[Vignette] Balada Johnny

Cd7o0joUkAALzmm

Written by iamsayaaa ©2017

Balada Johnny

Casts [NCT] Johnny and Taeyong ft [NCT] Taeil and Ten

Special performance [Berly OC] Mackenzie Lee

Genre Bromance, Friendship Lenght Vignette Rating PG-15

.

.

Ada dua kemungkinan saat laki-laki bersahabat begitu dekat. Pertama, mereka benar-benar sahabat sejati sehidup semati. Kedua, mereka homo.

♠♣♥♦

Johnny tengah galau setengah mati. Seolah badai tengah menghantam hidupnya yang biasanya lambat. Dimulai sejak seminggu lalu saat dirinya mendadak dijauhi teman-temannya, terutama kaum hawa. Bahkan sekelompok anggota cheers yang selalu setia menyorakinya kala bertanding basket, menguap tak bersisa.

Orang-orang memandangnya dengan tatapan ganjil sekaligus jijik. Apabila Johnny melintas, semuanya menyingkir. Terlihat jelas bahwa tak seorang pun mau berdekatan dengannya. Bahkan Taeyong, sahabatnya sendiri, menghilang bagai ditelan bumi. Tanpa kabar, tanpa sepucuk surat pemberitahuan.

Sumpah. Johnny memang tengah dirundung kebingungan. Tak tahu sebab musabab dia diperlakukan berbeda. Padahal, Johnny sudah memikirkan masak-masak, tak terlintas di ingatannya kalau dia pernah berbuat salah atau menyakiti orang. Sampai momen itu datang, saat seonggok fakta menyodok kewarasannya, Johnny baru sadar kalau hanya karena mulut seseorang yang kurang didikan itu berceloteh sembarangan, hidup orang lain bisa jungkir balik berantakan.

***

Sehari sebelumnya ….

“John, kamu langgeng ya sama Taeyong?” tegur Taeil, classmate-nya yang kebetulan bertemu dengannya di toilet.

“Langgeng?”

“Memang kamu belum dengar gosipnya?” Taeil memasang wajah serius, “Taeyong aja sampai pulang kampung gara-gara itu.”

Gosip apa? Dan yeah, jadi Taeyong pulang kampung? Pantes dicari-cari gak ketemu.

“Gosip apa, Il?”

“Jadi, gini … ”

Dan setelah Taeil menjabarkan gosip dari awal sampai akhir ditambah bonus prediksi-prediksi dan tanggapan pribadinya yang sepanjang rel kereta Seoul-Busan, hanya satu inti dari omong kosong yang diucapkan lelaki bermarga Moon itu.

Gosip kalau Johnny dan Taeyong dalam hubungan terlarang.

APA?!

GOSIP SAMPAH MACAM APA ITU?!

Rasanya Johnny ingin menenggelamkan Taeil ke toilet sekarang juga.

***

Begitulah. Bagaimana Johnny tidak stres coba? Padahal, rasanya baru kemarin saat dirinya bertemu muka dengan Taeyong, kawan seangkatannya, satu jurusan, satu kamar asrama pula. Lantas tahun demi tahun pun berlalu tanpa mereka sadari sampai gosip mengejutkan yang meledak bagai bom panci menghebohkan seluruh penjuru kampus.

Well, memang sih, persahabatan–bagai kecebong—mereka tampak sudah mencapai ambang batas kewajaran. Sedikit lagi menuju taraf abnormal, kemudian seluruh dunia akan menuding mereka sebagai dua makhluk kurang belaian yang memilih jalan pintas untuk mencapai kebahagiaan. Tapi, sumpah demi boxer bergambar Iron Man miliknya, Johnny tak pernah membayangkan dirinya menyukai Taeyong dalam level tak semestinya seperti yang orang tudingkan. Dan Taeyong, Johnny berani menjamin pemuda itu normal senormal-normalnya.

Yeah, seandainya mereka tahu ada banyak hal yang belum tersingkap. Oleh karena itu, berbekal passport yang nyaris kadaluwarsa, pemuda Seo pun terbang ke Thailand hendak mencari jalan keluar. Di luar dugaan, orang yang diajak ketemuan mangkir dari perjanjian. Sebagai gantinya, sesosok manusia bertopi fedora muncul menambah keresahan.

