[NCTFFI Freelance] Beauty Devil (Oneshot)

Tittle: Beauty Devil

Cast: Jaehyun, Luna

Genre: Romance, Fantasy

Author: syifafauziasa / Unicorn_Lays(Wattpad)

———0000——-

Suasana rumah sakit itu nampak lenggang hari ini. Beberapa perawat beserta dokter berlalu lalang menyelesaikan pekerjaan nya masing masing tanpa mereka ketahui jika ada beberapa mahluk yang juga ikut berlalu lalang disekitar nya. Mengerjakan tugas dari Sang Pencipta. Namun, tidak dengan kedua mahluk berbeda ini.

“Kenapa kau mengikutiku?!  “

Seruan tajam itu dilemparkan pada seorang gadis dengan pakaian serba hitam yang dikenakanya. Kontras sekali dengan sayap besar dikedua sisi tubuhnya.

“Kenapa? Sudah kubilang kan kalau aku tertarik padamu, Tuan malaikat. “Seriangai si gadis dengan ekspresi menggoda.

Ck! Menjauhlah dariku, Iblis! Kau. menghambat. pekerjaanku.  “Balas Jaehyun penuh penekanan.

Luna terkekeh geli mendengar ucapan tajam Malaikat tampan dihadapanya ini. Bukanya takut, tapi Iblis cantik ini malah berjalan mendekat pada Jaehyun dan dengan sengaja menyentuh lengan kekar lelaki itu.

Mengabaikan sengatan panas yang dirasakanya -efek dari tubuh keduanya yang diciptakan dari partikel yang berbeda-.

“Bukankah pekerjaanmu sudah selesai, hm?  Bagaimana jika kita menghabiskan waktu kita berdua— ” Luna menjinjitkan kakinya. “Dengan panas. Hhhh~ “bisiknya nakal ditelinga Jaehyun. Dan dengan sengaja menghembuskan nafas halus ditelinga pria itu.

Jaehyun berdecak kesal lalu mendorong tubuh Luna.

“Aku tidak tertarik. Dan tolong menjauhlah dariku, Panas tubuhmu menyengat kulitku, Iblis! “

“Bukankah ini menarik? Aku menyukai sengatan panas itu, Jae. Rasanya sangat erotis dan menggoda.. “balas Luna tersenyum cabul.

Jaehyun memutar bola matanya jengah lalu kakinya melangkah meninggalkan Luna dibelakang.

“Hey! Walaupun kau dingin padaku, aku pastikan akan membuatmu takluk dibawah kakiku, memujaku seperti yang dilakukan budak budak manusia bodoh! Lihat saja Jaehyun! “seru Luna keras.

Jaehyun yang mendengar seruan gadis iblis itu hanya mendengus. Tanpa membalas seruan tersebut yang menurutnya konyol dan tolol.

Jangan lupakan kalau dia adalah seorang malaikat. Yang otomatis dia tidak punya nafsu apalagi cinta. Berbeda dengan gadis iblis itu.

Setelah Jaehyun menghilang dari balik pintu rumah sakit, Luna memutuskan untuk tidak mengikuti malaikat itu pergi.

Nanti. Ada saatnya ia akan kembali mengikuti malaikat itu setelah pekerjaan nya yang ini selesai.

“Hey lihat! Bukankah itu adalah anak terkutuk dewa yang menjadi iblis? “

“Ya, kau benar. Kasihan sekali dia, harus menanggung hukuman Ibunya karena berselingkuh dengan banyak dewa. “

“Yah menjadi seorang dewa juga tidak menjamin untuk tidak berbuat dosa. Sekalipun kita yang diciptakan dari cahaya. Tidak ada yang menjamin hal itu.”

Luna mendengar itu. Sangat jelas.

Bagaimana kedua malaikat itu membicarakan dirinya. Dan Luna sangat sangat membencinya. Luna bisa saja mengabaikan itu seperti yang sudah sudah, tapi kali ini ia sudah muak.

“Bukankah kalian ada pekerjaan lain? Kenapa malah mengurusi kehidupanku, hm? “

Dengan secepat cahaya, Luna mendekati kedua gadis yang merupakan malaikat itu dengan senyuman santai andalan nya namun tetap berbahaya.

Kedua gadis itu mengerut takut. Kekuatan yang dimiliki Luna tak hanya kekuatan dasar para iblis yang biasanya punya tapi dia juga mempunyai beberapa kekuatan warisan dari para dewa.

