[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 4)

mylesbianroommate

My Lesbian Roommate by Mingi Kumiko

{ Main cast : Jaehyun & Chaeyeon | Genre : romance, hurt/comfort, college life | Rating : PG-17 }

“Memangnya siapa yang mencetuskan aturan kalau lesbian harus dijauhi?”

Previous Chapter

Page 1 | Page 2 | Page 3

.

.

“Aku memang tahu kalau kampus ini terkenal terbuka dengan kaum semacam itu. Tapi tidak mungkin gadis secantik kau juga termasuk salah satu dari mereka!” Wonwoo bersikeras mengelak.

“Aku bisa buktikan padamu, Wonwoo-ssi!” balas Chaeyeon. Beberapa sekon kemudian, tangannya pun mencengkeram pergelangan Jaehyun dan menariknya agar mendekat. Hati pemuda itu pun langsung disambangi perasaan tidak enak. Nampaknya hal yang tak menyenangkan akan terjadi sebentar lagi.

“Gadis di sebelahku ini namanya Jung Ji Hyun, dan dia adalah pacarku.”

Hening.

“Oh, jadi begitu… ternyata kau enggak bohong, ya?” Wonwoo yang terkejut pun langsung menunduk sambil memasang tatapan nanar. Chaeyeon dibuat menelan ludah tatkala melihat reaksi lelaki itu yang mendadak aneh.

Dada Wonwoo sesak, jutaan kupu-kupu di dalam perutnya mati. Pupus sudah keyakinan dalam dirinya bahwa gadis incarannya itu cuma bercanda. Masih dengan wajah terbenam, Wonwoo mengambil langkah mundur dan berlalu dari hadapan Chaeyeon serta kekasih sesama jenis di sebelahnya.

Saat punggung Wonwoo sudah mulai hilang dari pandangannya, Chaeyeon pun melepas tangannya yang menggantung di pergelangan Jaehyun. Wajahnya tertunduk muram. Seakan lupa dengan rencana mereka membeli kopi, gadis itu buru-buru mengambil langkah seribu untuk pergi. Namun pemuda itu dengan cepat meraih tangannya, “Mau ke mana?” tanya Jaehyun.

Likuid bening menetes dari pelupuk Chaeyeon, “Sekarang kau sudah tahu aku yang sebenarnya. Aish, ini memalukan!” ucapnya sambil terisak.

What’s the matter?” balas Jaehyun. Mendengar itu, Chaeyeon pun dibuat menengadahkan kepala, menunjukkan raut bingungnya kepada Jaehyun.

“Memangnya siapa yang mencetuskan aturan kalau lesbian harus dijauhi?” imbuh Jaehyun.

Seulas senyum terkulum lembut dari kedua sudut bibir si gadis. Ia pamerkan bulan sabit yang terbentuk dari sepasang kelopak indahnya.

“Terima kasih, ya, Ji…” ucap Chaeyeon dengan penuh penghargaan. Tanpa pikir panjang ia langsung memeluk temannya itu dengan berlinang air mata.

Awalnya pemuda itu memang memilih bersikap bijak, bersandiwara seakan tak tahu apa-apa, dan memberikan secercah semangat serta keyakinan bahwa tak ada yang salah dengan orientasi seksualnya yang menyalahi kodrat. Namun perasaan itu berubah menjadi degupan yang tak terkendali saat pelukan Chaeyeon semakin erat.

Ini sama sekali tak bisa dibenarkan. Namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa selain menerima pelukan—sebagai tanda terima kasih—dari gadis itu. Perlahan sebelah tangannya terangkat untuk ia sampirkan ke area punggung Chaeyeon. Berupaya menyampaikan pesan—yang entah apa—atau mungkin tepukan Jaehyun di pundak Chaeyeon hanya sekadar formalitas. Pemuda itu tidak tahu.