“Rasanya aku janjian sama Tern, deh, “ gerutu Johnny sembari memasang wajah cemberut.

Alah… sama aja, ‘kan,” jawab pemuda di hadapannya tak acuh.

Sama aja dari Bangkok. Chittapon kebangetan, ih.

Berlibur ke Thailand bukanlah ide buruk. Bencana dalam artian sebenarnya adalah bertemu dengan pria hampir tinggi bernama Chittapon, kemudian tak akan ada lagi jalan keluar. Atau seandainya bisa, setidaknya satu kaki atau tangan Johnny tak lagi ada di tempatnya.

Dan di sinilah dia, bergumul dengan pikiran miring sang sahabat yang mengaku tengah mencarikan solusi bagi masalahnya, Seo jangkung justru terduduk lesu di dalam mobil milik Chittapon alias Ten—sahabatnya sejak sekolah menengah pertama. Niatnya bertemu dengan Tern—adik Ten—lantas dicarikan calon jodoh buyar seketika.

Iya, tujuan Johnny ke Thailand memang untuk mencari perempuan. Jangan salah kira, Johnny memang berpikir kalau satu-satunya solusi untuk masalahnya adalah dengan dirinya memiliki kekasih. Kenapa dia tidak pulang ke Chicago saja? iyalah, Johnny tidak mau mamanya kepikiran juga gara-gara gosip ini.

Dan kalau dipikir lagi, Taeyong yang juga punya masalah yang sama malah kabur. Kalau sudah begini Johnny cuma bisa bersabar agar tak berburuk sangka padanya. Tapi, kan harusnya Taeyong mengajaknya mencari solusi misalnya dengan musyawarah atau voting. Ini malah Taeyong menghilang tanpa jejak.

Mobil Ten berhenti di depan sebuah bangunan kecil di antara padatnya bangunan lain. Seperti perkiraannya, Ten yang terlalu kreatif malah mengajaknya ke tempat begituan. Saat keduanya memasuki ruangan, suara musik menyambut bak genderang yang ditabuh dan orang-orang di dalam—kebanyakan perempuan—tengah bergoyang mengikuti irama musik beraroma disco yang kental. Pemandangan berating tujuh belas tahun ke atas menyusupi penglihatan keduanya. Lalu, sebelum Johnny melontarkan pertanyaan atau protes, Ten keburu menghilang entah kemana.

Sejemang kemudian, sebelum Johnny angkat kaki karena hilang kesabaran, Ten muncul bersama satu sosok mungil di sampingnya. Gadis dengan manik jingga itu langsung menghipnotisnya, ditambah gaun merah yang melekat pas di badan, sosok di hadapan Johnny membuat pemuda itu tanpa sadar meneguk salivanya sendiri.

“Cantik, kan?” bisik Ten di telinga Johnny.

“Cantih, sih,” jawabnya, “namanya siapa?” tanya pemuda Seo penasaran.

“Malika.”

Malika? Kok kayak pernah denger ya.

Akhirnya setelah proses tawar menawar ditambah iming-iming tidak penting dari Ten, Johnny sepakat untuk mengajak Malika untuk berjalan-jalan.

Siapa tahu cocok, begitu kata Ten.

Johnny cuma mengangguk, alih-alih menghargai usaha Ten dari pada membuat pemuda itu mencarikannya solusi dengan cara yang lebih parah.

“Mari, Kak. Katanya mau jalan-jalan,” ajak Malika.

Johnny terperanjat, sedikit heran kenapa gadis mungil seperti Malika bisa punya suara yang besar. Lantas, sebelum semakin larut, Malika yang juga bertugas sebagai tour guide, mengajak Johnny ke suatu hotel di dekat kuil.

Lho, kok ke hotel?

Lho, kok pesen kamar?

Johnny mulai merasa aneh, apalagi saat dengan begonya dia malah menuruti permintaan Malika untuk masuk ke kamar bernomor lima puluh enam. Kedua alisnya nyaris bertaut kala memperhatikan gerak-gerik Malika. Saat manusia di hadapannya mulai bertingkah ganjil, alarm dalam kepala Johnny telah bersiap untuk meraung.