Yang otomatis dia menjadi salah satu iblis terkuat dan ditakuti.

“Ma—maaf..  Kami tidak bermaksud…”cicit keduanya ketakutan.

Luna tersenyum meremehkan pada kedua malaikat itu. “Pergilah! “

Kedua gadis malaikat itu langsung Menjauh dari Luna seperti anak ayam.

“Menyebalkan! Malaikat mana yang malah membicarakan iblis dibelakangnya? Terkutuk! Sial! Keparat! Brengsek!  “Umpat Luna geram.

Gadis iblis itu segera pergi menuju salah satu ruangan yang dihuni oleh seorang manusia dengan catatan amal hidupnya yang buruk sedang menjemput ajalnya.

Ya, tugas seorang iblis adalah menjemput manusia yang memiliki catatan amal keburukan terbanyak dan mengirimnya kedalam neraka untuk menjadi satu dari sekian ribu juta budaknya disana. menyiksa mereka atas pembalasan hidupnya selama di dunia.

Setelah menyelesaikan tugas terakhirnya, ia langsung melesat pergi menuju tempat dimana malaikat itu berada.

Setelah sebelumnya dia menggunakan kekuatan dewa nya dengan memakai indra pendengarannya yang sangat tajam untuk mencari suara Jaehyun.

“Hai. “

“Kau mengikutiku lagi?! Dan bagaimana kau bisa menemukanku?! “teriak Jaehyun kesal.

Luna tersenyum jahil. Membuat paras cantiknya bertambah berkali lipat.

“mudah sekali menemukanmu, Jae. Aku sempat tidak menyangka kalau kau akan merubah dirimu menjadi manusia dan lucunya kau menjadi seorang idol. Waw..” Ucap Luna dengan senyum mengejek.

“Kau—- ” Jaehyun menarik nafas. “Bukan urusanmu. Sana pergi! “usirnya kasar.

“Eyy, jangan begitu. Aku kan sudah mengatakan padamu, kalau aku akan membuatmu tunduk padaku, Jaehyun. ” Luna mengedipkan matanya menggoda.

Gadis iblis itu memindai penampilan Jaehyun dari atas ke bawah.
Menilai penampilan ‘sisi manusia’ dari seorang malaikat tampan dihadapanya ini.

Tampan. Sangat tampan. dan sialnya setelah berkali kali dilihat tetap saja tampan.

Walaupun Jaehyun sudah menurunkan kadar level ketampananya menjadi lebih terlihat ‘manusiawi’.

“Kau tampan. “puji Luna tersenyum culas.

Jaehyun mendengus mendengarnya. “Aku tau. ” balasnya acuh.

“Hey! Seorang iblis sepertiku sangat jarang sekali memuji malaikat tau! Seharusnya kau mengucapkan ‘terimakasih’ karna pujianku. “seru Luna menatap tajam Jaehyun.

“aku tidak menyuruhmu memujiku kan? “Jaehyun melipat tanganya didada dan membalas tatapan tajam Luna.

Hell~ Untung saja kau adah satu satunya malaikat yang membuatku tertarik. Jadi aku, Si Iblis Cantik ini bersabar. “

“Terserah apa katamu. Sekarang pergilah! “

“Aku tidak mau! Aku ingin melihat penampilan mu menjadi manusia di panggung nanti, Jae. “tolak Luna.

Baru saja Jaehyun akan membuka mulutnya tiba tiba pintu terbuka dan menampakan seorang manusia berparas tampan yang berjalan mendekati Jaehyun.

“Ayo Jae. Penampilan kita akan segera dimulai. ” Ucap pria itu.

Luna berjalan mendekati pria itu dan meneliti penampilan pria itu sama seperti dia meneliti Jaehyun tadi. Dari atas kebawah.

“Sayang sekali dia hanya satu dari sekian juta manusia bodoh. ” komentar Luna langsung didepan wajah pria itu.

Beruntungnya pria itu tidak bisa melihat Luna, kalau saja dia bisa melihatnya pasti lelaki itu akan langsung tergiur melihat paras Luna yang sangat mempesona.

Jaehyun yang melihat kelakuan Luna hanya bisa berdecak dalam hati dan menahan tanganya untuk tidak menarik gadis iblis itu.