***

Selama masa penelitian, Jaehyun mesti bersusah payah mencari celah untuk menghubungi Eunwoo guna menyampaikan perkembangan studi. Nampaknya ia sudah mulai terbiasa dengan penyamaran; termasuk memakai bantalan payudara dan berkostum feminin. Serta sejauh ini, ia rasa, Chaeyeon sama sekali belum curiga padanya. Semoga benar begitu, dan jangan sampai apa yang ia takutkan terjadi; kebohongannya terungkap.

Sore ini Jaehyun hanya disibukkan dengan membaca buku fashion yang tergeletak asal di atas meja. Tak ia hiraukan kawan sekamarnya yang terus saja mondar-mandir, entah apa tujuannya. Sampai akhirnya gadis itu menginterupsi dengan suara seratus lima puluh desibel.

“Ji!!! Kau lihat jepit rambutku yang berbentuk laba-laba, tidak?!”

Jaehyun pun menghentikan aktivitasnya membaca. Ia buru-buru bangun untuk menanggapi pertanyaan kawannya itu. Sejenak ia berpikir, mengolah pertanyaan Chaeyeon agar bisa memberi jawaban dengan benar.

Ia ingat kalau kemarin sore, saat ia sedang sendirian di asrama—berhubung Chaeyeon sedang ada kelas peminatan—pemuda itu melihat sebuah benda mengerikan yang membuatnya berjengit ngeri. Jaehyun membenci laba-laba lebih dari ia membenci si jahil dan menyebalkan Cha Eun Woo. Maka dengan seluruh keberanian yang masih tersisa, ia pun mengambil benda itu menggunakan sapu dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di depan kamar.

Reaksi aneh Jaehyun sontak membuat Chaeyeon keheranan. Ia putuskan menghampiri kawannya itu untuk bertanya, “Ji, kau kenapa?”

“Chae, jadi begini… aku punya phobia pada laba-laba, saat melihat jepit rambutmu di lantai aku langsung histeris dan membuangnya. Sumpah, aku enggak tahu kalau kau masih membutuhkan benda itu. Maafkan aku…” ucapnya penuh sesal, dan kali ini ia sungguh merasa bersalah.

“Ya ampun, jadi kau phobia laba-laba, Ji?” bukannya menyatroni Jihyun dengan ungkapan kecewa, Chaeyeon malah bertanya dengan nada panik.

“Sori, andaikan tahu… aku tak akan meletakkan jepit itu sembarangan.” imbuhnya.

Jaehyun benar-benar dibuat tertegun. Bagaimana bisa seorang gadis tidak marah saat barang kesayangannya sudah jelas-jelas diraibkan seseorang? Ia jadi ingat mantan kekasihnya yang bernama Kim Ye Rim. Jaehyun pernah mematahkan kuas yang biasa ia gunakan untuk melukis. Yerim marah besar dan mendiamkannya selama dua hari. Dan yang lebih lucu, Jaehyun harus repot-repot mengirim sebuket bunga anggrek dan sebait puisi yang penuh dengan majas hiperbola agar Yerim memaafkannya.

“Kau jadi tak bisa memakainya, dong?” celetuk Jaehyun.

“Enggak masalah, kok… Ya sudah, kalau begitu, aku mau pergi sebentar.” Chaeyeon tak mau ambil pusing atas hilangnya jepit rambut laba-laba kesayangannya.

“Mau ke mana?” Jaehyun ingin tahu.

“Cuma mau ke luar, enggak akan lama, hehehe…” gadis itu hanya menyengir.

Jaehyun mengangkat sebelah alisnya saat melihat gelagat aneh yang Chaeyeon tunjukkan. “Kok, sepertinya… kau sedang menyembunyikan sesuatu? Ayolah, katakan. Kalau seru, ajaklah aku juga. Aku malas sendirian di sini.” rutuknya. Entah mulai kapan ia terbiasa bicara dengan nada merajuk seperti perempuan.

“Jangan ikut, kau enggak akan suka…”

“Kenapa begitu?”

