[Drabble-Mix] Adolescent

Angelina Triaf ©2017 Present

Adolescent

Mark – Jaemin – Renjun – Chenle – Lucas (NCT) with Charlotte – Jane – Jenaa – Rachel (OC) | School-life, Fluff, Friendship | T | Drabbles

0o0

Anak Baru

Bisa dibilang inilah kekuatan dari seorang gadis yang tengah dimabuk cinta―abaikan pemilihan kata Mark yang super norak itu dan fokus pada ia yang kini masih berusaha mengimbangi langkah panjang milik Charlotte.

What’s your problem, Mark?!”

Did you forget our deal yesterday, Char? Ini tentang kau yang harus mendekati Renjun!”

Riuh sepanjang koridor diabaikan keduanya, teriakan jadi alternatif utama.

“Bahkan aku rela menukar seratus Huang Renjun di dunia ini demi Lucas―oh God, he’s coming here!”

Sial. Haruskah Mark memberikan perkenalan yang layak pada si anak baru?

0o0

Dilema Renjun

Kedatangan Charlotte minggu kemarin membuat Renjun jadi pendiam, berpotensi menjadikan si pemuda rambut cokelat bimbang lantaran teringat akan senyum Jane yang menawan. Terlebih lagi ucapan Haechan tentang tidak baik merebut kekasih seniormu sendiri serta wejangan berupa masih banyak ikan di laut yang sungguh walaupun terdengar konyol tapi mengikat fakta yang kuat.

Inikah yang para anak muda sebut sebagai dilema?

“Jun? Jangan melamun.”

Belum sempat Jaemin berlalu, Renjun refleks menahan lengannya kemudian bertanya, “Jae, kau lihat senior baru yang namanya Charlotte di luar, nggak?”

“Lihat. Tadi, sih, duduk di depan kelas sama senior baru satu lagi yang namanya Lucas.”

Lupakan apa itu dilema, langkah Renjun kini sudah disetel untuk pergi ke kelas Jane.

0o0

Panggilan Darurat

Kelas Jaemin terhitung sepi karena hampir seluruh murid lebih memilih keluar daripada berdiam diri tanpa melakukan apa pun. Jadi, saat Rachel tiba-tiba masuk begitu saja, Jaemin hanya mampu mengerutkan kening karena ia ingat bahwa mereka tidak janjian bertemu saat jam istirahat.

“Kenapa ke sini?”

“Koridor beraura horor, Jae. Kak Mark berulah lagi.

Renjun bodoh, lagi-lagi Jaemin yang harus turun tangan.

0o0

Terlalu Tampan

Char masih menahan Lucas untuk duduk di sampingnya. Jujur saja, Lucas sama sekali tak keberatan. Tapi, entah kenapa Mark yang tepat duduk di seberang koridor dengan mata bak laser membuat ia sedikit banyak merasa risih.

“Char, kau yakin kalau Mark benar-benar sudah punya kekasih dan tidak menyukaimu?”

Pertanyaan Lukas bersambut anggukan dari Charlotte. “Kekasihnya Jane, teman sekelasmu.”

“Lalu kenapa ia menatapku seolah ingin membunuh seperti itu?”

Seakan baru kembali ke dunia nyata, Charlotte menemukan Mark tengah menatapnya sinis sembari menahan lengan Renjun yang raut wajahnya menyiratkan tolong-selamatkan-aku. Tunggu, sejak kapan ada Renjun di situ?

“Mungkin dia iri karena kau sangat tampan?”

Charlotte sialan.

0o0

Malaikat Penyelamat

Rachel memanggil Jane dan Jaemin mendatangi Jenaa adalah kombinasi rencana yang bagus menurut mereka berdua. Tak butuh waktu lama bagi Jaemin untuk segera membawa Jenaa menuju ke tempat Renjun berada―terjebak di samping Mark saat hendak berjalan menuju kelas Jane

“Renjun!”

Oh Tuhan, terima kasih Jaemin!

