[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 1)

Tittle               : Suaranada Senja#1

Author            : Angestita

Cast                : Nada (OC) dan Mark NCT

Other cast       : Member NCT Dream

Genre              : Alternative Universe – HGTG – Romance

Rating            : PG-13

Length            : Chaptered

Diclaimer       : FF ini ditulis untuk menghibur. Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan para tokoh. Tidak berniat untuk mengambil keuntungan dari penulisan ini. Tidak mencontoh karya penulis lainnya dan harap anda bisa melakukan hal yang sama.

1

Namaku Suaranada Senja, dipanggil oleh orang-orang dengan nama panggilan ‘Nada’. Baru saja lulus dari kampus tercinta Universitas Indonesia. Mengambil jurusan Hukum dengan IPK –beruntungnya- diatas 3.5. Sudah menyelesaikan S2 di usiaku dua puluh empat tahun. Lahir di Jakarta tahun 1992 pada bulan September tanggal 29 dan ditakdirkan menjadi anak tunggal dalam keluarga.

Kehidupanku tidak begitu banyak yang menarik baik dari awal memulai pendidikan hingga lulus wisada dengan gelar Sh, Mh. Mungkin yang menarik adalah bagian mencari pekerjaan. Lulusan UI belum tentu diterima dengan mudah di beberapa kantor. Semuanya tetap perlu usaha yang extra. Layaknya menyelesaikan skripsi.

Tapi usaha itu berbuih manis ketika surat lamaran pekerjaanku diterima oleh salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta.

Iya Yogyakarta. Kota pelajar yang sayangnya jaraknya jauh dari rumah. Terpaksa setelah menandatangani surat kerjasama, aku menyewa sebuah rumah kecil yang letaknya masih sekitar kampus. Selain harganya murah akses transpotasi mudah dijangkau.

Dari kota kecil itulah ceritaku yang menarik dimulai…

1

Ini adalah hari pertama aku mengajar. Secara keseluruhan semuanya berjalan lancar. Walaupun ada beberapa yang tidak sesuai dengan perkiraan. Seperti menghadapi mahasiswa yang terlambat datang. Hey, ini masih awal semester pertama dan dia terlambat? Niat sekolah nggak sih?! Tapi umpatan itu untung saja tak terlanjur keluar. Bisa jadi masalah jika aku mengumpat secara terang-terangan.

Tapi diantara mahasiswa yang terlambat ada satu yang menarik mataku. Mahasiswa cowok yang belum bisa bahasa Indonesia dengan baik. Dia terlalu banyak bicara dengan bahasa Inggris. Membuatku harus sedekit memeras otak sembari memarahinya tadi. Maklumlah aku jarang berbicara dalam bahasa Inggris, taku-takut jika tata bahasa yang aku pakai salah. Kan nggak  lucu kalah pintar sama muridnya.

Namanya Mark Lee, mahasiswa semester satu yang datang terlambat di hari pertamanya resmi bersekolah di sini. Darinamanya saja terlihat bahwa dia bukan asli orang Indonesia dan bentuk muka mempertegas segalanya.

Tingginya kira-kira 170 ke atas. Kulitnya seputih susu. Wajahnya yang ganteng selalu menarik perhatian banyak orang. Sekalipun jika dia tersenyum matanya akan tenggelam. Maklumlah dia sipit yang sayangnya mancung. Dia lahir di Vancouver, Kanada tanggal 2 Agustus 1998. Ayahnya adalah orang Amerika sedangkan ibunya orang Korea.

Lalu kenapa dia tinggal di Indonesia? Tidak seorang pun tahu alasannya. Karena dia hanya menjawab, “Aku hanya ikut papa.” Mungkin pekerjaan papanya adalah bisnis man yang punya banyak perusahan dan itu bukan urusanku.

Omong-omong aku sekarang sedang ada di SPBU dekat kampus. Sebelum pulang sebaiknya menyempatkan diri mengisi bensin agar besok tidak perlu mampir ke sini. Sembari mendorong motor maticku, aku mulai mengantri. Maklumlah banyak yang ingin mengisi ulang tenaga kendaraannya waktu-waktu seperti ini.

Dibelakangku terparkir sebuah mobil Honda CRV berwarna hitam tak lama kemudian. Kaca mobilnya tidak terlalu gelap, samar-samar terlihat tubuh pengemudinya. Sama persis seperti mobil pada umumnya kecuali plat nomornya. Disana tertulis AB 02 MRK. Aku hanya mendengus pelan menyadari fakta itu. Jaman sekarang orang suka banget ya kalau punyanya beda dari orang lain.

Aku sedang menstarter motor ketika si pemilik mobil CRV itu membuka jendelanya dan berkata dalam bahasa Indonesia yang terdengar kaku. Spontan aku menolehkan wajah dan melihat wajah tampan seorang laki-laki dengan wajah bete menatap angka yang bergulir tak jauh didepannya.

Namun tak lama karena dia langsung menatap kearahku. Dan raut mukanya berubah dari bete ke terkejut dan kembali lagi bete. Samasekali tidak ada senyum ramah yang seharusnya ditunjukkan kepada Dosennya. Entah mengapa membuatku jengah dan sedikit tersinggung.