“Sebenarnya… aku mau kumpul sama teman-temanku…

“Yang juga lesbian.”

Bingo!

Ingin rasanya Jaehyun melompat kegirangan. Ini ide yang bagus, kalau dia ikut pergi ke komunitas lesbian, ia bisa mengorek lebih dalam tentang gaya hidup mereka. Dengan begitu, proses studi lapangan pun bisa cepat selesai dan masa penyamarannya akan berakhir.

“Kenalkan aku dengan mereka, dong!” ucap Jaehyun dengan raut berbinar.

“Ji… kau serius?” Chaeyeon merasa tak habis pikir.

“Kau normal, kan, Ji? Atau jangan-jangan kau juga…” gadis itu buru-buru menyoroti Jaehyun dengan tatapan penuh selidik.

Jaehyun cuma balas tertawa. Rasanya tak etis apabila menanggapi tuduhan gadis itu dengan frasa ‘hahaha, aku lesbian? Ya enggak mungkin, lah!’. Kecuali kalau pria itu memang berniat menyakiti Chaeyeon dengan tutur katanya.

Please, aku mau ikut.” Jaehyun kembali merajuk. Pada dasarnya Chaeyeon memang tidak tegaan, jadinya ia cuma bisa menyanggupi permintaan Jaehyun dengan anggukan tipis. Sebenarnya ia tak yakin bahwa temannya itu akan merasa nyaman berada di komunitas lesbiannya. Tapi, kan, Jaehyun sendiri yang minta untuk ikut. Jadi ia turuti saja maunya.

.

.

.

Komunitas lesbian itu memilih sebuah restoran makanan cepat saji sebagai lokasi berkumpul. Setelah turun dari bis, Chaeyeon dan Jaehyun pun menyusuri trotoar kawasan Gwanghamun agar mereka bisa sampai.

Jaehyun melihat sebuah toko aksesoris yang berada di dekat trotoar. Ia melongok sekilas, nampaknya akan ada banyak barang bagus yang bisa ia temukan di sana. Tanpa ragu ia menepuk pelan pundak gadis di sebelahnya, “Ke sini, yuk?” ajak Jaehyun sambil mengarahkan telunjuknya pada jendela toko.

Chaeyeon mengangguk, setelah itu mereka pun memasukinya dengan langkah beriringan. Banyak sekali item yang mereka lihat dan beberapa di antaranya lumayan lucu.

“Bagus, tidak?” Chaeyeon meminta pendapat Jaehyun saat ia mencoba bando berbentuk telinga kelinci.

“Bagus, tapi mending jangan dipakai.”

“Loh, kenapa?”

“Kau jadi mirip cewek-cewek di acara Masquerade.” jawab Jaehyun sambil tertawa.

“Jihyun menyebalkan!” gerutu Chaeyeon. Ia pun kembali meletakkan bando itu ke tempat semula.

“Kau mau cari apa, sih?” tanya Chaeyeon. Ia heran karena sedari tadi, temannya itu cuma mondar-mandir tanpa meletakkan atensi berlebih pada benda-benda yang dijual di toko itu. Padahal ia yang mengajaknya ke mari.

“Boleh tahu warna kesukaanmu, enggak, Chae?” tanya Jaehyun saat mereka sampai di tempat hiasan rambut.

“Hm, kurasa semua warna bagus.” jawab Chaeyeon.

“Yang spesifik, dong…”

“Warna kesukaan, ya? Sepertinya merah jambu.”

Beberapa jenak kemudian, Jaehyun pun langsung menoleh ke kanan. Ia tatap lamat-lamat deretan jepit rambut di etalase. Maniknya terpikat pada bentuk bunga, dan pastinya berwarna merah jambu. Ia ambil jepit rambut itu dan menyematkannya ke poni Chaeyeon.

