[NCTFFI Freelance] Secret Box (Chapter 5)

Title : Secret Box

Author : Qiao Feng

Main Cast :

  • Jung Jaehyun
  • Qiola Lee (OC)
  • Yuta

Genre : Romance, crime, Mystery

Length : Chaptered

Rating : General

Chapter 5

Ruang kerja yang sejuk dengan suhu AC yang cukup menusuk kulit mereka yang berada di dalamnya. Yuta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan Oleh Jaehyun dan lainnya, walau ada beberapa pertanyaan yang di lewati olehnya, seperti biasa dia tidak terbuka dengan apapun yang menyangkut dirinya maupun Kantor. Walaupun MTC bersifat tertutup tetapi kantor itu banyak di kenal, hasil produksi yang mereka hasilkan selama 10 tahun mampu mendobrak pasaran sampai ke penjuru negara.

Mereka begitu fokus tanya jawab seputar perusahaan MTC, namun pembicaraan mereka berhenti seketika terdengar ketukan pintu dibalik ruangan tersebut. Yuta menyuruhnya masuk “Silahkan masuk”. Muncullah seorang gadis cantik dengan rambut gelombang yang di ikat, semakin memperlihatkan kecantikan nya dengan menampakkan lehernya yang indah. Qiola mulai memasuki ruangan dengan senyumnya yang sangat menawan, tentu laki-laki akan terpana melihatnya, bahkan begitu terpancar aura kecantikan yang dimilikinya.

Johnny dan Doyoung mulai terpana melihat Qiola, seakan ada sinar yang terpancar dari wajah Qiola. Yuta berdehem sebagai tanda bahwa mereka tidak boleh terlalu memandang Qiola dan mereka langsung menundukkan kepalanya.

Qiola mulai menaruh dan menuangkan Teh hangat yang wangi ke beberapa gelas untuk di berikan satu persatu tamu yang ada disana. Ada dua pandangan yang tidak berhenti memandang Qiola dari awal masuk sampai Qiola menaruh teh di hadapannya. Nampak butiran mutiara dipinggir mata Jaehyun yang mau melompat dari matanya, namun Jaehyun mencoba untuk menahannya. Sedangkan Taeyong juga tidak berhenti untuk memandanginya, tergambar keheranan dari wajah Taeyong.

Terakhir Qiola menaruh Teh di hadapan Jaehyun, hatinya menyuruh untuk melihat Jaehyun yang sedari tadi memandangi nya. Saat itu Qiola merasakan sesak saat memandang mata Jaehyun, tubuhnya mulai bergetar dan lemas hingga tidak mampu menahan teko teh yang ia genggam. Seketika suasana yang aneh tersebut terpecahkan oleh suara Teko yang jatuh di lantai, teko teh sudah bercerai berai dengan air teh yang sudah membasahi lantai. Sontak Yuta pun berdiri, posisi Qiola berada di antara Yuta dan Jaehyun.

“Qiola … kamu tidak apa-apa? Ada yang terluka..?” Tanya Yuta Khawatir sebari memeluk Qiola, Qiola hanya terdiam di pelukan Yuta.

“Kenapa kamu yang mengantarkan tehnya??kemana Oba-san??” tanya Yuta lagi. Qiola mulai melepas pelukan Yuta.

“Yuta … jangan kau marahi Oba-san, dia tidak salah …. Aku yang memaksanya, karena tadi aku tidak ada kerjaan jadi kupikir lebih baik mengantarkan Teh untuk Tamu” jelas Qiola sebari menatap Yuta, berharap bisa meredakan amarah Yuta.

“Baiklah … akan ku antarkan kamu..” ucapan Yuta terpotong oleh Qiola ” tidak usah … sekarang aku baik-baik saja, tidak baik meninggalkan tamu begitu saja, aku bisa kembali sendirian”

Qiola pun mulai meninggalkan ruangan, walau terkadang ia membalikkan badan dan melihat Jaehyun yang masih menggambarkan rasa terkejut di wajahnya.

Tampak di balik kaca besar di ruangan itu, menunjukkan hari sudah mulai gelap. Dan Yuta menyudahi wawancara untuk hari itu, jika masih ada pertanyaan maka mereka boleh kembali dua hari setelahnya.

Di balik Jendela kamar, Qiola terus memandangi Jaehyun dari atas. Dia terus menyentuh dada kirinya, seakan ia memberitahu bahwa dadanya terasa sakit dan sesak. Tanpa disadari nya, butiran mutiara mengalir di pipinya.

“Siapa dia …? Mengapa dadaku terasa sakit saat melihatnya?” Qiola terus mempertanyakannya kepada dirinya sendiri. Namun tak satu pun jawaban yang dia dapat. Justru menimbulkan rasa penasaran yang semakin kuat.