“Kak Mark, bisa tolong bantu aku mengerjakan soal Bahasa Inggris untuk tugas besok?”

Awalnya Renjun bingung kenapa Jaemin datang bersama Jenaa. Tapi, tampaknya ia mulai mengerti dengan rencana sang sahabat.

“Eum … Tidak bisa nanti saja, Jen? Ada urusan penting yang―”

“Ayolah Kak Mark, Jenaa sedang kesusahan dan sebagai tutor kau harus membantunya di segala situasi,” bujuk Jaemin.

Ketegangan kali ini berakhir dengan Mark yang ikut bersama Jenaa, Renjun yang berterima kasih puluhan kali pada Jaemin serta Charlotte dan Lucas yang masih bercengkerama seakan dunia hanya milik berdua.

0o0

Nasihat Jane

Jane tak lupa berterima kasih pada Rachel karena telah mengantarnya pada Renjun. Pemuda itu duduk tak jauh dari Charlotte dan Lucas, selisih beberapa pilar saja.

“Wah, baru hari kedua masuk dan Lucas sudah sedekat itu dengan Charlotte.”

Niat basa-basi Jane tak dibalas sama sekali oleh Renjun. Saat ini si pemuda tengah berpikir tentang segala hal yang terasa menyesakkan untuk ukuran lelaki belasan tahun yang baru puber; menyukai senior dan mendapati perasaannya bertepuk sebelah tangan.

“Tadi kau ditahan Mark lagi, ya?” tanya Jane.

“Ya … begitulah.”

Di luar perkiraan, Jane tertawa sembari tangannya refleks mengacak-acak rambut Renjun. “Tempramen Mark memang tinggi, jadi tolong maklum, ya? Daripada itu … kudengar Char sedang naksir dirimu, makanya tadi aku heran lihat mereka berduaan.”

Kak Char … benar naksir aku?

“Jadi, kenapa enggak dicoba saja dulu? Char baik, loh. Apalagi kan Renjun tampan, Lucas mah lewat.”

Telak, bisa dibilang Jane secara tidak langsung menolak perasaannya padahal ia belum pernah menyatakannya secara resmi. Miris.

0o0

Jenaa dan Perasaannya

Hampir semua pasang mata memandang ke arah Jenaa dan Mark yang duduk di pojok belakang kelas dengan berbagai kertas di atas meja. Pembagian tutor antar senior-junior sudah berlangsung dua bulan, dan selama itu pula Jenaa terus mendapatkan ucapan selamat dan ungkapan rasa iri teman-temannya karena mendapatkan Mark sebagai tutor Bahasa Inggris.

Tetap saja, pemandangan Mark yang datang ke kelasnya masih saja mengejutkan dan tak sedikit para gadis yang menahan jeritan mereka lantaran wajah Mark yang kelewat tampan.

“Kak Mark tadi sedang apa dengan Renjun?”

Walaupun fokus masih ditujukan pada kertas, tapi Mark masih cepat tanggap untuk merespons pertanyaan Jenaa. “Biasa, Renjun ingin pergi menemui Jane di kelas, jadi kutahan saja karena sedang menunggu Charlotte yang menyebalkan itu selesai mengobrol dengan si anak baru sialan―”

“Kak, cemburu itu rasanya enggak enak, ya?”

Untuk beberapa saat, Mark merasakan atmosfer di sekitarnya berubah. “Ya … bisa dibilang sangat tak nyaman, seperti itulah.”

Lalu, bagaimana dengan aku yang cemburu padahal bukan siapa-siapa begini?

0o0

Chenle dan Sihir Ajaib

“Kak Jane!”

Setelah berpamitan pada Renjun, Jane langsung beranjak kembali ke kelas. Tak ia sangka, ternyata masih ada satu orang lagi yang mencarinya.

“Chenle? Ada apa?”

“Nanti pulang sekolah ke kafe depan pertigaan, yuk, ajari aku Matematika, nanti Kak Jane kutraktir es krim, deh.”