Walau selisih umur tidak sampai sepuluh tahun aku masih lebih tua dari dia, omong-omong. Apalagi fakta kalau adalah dosennya. Garis bawahi kalau aku adalah dosennya. Dan dia adalah mahasiswaku tapi sepertinya dia acuh tak acuh.

Dasar anak kecil, belagu! Umpatku sebelum memalingkan wajah dan mulai menjalankan motor. Awas saja kalau kita bertemu lagi. Aku akan memberinya nilai C.

1

(Mark Lee POV)

Indonesia adalah salah satu kota panas ke dua yang aku kunjungi setelah Singapura. Tapi negara ini benar-benar yang membuatku harus menguras kesabaran. Apalagi dengan keberadaanku bukan di ibu kota negara melainkan di salah satu kota besarnya yang mendapat julukan ‘Kota Pelajar’. Untung saja aku diterima di salah satu universitas negeri paling bagus dikota ini. Setidaknya kesialanku tidak bertambah.

Ini semua karena Papa. Iya beliau menikah lagi dan mama tiriku adalah orang Indonesia. Lebih tepatnya orang Yogyakarta. Papa bertemu dengan mama di Bali dua tahun yang lalu tapi baru saja menikah tahun ini. Setelah papa dan mommy bercerai, hak asuhku jatuh kepada papa. Jadinya aku ikut kemanapun papa kerja.

Papa punya banyak perusahaan yang bekerja diberbagai bidang dan semua itu tidak terletak di negara yang sama. Papa yang mengurus semuanya secara langsung. Tidak heran jika beliau tahun ini bisa tinggal di Vancouver tapi tahun depan sudah ada di Singapura. Selama aku ikut papa, lima tahun ini, aku sudah tinggal di negara yang berbeda.

Petualanganku dimulai dari Kanada karena aku lahir disana. Negara kedua adalah Inggris setahun kemudian pindah ke Singapura setahun berikutnya saat aku ada dimasa akhir SMA papa pindah ke Australia baru berada disini. Di Indonesia, negara kepulauan yang memiliki banyak bahasa daerah. Semoga petualanganku berakhir disini saja. Jujur, aku lelah tinggal di negara yang berbeda setiap tahunnya.

Mama tiriku orang Yogyakarta asli. Itu yang membuat aksen bahasa Inggrisnya terdengar berbeda dengan kami. Tapi beliau wanita yang baik –setidaknya untuk papa. Bagiku, mommy adalah wanita terbaik sepanjang aku hidup. Sekalipun beliau tinggal jauh dari aku sekarang.

Setelah berkendara kurang lebih satu jam perjalanan. Aku baru sampai di rumah. Sebuah bangunan yang sedikit menjorok ke dalam daripada jalan raya ini adalah tempat aku tinggal. Rumah berbentuk Joglo dengan ukiran rumit yang mengelilingi sebagian dinding rumah. Aku tidak paham bentuk rumah ini sebenarnya seperti ini.

“Mark.” Panggil seseorang dengan suara lembut dari arah tangga.

Aku menoleh dan melihat seorang wanita dengan dress batik selutut tengah menatap ke arahku, dia adalah mama tiriku. “Iya, ma. Ada yang bisa Mark bantu?” tanyaku sopan.

“Tidak ada. Bagaimana sekolahmu? Apa semuanya berjalan lancar.” beliau bertanya sembari duduk disalah satu sofa.

Aku memilih untuk mengangguk saja. Sebenarnya tidak terlalu berjalan lancar. Mendengar pertanyaan dari mama membuatku jadi teringat akan kejadian tadi pagi. Aku terlambat bukan tanpa sebab.

Tadi pagi aku sudah berangkat pagi dari rumah tapi ditengah jalan aku salah mengambil rute untuk belok. Yang seharusnya aku belok ke kanan aku belok ke kiri. Itu semua karena aku tidak begitu memahami bahasa Indonesia. Jadi aku harus memutar jalan sebelum kembali kejalan tempat aku salah belok tadi.

“Ada gadis cantik yang mencuri perhatianmu?” mama bertanya lagi karena sedari tadi kami hanya terdiam.

Wajah dosen muda yang mengisi jam pertama kuliahku muncul tiba-tiba. Wajah asam dan marahnya ketika memarahiku tadi muncul begitu saja. Aku mendengus pelan. Dasar dosen muda sombongnya bukan main!

“Ada, ma. Tapi galak dan Mark tidak suka.” Tutupku manis.

1

TBC

Advertisements

8 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 1)

  1. Ini ff korea pertama yg aku baca settingnya si indo
    Tapi min alangkah baiknya pemilihan katanya yg lebih daleem gitu biar …lebih seru. 😊cuma saran aja kok.

    Liked by 1 person

  2. Wah settingnya di Indo >.< Jadi keinget my first and last, yang siapa tahu nanti Mark suka sama Nada 😀 Dan menurutku ini kurang panjang :'v Keep writting kak, ditunggu kelanjutannya ya ^^

    Liked by 1 person

  3. Emmm bagian TBC-nya kurang gimana gitu kak, meskipun bersambung tapi kesannya kayak nggantung hehe. Tapi, ini menarik ih, Mark jadi tinggal di Indonesia, imajinasiku langsung kemana-mana XD Jadi berasa baca novel lokal. Ditunggu selanjutnya kak….

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s