, gadis itu mengulurkan tangannya di depan Doyoung. Tampak lelaki itu sibuk merogoh saku levisnya, sebelum tangannya terulur mengaitkan sebuah gelang di pergelangan tangan Emma.

Gelang.

Tolong jelaskan apa maksud gelang ini!

“Gelang?” ungkap Emma dengan dahi berkerut.

“Hadiah baru,” ujar Doyoung. Lalu ia mengecek arlojinya sebentar. “Aku harus pergi, rapat akan dimulai tiga puluh menit lagi. Oh iya, gelato milikmu akan langsung kubayar di counter. Bye.

Emma menatap kepergian Kim Doyoung tatkala lelaki itu mulai meraih pintu kedai dan berjalan keluar. Bahkan lelaki itu masih menyempatkan diri melambaikan tangan ke arahnya. Membuat Emma semakin melongo.

Ini sudah sepuluh bulan sepuluh hari.

Emma menatap gelang pemberian Doyoung. Setelah sepuluh bulan sepuluh hari gadis itu masih merana atas apa yang terjadi antara ia dan lelaki itu, sekarang Doyoung dengan seenak jidatnya mau memporak-porandakan hati Emma yang masih terasa kalut ini. Ini yang sialan sebenarnya siapa?

Perlahan Emma menundukkan kepalanya dalam-dalam, kedua maniknya terasa memanas. Sekelebat kenangan kembali menguar dalam memoarnya dan teringat kembali akan Kim Doyoung.

Tepat sepuluh bulan sepuluh hari.

“Sialan, mau dia itu apa sih? ‘Kan aku jadi rindu dia sungguhan.”

.

Dari halte bus, Doyoung mengintip sikap Emma yang kini menenggelamkan kepalanya dalam sepasang lengannya. Tampak bahu gadis itu bergetar. Lelaki itu menghelakan napas kasar sebentar sebelum berpaling.

“Sialan, aku salah lagi. Mau menyakiti Emma sampai berapa kali sih, Kim Doyoung? Padahal hadiah itu hanya interpretasi hatiku untuk mengungkapkan rasa rindu pada Emerald Lee. Aku bahkan tak tahu kalau ia merindukanku atau tidak.”[]

-fin.


Yakin, setelah ini bakal banyak yang menghujani pertanyaan; ‘lho, ini Emma x Doyoung lagi?’, ‘ini Emma x Kun mana woi’, ‘kemarin bilangnya mau bikin cerita baru bareng mas Kun’, ‘ini authornya gimana sih?’, ‘ye, si author pehape anjay’, dsb dst dll.

Ketahuilah, Airly hanya manusia biasa yang kadang labil kaya hati anak abg. Yang kadang goyah untuk bertahan menunggu Kun debut tapi ga debut juga. Yang kadang jadi demen Doyoung level tinggi dalam jangka waktu lama. Jadi tolong jangan heran ya entar banyak cerita Emma x Doyoung sama Emma x Kun nanti. Serah dah mau milih Emma sama siapa di antara mereka, Airly udah siapin ff pairing kesukaan Emma pokoknya /plak/. ((efek termakan emosional jiwa antara #EmmaDoyoungShipper sama #EmmaKunShipper, bahkan kaya ada yang mau nambahi #EmmaTenShipper. Entahlah.)) Sekalian ini menjawab kegalauan Donna. ehe

Udah itu aja kak. Sekian dan terima kasih, review dinanti.

-Airly.

Advertisements

16 thoughts on “[Ficlet] Sepuluh Bulan Sepuluh Hari

  1. Halo kak Airly! Ngeliat fiksimu nongol dan posternya sangat menarik, jadi aku mampir buat baca hehehe x))

    aw aw aw ini manis banget! Doyoung nggak peka nih Em lagi kangen kangennya malah dibikin kangen lagi 😦

    Cuma di kalimat “kemarin-kemarin ibunya dan adik-adiknya mengoceh panjang mengenai dirinya” menurutku -nya setelah kata ‘ibu’ dihilangkan aja karena agak kurang srek.

    Good job kak Airly. Keep writing! ❤

    Liked by 1 person

    • Halo ocha! Kyaaa si anak cibinong yang begitu dekat dengan rumah bapakku komen heuheu /plak/
      Huhuhu doyoung emang suka gitu kok sama emma hehehehe
      Ehiya, makasih buat masukannya akan aku ricek segera yaa :))
      Makasih ya udah baca dan ninggalin review! ^^

      Like

  2. Aloo kak Airly, Ren ikut komen yakk ehe
    kyaaa kenapa ini manis sekalii ❤ setidaknya ff ini sudah menjadi sarapanku pagi ini wkwkw
    Doyoung nih yaa hobi amet bikin anak orang kangen xD

    Dah mungkin segitu dulu kak. Maap aku nda bisa ngasih koreksi di penulisan karena aku pun masih belajar ehe. Keep writing ya kakk! ❤

    Liked by 1 person

    • Hai Ren! Ga nyangka ini bakal dibaca Ren aw aw bahagia /plak/
      Hehehehehe, Kim Doyoung emang kerjaannya selain bikin gagal muvon orang juga bikin orang merana karena kangen setengah mati sama dia :)))
      Hehehehe tidak apa-apa yang penting udah dikomentari aja aku udah seneng uw >.<
      Makasih ya udah baca dan ningalin review! ^^