“Ya. Aku sudah siap, Taeyong hyung. ” Jawab Jaehyun tersenyum.

Mengabaikan tangan Luna dan sengatan panasnya yang kini beralih mengerayangi tubuhnya.

“Tubuh manusiamu bagus sekali, Jae. Tapi aku lebih suka tubuh mu saat menjadi malaikat. “Luna mengelus dada bidang Jaehyun sambil memandang nya dengan ekspresi mesum.

Jaehyun langsung menggerakan tanganya untuk menepis tangan Luna yang kini mengusap nipple nya. Iblis sialan.

“kau kenapa, Jaehyun? ” tanya pria yang bernama Taeyong itu heran melihat Jaehyun yang menggerakan badanya aneh.

Jaehyung berusaha tersenyum walaupun saat ini ia ingin sekali meneriaki iblis sialan cantik itu untuk berhenti mengerayangi tubuhnya. Bukan karna Jaehyun tergoda. Tapi karna sengatan panas saat Luna menyentuh tubuhnya membuat pria itu tidak nyaman.

“Tidak apa apa hyung. Ayo kita ke backstage, yang lain sudah disana kan? “

“Iya. Hanya tinggal dirimu, soalnya kau lama sekali di kamar mandi. Aku takut terjadi sesuatu dengan dirimu. ” jawab Taeyong dengan ekspresi cemas.

Jaehyun langsung menarik Taeyong keluar dari kamar mandi dan kembali meninggalkan Luna sendiri.

“Hahhhhh sayang sekali. Padahal aku yakin dia sudah mulai tergoda saat aku memainkan nipple nya. ” gumam Luna mendengus kecewa.

Setelahnya gadis itu kembali melesat untuk melihat penampilan Jaehyun setelah berubah menjadi ‘Manusia’.

Luna muncul di tengah ratusan gadis manusia yang sibuk berteriak dan membawa sejumlah barang yang menurut Luna aneh. Tak lama lampu panggung mulai menyala dan menyoroti sekumpulan pria berjumlah 9 orang dan salah satunya ada Jaehyun disana. Menari dan menyanyi.

Saat Jaehyun menyanyi, teriakan manusia lebih memekakan telinga Luna membuat gadis iblis itu harus menahan diri supaya tidak mengeluarkan kekuatan nya untuk membungkam mulut para manusia –sialan- ini menjadi membeku.

Malaikat brengsek.

Menurunkan level malaikatnya tidak ada pengaruhnya sama sekali. Teriakan para manusia tolol ini malah hampir menyaingi teriakan kesakitan para manusia yang disiksa dineraka.

Benar benar menyebalkan!

—–0000—-

“Bisakah kau meninggalkan pekerjaan manusia konyolmu itu? “tanya Luna kasar.

“Memangnya kau siapa menyuruhku begitu? “tanya Jaehyun dingin.

“Sial kau! Aku benar benar tidak menyukai para manusia bodoh itu. Mereka bahkan selalu berteriak heboh dan histeris sepanjang waktu tadi. apa mereka tidak sakit tenggorokan hah? Benar benar bodoh. Sangat bodoh. Terlalu bodoh. ” Gerutu Luna mencebikan mulutnya.

Jaehyun melirik sekilas pada gadis iblis campuran dewa itu. Mulutnya mempout kesal, membuat iblis cantik itu menjadi lebih menggemaskan dan lucu.

Kalau saja Jaehyun hanya manusia biasa dan bukan malaikat, ia pasti sudah terpesona dengannya.

“Jae, bagaimana tawaranku? Kau mau kan tunduk dan takluk padaku? Kalau kau mau, aku akan memberikan seratus budak manusia ku padamu dan aku akan memberikan kemakmuran dan juga kekayaan sepanjang hidupmu. ” tawar Luna menatap Jaehyun dengan senyuman menggoda.

Hahh iblis cantik ini…

Bahkkan mood nya sudah berganti dengan cepat.

“Bukanya kau yang sudah takluk padaku? Bahkan kau sampai mengikutiku ke apartemen. “balas Jaehyun.

Luna menyeringai mendengar balasan Jaehyun. Ya, iblis ini benar benar mengikuti Jaehyun sepanjang hari.
Tak dipedulikan pengusiran dan tolakan Jaehyun yang sudah berkali kali didengarnya.

“Kau tau.. “Luna beringsut mendekati Jaehyun. Membelai wajah malaikat tampan-nya yang sempurna.

