[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 3)

Suaranada Senja#3

Angestita

Mark NCT – Nada (OC)

Jung Jaehyun (NCT 127)

PG – 13 II AU – HGTG – Romance

Chaptered

FF ini ditulis untuk menghibur. Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan para tokoh. Tidak berniat untuk mengambil keuntungan dari penulisan ini. Tidak mencontoh karya penulis lainnya dan harap anda bisa melakukan hal yang sama.

3

Mark Lee POV

Kehidupan perkuliahanku mengalir seperti air. Tenang dan cenderung datar. Kegiatanku hampir sama setiap hari. Berangkat pagi dan pulang sedikit akhir karena harus menerima materi di sekre Mapala sebelum diklatsar. Mungkin yang berbeda sekali dua kali sepulang kuliah aku mampir di café untuk sekedar nongkrong bersama teman-teman calon anggota mapala lainnya atau berakhir di perpustakaan hingga tengah malam demi menyelesaikan tugas.

Menurutku semuanya datar. Tidak menarik.

Seperti yang aku lakukan kali ini, duduk disalah satu café yang berada di salah satu mall bersama empat orang teman. Dua diantara mereka satu kelas denganku. Jam itu seharusnya aku ada diperjalanan pulang menuju rumah. Tapi kemacetan jalan menahanku untuk tetap disini barang sebentar.

Sedari tadi kami hanya mengobrol kesana kemari. Membicarakan banyak hal hingga salah satu temanku yang bernama Jaemin menceploskan sesuatu,

“Aku dengar Kak Jaehyun, senior kita dari Fakultas Kedokteran naksir salah satu dosen muda fakultas kita.” Dua kalimat yang mampu menarik banyak perhatianku. Pasalnya, dosen muda di fakultas yang aku pilih hanya bisa diitung oleh satu tangan. Satu diantara mereka cowok dan pasti bukan dia yang ditaksir kakak tingkat itu. Lalu kira-kira siapa yang ditaksir oleh dia?

Haechan, cowok humble yang punya banyak kenalan kakak tingkat langsung ikut bergabung dalam obrolan ini. “Iya, beritanya kenceng banget. Anak-anak MSC juga banyak yang gosipin itu.” Ujarnya dengan sedikit antusias.

Dan aku masih tetap tenang mendengarkan obrolan mereka tanpa ada niat untuk ikut campur. Aku tidak kenal dengan kakak tingkat yang disebut-sebut itu dan sepertinya tidak ada hubungannya denganku.

“Dosen yang ditaksir itu Bu Nada.” Suara Jeno terdengar tak lama kemudian. Semua perhatian kami ditujukan kepadanya. Pria bermata sipit itu menatap heran kami bergantian.

“Jangan sembarangan!” potong Renjun, mahasiswa pendidikan Biologi. “Kamu tahu darimana kalau itu orangnya, Jeno?”

Perhatian kami yang sempat terfokus ke Renjun berpindah lagi ke Jeno. “Aku tidak sengaja mendengarnya dari Kak Ten.” Kemudian Jeno menceritakan kejadian saat dia mendengar kak Ten membicarakan hal tersebut di UKM Seni.

Aku masih terdiam, merasa asing dengan perasaan yang menyusup perlahan di sudut hatiku. Sebenarnya jika boleh dikatakan, setelah kejadian sore itu untukku dia sudah banyak mencuri perhatianku dan mendengar aku bukanlah satu-satunya orang yang tertarik dengannya, sedikit mencukil rasa tidak terima dari dalam diriku. Bodoh bukan? Toh, aku bukan siapa-siapanya.

3

Hari ini mungkin hari yang diberkati keberuntungan oleh Tuhan, dosen mata pelajaran terakhir tidak dapat datang dan kelas dibubarkan lebih awal. Kami bertiga; aku, Jeno dan Haechan memutuskan untuk langsung ke secretariat Mapala yang letaknya sedikit jauh dari gedung fakultas kami. Rencananya setelah mengambil formulir kebersediaan mengikuti diklatsar kami ingin mampir sebentar ke perpustakaan.

Saat keluar dari gedung fakultas menuju sekre Mapala. Kami melewati beberapa kakak tingkat yang masih duduk santai di lobby. Mereka terlihat sibuk dengan  aktivitas masing-masing. Ada yang mengobrol, mengerjakan tugas atau bahkan ada yang sibuk dengan ponsel.

Tiba-tiba Jeno menghentikan langkahnya, ketika kita sudah ada di depan tiga orang senior yang masih sibuk dengan ponsel yang dibawa oleh temannya yang berada di tengah.

Jeno menyapa salah satu kakak tingkat yang memakai jaket hijau. Dari wajahnya aku bisa melihat bahwa pria itu termasuk ke dalam kakak tingkat yang humoris. Terlihat dari wajahnya yang tersenyum ramah. Selama menunggu Jeno menyelesaikan urusannya dengan kakak tingkat itu, aku mengalihkan pandangan kea rah sekitar. Dan tanpa sengaja telingaku menangkap obrolan dua teman kakak tingkatku yang duduk tak jauh dari kami berdiri.

“Gila cantik bener.” Komentar si pria yang duduk paling tengah.

“Pantesan kamu suka, modelan ceweknya kayak gini.” Ucap teman yang duduk disisi kiri.

“Aku nggak nyangka dia udah jadi dosen diusia yang lumayan muda.” Imbuh pria yang memegang ponsel lagi.

Mendengar kata dosen dan usia muda, otakku langsung bekerja dengan cepat dan pendengaranku semakin tajam. Tapi tidak berakhir lama karena Jeno segera undur diri dan memaksa kita untuk melanjutkan perjalanan.

Selama perjalanan aku penasaran dengan kakak tingkat yang ditemui kami tadi, “Jen, mereka tadi siapa?” tanyaku sembari menyamai langkah kaki kami.

“Yang tadi itu senior di UKM seni, yang paling kanan yang tadi aku ajak bicara itu kak Ten, sebelahnya kak Jaehyun, sebelahnya lagi kak Johnny.” Jelas Jeno. Mendengar nama Jaehyun disebut aku lantas teringat pembicaraan kita kemarin di cafe.

Sesuatu membuatku ingin bertanya tapi sebuah suara mendahuluiku,

“Itu kak Jaehyun yang naksir bu Nada ‘kan?” Haechan bertanya dengan penasaran dan tak lama anggukan kepala Jeno menjawab semua pertanyaan dalam benakku. “Mereka bakal jadi pasangan yang menghebohkan kalau beneran jadian.” Imbuh Haechan.

“Pastilah, dari Kak Jaehyun yang cakep sama bu Nada yang cantik. Mereka bakal jadi pasangan yang sempurna.” Komentar Jeno.

Dan aku hanya menyimak dalam diam, sembari memikirkan seribu kemungkinan yang mungkin terjadi.

3

TBC

Advertisements

2 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 3)

  1. Aih, entah ini hanya perasaan Ji atau gimana, tapi ini singkat sekali >.< Sebenarnya Ji suka banget sama ff ini mulai dari alur, setting, hingga cast. Suka settingnya yg Indonesia banget, berasa Mark dkk anak Jakarta 😀 Tapi kak, Ji harap di chapter selanjutnya EYD & kerapihan diperbaiki lagi, soalnya sayang loh kalau ide seunik ini diabaikan :’v

    Arrrgghh Jaehyun juga suka sama bu Nada? Andwae! Biarkan bu Nada sama Mark, Jaehyun sama aku aja /dibunuh/

    Ditunggu kelanjutannya kak Angestita ^^ Semangat !!! ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s