***

Keesokan harinya Yuta menonton sebuah Berita internasional di TV, Betapa terkejutnya ia pada saat itu. Dalam berita itu, diperlihatkan sebuah TKP yang sudah bersimbah darah. Para polisi mengumpulkan bukti-bukti di TKP dan membawa sepasang kekasih yang sudah diselimuti oleh darah.

“Ya ampun … bagaimana bisa itu terjadi ..? Siapa yang melakukannya…?!” Ucap seorang gadis cantik berkulit putih yang lembut dengan rambut lurus sebahu tiba-tiba sudah ada di belakang Yuta yang juga ikut menonton.

“Sejak kapan kamu ada disana?!” Tanya Yuta dingin, sekilas melihat ke belakang.

“Onii-chan ..!! Bagaimana ini ?!! Kita harus kesana?!” ucap Chira.

“Untuk apa kita kesana!!”

“Onii-chan …!!! Apa yang ada di pikiran mu..!? Setidaknya dia itu calon Mertua Onii-chan!! Qiola harus tahu tentang ini!!”

“Mereka bukan calon Mertua ku lagi, mereka sudah mati !! Dan aku tidak akan memberitahu Qiola tentang ini!!” Yuta semakin menekan kata per kata, agar adik nya mengerti.

“Onii-chan!! Apa kau gila!!”

“Jaga bicaramu!!” Teriak Yuta.

“Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirmu Onii-chan!! Onii-chan bilang mencintainya, menyayanginya… tapi kulihat tidak ada cinta dalam dirimu !!! Bagaimana mungkin seorang pria membiarkan perempuan yang dicintai nya tidak mengetahui keadaan orang tuanya bahkan bertemu pun tidak boleh! Aku tidak yakin, apa Onii-chan .. kakak ku atau tidak!!!” Chira pun meninggalkan Yuta sendirian di ruang TV setelah meluapkan emosinya dengan air mata yang sudah membasahi pipi lembut Chira.

“Hiks … bagaimana bisa dia meneriaki adiknya sendiri hiks…” Chira berusaha menghapus air matanya. Namun tidak berhasil karena hatinya terlanjur sakit dan kesal dengan sikap kakaknya.

“Hiks …mengapa Onii-chan semakin gila, semakin terobsesi dengan cintanya hiks … Aku benar-benar takut … aku takut kehilangannya … cinta gilanya bisa membuatnya hancur suatu saat nanti hiks” Chira mulai terisak di balik kamarnya dan berdialog seorang diri. Terdengar suara tangisan yang begitu keras dari luar kamar, Oba-san tidak sengaja melewati pintu tersebut dan mendengar tangisan Chira. Tangisan yang penuh keputusasaan terhadap kakaknya.

***

Di sebuah restoran yang berada dalam hotel, terdapat Jaehyun dan rekannya sedang sarapan pagi. Namun mereka sedikit bingung melihat sikap Taeyong dan Jaehyun terlihat aneh semenjak pulang dari Villa . Taeyong dan Jaehyun lebih sering melamun dari biasanya, walau mereka jarang berbicara tetapi setidaknya nampak bahwa pikirannya berada diluar seolah hanya tubuh mereka yang ada, namun pikiran mereka entah dimana.

Wendy berusaha menegur Taeyong dan Jaehyun, namun saat bibir Wendy mulai menegur mereka berdua. Dengan barengan mereka berdua berdiri dengan pikiran yang kosong.

“Kalian lanjutkan makannya, saya sudah kenyang” ucap Jaehyun.

“Aku Juga” mereka pun berbarengan pergi meninggalkan meja makan, namun berbeda arah. Jaehyun ke arah kanan sedangkan Taeyong pergi kearah kiri. Orang yang ditinggalkan oleh mereka semakin bingung, mengapa secara kebetulan sikap mereka jadi kompakan seperti itu.

“Ada apa dengan mereka..?” Tanya Eunji melongo.

I don’t know” jawab Johnny melongo sambil menggelengkan kepalanya.

” Yaa!! … tapi aku merasa ada yang aneh dengan wanita kemarin” ucap Doyoung, seketika memecahkan suasana yang membingungkan.

“Wanita….? Kekasih Tuan Yuta kemarin??” Tanya Eunji.

“Ne … “

“Aneh dari mananya..? Yang ada dia Cantik ” ucap Johnny sembari senyum-senyum tapi tiba-tiba kepalanya di pukul oleh Eunji.

“Dasar!! Semua Cowok sama saja, gak bisa lihat cewek cantik! Emang kurang cantik apa aku” cemberut Eunji sambil berkaca didepan sendok.

“Bukan itu maksud ku, aku merasa pernah bertemu dengannya! Tapi dimana? Aku tidak ingat ” ucap Doyoung yang berusaha mengingat-ingat.

***

Sebuah taman yang tidak jauh dari Hotel, tampak Taeyong sedang melamun. Dia selalu memikirkan wanita yang ia temui kemarin.

#Flashback#

Sebelum memasuki ruang kerja Yuta, Taeyong merasa ingin buang air kecil.