      Liked by 1 person

  3. POAHAHAHAHAHAHA SAYA LANGSUNG MELEK WAKTU LIAT POSTERNYA MBA AIR, SAYA LANGSUNG TARIK NAPAS WAKTU LIAT SUMMARY NYA EHE OKE MAU KOMEN DULU NIH KUHARAP GA SAMPE FICLET YA /PLAK/

    begini, aku waktu baca itu sambil dengerin—eh gak ding, playlistku ke shuffle secara random—bts butterfly dan lagu2 galau bts lainnya… terus aku bacanya sambil mijet2 pelipis (ini sumpah gak bohong) sambil senyum2 sendiri yakan…. “ih sialan kurang ajar si doyoung, gausah pake acara traktir napa ya kamu seakan gatau aja kalo mba Emma ini hatinya masih rapuh, senggol dikit bacok, senggol dikit runtuh.” HEUUUUUUUUU INGIN MENANGOSH :”)
    ini kurang ini kaaaaaak kuraaaaaaang!!!! aku kira si doyoung mau ngajak balikan, terus ada kun dateng sambil bilang “kamu ngapain ke sini young? ngajak balikan? tapi sori, aku duluan yang menaklukkan hati Emma.” lalu diakhiri dengan adegan gelut dan lempar-lemparan gelato :)) /dibuang/
    but, yaaaaaaahhhh fix aku baper!!! ini antara si doyoungnya ga bermaksud buat baperin emma, atau emma nya yang pura2 ga peka ya sampe pada akhirnya doyoung pergi tanpa pernah kembali. NAH LOH SAYA SEPERTI PERNAH MENDENGAR DRAMA INI DARI YANG NULIS /digebuk beneran/

    keep writing kaklykuuuhh!!! ❤ ❤ ❤ sumpah gemesss, ini kelanjutannya kudu diposting secepatnya sebelum kun mematenkan mba emma sebagai kekasih!!

    Liked by 1 person

    • Hoi Don! Wkwkwk
      Tarik napas yang bener ya don jangan sampe lupa buang napas. Ehe :))
      Hehehehehehe ini emang kerjaan Kim Doyoung Don, tolong maklumi hehehehehehe
      Keduanya sama sama sedang petak umpet, saling menyembunyikan rasa rindu yang tertahan dalam dada. Hehehehehe :)))
      Yha tolong untuk Donna dilarang buka kartu si penulisan yang memilukan ini yha hehehehe /flip table/
      Makasih ya don udah baca dan ninggalin review! ^^

      Liked by 1 person

    • HEHEHEHE kanjel HEHEHEHEHE silakan kak doyoung milannya, soalnya hubungan emma sama doyoung masih menggantung cantik HEHEHEHEH :)))
      Makasih kanjel kesayangan q udah baca dan ninggalin review :*

      Like

  4. Well… Seperti yang kubilang kak… Kupikir ini kakak nulis Emma-Duyung lagi gegara kebanyakan denger lagu baper /digampar

    Anyway kaak… Kusuka idenya… Ketemu mantan pas lagi bersin2 meler hahahaha antara kaget terus malu (kalo pas lg ingusan, tp emma ndak kan kak?) terus baper terus flashback hahahaa… Tdnya kupikir yg baperan cm emma doang duyung udh santai, eh pas baca terakhirnya, kok ikut baper ya :”)

    Dan ini membuatku ingin menjejali kaair dengan lagu galau lagi /GAAAA

    nice fic kak!! Keep writing yaa ❤❤

    Liked by 1 person

    • GECE KYA BENERAN KAMU KOMEN. HEUHEU AKU PIKIR YANG AKU KLIK LIKENYA CUMAN BOONGAN /PLAK/

      yha, aku kayanya harus berterima kasih sama kamu soalnya udah nyekokin lagu baper terus jadinya bikin emma doyoung yang versi begini /plak/

      hehehehe ini semua hanya berawal dari sakit fluku yang bawaannya bersin mulu dan untungnya ((untungnya)) emma di sini ga ingusan tapi nyaris kejedot meja. ehehehehehe. sejatinya baik emma dan doyoung sama sama gamon dan saling baper sendiri tanpa diketahui masing-masing HEHEHE /plak/

      makasih ya gece q udah baca dan ninggalin review! jangan berikan aku lagu baper lagi untuk sekarang tolong aku ingin emma doyoung bahagia dulu HUHUHU

      Liked by 1 person

  5. Hai kak Airly 😀 Ji dari garis 00l datang :’v

    Sebenernya Ji speechless baca ini :’v Enggak tahu mau komen apa soalnya Ji belum baca series yang laen 😀 Tapi kenapa ini bikin baper ya? Apalagi pas ada narasi kalau Doyoung membuat Emma jadi rindu beneran 😀 Pokoknya ini dabesh sekali kak 😀

    Maafkan komen Jiyo yg nyampah -.,-

    Liked by 1 person

    • Halo Ji! Salam kenal yaa!

      Hihihi, udah gausah dibaca series yang lain soalnya ff ini tidak ada manfaatnya /plak/. hehehehe Emma emang orang rapuh jadi suka kebawa kangen mantan /plak/

      Makasih ya udah baca dan ninggalin review! ❤ :))

      Like

    • YE SI RUSUH /lempar meja/

      ya tolong ya ini emma lagi kena konflik batin doyoung dari efek nonton drama india, Kenz. jadi kamu masih di bawah umur kudu melipir /plak/ TEN-EMMA BELUM DIPIKIRIN JADI NANTIKAN SAJHA. TQ.

      makasih ya ber atau kenzie udah baca dan ninggalin review! EHEHE

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s