[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 6)

my lesbian roommate

My Lesbian Roommate by Mingi Kumiko

{ Cast : Jaehyun, Chaeyeon, Yeri, and Eunwoo | Genre : romance, hurt/comfort, college life | Rating : PG-17 }

Previous Chapter

Page 1 | Page 2 | Page 3 | Page 4 | Page 5

.

.

.

“Temani aku tidur…” ucap gadis itu dengan raut memelas.

Jaehyun langsung menelan ludah dan ia dapat memastikan bahwa matanya terbelalak sangat lebar. Chaeyeon baru saja minta untuk ditemani tidur. Dia tidak salah dengar, ‘kan?

Aduh, bagaimana ini?

Pikirannya mendadak kacau. Ini buruk dan tak dapat diatasi. Meskipun dalam kondisi ini Chaeyeon sama sekali tidak bermaksud menaikkan hormon testosteronnya. Dan gadis itu tidak bisa disalahkan apabila ia minta Jaehyun tidur seranjang dengannya malam ini.

“Oke…” dengan berat hati Jaehyun menyanggupi permintaannya. Sebisanya ia memberi sugesti pada dirinya agar dapat menahan diri. Meski bukan perkara mudah, namun tak ada hal lain yang bisa Jaehyun lakukan selain membaringkan tubuhnya di tepi kasur. Memangnya dia akan melakukan apa? Secara diam-diam menggerayangi tubuh Chaeyeon saat gadis itu sudah terlelap? Atau mengendusi aroma wangi yang menguar dari rambutnya?

Tidak, tidak. Jaehyun bukan seorang maniak semacam itu. Bukan, semoga saja.

***

Pagi ini tak seburuk—atau lebih tepatnya semesum—yang Jaehyun pikirkan semalam. Karena sudah kelewat ngantuk, beberapa saat setelah ia membaringkan tubuh, matanya pun langsung terpejam dan tubuhnya tidak sama sekali berubah posisi—bahkan tidak memeluk guling dan tetap berada di tepian kasur.

Sela yang membentang di antara Chaeyeon dan dirinya pun diisi oleh guling. Ditambah lagi, si gadislah yang lebih dahulu terbangun—biarpun kejadian ini cukup langkah karena biasanya Jaehyun selalu bangun lebih dulu—jadi lelaki itu tak memiliki kesempatan untuk menatap wajah Chaeyeon di pagi hari.

Oke, anggap saja Jaehyun terlalu sering menonton serial romansa hingga caranya berpikir tentang alur kehidupan begitu dramatis.

.

.

.

Cha Eun Woo tengah memfokuskan pandangannya ke layar monitor di hadapannya. Berhubung masih pagi dan tenaganya masih utuh, ia memutuskan untuk mengolah data yang Jaehyun kirimkan kemarin.

Eunwoo terus tercengang saat membaca baris per baris dari tulisannya. Pasti Jaehyun telah mengalami banyak hal selama menjadi roommate seorang lesbian. Terlihat dari banyaknya fakta-fakta baru yang tak pernah ia tahu terdapat pada e-mail kiriman Jaehyun.

“Eunwoo oppa!” sebuah suara cempreng menginterupsi konsentrasinya. Buru-buru ia menutup aplikasi pengolah kata yang sedang ia buka untuk menjaga kerahasiannya.

Pemuda Cha itu mendapati seorang gadis mungil bersurai kecoklatan tengah melongokkan kepalanya dari belakang pintu.

“Jaehyun oppa mana?” tanyanya sambil celingukan. Eunwoo lantas beranjak dari kursinya untuk menghampiri gadis itu.

“Dia tidak ada di sini, Kim Ye Rim.” jelas Eunwoo.

“Terus, di mana?”

“Pokoknya dia lagi sibuk, enggak bisa diganggu.” Eunwoo kembali menegaskan.

Aish, padahal aku sudah capek-capek membuatkannya dosirak.”

Otot mata Eunwoo pun lantas tertarik ke bawah. Terlihat olehnya sebuah tas yang ia duga berisi kotak makanan.