“Seorang Iblis terbiasa menerima sesuatu yang bersifat timbal balik. Aku takluk padamu, dan kau juga takluk padaku. “Luna menusuri wajah Jaehyun dengan jari nya. Menggoda malaikat itu dengan sentuhan panasnya.

“Kau iblis. ” Jaehyun membiarkan tangan iblis itu membelai wajahnya.

Walaupun dia merasakan sengatan panas, tapi dia membiarkanya. Karna Jaehyun mulai sedikit terbiasa dengan rasa panas itu.

“Ya, aku tau. “Jawab Luna mengangguk setuju.

Gadis itu mengambil tindakan yang berani dengan duduk diatas paha Jaehyun.

“Aku malaikat. “

“Ya, aku tau. “

“Kau Iblis yang lahir akibat hukuman ibu mu, Dewi Aphrodite yang selalu selingkuh dengan para dewa. “

Luna terdiam. Ujung terdalam hatinya merasa sesak bercampur marah begitu Jaehyun mengungkit masa lalu terkutuknya.

“Ya, aku juga tau. ” bisik Luna didepan wajah Jaehyun.

Sekilas Jaehyun melihat ekspresi kesakitan Luna begitu ia dengan sengaja membahas masa lalu gadis iblis itu. Tapi dengan cepat ekspresi nya berubah menjadi seringaian nakal.

“Seorang iblis tidak pantas bersanding dengan malaikat. “

Luna semakin mendekatkan wajahnya pada Jaehyun, membelai pipi halus malaikat itu dengan erotis.

Pandangan iblis itu beralih pada bibir Jaehyun yang merah dan sedikit terbuka. Mengundangnya untuk berbuat sesuatu pada Malaikat tampan nya itu.

“Persetan! Aku tidak peduli! ” bisiknya setelah ia tidak bisa menahan diri untuk mendaratkan  bibirnya pada malaikat tampan itu.

Melumatnya pelan namun tetap menggoda. Sensasi sengatan panas yang dirasakanya seperti pemanis dalam ciuman nya.

Awalnya Jaehyun hanya diam. Tidak merespon sama sekali lumatan lumatan panas yang diberikan Luna. Tapi setelah beberapa lama akhirnya malaikat itu merasa tergoda untuk merasakan bibir iblis cantik itu sendiri.

Luna menyeringai senang saat Jaehyun melingkarkan tanganya dipinggang rampingnya dan menarik tubuhnya semakin dekat. Membalas ciumanya dengan lembut dan manis.

Oh! bahkan ini hanya sebuah ciuman, tapi kenapa Luna  sangat bahagia?!

“Akh! ” Ringis Luna begitu Jaehyun menggigit bibir bawahnya erotis.

Jaehyun merasa aneh dengan tubuhnya. Ia adalah malaikat yang tidak mempunyai nafsu. Tapi kenapa ia merasa sedikit bergairah pada iblis ini?!

Sial. Sial. Sial.

Dan anehnya ia tidak mau melepaskan pagutan bibirnya yang kini sedang menggigiti bibir atas Luna.

“Jae.. Hhhh…

Luna mendorong dada Jaehyun untuk melepaskan pagutan bibirnya. Bibirnya membengkak merah begitu juga dengan bibir Jaehyun.

“Aku tidak keberatan kalau kita berciuman sepanjang waktu. Malah aku sangat senang. Tapi, aku harus bernafas Jae! “

“Sejak kapan kau butuh bernafas? ” tanya Jaehyun sembari mendengus.

Luna merengut. “Aku pikir kau tidak akan membalas ciumanku. Tapi ternyata ini diluar dugaan! Wah.. Apakah tuan malaikat tampan ini sudah tergoda dengan iblis? “

“Ya. Aku mengaku kalau aku memang tergoda saat kau menciumku tadi. “

“Aku kira malaikat tidak punya hawa nafsu seperti iblis. ” Luna mengerlingkan matanya.

Jaehyun mendesah. “aku pun bingung dengan diriku sendiri. “

“Tidak apa-apa. Leluhurmu saja, Malaikat Lucifer mempunyai hawa nafsu. Aku pikir kau juga mempunyai itu. “

“Bicara apa kau ini, aku tidak ada hubunganya dengan Lucifer. ” Jaehyun menatap pupil coklat terang yang dimiliki Luna dengan intens.