Yeppeo,” ucap Jaehyun. Mendengar itu, Chaeyeon pun langsung membalikkan badan untuk menatap cermin. Ia tersenyum tatkala melihat refleksi dirinya sendiri yang mengenakan jepit rambut pilihan Jaehyun.

“Kau suka, enggak? Kalau enggak… pilihlah yang lain, sebagai ganti jepit rambut yang kemarin kubuang.” kata Jaehyun.

“Yang ini bagus, kok, Ji! Terima kasih, ya…”

Melihat bulan sabit terbentuk dengan manis di sepasang kelopak Chaeyeon membuat kurva dari kedua sudut bibirnya terangkat. Ia menyukai reaksi Chaeyeon yang terlihat menghargainya meskipun hanya dengan pemberian sederhana.

“Aku juga mau membelikanmu sesuatu.” celetuk Chaeyeon.

Dahi Jaehyun langsung berkerut, “Tidak usah, Chae…” tolak pemuda itu dengan lembut. Seolah tak mengindahkan penolakan halus sang teman, Chaeyeon lantas mengedarkan pandang ke penjuru toko.

“Ke sana, yuk!” ajak Chaeyeon dan langsung menarik tangan Jaehyun agar mengikutinya.

Ternyata Chaeyeon menuntun pria itu ke tempat hiasan kumis palsu dijual. “Kalau kita selca pakai benda ini, pasti lucu sekali!” kata Chaeyeon lantas memasangkan kumis palsu itu ke bagian bawah hidung Jaehyun. Sepersekon kemudian, gadis itu mendadak terhenyak, mata cerahnya menyipit.

Jantung Jaehyun bagai mendadak berhenti berdetak, ada apa ini?

“Kalau dilihat-lihat, kau lumayan tampan, ya, Ji?”

to be continued

Jadi why kalian semua menganggap Chaeyeon cuma pura-pura jadi lesbian? Kalian jahat!!!!! /ini jeritan hati Chaeyeon yang aku wakilkan /GAK

btw kalian tau acara masquerade gak sih? itu loh yang dari Jepang, yang pesertanya pada berkelompok terus pakai properti aneh2. Yang bisa dapet di atas 20 poin dapet medali. Nah, yang ngasihin medali itu kan pada pake bando kelinci dan pakaiannya aduhai ya XD

Itu si Wonwoo aja yang kekeuh dan tidak bisa menerima kenyataan kalo gebetannya itu lesbi hwahaha ~ okeee makasih untuk yang sudah mau baca sampai sini. Komen juseyong ong ong ong ^^

Advertisements

23 thoughts on “[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 4)

  1. Anjir! Masquerade di bawa bawa. Jadi keinget zaman zaman masih bocah ingusan. Wkwkwk. /Berasa tua/

    Itu Wonu kenapa ya dimana mana selalu dapet peran tersakiti? Padahal wajahnya garang bin bangsat.

    Haduuh. Jadi penasaran deh gimana Jaehyun ikut rempong rumpita di acara kongkow-kongkow kaumnya Chaeyeon. Bahaya nih kalo misal ada satu ciwai yang nyantol sama Jaehyun. Hehehe

    Oke. Aku tunggu chapter selanjutnya ya. Semangat 🙂

    Liked by 1 person

    • pas kak minerva masih ingusan aku apa dong XD
      mungkin wajah garangnya terlalu tajam hingga membawa luka kak ~~ bahkan di real life, Mingyu sekarang deketnya sama The8, lahh aku baper gimana nasib Wonwoo dan Junhui /fujonya kambuh/
      rempong rumpita apaan kak XD oke kak, mari doakan keselamatan Jihyun selama berada di komunitas hahaha
      makasih kak udah mampir ~~ ^^

      Like

  2. Salah. Menurutku wonwoo kurang keukeuh. Baru omongan doang, harusnya km bilang coba buktiin, jgn cuma omdo, gitu mas wkwkwkwkwk