“Ya sudah, kalau begitu aku kembali dulu.” Yerim berbalik dan berlalu dari hadapan Eunwoo. Namun dengan cepat pemuda itu mencegahnya pergi.

“Tunggu, tunggu…” katanya.

Yerim menatap pemuda itu sambil memiringkan kepala, “Ada apa?”

“Kau, kan, sudah jauh-jauh ke sini… Daripada sia-sia, lebih baik dosirak itu buatku saja, oke?” ucap Eunwoo sambil menyengir tanpa dosa.

Dahi Yerim langsung mengerut, “Enak saja!” semprot gadis itu.

Aish, seorang gadis tidak boleh makan makanan seperti ini, nanti jadi gendut.” oceh Eunwoo. Mendengar itu, Yerim langsung naik pitam. Namun ia lebih memilih mengontrol emosinya. Karena ia pikir, marah-marah pada Eunwoo sama sekali tak ada gunanya dan cuma buang-buang tenaga.

“Oke, aku akan berikan dosirak ini padamu. Tapi oppa harus kasih tahu di mana Jaehyun oppa sekarang.”

Mata Eunwoo langsung berbinar. Saat Yerim lengah, ia segera menyahut tas yang Yerim pegang dan kini dosirak itu pun berhasil ia renggut.

“Jaehyun sedang melakukan penelitian di tempat yang saaaaaaangat jauh. Sudah jelas, kan? Terima kasih, ya!” tandasnya dan buru-buru menutup pintu ruangan, kemudian menguncinya rapat-rapat. Tak ia hiraukan Yerim yang kini menggedor-gedor pintu sambil menyumpahserapahinya.

Eunwoo pun membuka kotak bekal warna hijau itu. Sepasang maniknya sontak berseri-seri setelah melihat lauknya. Telur dadar, sosis, dan tahunya benar-benar terlihat seperti dimasak dengan kematangan sempurna. Ditambah dengan kimchi segar serta bola-bola nasi yang bercampur nori, membuat nafsu makan Eunwoo semakin meningkat dan tidak sabar mencicipinya.

“Bagaimana mungkin gadis sekekanak-kanakan dia bisa memasak makanan seenak ini?” heran Eunwoo setelah sesuap bola-bola nasi masuk ke kerongkongannya.

Cha Eun Woo tentu sangat mengenal kepribadian Kim Ye Rim. Bagaimana tidak, dulu, saat Jaehyun masih berpacaran dengannya, pemuda itu selalu membawa masalah percintaannya ke kantor—jadi tidak konsen bekerja dan terus memasang raut murung.

Sampai suatu ketika Jaehyun sudah benar-benar lelah dan tak tahu lagi cara mengatasi sifat manja dan tidak dewasa milik gadis Kim itu dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Yerim tentu tak bisa menerimanya semudah itu, ia selalu mengatakan bahwa Jaehyun adalah satu-satunya baginya. Namun Jaehyun tidak peduli, ia yakin berpisah dengan Yerim adalah keputusan terbaik untuk dirinya—dan ia tidak peduli apa yang terbaik untuk mantan kekasihnya.

Sia-sia sudah usaha Yerim bangun pada dini hari hanya untuk memasak makanan spesial untuk Jaehyun yang-secepatnya-ia-harap-bisa-kembali-ke-sisinya-seperti-sedia-kala. Serebralnya digandrungi rasa penasaran. Kenapa Eunwoo mesti repot-repot menutupi keberadaan Jaehyun kalau hanya untuk urusan kerja?

Ponsel yang ia selipkan di saku mantel tiba-tiba bergetar cukup panjang, menandakan ada sebuah panggilan masuk. Sekilas ia lihat siapa yang menelepon, lantas menyeret tombol hijau ke kanan untuk menyapa seseorang yang berada di seberang sana.