Kenapa iblis ini mempunyai mata yang sangat indah?

“Jadi, kau sudah takluk padaku? “tanya Luna menyeringai menggoda.

“Tidak.”

Luna langsung berdecak kesal.

“Haruskah kita melakukan seseuatu yang lebih dari sekedar ciuman? Manusia mengatakan itu adalah sex. Bagaimana? Akan kulakukan apapun agar kau mau takluk dan tunduk padaku. ” tawar Luna.

“Tidak! Lakukan saja sendiri! ” balas Jaehyun.

“Malaikat sial kau Jaehyun! Bagaimana bisa aku melakukan nya sendiri saat aku ingin melakukanya hanya denganmu?! “

——0000—–

“Jae, kau sudah takluk padaku? “

“Tidak. “

“Jae, kau sudah tunduk padaku? “

“Tidak. “

“Kapan kau mau takluk padaku? “

“Dalam mimpi mu. “

“Sial kau! “

“Dan mau sampai kapan kau akan terus mengikutiku? “

“Sampai aku bisa membuatmu takluk padaku. “

“Tidak akan. “

Luna mendengus begitu mendengar ucapan Jaehyun. Sulit sekali menaklukan malaikat ini. padahal biasanya dia dengan mudah membuat takluk para manusia. Cih!

Jaehyun tersenyum kecil begitu Luna langsung diam mendengar ucapan nya. Iblis itu terus mengikuti nya kemana mana sejak terakhir kali mereka berciuman di apartemenya sebulan yang lalu. Dan kini, dia mengikuti juga ketempat ini. Tempat biasa Jaehyun menyendiri untuk menghabiskan hari nya dengan tenang.

Disebuah pulau tidak berpenghuni. dan belum terjarah oleh tangan manusia.

Jaehyun melirik iblis itu yang sedang membuat bola krystal dari air lalu melemparkanya ke laut. Kekuatan yang hanya dimiliki gadis iblis tersebut.

“Kenapa kau malah memilih pulau sebagai tempat menyendiri? ” tanya Luna. Setelah ia sudah bosan dengan kegiatanya.

“Karena air membuatku tenang. “

Ck! aku benci sekali dengan air. Mengingatkan ku pada dewa air sialan itu yang membuatku jadi seperti ini. ” bisik Luna pelan. Sangat pelan.

Tapi sayangnya Jaehyun mendengarnya dan ada sedikit rasa iba pada kehidupan gadis iblis itu.

“Jae, karna kita berada di pulau yang tak berpenghuni, Bagaimana kalau kita melakukan kegiatan panas seperti— sex misalnya? “

Luna mendekat pada Jaehyun, merangkul lenganya dan menyenderkan kepala nya pada bahu tegap yang dimiliki malaikat itu.

“Pikiranmu itu tidak bisakah jauh dari kata sex? ” cibir Jaehyun sinis.

“Aku kan iblis, Jae. Wajar saja bila pikiranku hanya penuh dengan kata sex, bercinta, making love, naena dan berbagai kegiatan panas lainnya. ” sahut Luna.

“Jadi bagaimana? Kau pilih kegiatan apa, Jae? ” tanya Luna dengan mengerlingkan wajahnya centil.

“Aku tidak mau! Aku bukan budakmu yang bisa kau rayu dengan mudah. “

Luna menggeleng kuat. “Aku tidak pernah ingin membuatmu menjadi budak ku, Jae. Kau berbeda. “

“Kau adalah iblis yang penuh tipu daya! “

“Iya aku memang iblis. Dan kau malaikat tampan. ” balas Luna santai.

“Tapi aku tidak pernah ada niat menipumu, Jae! “

Jaehyun menoleh kan wajahnya kesamping. Mata nya beradu pandang dengan iblis itu yang juga tengah mengadah memandangnya.

Wajah iblis itu sangat mempesona. Kulit seputih susu, rambut hitam legam layaknya bulu burung gagak, mata nya yang coklat terang, hidung mungilnya namun tetap bangir dan bibir merah nya yang penuh itu membuat Jaehyun berdecak kagum dalam hati.

Bahkan kalau bukan karena sayap hitam di kedua sisi nya, Jaehyun akan mengira kalau iblis ini adalah bagian dari malaikat.

Jaehyun menggeleng pelan, mengusir satu pikiran tolol nya yang tiba-tiba masuk dari otaknya.