“Mr Jung … aku permisi ke toilet” ucap Taeyong dan Jaehyun hanya mengangguk tanda memperbolehkan Taeyong ke toilet.

Setelah mendapat izin dari Jaehyun, Taeyong langsung pergi mencari toilet. Namun tak sengaja dia justru pergi ke dapur, kesalahannya ia lupa bertanya sama pelayan dimana toilet berada. Sangat sulit mencari toilet di Villa yang besar itu. Ia hanya mengikuti instingnya saja.

“Nona Qiola biar saya yang mengantarkannya” ucap pelayan Oba-san.

“Tidak perlu, biar aku saja” Oba-san pelayan menolaknya sedangkan Qiola masih keras untuk mengantarkan nya.

“Oba-san tidak usah khawatir, Yuta tidak akan memarahimu atau memecat mu” mendengar Qiola yang berusaha membujuknya, Oba-san pelayan pun mengiyakan keinginan Qiola.

Qiola mulai mengantarkan minuman ke ruang kerja Yuta sedangkan Taeyong mulai mendekati Dapur.

Villa yang sangat besar dan luas dengan dinding di warnai keemasan. Disana Tidak sengaja Qiola dan Taeyong bertemu dan saling bertatapan. Lampu besar bergelantungan tepat di atas mereka. Namun Taeyong sangat terkejut melihat Qiola yang sedang membawa minuman.

“Qi …. Qi …ola …..?!” Gagap Taeyong.

“Kau siapa?” Tanya Qiola heran.

“Kau tidak mengenaliku..??” Tanya Taeyong balik.

“Apa kita saling kenal??”

“Kau Qiola kan ..??!”

“iya … tapi aku tidak mengenalmu” ucap Qiola

“Aneh … ini benar-benar aneh” Taeyong mulai mendekati Qiola untuk memastikan apa dia sedang keliru atau tidak.

“Nona ..! Nona ..! Anda meninggalkan sesuatu” teriak Oba-san sembari membawa dua gelas.

“Ah terimakasih Oba-san” Qiola hanya menatap Taeyong, lalu meninggalkan Taeyong begitu saja. Sedangkan Taeyong masih kebingungan apa yang dilihatnya.

#Flasback End#

“apakah mungkin di dunia ini ada dua orang yang memiliki wajah yang sama dan nama yang sama??”

“Tapi aku yakin dia Qiola yang ku kenal, walaupun sudah 7 tahun tidak bertemu, tetapi aku masih ingat wajah dan suaranya… sangat mirip”

“Apa dia melupakan ku..? Tetapi ada yang aneh , sifatnya berbeda dengan Qiola yang kukenal, sangat berbeda”

“Apa benar ini bisa disebut kebetulan..?”

Taeyong terus berdialog seorang diri di taman, berusaha menemukan jawaban dari semua pertanyaannya.

***

Jaehyun duduk di dalam kamar sambil memandangi keindahan kota Tokyo. Seketika handphonenya berdering dan bergetar, berhasil membuyarkan lamunan Jaehyun.

“Hello … Adikku yang tampan!! What’s up..?” Ucap gadis cantik yang rambutnya disanggul sambil menikmati teh hangat di pagi hari.

“Noona … Bisa tidak mengganggu ku?” Tanya Jaehyun yang makin Badmood.

“Aku tidak akan mengganggu mu sampai kamu menikah”

“Noona sendiri kapan menikah?” Tanya Jaehyun dan Pertanyaan Jaehyun membuat Qira menjadi kesal, karena itu adalah pertanyaan yang cukup sensitif.

“YAKK!! ” Teriak Qira dan Jaehyun hanya menyunggingkan senyumnya mendengar kekesalan kakaknya.

“Dasar !! Apa Noona kurang cantik?? Kenapa susah sekali mendapatkan laki-laki? Sekali dapat, ternyata Brengsek!! Apalah daya Noonamu yang jomblo ini” cemberut Qira .

“Noona … Aku melihatnya” beritahu Jaehyun dengan suara sedikit berat.

“Lihat siapa…?” Tanya Qira.

“Qiola….”

“YAKK!!! Mana mungkin…!!! It’s Impossible! Aku mengerti perasaanmu Jaehyun, tapi ini sudah 3 tahun lamanya”

“Tapi aku benar-benar melihatnya, Matanya yang besar seperti mutiara yang berkilau, senyumnya yang memancar kan keindahan dalam dirinya, suaranya yang lembut, mereka sangat mirip”

“Mustahil…! Jaehyun dengarkan Noonamu baik-baik, sepulang kamu dari Jepang, kamu harus berobat!! Ne..!?aku sangat menghawatirkan mu ”

“NOONA!!!! Aku tidak gila!!! Percuma aku bicara dengan mu Noona!!”

Jaehyun pun langsung memutuskan sambungan telepon nya, sedangkan Qira yang berada di Korea sedikit kesal melihat adiknya yang tidak pernah sopan dengannya.

Bersambung …

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s