[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 1)

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Mark Lee, Johnny Seo, Jung Jaehyun, Jung Hana (OC), Choi Yora (OC), Yoo Raein (OC)

Sub cast          : Other NCT Members, SM Rookies, and others figuran

Rating : Teen

Summary        : Dyre is another word for love

[1.0 ^Jung Hana’s Story^]

Oleh-oleh

.

.

.

            Hana baru saja menyelesaikan kelas seni melukisnya, saat ia tidak sengaja menengok keluar jendela sore itu. Perempuan berambut panjang dan agak pirang itu lantas berbisik kalau ia melihat pemuda Lee-seseorang yang sudah tidak asing baginya-didepan ruang melukis pada teman disebelahnya ­–yang sedang merapikan alat lukis miliknya- yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, Choi Yora.

            “Oh benar, itu kan, Mark, ngapain dia didepan sana sendirian? Jangan-jangan dia nyari kamu, Na” tanya Yora pada Hana yang terdengar seperti ledekan ditelinga Hana
“Yang bener aja, ngapain dia nyariin aku?” tanya Hana sedikit sewot pada Yora
“Mana aku tau, kamu coba samperin aja dia, kali mau ngomong sesuatu sama kamu, aku mau ketoilet dulu” ujar Yora yang lebih dulu keluar dari ruangan itu dan tersenyum singkat saat bertemu Mark diluar
“Eh Yora, tungguin dong” kata Hana yang langkahnya kemudian terhenti sekon berikutnya saat ia mendengar Mark memanggilnya
“Kak…”

            Yang benar saja, Yora itu orangnya tidak akan benar-benar bisa dipercaya, apalagi kalau ia tahu ada momen penting didepannya. Ya, ia tidak benar-benar pergi ke toilet seperti yang dikatakannya pada Hana beberapa menit yang lalu. Badan mungil Yora bahkan masih dapat dilihat oleh Hana dan Mark yang saat ini berdiri berhadapan didepan ruang melukis.

            Lupakan soal Yora yang sekarang sudah tak nampak disana. Saat ini Hana menatap Mark yang justru malah seperti jadi tidak berani mengangkat kepalanya. Kedua tangannya ia sembunyikan dibelakang punggung, sementara pikirannya terus berputar putar mencari kata-kata yang pas untuk diutarakan pada perempuan yang tidak lebih tinggi dari Mark walaupun Mark tau perempuan itu adalah kakak kelasnya.

            “Mark? Kenapa? Kok diem?” pertanyaan Hana sukses membuat Mark sedikit terkejut
“Anu, kak, ini, aku…” dengan ragu dan tangan yang bergemetar, Mark mulai menunjukkan salah satu tangannya yang membawa sebuah benda pada Hana
“Wah, apaan ini kok bagus?” tanya Hana yang meletakkan kedua tangannya didepan mulutnya, takjub
“Aku beli ini pas ke Amerika kemarin buat oleh-oleh, semoga kakak suka” kata Mark yang masih belum berani menatap manik kecoklatan milik Hana
“Jadi ini buat aku?” tanya Hana dengan suara lembutnya yang khas
“Yaa…begitulah, tapi aku ada maksud lain, aku mau bilang sesuatu ke kakak” kata Mark yang sekarang mulai memberanikan dirinya untuk menatap mata Hana
“Bilang apa?” tanya Hana santai sambil tersenyum dengan manis membuat jantung Mark semakin meledak-ledak seperti bunyi bass drum yang selalu ia mainkan saat latihan band diruang musik sekolah
“Aku…sebenernya…kakak tau kan kalo kita udah satu tahun jadi adik dan kakak kelas…”
“Iya terus?”
“Aku… sebenernya diem-diem kagum sama kakak, apalagi kalo liat kakak lagi ngelukis, makanya aku suka curi-curi waktu buat liat kakak ngelukis, termasuk bolos pelajaran, jadi aku boleh gak minta kakak jadi pacar aku?”

            Waktu seakan berhenti untuk sesaat, sekarang bukan hanya Mark yang merasakan jantungnya yang akan copot. Hana juga jadi seperti kehilangan kata-kata untuk diutarakan. Mereka canggung untuk beberapa saat dan Mark justru malah nyengir dan menggaruk kepala bagian belakangnya yang sama sekali tidak gatal saat suasana tidak kunjung mencair.