Jika Mark akan sangat jadi protektif jika Jane bersama Renjun, entah mengapa kalau dengan Chenle justru Mark tak pernah melarang. Mungkinkah karena Chenle sangat lucu dan imut?

“Ya ampun, kau selalu tahu kalau aku tak bisa menolakmu,” canda Jane kemudian, memancing Chenle untuk ikut tersenyum.

Terkadang Jane diam-diam berharap bahwa ia yang jadi tutor Matematika Renjun sehingga Mark tak punya alasan untuk melarang mereka dekat. Sebagai teman, kok, karena sesungguhnya Jane sangat menyayangi Mark.

0o0

Tak Terduga

Namanya juga teman, Rachel tanpa sadar enggan kembali ke kelas dan lebih memilih menunggu Renjun bersama Jaemin. Mereka duduk bersebelahan, kepala Rachel terkulai di atas meja dengan tangan Jaemin yang mengusap rambutnya, mencoba menenangkan. Kejadian Mark yang memukul Renjun semester kemarin seolah jadi trauma tersendiri bagi gadis itu.

“Oh, Renjun? Bagaimana?”

Renjun duduk di hadapan Rachel, ikut memainkan rambutnya lalu membalas tanya Jaemin dengan gelengan. “Aku kalah telak, Jae. Kak Jane benar-benar tidak menyukaiku secara romantis.”

“Makanya jangan bertindak bodoh.” Tahu-tahu Rachel bangun, membuat Jaemin dan Renjun sontak menarik tangan mereka. “Sekarang kau tidak ada harapan dengan Kak Jane dan Kak Char pun―”

Lebih mengejutkan lagi, tiba-tiba Charlotte memasuki kelas dan langsung duduk di samping Renjun.

“Jun, Jumat besok nonton denganku, ya? Tidak ada penolakan, kutunggu di halte bus dekat sekolah.”

Rachel membulatkan mata, apalagi Jaemin yang sudah melongo seperti idiot. Tapi berbeda dengan Renjun, senyum di bibirnya semakin melebar seiring langkah sang senior menjauh dari pintu kelas.

0o0

Kembali ke Rencana Awal

From: Mark

Char, kau sungguh membatalkan kesepakatan kita? Why you can be so mean? How about me ….

To: Mark

Nope. Lucas hanya enak dijadikan teman bicara saja, Mark. So please don’t be so annoying by texting me every second and promise me that you’ll never disturb me while talking with Lucas anymore. I ask Renjun to go to cinema this Friday after school, btw.

From: Mark

OH MY BABY THANK YOU SO MUCH :*

“Ew, poor Jane. Mark sungguh menggelikan,” gumam Charlotte, disusul tawa geli membayangkan wajah Mark yang sangat melas karena takut kehilangan Jane.

Kehidupan anak remaja memang tak akan pernah habis begitu saja, selalu dipenuhi hal-hal gila. Poin bagusnya, hal gila tersebut sering kali memberikan mereka pelajaran bagaimana cara menjadi lebih dewasa di kemudian hari, dan itu bagus, sehingga nanti mereka siap untuk menghadapi permasalahan yang lebih rumit lagi.

FIN

  • Thank you for my girls Donna (Jane), Ren (Rachel) and Amel (Jenaa). Keep slaying yup, miss y’all :’)
  • Welcome to this cruel world my baby Lucas huhu your hair color changes my world :’)
Advertisements

12 thoughts on “[Drabble-Mix] Adolescent

  1. Lalu bagaimana dg aku yg cemburu pdhal bukan siapa2 begini?

    Jenaa life why so menderita. Sini mel peluk kanjel dulu krn partnya jenaa bener2 mewakili perasaan kami berdua 😂😂😂