“Eh, Kak, mau ngapain?” tolak Johnny begitu Malika mulai mendekatinya sembari melucuti satu persatu aksesoris yang melekat di badannya.

“Diam kamu. Nurut aja kenapa, sih,” tukas Malika tak peduli.

“Tapi, Kak … ”

Sebelum Johnny sempat protes lebih lanjut, sang lawan bicara telah berhasil menanggalkan penutup bagian atasnya. Eh, tapi kok ada yang aneh. Kok dadanya rata? Kok ada jakunnya? Kok tiba-tiba suaranya jadi nge-bass? Kok Malika jadi kayak laki-laki? Oh tidak, Malika ternyata memang …

“TIDAK!”

Menyadari bahwa wanita di hadapannya bukanlah wanita sebenarnya alias wanita jadi-jadian, Johnny langsung ambil langkah seribu. Lolongan kekecewaan dari sosok di belakangnya tak dihiraukan. Satu-satunya hal yang terlintas di pikirannya adalah melarikan diri sejauh mungkin.

Sambil terus mengumpat di dalam hati, Johnny hanya berharap semoga Tuhan mengirimkan bantuan untuknya. Pasalnya Johnny sudah lelah, apalagi saat menoleh ke belakang dan Malika masih mengejarnya sembari melambai-lambaikan kain rombengnya.

Dasar Chittapon sialan!

Belum sempat Johnny menemukan tempat persembunyian, seseorang tiba-tiba meraih tangannya dan menariknya ke kegelapan. Si penyergap yang bertubuh lebih pendek kepayahan menghadapi perlawanan Johnny yang tengah panik. Pada akhirnya, Johnny lah yang memiting sang lawan karena mengira dia salah satu dedengkot Malika.

“Taeyong?!”

Johnny menatap manusia di hadapannya—yang tengah mengaduh—dengan tatapan tak percaya. Lantas sebelum pemuda bernama Taeyong itu pingsan karena kehabisan napas, Johnny melepaskannya. Dia masih syok dengan kejadian tadi, namun bersyukur manusia di hadapanya adalah sang sahabat jiwa.

“Taeyong, kok kamu ada di sini?”

“Aku buru-buru nyusul saat tahu kamu pergi, John,” jawab Taeyong sembari mengatur napasnya.

Ih, Taeyong so sweet.

“Maaf, Tae. Aku pikir kamu tadi orang jahat,” ujar Johnny tulus.

Gak apa-apa, John. Justru aku yang minta maaf karena ninggalin kamu dengan gosip itu. Aku egois mikirin diriku sendiri.”

“Aku juga minta maaf, Tae. Gara-gara aku kamu juga kena imbasnya. Padahal aku tahu kamu sudah tunangan.”

“Sama-sama, John. Aku pulang karena takut Angel syok. Gosipnya sudah menyebar kemana-mana sih.”

“Yang penting kalau ada masalah kayak gini apalagi yang menyangkut nasib kita berdua, harus diselesaikan bersama-sama,” ujar Johnny sembari menepuk-nepuk punggung Taeyong.

“Aku janji.”

Memang sih, Taeyong salah karena kabur. Tapi, Johnny sadar, dia juga bukan pemuda tanpa cela. Lagipula, sahabat tetap sahabat. Satu hal yang penting kalau kawan-kawannya tak lagi menganggap Taeyong abnormal. Tentu saja, Angel—tunangan Taeyong—datang ke kampus dan membuktikan kalau gosip itu salah total.

Taeyong sudah tunangan tapi baru sekarang dia ungkapkan. Kalau begini, hanya nama Johnny yang belum bersih dari lumpur derita. Johnny kan pemegang sertifikat jomblo selama tiga tahun berturut-turut.

“Omong-omong, kamu kok gak pernah cerita ke teman-teman kalau sudah tunangan?”

“Bagaimana ya John. Kata ibuku gak baik pamer yang begituan. Pemali,” jawab Taeyong sambil garuk-garuk kepala.

Anjir pamer.

“Takutnya malah putus di tengah jalan.”

Sekarepmu lah Yong.

Ayuk, John pulang. “

“Tapi, gosipnya, Tae?” Johnny masih trauma.

“Sudahlah, John. Biarkan kucing mengeong, kafilah tetap berlalu.”

“Anjing, Tae.”

LO KATA GUA ANJING?!”