    Aing bayangin jaehyun merajuk sambil aegyo itu gimana gitu, geli2 pengin nampol 😁 seems like penyamarannya akn segera dicurigai wkwkwk

    Oke, segitu aja, dadahhh 😊

    Like

    • wonwoo kind of udah capek maksa2 yawdah lah si Chae juga kekeuh banget nolaknya… cinta enggak bisa dipaksa kan /alibi lu/
      jaehyun mah suka bipolar… kadang macho tapi seringnya lenjeh wkwkwk
      hmmm… segera tidak ya ~~~ XD makasih mel udah baca ^^

      Liked by 1 person

  3. mendadak baper ngeliat Wonwoo patah hati :3

    Jaeyeon momentnya kerasa bgt :3
    diriku jd iri sm Jae :’v
    kapan aku bisa punya pacar kek Chaeee? /dilempar/

    panjangin lagi dong lel ceritanya :v
    ksh konflik kek :v
    biar suasananya menegang :v

    kuatkan hatimu Jae klo nnti tubuhmu diraba” dari kaki sampai kepala but be careful klo senjatamu dipegang, bisa” hancur penyamaranmu selama ini :v

    ok lel next chaptnya ditunggu :v

    Liked by 1 person

    • gamau ah -,-
      nnti yg ada virus baperny mlh nular ke aku -,-

      habisnya ff kamu bikin ketagihan lel :’v
      rasanya gk rela ja klo lg enak” baca ga taunya TBC /pundung di pojokan/ T.T

      Like

  4. Mbalel, maap baru baca >.< /sungkem/

    Jadi gini, kenapa si Wonwoo & Chaeyeon enggak debat aja biar seru? Tapi Wonwoo menurutku kurang kekeuh, mbalel. Masa Chaeyeon pegang / narik tangannya Jaehyun aja dia langsung percaya? Harusnya Wonwoo masih nekat bilang nggak percaya, terus Chaeyeon makin sebel & dengan sengaja mencium pipi Jaehyun. Biar kapok tuh si Wonwoo /imajinasi liar mode on/

    Oh ya, jujur, Ji masih ngakak loh tiap kali Chaeyeon bilang "…Ji" "…Ji" "….Ji" apalagi diriku ini juga phobia kolomonggo :'v Jadinya berasa aku yg ditanyain HAHA #Krik

    Awalnya aku gak tahu loh apa itu masquerade. Pas udah baca Author note-nya juga masih gak nyambung. Yang ada di pikiranku malah semacam Geisha. BIasalah mbalel, yg kutahu kan cuma karapan sapi sama jaran kepang :')

    Syudahlah segitu dulu aja. Gak tahu kenapa aku lagi nggak mood komen panjang cem biasanya wkwkwkwk. Lagi pra-labil :v Ditunggu kelanjutannya mbalel :))))))))) Big laf dari Jiyo istri sah-nya Jaehyun ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • Ndak paham akuuuuuu, ini malah usaha gimana caranya biar Chae itu enggak agresif. Kalo di bayanganku, misal nih si Chaeyeon tetiba nyium Jaehyun… Apa gak terkesan Chae cuma manfaatin dia? Padahal dari awal aku pengen bikin karakternya Chaeyeon ini tulus. Terus, kan udah deskripsi juga kalau kemarin2 Wonwoo udah berkali2 maksa Chae buat nrima cintanya, smpe akhirnya Chae nunjukin bukti kalo dia emang lesbian. Bisa apa dia? Kalo mendesak Chae buat nrima dia mulu malah jadinya annoying and be like “ihh apa sih lu cowo bukan? masa maksa cewe bukan cinta sama lu? bisa ga sih liat cewe yg lo sayang bahagia aja?” Begituuuu /YA KALI
      Hahahaha ya gimana msa aku buat Chae panggil “Hyun” gitu XD
      Makasih ya udah komen (:
      Iya, iya, diaminin yaaa bakal jdi istri sah Jaehyun XD

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s