“Saeronie, ada apa? Enggak sibuk, kok. Jadwal kuliahku kosong hari ini. Ke mal? Kayaknya itu ide yang bagus. Ya sudah, nanti sore kita ketemuan di sana, ya…”

Setelah obrolan singkat via telepon genggam itu berakhir, Yerim pun memutuskan untuk pergi ke cafe di depan Easy Smart Corporation. Setidaknya jika ia akan mendapat kesegaran kopi serta kursi untuk duduk jika memasuki kafe itu.

.

.

.

“Ji… kita pergi belanja, yuk?” kata Chaeyeon di sela aktivitasnya menonton acara musik di televisi. Jaehyun yang hanya bermain ponsel di atas kasur pun sontak menghentikan kesibukannya.

“Belanja apa?” tanyanya.

“Aku pengin punya hairpin seperti yang dipakai Jennie Blackpink. Lihat, deh! Lucu.” Chaeyeon mengibas-ngibaskan tangannya, memberi isyarat pada Jaehyun agar datang menghampirinya.

“Bukannya kau sudah punya banyak, ya?”

Aish, Ji… tapi aku belum punya yang model begitu. Memangnya kau enggak punya hobi mengoleksi benda-benda apa, kek, gitu?”

Jaehyun bergeming sejenak. Kalau dipikir, dua tahun belakangan ia cuma fokus mengkaji berbagai jenis skripsi sebagai sumber inspirasinya agar tidak mengalami macet ide saat sedang menggarap pesanan.

Ia jadi lupa apa saja yang telah ia lakukan sebelum dirinya bergabung di Easy Smart Corporation. Terakhir kali ingat, ia hobi sekali mengoleksi aksesoris untuk Kroong—anjing peliharaannya. Namun tidak lagi setelah ia pindah ke ibukota untuk bekerja dan harus meninggalkan Kroong bersama keluarganya di kampung halaman.

“Enggak ada.” tandas Jaehyun singkat.

“Yah, mana seru? Eh, bagaimana… kau mau ikut denganku, enggak?”

“Boleh, deh.” Jaehyun mengangguk ringan.

“Oke, kalau begitu ayo kita siap-siap berangkat.”

.

.

.

Koleksi penjepit rambut di sebuah kios yang ada di mal itu jauh lebih lengkap dari toko kecil yang mereka kunjungi tempo hari sebelum datang ke komunitas lesbian. Chayeon tentu makin dibuat pusing karena ia tidak mungkin membeli semua penjepit rambut yang terlihat menarik di matanya.

“Jangan maruk. Tujuanmu ke sini, kan, cuma mau mencari hairpin yang mirip dengan Jennie Blackpink.” kata Jaehyun, seakan ia dapat membaca situasi bahwa kawannya itu hendak meraup semua jepit rambut di toko itu.

Chaeyeon mengembuskan napas berat, untung ada Jihyun yang mengingatkannya tepat waktu. Kalau tidak, mungkin separuh dari uang jajan bulan ini sudah akan ia serahkan kepada penjaga kasirnya.

“Kau enggak beli apa-apa, Ji?” tanya Chaeyeon. Yang diberi pertanyaan pun menggeleng mantap. Memang, sih, dia harus bertingkah semirip mungkin dengan perempuan. Tapi sungguh, ia tak punya ide dengan pernak-pernik menggemaskan yang ia dapati sejauh matanya menyusuri seluruh penjuru toko.

“Aku lagi nabung.” jawab Jaehyun singkat. Dahi Chaeyeon terkerut, “Buat apa?”

“Beli semua versi album BTS yang baru, biar tahun ini mereka menang Daesang lagi.”

Entah dari mana ia mendapat ide untuk menimpali pertanyaan Chaeyeon dengan jawaban sekonyol itu.

“Oh, begitu… Semoga kau dapat PC oppa favoritmu, ya, Ji.” balas Chaeyeon dengan penuh ketulusan.

Setelah keluar dari kios yang menjual aksesoris dan alat-alat rias itu, Chaeyeon dan Jaehyun pun memutuskan untuk mampir ke game station dan bermain di sana. Mereka berjalan beriringan dan memasuki lift bersama.