“Bukan, Tae. Peribahasanya yang benar itu Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.”

“Oh, maaf ya, John. Sudahlah, aku janji bakal nemuin penyebar gosip ini secepatnya.”

“Sekalian cariin aku pacar juga, Tae. Temannya Angel juga boleh kok. Itu yang namanya Berly.”

“Itu urusan gampang lah.”

Johnny memasang wajah setengah bloon. Senyumnya terukir lebar sekali. Super baik memang sahabatnya yang satu ini. Sampai tanpa sadar dia telah menenggelamkan Taeyong yang notabene bertubuh lebih kecil ke dalam pelukannya.

Tanpa kedua orang itu duga, seorang turis yang berdiri di dekat mereka tengah melirik dengan perasaan campur aduk. Gadis bernama Mackenzie itu sampai bergidik melihat interaksi keduanya. Lantas buru-buru kabur sebelum manik hijau acarnya yang suci semakin tercemar.

Ih, amit-amit Mama, kenapa Ken harus ketemu ginian juga di Bangkok.

 

-Fin-

 

 

Author note

Fix, ini fic macam apa Mama? XD Gak terasa udah jadi sepanjang ini, padahal tadinya juga cuma ceceran ide demi menistakan Om dan Tiwai, wkwkwkwkw /dibalang/ Fic ini ditulis tanpa riset jadi ya begitulah, karena ingin nulis aja biar gak terjangkit webe. Hehe Terus typo dan error sepertinya bertebaran, karena demi apa, nulisnya memang lagi ngalir aja, dialognya juga gaul gitu, wkwkwkwk

O ya, teruntuk Kak Kenzie, maacih udah bersedia jadi cameo yang menutup fic ini dengan sangat cantik. Amel dosa gak ajak Kak Kenzie main tanpa tanya KakBer dulu? Ya udah izinnya di sini aja, “KAK BER, KENZIENYA MEL AJAK MAIN YA? MAACIH” XD

Pluss buat KaNjel sama KaBer, Mel sayang kalian. Muahhh Muaahhhh Muahhhh XD

Thanks for reading, like and review.

Dadahhh …. XD

nb : jangan dipikir serius gimana om sama tiwai menyelesaikan masalahnya, anggep aja selese, hehe

 

 

 

 

 

Advertisements

25 thoughts on “[Vignette] Balada Johnny

  1. Kok ngakak ya ngeliat si Johnny dibawa ke hotel sama si Malika dan mau anuuu tp ternyata dia HODE! *ohmyeyes* 😮 XD

    Kucing mengeong?! Wtf Taeee :’v
    Peribahasanya belum adaa Taaee :’v

    Dan dan ..

    Kalian ngapain pelukan berduaan di tempat umum?! :’v
    kan jd galfok :’v

    nice story XD
    hwaiting for next story XD
    sekalian perkenalan :v

    Rio/Oz 99L Namja Imnida :v

    Liked by 1 person

  2. pantesan kemaren taeyong pulang taunya disangka homo di kampus. hm. yuk sini om jon kakak @berlyvirgiyani kesayanganqu siap menemani sisa hidupmu :3 plis mel, kegesrekan donna sudah cukup bikin pusing kamu jangan ikutan /nangis di pojokan/ terus njel curiga si ten ngilang gegara mau dandan juga cem malika xD syudah lah, intinya doakan pernikahan njel sama taeyong nanti lancar ya mel biar kamu bisa cepet punya ponakan 🙂 with love, your angel muah :*

    Liked by 1 person

  3. MEEEEEEL wkwkwkw mau ngaqaq aja bole ndaaa? itu nama berly kenapa harus muncul di ceritanya astoge bhak. dan Mackenzie menutup dengan sangat-sangat mendadak. Its okey mel pakai saja OC kesayangan itu hahaha. Sangat menghibuuurrr. Dan ber agak geli-geli awkward gitu yang pas bagian Taeyong sama Johnny ngomong berdua, ih, krik banget mereka. Yaudadehya segitu ae komenan unfaedahQ. With love, Your Diamond, mwah :*!

