[Ficlet] Jaehyun’s New Weapon

C8AchVcVMAAr_Yn

Jaehyun‘s New Weapon

Written by Berly ©2017
• ᴥ •

Starring by [NCT’s] Jaehyun, [NCT’s] Winwin, [OC’s] Mackenzie Lee

| Teen | Friendship, slight! Comedy | Ficlet (600w) |

“That’s my new weapon, to shut up your mouth, babe.”

***

“Jadi, bagaimana tentang cerita masa kecilmu, Woojae? Apakah ada yang lebih seru lagi selain phobia kodok?”

Jaehyun melirik sedikit jengkel ke arah gadis sebaya di samping kirinya, mata gadis itu memang masih terlihat sibuk—mencari lembaran-lembaran catatan hasil rapat program kerja satu kegiatan sekolah mereka kemarin, di sebuah laci meja. Tapi mulutnya sempat saja seenaknya jidat meledek, padahal Jaehyun tengah memikirkan satu hal penting, namun pikiran itu mendadak buyar karena gurauannya.

Jaehyun memincingkan matanya, lalu mendekatkan bibirnya ke arah telinga gadis bersurai hitam sebahu—yang agaknya sudah menjuntai panjang, “Hmm, ada sih satu cerita lain, lalu … bagaimana rasanya dengan cerita masa kecilmu sendiri, Kenzie? Yang mendapatkan ciuman pertama lalu ditinggal jauh oleh tetangga sebayamu, lantas kau terbawa perasaan hingga sekarang? Indah, atau sakit?”

Sontak Mackenzie membulatkan mata seraya membekap mulutnya sendiri tak percaya. Pipinya bersemu merah, sedangkan bola maniknya membelok ke arah Jaehyun, “Bagaimana bisa kau—”

Jaehyun kemudian tersenyum lebar, merasa menang dengan kalimat sindirannya, alisnya menjungkat-jungkit naik-turun. “Oh, tentu saja aku tahu. Hebat, ‘kan?”

“Kau ini seorang cenayang baru, ya, Jae?” Mackenzie mengerutkan keningnya, lantas bersiap untuk mencubit lengan Jaehyun, “Bilanglah dari siapa kau mengetahuinya?!”

Jaehyun tak acuh untuk menjawab, “Sudahlah, cepat ambil saja berkas catatan rapat kemarin, kita harus segera menyesuaikan waktu dengan anggota lainnya 5 menit lagi. Lagi pula, kenapa aku bisa satu divisi denganmu dan Winwin, sih? Agak merepotkan.”

Mackenzie menatap datar remaja laki-laki yang secara halus-tak halus telah meremehkannya, “Jangan mengalihkan pembicaraan, Jae, atau kau akan kembali kujejali kodok.”

Aish, aku hanya membacanya dari raut wajahmu, kok.”

“Eh?”

“Jae, aku tidak pernah cerita ke siapapun soal kisah childhood milikku yang itu, bahkan keluarga dan saudara-saudaraku pun tak ada yang mengetahuinya. Jadi, mana mungkin kalau kau tahu begitu saja—”

“Ya … pikir saja sendiri, bagaimana aku sampai bisa mengetahuinya, Nona Lee.”

“Jangan-jangan ….” Mackenzie mengingat suatu momen, ketika Jaehyun janji mampir ke Led Zeppoli bersama Winwin untuk mendiskusikan program kerja divisi mereka. Kala itu ada seseorang laki-laki tinggi tak diundang yang bertandang, ikut menimbrung dalam diskusi mereka. Hanya lelaki itulah yang tahu tentang peristiwa tersebut! (Mackenzie tidak mau menyebutkan namanya).

Jadi, Mackenzie hanya punya dua hipotesa atas rasa kuriositasnya kepada Jaehyun. Satu, lelaki itu dengan percaya dirinya menceritakan momen memalukan tersebut kepada orang yang baru dikenalnya seperti Jaehyun—tanpa sepengetahuan Kenzie. Kenzie ingat bahwa keduanya (Jaehyun dan lelaki itu) mengobrol akrab, berbaur dengan cepat sembari memakan pizza mozarela yang dipesan bersama. Atau, dua, Jaehyun memang bisa meramal dan membaca pikiran setiap orang di sekelilingnya?

“Sudahlah, Kenz, jangan berpikir yang macam-macam terhadapku. Kau bisa bernapas lega sejenak, sih, karena aku bisa memegang sebuah rahasia. Anggap saja pengetahuanku tentang cerita masa kanak-kanakmu itu adalah senjataku kini, kalau-kalau kau mengancam akan menjejaliku kodok lagi, bagaimana, sangat adil bukan?” Jaehyun tersenyum tenang.

Mackenzie memutarkan kedua bola mata, “Jae, awas kalau sampai kaubocorkan. Itu berarti kau yang memulai perang kembali denganku, camkan itu.”

Jaehyun hanya bisa tersenyum manis kepada Mackenzie, memperlihatkan lesung pipinya yang begitu dalam, membuat remaja perempuan di hadapannya merengut ngut nguut … bak curut yang baru saja terperangkap jebakan.

“Astaga, kalian lama sekali mengambil berkasnya, sih? Divisi kita sudah ditunggu oleh yang lainnya, tuh, ayo cepatlah masuk ke ruang rapat!?” Winwin tahu-tahu muncul dari ambang pintu kantor unit kegiatan siswa mereka, dengan sedikit kerutan di dahinya.

Mau tak mau, Mackenzie harus rela menyudahi sejemang perdebatan penting-tak pentingnya dengan Jaehyun. Di sisi lain, gadis itu telah merasa kalah dari ancaman Jaehyun.

“Awas kau, Jaehyun, aku tak akan melepasmu.” Sebuah cakap akhir dengan nada berbisik yang tajam terkuar dari mulut Kenzie, sebelum ketiganya berlalu dari ruangan itu. Membuat Jaehyun terus menampakkan lesung pipinya di sepanjang sore yang cerah-baginya-padahal-tampak-mendung.

.

fin.

Jadi ini itu standfict lain di dalam satu AU Ber, yang saling berkesinambungan.
Bisa dibilang nyambung sama cerita Mark-Jane, juga cerita yang ada OC Mackenzie-nya hehe #Hah?

Yaokelaa selamat menikmatinyaa.
(ps: menyempatkan update lagi karena kangen nctffi) #ahay ❤
Happy weekend and have a nice day fellas! -Berly

 

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet] Jaehyun’s New Weapon

  1. #Dijejali kodok

    #Dijejali kodok

    #Dijejali kodok

    ((putar di otak sampai 100x)

    Ji rada bingung sama ceritanya soalnya berlum baca yg Mark-Jane huweeeeeeeee T_T Maaf Kaber :’v

    “sepanjang sore yang cerah-baginya-padahal-tampak-mendung.” => Nguakak puoll (y) Jaehyun segitu amat sama Mackenzie wkwkwkwk

    See you kaber…. Mianhaeyo komen samvah ini 😀

    Like

    • Wahh, makasih Jiyo sudah mampir wkwkwk, Iyaya, karena potongan AU yang lain belum keluar pun Jiyo jadi kurang paham, its okey, buat mempermudah pemahaman biasanya ber kasih link-link cerita sebelumnya hahaha, have a great weekend, Jiyo! ^^

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s