“Sepuluh koin cukup, enggak?” tanya Chaeyeon pada Jaehyun.

“Terserah…” jawab Jaehyun sekenanya. Gadis itu pun akhirnya memesan total sepuluh koin pada karyawan bertopi hitam itu.

Chaeyeon bilang ia ingin bermain Dance Revolution. Karena game itu harus dimainkan oleh dua orang, maka Jaehyun pun mengiyakan ajakannya untuk main bersama.

“Kiri! Kiri! Ayo cepat, huuuaaa…” Chaeyeon berseru kegirangan dalam usahanya menginjak lantai yang menyala. Jaehyun cuma menanggapinya dengan senyum tipis, gadis itu sangat menggemaskan.

Ronde pertama telah berakhir dan mereka tak berhasil meraih score tertinggi. Chaeyeon kembali memasukkan koin ke permainan yang sama. Sembari menunggu game siap dimainkan, Jaehyun pun sedikit melakukan peregangan pada tubuhnya yang mengeluarkan banyak keringat. Ia memutar badan serta lehernya hingga ia dapat melihat apa yang ada di belakangnya.

Saat itu juga ia langsung dibuat terbelalak.

Sial, aku tidak salah lihat, ‘kan? Kenapa mereka ada di sini?

tbc…

Selamat datang nyai Yerim :3
Makasih buat yang udah mau baca, jangan lupa komen ^^

Ehhh btw, ada yang suka produce 101 gak? Mau promo, baca FF ku dong… tinggal klik gambarnya aja untuk menuju ke cerita atau klik linknya, makasih 🙂

PRODUCE 101 Fan Fiction by undefined
 Read 
Struggle『kang daniel』 by undefined
Read 

 

 

 

Advertisements

28 thoughts on “[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 6)

  1. akhirnya rilis juga *-*
    waaah ga sia” aku bolak-balik liat e-mail nunggu ceritanya di publish

    seperti biasa lel ~
    it’s really really fuckin’ awesome ❤ ❤
    moment jaeyeonny manis bgt *-*
    ditunggu next chap (y)

    Like

  2. “Beli semua versi album BTS yang baru, biar tahun ini mereka menang Daesang lagi.”

    Kita samaan Jae, kita support uri kookie ^^

    Sebenernya aku ga suka FF yg ngeship antar Idol (ngerti ga maksud w ??)
    Tapi ga tau kenapa so far cerita ini tetep enak di baca, aku ga menganggu ama cast-nya.
    Well done author ^^
    Keep writing yah ^^

    Like

    • support BTS lah masa jjk doang :v
      aku ga bisa pake OC kalo ff chaptered, tau sendiri kan strugglenya itu gimana… harus teguh pendirian, imajinasi harus kuat. Kalo OC mukanya suka burem di otak, enak pake idol mentereng jelas. JaeYeon kan juga ada hubungan di real life kyaaaaaa XD
      thanks udah baca ya ~ ^^

      Like

  3. Huanji bobok bayeng ceritanya -_- Hati ini loh ndak kuat, padahal cuma di ff, nggak kebayang kalau mereka main drama sungguhan -_- Arrgghh Eunwo-ku kenapa dikau vangzad syekaleee~ Tapi aku ciendtah ❤ ❤ ❤ Teruskan sikapmu untuk mengganggu mbak Yerim 'kay? (y)

    Btw, entah kenapa aku suka loh sama karakternya Yerim di sini, selain karena bias, dia emang cocok banget punya peran centik kekanakan kayak gitu :v Ini yg kutunggu-tunggu akhirnya Yerim come here juga meskipun perannya rada nyebelin sih -.,- UNTUNG BIAS -.,-

    Itu yang dilihat Jaehyun pas di ending itu Yerim atau Saerom? Atau dua-duanya? Soalnya sebelumya Yerim & Saerom kan teleponan tuh, mau belanja. Eh? Iyakah? (mode sotoy)