    Liked by 1 person

  4. kesalahan nyari cewek di bangkok….. adanya LB bang :'”
    why akhir2 ini blog jadi tercemar sama lesbong dan gay sih yassalam XD
    lucu mel ~ no review deh udah bagus as always soalnya.. keep writing ^^

    Liked by 1 person

    • Mel curiga diri ini tercemar setelah baca FFnya Mingi Kumiko yg judulnya My Lesbian Roommate. KakLel kenal gak sama author itu? Itu ff nya juga tentang begituan juga Kak, ///TERUS DIBUANG KARENA TIDAK TAHU DIRI//PLISS ACUHKAN SAJA DIRIKU YG BEGINI/PENGIN NGLAWAK TAPI GARING///peace

      WKWKWKWKWKWK
      Maacih udah mampir, hihi

      Like

  5. Yawlah demi apa dakuh spisles baca ini sumpah :’v Mel mai dicipok gak? Kalau gk mau, tolong jgn bikin om john kesannya makin ambigu bin absudirty gini. Apalagi percakapan mereka itu alay banget njir, ada bahasa jawanya lagi :’v Eh itu tadi juga ada kalimat “Ih, Taeyongbso sweet deh” => Langsung ilfeel sambil bayangin muka begonya :’v Sumpah mel, langsung keinget muka volos sekaligus resenya kayak di NCT life Chiang Mai di mana dia dibegoin terus :’v Terus kenapa itu bawa2 Malika???? Nggak kebayang si Tiway macak bencong :” owalah sakarepmu wes mel :’v Yawlah malem2 aku ngakak sendiri loh :” Untung di rumah wkwkwk

    Sebenarnya aku nemu typo lumayan banyak, jadi kayak aneh aja, soalnya tulisanmu kan biasanya so epic so rapih. Tapi ji nggak peduli, yg penting terhibur Haha //receh banget alasannya//

    Pergumulan batin Kenzie bikin diriku emesh kyaaaaaaaa !!!!!!

    Liked by 1 person

    • gak tahu kenapa akhir2 ini mel berjodoh dg om dimulai dari hari itu saat pengundian cast trilogy, wkwkwkwkwwk

      mel juga karena tdk bisa lepas dari nct chiang mai yg waktu ultahnya johnny kan tiwai sama om yg dikerjain. ya ampun, muka mereka udah panik nan cengo gimana gitu, eh ternyata boongan. terus ya, menurutku persahabatan mereka di real life juga udah erat banget, jadi udah tahulah kebiasaan masing2 wkwkwkwkw gak tahu juga sih,, tapi pokoknya nyenengin aja bikin ff ginian, XD

      Hehe sorry for typo and error, emang bikinnya lagi tidak mengindahkan hal begituan. Pokoknya nulis aja.

      Maacih udah mampir, hehehe

      Like

  6. Ceritanya pengen banget sih ngumpat halus waktu bayangin Johnny-Taeyong yang dengan—bilang homo dosa gak ya—watadosnya pelukan di tempat umum :’) duh gusti, enggak ngerti lagi kenapa aku bayangin si Malika ini adalah simbah Taeil, secara kan kalo diplesetin Malika bisa jadi MA(s) Tae(il) Ka(sihku /woy maksa woy/

    Kedua, yah kenapa tante seo cuma jadi cameo 😦 @berlyvirgiyani aku kira kaber jadi keponakannya Malika atau jadi pemilik klub nya 😦 ah ga seru ah ga seru 😦 /ditebas/

    Dah gitu aja, keep writing amelkuh❤️ Salam tjinta dari don, semoga Ibu Berly bisa menimang momongannya dengan Johnny secepatnya :’))

    Liked by 2 people

    • Emang ya cucu mbah yg satu ini dimana2 selalu mengkaitkan segalanya dg mbah. Yeokss deares granddaughter nya mbah moon wkwkwkwkwkwkw Sampe Malika jadi Mas Taeil Kekasihku wkwkwkwkwkw
      Padahal nih ya, Malika itu yg di iklan lho, yg di iklan kecap itu Kakdon. Ih masa pada gak ngeh sie, kan jadi garing lawakanku XD

      Kedua, plisss penginnya gitu. Tapi, ini kan baru prelude. Nantikan saja sepak terjang tante Seo pada kesempatan selanjutnya, wkwkwkwkwk

      Maacih udah mampir Kakdonkuhhh ❤ Dadahhhh …… hihi

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s