    Dadahhhh 💞

    Like

  2. 1. kyaa akhirnya njun ku mencoba untuk move on kkk~ udaahh udah Lucas sama aku aja charlotte lebih baik untuk renjun demi keselamatan hubungan mark-jane dan keselamatan renjun sendiri XD
    2. Oke, Jenaa kita sama :’3 akupun tengah mengalaminya sini kupeluk /eh
    3. Jaeminkuu terimakasih sudah menyelamatkan renjun dari amarah anak singa /lirik markeu/
    4. “Rachel membulatkan mata, apalagi Jaemin yang sudah melongo seperti idiot.”
    orang ganteng mah bebas kak :v
    5. Jun, ditolak secara tak langsung itu sakit ya? aku tahu itu jun :’) bukalah lembaran baru dalam kisahmu Jun :’3
    6. Nahh ini ni ” entah mengapa kalau dengan Chenle justru Mark tak pernah melarang. Mungkinkah karena Chenle sangat lucu dan imut?” aku rasa, Renjun kudu deket sama Chenle biar pas lagi sama Jane setidaknya renjun lebih aman /eh
    Itu, Chenle nya emang imut banget, tapi sekali dolphin voice nya keluar, serasa pen nyubit pipi lele biar diem :v tapi tetep sayang lele kokk hehe

    Dah segitu dulu komenku kanjeell hehe 😀

    Like

    • tolong ren renjun kurang belaian xD ayuk cariin jenaa jodoh biar dia ga baper lagi wkwk. rachel-jaemin ini semacam pasangan ucul gimana gitu aw :3 lembaran baru kehidupan renjun bersama char #asik. huhu my baby chenle :’) makasih udah main di sini ren ❤

      Liked by 1 person

  3. aku coba komen satu-satu ya, kak.
    Anak baru : oke, ternyata mark gitu, ya , orangnya. Tapi, nggak apa-api ssih, demi mertahanin pacar, iya nggak, mark? Hehehehe
    Dilema renjun : yang ini tuh, wow, dilemanya renjun cepet banget ya, ilangnya, terus langssung milih Jane lagi.
    Panggilan darurat : aku curiga ada hubungan apa rachel sama jaemin? Jawab aku, kak?! Soalnya aku belum pernah baca ceritanya yang castnya rachel hehehe peace
    Sangat Tampan : yang ini aku nggak tahu mau komen apa, tapi Charlotte ngejawabnya bisa aja, yah. Keren….
    Malaikat penyelamat : yang ini aku malah berharap Jenaa sama Renjun, nggak tahu kenapa, ini komen gak nyambung, yah?
    Nasihat Jane : hati renjun udah kretek-kretek itu, btw Jane keren ya, nolaknya alus banget
    Jenaa dan perasaannya : sabar Jen, kamu nggak patah hati sendirian, kok, ada Renjun. Please, kenapa aku pengen mereka berjodoh, ya?
    Chenle dan sihir ajaib : ya, mungkin, bisa jadi kayak gitu, Jane. Chenle emang imut, pengen bawa pulang 😀
    Tak terduga : di sini aku malah penasaran sama kalimat rachel, tak terduga dia mau ngomong apa ssih kak?
    Kembali ke rencana awal : awas loh, char, nanti suka beneran.

    Udah, gitu aja, kak, komennya low quality, yyah? Gak apa-apa lah, yah, kak? Yang penting aku komen, mau jadi reader yang baik soalnya. Ingin menghiilangkan penyakit silent reader.
    Sekalian latihan buat komen di event 5thnya blog ini, ehehehehhe
    Btw, kak, aku panggilnya, kakak aja, yah 😀

    Like

    • thanks for reading^^ mark terlalu sayang jane hehe. karena renjun masih ababil jadi tolong dimaklumi 🙂 jaemin pacarnya rachel kak hihi. char anaknya selo kayak dipulo jadinya bisa kayak gitu. wadu jangan dong kak renjun sama char aja xD mari doakan semoga jenaa dapet yang lebih baik dari mark, aamiin. aw my baby chenle :3 wih ayuk kak budayakan meninggalkan komen dan like demi kehidupan yang lebih baik. panggil apa aja terserah kok, hehe. good luck kak untuk eventnya ❤

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s