    Udah, segitu dulu aja HAHA sebenarnya masih mau cuap-cuap sambil lempar meteor garden, habisnya suka nggak kuat kalau lihat Jae – Chae. Mentolo tak pites, terus tak uncalno nanng Rusia -_-

    Wassalam

    Like

    • Oke, kita tunggu saja Chaeyeon Jaehyun main drama bareng, awalnya delusi ntar lama2 juga real kaya Myungsoo dan Krystal wkwkwk
      Aku malah merasa berdosa krn selalu menistakan yerim dan membuatnya mencintai Jaehyun secara sepihak huhuuu
      Siapa yaaaa ~~~ makasih ya Ji udah mampir 🙂

      Like

  4. Hai, Lel! Sorry ya baru muncul hehehe.

    Eaaaa~ JaeYeon bobok bareng. Untung bangun bangun masih lengkap ya (?) Wkwkwkw.

    Dan, si dedek kecil Yerim akhirnya muncul. Cocok sih visual dia buat peran ‘gigih mengejar oppa sampai ujung dunia’ (?). Cha Eun Woo… Jangan kebanyakan ngegoda Yerim, ntar cinta wkwkwk.

    Haaaah~ penasaran gimana akhirnya Jaehyun ketemu lagi sama Yerim. Ditunggu next chapter nya yaa 🙂

    Like

  5. Hai kak lely,wah ff nya bagus kak,tapi kok kependekan yah? Hehehehehe….suka jaehyun sama chaeyeon apalagi DIA dah comeback. Btw aku suka Euiwoong kak. Fyi. Buat ff euiwoong dong kak. Sekian komenan ku yang ngga mutu dan ngga nyambung ini ditunggu next chapnya…

    Liked by 1 person

  6. Bagus banget ceritanya…. dari chapter awal sampe sekarang makin seru….. antimainstream bgt. gak kebayang jaehyun jadi cewe, badannya keker(?) gitu :v penasaran chapter selanjutnya. di tunggu next chapternya ya kak 🙂 Keep Writing.
    Oh ya, aku juga suka produce 101, suka sama Bae Jin Young, ada ff nya gak? kekeke
    Maaf baru post comment kak…. mian mian

    Liked by 1 person

    • Yeayy makasih udah suka 😉 jae aslinya cantik cuma badannya sang namja emang wkwk
      Ada kok. Jinyoung aku masukin trilogi sama hyunbin dan hyeongseob hehehe
      itu kamu klik aja yg covernya jihoon, sebenernya itu kompilasi ff produce 101 aku jd satu, tapi covernya jihoon krn dia top 1 hahaha
      Makasih yaaa udah baca 🙂

      Liked by 1 person

  7. Amel nyadar kalo telat banget bacanya, tapi gwenchana lah ya, wkwkwkwkwk

    Btw, kaklel pas bikin chapter gak mau pake OC karena susah visualisasinya, mel susah karena siapa tahu lupa jalan ceritanya kalo bikin chapter, wkwkwkw tiba-tiba di tengah cerita, authornya amnesia, terus lupa sebenarnya ceritanya kayak apa. Lupa mana tokoh utama, lupa semuanya XD

    Diriku merasa tertantang bikin chapter nih jadinya. Oya, terus gegara dicekokin chapternya jung couple ini sekarang aku jadi rada ngeship mereka sih, hihi belum hardship ya, baru tertatih mendalami dunia jung couple wkkwkwkwkw

    Dadahhh mo otw next chapternya XD

    Liked by 1 person

    • iya meeell gwaenchana kamu baca aja aku sudah seneng huhuhu
      aku biasanya juga lupa sih tapi ya buat mengantisipasi aku bikin page baru, aku ketik paling engga satu atau dua baris percakapan trs dikembangin kalo emang udah ada alur untuk melanjutkan. aku bahkan nulis itu kadang cuma kepikiran oneshot ehh kok tetiba berbuntut panjang wkwkwk

      asyiqueee jaeyeon squad nambah!!! yuk yuk bikin aliansi sendiri XD

      makasih mel udah baca ~~ ^^

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s