            Mark sontak terkejut saat salah satu tangan lembut Hana menyentuh pundak Mark. Lagi-lagi senyuman itu seperti tidak mau pergi dari wajah cantik Hana. Setelah menghela nafas panjang dan membuangnya perlahan, Hana bicara pada Mark soal pertanyaan Mark barusan disusul mata sipit milik pemuda belasteran Amerika-Korea itu yang sekarang membulat sebisanya.

            “Mark, sebelumya makasih banyak oleh-olehnya, aku suka banget, ngomong-ngomong, kamu jangan bolos demi liat aku ngelukis dong, gak baik tau, ohya, kamu mau tau sesuatu juga gak?” tanya Hana pada Mark lagi-lagi terseyum
“Eheh iyadeh kak, maaf, abisnya aku kan mau liat kakak yang bahkan tetep keliatan cantik banget kalo lagi ngelukis. Tau apa kak?”
“Aku secantik itu, ya? Kupikir Yora benar kalau dia bilang aku itu seperti Monster. Ohya ngomong-ngomong, aku juga suka sama kamu, kamu inget kan pas itu kamu telat dan malah dihukum sama kak Yora buat jadi pemimpin upacara pas mos?”
“Oh iya kak, itu udah lama baget si, kok kakak sabar banget si punya temen kaya kak Yora? Eh tunggu, kakak suka sama aku juga?” mata Mark kembali membulat
“Dia sahabat aku. Well soal suka juga sama kamu, sayangya iya sih, Mark” kata Hana
“Jadi, artinya, kakak mau jadi pacar aku?”
“Iya, aku mau kok, Mark” kata Hana pelan-pelan
“Apa kak aku gak denger?” Mark usil mendekatkan telinganya kemulut Hana
“Iya, Mark Lee! Aku mau jadi pacar kamu!” teriak Hana
“Haha, makasih banyak ya kak!” Mark lantas ikut berteriak
“Udah yuk balik kekelas, nanti ada yang curiga loh sore-sore gini ada teriakan didekat ruang musik”
“Yaudah, kalo gitu kita ketemu didepan gerbang sekolah, aku anter kakak pulang pakai sepeda mau kan?”
“Mau banget lah. Eh Mark, manggilnya jangan ‘kak’ dong, kan kita udah pacaran, paggil nama aja” pinta Hana sembari menunjukkan wajah melasnya yang sangat imut menurut Mark, membuat Mark jadi semakin gemas dengan gadis Jung itu
“Kalo aku panggil sayang boleh ga?” tanya Mark dengan tatapan menggoda pada Hana sembari merangkul pundak kekasihnya
“Eheh boleh-boleh aja sih” ujar Hana malu-malu membuat sore itu disekolah terasa begitu indah bagi dua sejoli yang baru saja menjadi sepasang kekasih.

tbc

Advertisements

3 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 1)

  1. WOI MARK, NGAPAIN LO SORE2 MALAH NEMBAK CEWEK. SAMPE SOK2AN MAU NGANTERIN PAKE SEPEDA LAGI. XD

    oke, preludenya gak enak ya kak(?) Yamakoo, hehe habis kesannya Mark di sini imut banget sih. Amel di sini cuma mau koreksi dikit, penggunaan “di” sebagai penunjuk tempat itu dipisah ya Kak, misal : di depan, di belakang, di sekolah dst. Tadinya mel pikir itu termasuk typo lho, tapi ternyata sampe selesai semuanya begitu. Atau mel yg kurang teliti, tapi mel lihatnya gitu semua sih. Hehe
    Ficnya punya vibe yg remaja banget terus kesannya santai dan ringan. Pluss fluff-nya juga kerasa. Cuma, karena kesalahan tulis jadi kurang nyaman dibaca. Oke, segitu dulu dariku, sorry kalau dateng2 udah cerewet aja, XD

    Fighting! 😀

    Liked by 1 person

  2. Ya ampun, pas baca ini langsunf keinget temenku yg dulu pernah dikasih oleh2 sama cowok dan ujung2nya ditembak 😀 Mark & Hana unyu deh :v Aku beberapa kali salpok sama percakapan mereka berdua, soalnya berasa lokal hehehe

    Mark, boleh dong aku juga dianter pulang naik sepeda :v

    Tapi entah ini cuma perasaanku atau apa, tapi aku nganggep alurnya kecepetan. Dan mungkin perlu beberapa koreksi buat typo nya ^^

    Semangat kak!!!

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s