Malaikat tampan itu hendak memalingkan wajahnya namun kedua tangan iblis itu menahan kedua pipi nya. Mendorong wajah itu mendekat dan menempelkan bibir itu pada bibirnya.

Refleks kedua nya menutup mata. Saling merangkul dan kembali mengabaikan sengatan panas yang membuat masing masing dari mereka tidak nyaman.

Jaehyun tau ini gila, bodoh, tolol, idiot dan tidak masuk akal. Bahkan baru beberapa menit yang lalu ia menolak gadis iblis itu, tapi sekarang ia malah menarik iblis itu semakin mendekat pada tubuhnya. Membalas ciuman nya dengan agresif. Berbeda sekali dengan ciuman mereka yang pertama.

Luna bahkan sudah menyeringai puas saat Jaehyun kembali membalas ciumanya. Bahkan lebih panas.

Hahh hahhh—-“

Keduanya melepaskan tautan bibir lalu saling memandang dengan bibir yang sama sama membengkak merah.

“Pfftttt Hahahahaha– “

Tawa keduanya meluncur begitu saja. Merasa lucu dengan keadaan masing masing yang sama berantakan.

Ini adalah tawa pertama mereka berdua. Dan ini juga adalah tawa pertama yang terasa sangat membahagiakan sepanjang hidupnya -menurut Luna-.

“Jae, aku tidak menyangka kalau kau akan membalasku lebih bergairah. ” celetuk Luna dengan siulan menggoda.

Jaehyun mengusap wajahnya kasar. Bingung dengan sikap nya sendiri. Terutama dengan akal sehat nya.

“Jujurlah padaku Jae. Kalau kau memang sudah takluk padaku. “

“Diamlah! Aku sedang bingung dengan pikiranku sendiri. “

Luna mengelus tangan Jaehyun lalu menggenggamnya.

“Apa? ” tanya Jaehyun. Tidak mengerti kenapa Luna menggenggam tanganya.

“Kau sedang bingung kan? Makanya aku memegang tanganmu. “

Jaehyun diam tidak membalas. Pikiranya kembali menerawang pada sikap nya tadi yang berada diluar akal sehat nya.

Sejak kejadian ciuman yang pertama itu, Jaehyun memang selalu terbayang pada iblis ini. Malaikat itu bahkan sudah menyangkal dan bersikap acuh berkali kali saat Luna mengikutinya setiap hari kemanapun dia pergi.

Menggoda dan merayu nya setiap saat.

“Apa kau tidak takut dengan hukuman yang akan kau terima nanti? ” tanya Jaehyun ditengah keheningan mereka beberapa saat tadi.

Tiba-tiba saja dia merasa penasaran dengan gadis iblis itu.

“Tidak. Untuk apa aku takut jika hidupku saja memang hasil dari hukuman. ” lirih Luna.

“Apa kau pernah menyesal dilahirkan menjadi seperti ini? “

Luna menundukan kepala nya dan menghembuskan nafasnya gusar saat mendapat pertanyaan seperti itu dari Jaehyun.

Mengingat kembali memori kelam nya yang selalu dipandang jijik oleh semua mahluk. Bahkan oleh ibu nya sendiri.

“Aku marah pada mereka. Mereka yang berbuat dosa dan aku yang harus menanggung hukumanya. Dulu aku menyesal kenapa dilahirkan seperti ini, tapi sekarang aku tidak menyesalinya. ” jawab Luna memandang wajah Jaehyun.

“Kenapa? “

“Karena terlahir menjadi mahluk seperti ini, aku bisa bertemu denganmu. “

Dan untuk pertama kali nya yang lain, Luna tersenyum tulus.

Jaehyun terpana. Perasaan nya menghangat dan Jaehyun merasakan suatu perasaan asing merasuk dalam hati nya. Tanpa aku sadari, Iblis ini sudah membuatku takluk sejak pertama kalinnya.

“Luna.. ” Jaehyun berbisik lembut.

Luna mengerjapkan mata nya kaget. Oh ini adalah pertama kalinya Jaehyun memanggil namanya!

Tangan Jaehyun terulur untuk menyalipkan helaian rambut Luna kebelakang telinganya. Mengelus rambutnya dengan lembut.

“Buat aku tunduk sepenuhnya padamu dan kita tanggung hukuman ini bersama…”

FIND

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s